Skip to content

10 Jenis Sampah yang Tidak Boleh Dibuang ke Wastafel Cuci Piring, Kesalahan yang Bisa Berujung Sumbatan

Wastafel cuci piring memang menjadi tempat paling praktis untuk membuang sisa setelah memasak atau makan. Namun, kebiasaan membilas begitu saja berbagai jenis sampah ke lubang pembuangan bisa menjadi awal dari masalah saluran air, terutama ketika lemak, minyak, dan potongan makanan menumpuk di dalam pipa.

Tidak semua benda yang terlihat kecil atau mudah terbawa air aman masuk ke saluran wastafel. Beberapa di antaranya dapat menempel pada dinding pipa, menggumpal, mengendap, atau bahkan ikut membawa bahan kimia yang berpotensi mengganggu sistem pembuangan. Berikut jenis sampah yang tidak boleh dibuang ke wastafel cuci piring yang dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Senin (5/10).

1. Minyak Goreng dan Lemak

Minyak goreng bekas merupakan salah satu bahan yang paling sebaiknya tidak dituangkan ke wastafel. Saat masih panas, minyak memang terlihat cair dan seolah mudah mengalir bersama air, tetapi ketika suhunya turun, lemak dan minyak dapat menempel pada bagian dalam pipa.

Penumpukan tersebut lama-kelamaan dapat mempersempit jalur aliran air dan menyebabkan wastafel mengalir lebih lambat hingga tersumbat. Otoritas lingkungan dan pengelolaan air juga secara konsisten mengingatkan agar minyak, lemak, dan grease tidak dibuang ke saluran pembuangan karena dapat menyebabkan penyumbatan.

Sebaiknya biarkan minyak bekas mendingin, kemudian tampung dalam wadah tertutup sesuai sistem pembuangan sampah yang berlaku di daerah masing-masing. Untuk sisa minyak yang masih menempel pada wajan atau piring, lap terlebih dahulu menggunakan tisu atau kertas sebelum mencucinya.

2. Sisa Makanan dalam Jumlah Banyak

Potongan makanan seperti nasi, sayuran, daging, kulit buah, dan sisa lauk sebaiknya tidak langsung didorong masuk ke lubang wastafel. Meskipun sebagian makanan dapat terbawa aliran air, material padat tetap berpotensi menumpuk di saluran.

Sisa makanan juga dapat bercampur dengan minyak dan lemak yang sudah berada di dalam pipa. Kombinasi tersebut membuat endapan semakin mudah terbentuk dan pada akhirnya dapat menghambat aliran air. EPA juga menyarankan agar sisa makanan berlebih dibuang terlebih dahulu, bukan dialirkan ke saluran.

Cara sederhana untuk mencegahnya adalah mengerok sisa makanan dari piring, wajan, dan peralatan memasak ke tempat sampah sebelum dicuci. Memasang saringan pada lubang wastafel juga membantu menahan partikel makanan agar tidak langsung masuk ke pipa.

Baca Juga: 9 Bahan Makanan yang Sering Terbuang Padahal Masih Bisa Dimanfaatkan, Bisa Kurangi Sampah Makanan

3. Ampas Kopi

Ampas kopi sering dianggap aman karena ukurannya kecil dan terlihat seperti butiran biasa. Padahal, ampas tersebut tidak larut seperti air dan dapat ikut mengendap di bagian saluran pembuangan.

Jika dibuang berulang kali, ampas kopi dapat bercampur dengan lemak serta sisa kotoran lain yang sudah berada di dalam pipa. EPA memasukkan coffee grounds sebagai salah satu bahan yang sebaiknya tidak dibuang ke saluran pada sistem septik rumah tangga.

Setelah membuat kopi, lebih baik kumpulkan ampasnya dan masukkan ke tempat sampah atau manfaatkan sesuai pengelolaan sampah organik yang tersedia. Jangan mengandalkan aliran air untuk membawa seluruh ampas keluar dari sistem pembuangan.

4. Tepung dan Adonan Mentah

Tepung yang terkena air dapat berubah menjadi adonan yang lebih lengket. Karena itu, sisa tepung, adonan kue, adonan gorengan, atau campuran berbasis tepung sebaiknya tidak dibilas langsung dalam jumlah banyak ke wastafel.

Material tersebut dapat menempel pada permukaan bagian dalam pipa dan bercampur dengan sisa minyak atau makanan lainnya. Masalahnya bisa semakin besar apabila adonan sudah masuk lebih jauh ke saluran sebelum akhirnya mengendap.

Sisa tepung atau adonan sebaiknya dikumpulkan terlebih dahulu menggunakan spatula, sendok, atau tisu. Setelah sebagian besar material padat terangkat, barulah peralatan dicuci seperti biasa.

5. Nasi, Pasta, dan Bahan Makanan yang Mudah Menggumpal

Nasi dan pasta termasuk sisa makanan yang sebaiknya tidak sengaja dialirkan dalam jumlah banyak ke wastafel. Keduanya dapat tertinggal sebagai material padat dan berpotensi berkumpul bersama kotoran lain di saluran.

Hal serupa berlaku untuk bahan makanan yang ukurannya kecil tetapi jumlahnya banyak. Uisce Éireann, misalnya, menyarankan agar sisa sayuran, nasi, pasta, sisa makanan, dan lemak dikerok dari peralatan makan sebelum dicuci.

Biasakan mengosongkan piring ke tempat sampah terlebih dahulu. Jika ada beberapa butir nasi atau serpihan makanan yang tersisa setelah piring dikerok, jumlah kecil tersebut berbeda dengan sengaja membuang semangkuk nasi atau sisa pasta ke lubang wastafel.

6. Kulit Buah dan Sayuran

Kulit buah serta sayuran sebaiknya masuk ke tempat sampah atau sistem pengolahan sampah organik, bukan ke saluran wastafel. Potongan kulit memang dapat terlihat ringan, tetapi material tersebut tetap merupakan sampah padat yang tidak seharusnya mengandalkan aliran air untuk dibuang.

Potongan sayuran yang lebih keras juga dapat tertahan di bagian tertentu dari saluran. Jika bercampur dengan minyak, sisa makanan, dan endapan lainnya, material tersebut dapat memperburuk penyumbatan.

Karena itu, sediakan wadah kecil di dekat area memasak untuk menampung kulit buah, kulit sayuran, batang, dan sisa bahan makanan. Setelah aktivitas memasak selesai, wadah tersebut dapat dikosongkan ke tempat pembuangan yang sesuai.

7. Tulang, Cangkang, dan Sisa Makanan Keras

Tulang ayam, tulang ikan, cangkang telur, kulit kerang, dan material makanan keras tidak seharusnya dibuang ke wastafel. Benda-benda tersebut tidak mudah hancur hanya karena terkena aliran air.

Material yang keras juga dapat tertahan di saringan, perangkap saluran, atau bagian pipa tertentu. Jika terus ditambah dengan sampah lain, aliran air bisa semakin terganggu.

Daripada memaksakan benda keras masuk ke lubang pembuangan, kumpulkan bersama sampah makanan lainnya. Gunakan saringan wastafel untuk menangkap serpihan kecil yang terlepas selama proses mencuci, kemudian buang isinya ke tempat sampah.

Baca Juga: Cara Mengurangi Debu di Kamar saat Cuaca Kering, Ada Sumber yang Sering Tidak Disadari

8. Tisu, Plastik, dan Kemasan Makanan

Tisu, plastik pembungkus, potongan sachet, label kemasan, dan bahan nonmakanan lainnya tidak boleh dibuang melalui wastafel. Material tersebut tidak dirancang untuk larut dan mengalir bersama air.

Benda yang ringan bahkan dapat terlihat seperti sudah hilang setelah terseret air. Padahal, material tersebut bisa tertahan di bagian tertentu dari sistem pembuangan dan menjadi penghambat bagi sampah lain yang masuk kemudian.

Sebelum mencuci peralatan makan, pisahkan seluruh kemasan dan benda asing dari piring atau wadah. Tisu berminyak pun sebaiknya tidak digunakan untuk “mendorong” sisa padatan ke lubang wastafel.

9. Obat-obatan dan Bahan Kimia Rumah Tangga

Wastafel bukan tempat pembuangan untuk obat-obatan, cairan pembersih yang tidak sesuai petunjuk, pelarut, cat, atau bahan kimia rumah tangga lainnya. Bahan-bahan tersebut dapat masuk ke sistem air limbah dan berpotensi mengganggu sistem pengolahan maupun lingkungan.

EPA secara khusus mengingatkan agar bahan seperti cat berbasis minyak, pelarut, pestisida, serta bahan kimia rumah tangga tertentu tidak dituangkan ke saluran pembuangan.

Cara pembuangannya bergantung pada jenis produk dan aturan pengelolaan limbah setempat. Karena itu, jangan mencampur bahan kimia atau menuangkannya ke wastafel hanya karena ingin mengosongkan wadah. Periksa petunjuk pada kemasan dan gunakan fasilitas pengumpulan limbah yang sesuai jika tersedia.

10. Cairan Pembersih dalam Jumlah Berlebihan

Produk pembersih memang digunakan saat mencuci piring, tetapi itu tidak berarti seluruh bahan pembersih rumah tangga boleh dituangkan ke wastafel sesuka hati. Penggunaan sebaiknya mengikuti takaran dan petunjuk yang tercantum pada kemasan.

Masalah terutama dapat muncul ketika seseorang mencoba mengatasi saluran tersumbat dengan menuangkan berbagai bahan kimia secara berlebihan atau mencampurkan beberapa produk sekaligus. EPA menyarankan penggunaan bahan pembersih secara moderat dan memperingatkan agar bahan kimia berbahaya tidak dibuang sembarangan ke saluran.

Jika wastafel mulai tersumbat, jangan langsung mencampur beberapa produk pembersih untuk mendapatkan reaksi yang lebih kuat. Cari tahu penyebab sumbatan terlebih dahulu dan gunakan metode penanganan yang sesuai dengan jenis saluran serta produk yang digunakan.

Cara Mencegah Wastafel Cuci Piring Mudah Tersumbat

Menjaga saluran wastafel sebenarnya lebih mudah jika sampah dipisahkan sebelum proses mencuci dimulai. Kebiasaan kecil ini dapat mengurangi jumlah material padat dan lemak yang masuk ke pipa.

Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan antara lain:

  1. Kerok sisa makanan dari piring sebelum mencucinya.
  2. Lap minyak dan lemak dari wajan menggunakan tisu atau kertas terlebih dahulu.
  3. Gunakan saringan wastafel untuk menahan serpihan makanan.
  4. Buang ampas kopi ke tempat sampah, bukan ke lubang pembuangan.
  5. Kumpulkan kulit buah dan sayuran dalam wadah sampah organik atau tempat sampah yang sesuai.
  6. Jangan menuangkan bahan kimia sembarangan ke saluran.
  7. Bersihkan saringan secara rutin agar kotoran yang sudah tertangkap tidak kembali masuk ke saluran.

Penggunaan saringan wastafel dan kebiasaan mengerok sisa makanan sebelum mencuci juga direkomendasikan dalam panduan pencegahan penyumbatan saluran.

Jika aliran air sudah melambat, muncul bau tidak sedap, atau air mulai menggenang, jangan terus memasukkan sampah dan air dalam jumlah besar ke wastafel. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa bagian saluran sudah mulai mengalami penumpukan dan perlu diperiksa.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah sisa makanan boleh dibuang ke wastafel?

Sebaiknya tidak, terutama dalam jumlah banyak. Kerok sisa makanan ke tempat sampah terlebih dahulu sebelum mencuci piring.

2. Apakah minyak goreng boleh dibuang ke wastafel?

Tidak disarankan karena minyak dan lemak dapat menempel pada pipa, menumpuk, lalu menyebabkan saluran tersumbat. Pemerintah Kota New York

3. Apakah ampas kopi bisa membuat wastafel mampet?

Ampas kopi tidak sebaiknya dibuang ke saluran karena merupakan material padat yang dapat mengendap dan bercampur dengan kotoran lain. US EPA

4. Bolehkah kulit buah dan sayuran dibuang ke wastafel?

Sebaiknya tidak. Kumpulkan kulit dan sisa potongan bahan makanan, kemudian buang melalui sistem sampah organik atau tempat sampah yang tersedia.

5. Apa yang harus dilakukan jika wastafel mulai tersumbat?

Hentikan pembuangan sampah ke saluran dan periksa penyebab sumbatan. Hindari mencampurkan berbagai bahan kimia pembersih karena dapat menimbulkan risiko tambahan.