Skip to content

7 Kebiasaan Kecil yang Membuat Rumah Terlihat Selalu Berantakan, Sering Dilakukan Tanpa Sadar

Rumah sudah disapu, dipel, bahkan beberapa sudutnya dibersihkan setiap hari, tetapi tetap terlihat berantakan? Masalahnya belum tentu karena rumah jarang dibersihkan. Bisa jadi ada kebiasaan kecil yang membuat barang kembali memenuhi permukaan meja, sofa, lantai, atau sudut ruangan tanpa disadari.

Kebiasaan seperti menaruh barang sembarangan, menunda mengembalikan benda ke tempatnya, hingga membiarkan pakaian dan kemasan menumpuk memang terlihat sepele jika dilakukan sekali. Namun, ketika terus berulang, rumah akan terasa lebih penuh dan sulit ditata. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Minggu (4/10), berikut beberapa kebiasaan kecil yang sebaiknya mulai diperhatikan.

1. Menaruh Barang Sembarangan dan Berpikir Akan Merapikannya Nanti

Salah satu kebiasaan yang paling mudah membuat rumah terlihat berantakan adalah meletakkan barang di tempat yang sebenarnya bukan tempat penyimpanannya. Kunci diletakkan di meja makan, tas ditaruh di sofa, pakaian dilempar ke kursi, atau dokumen ditumpuk begitu saja di atas meja karena dianggap hanya sementara.

Masalahnya, kata “nanti” sering membuat benda tersebut bertahan lebih lama dari yang direncanakan. Satu barang mungkin tidak terlalu terlihat, tetapi beberapa benda yang memiliki nasib sama akhirnya menciptakan tumpukan kecil di berbagai sudut rumah.

Cara sederhana untuk menguranginya adalah mengembalikan barang setelah selesai digunakan. Jika sebuah benda memang sering digunakan di area tertentu, sediakan tempat penyimpanan yang mudah dijangkau agar kebiasaan mengembalikannya tidak terasa merepotkan.

Baca Juga: 9 Bagian Paling Kotor di Rumah Selain Kamar Mandi, Tempat Tak Terduga yang Jarang Diketahui

2. Membiarkan Permukaan Meja Menjadi Tempat Menaruh Segala Benda

Meja makan, meja ruang keluarga, meja kerja, hingga meja dekat pintu sering berubah menjadi tempat penyimpanan sementara. Mulai dari gelas, charger, surat, kosmetik, remote, kunci, sampai barang belanjaan bisa berkumpul di satu permukaan.

Permukaan yang penuh membuat ruangan terlihat lebih sesak meskipun furnitur dan barang di dalamnya sebenarnya tidak terlalu banyak. Mata juga lebih mudah menangkap benda-benda yang tersebar di area terbuka dibandingkan barang yang tersimpan rapi di dalam laci atau lemari.

Cobalah menentukan fungsi setiap permukaan. Meja makan sebaiknya tetap memiliki ruang yang cukup untuk makan, sedangkan meja kerja bisa dibatasi hanya untuk perlengkapan yang memang digunakan saat bekerja. Barang yang tidak berkaitan dengan fungsi meja sebaiknya segera dipindahkan.

3. Menggantung Pakaian di Kursi atau Sofa

Kursi dan sofa sering menjadi “tempat transit” pakaian. Baju yang baru dipakai sebentar diletakkan di sana karena belum ingin dicuci, sementara pakaian yang sudah bersih juga kadang ditaruh begitu saja karena belum sempat dilipat.

Awalnya hanya satu atau dua helai pakaian. Namun, ketika kebiasaan tersebut berlangsung beberapa hari, kursi dan sofa dapat berubah menjadi tumpukan pakaian yang membuat ruang keluarga atau kamar terlihat jauh lebih berantakan.

Sediakan tempat khusus untuk pakaian yang masih akan dipakai kembali, misalnya satu gantungan atau keranjang yang memang diperuntukkan untuk pakaian tersebut. Sementara pakaian kotor sebaiknya langsung dimasukkan ke keranjang cucian sehingga tidak bercampur dengan pakaian yang masih bersih.

4. Membiarkan Barang yang Baru Dibeli Tetap dalam Kemasan

Barang belanjaan yang baru sampai sering dibiarkan di dalam kantong atau kardus karena dianggap akan dibereskan kemudian. Kebiasaan ini cukup mudah membuat area rumah terlihat penuh, terutama jika pembelian dilakukan beberapa kali dalam seminggu.

Kardus, kantong belanja, botol, kemasan makanan, dan berbagai wadah lain yang sebenarnya sudah tidak diperlukan juga dapat menambah kesan berantakan. Jika dibiarkan di sudut ruangan, benda-benda tersebut akhirnya menjadi bagian dari pemandangan sehari-hari.

Setelah barang diterima, pisahkan isinya berdasarkan kategori. Barang yang memang akan digunakan dapat langsung disimpan, sedangkan kardus dan kemasan yang tidak diperlukan bisa segera dilipat atau dibuang sesuai jenis sampahnya. Dengan begitu, rumah tidak memiliki area khusus yang dipenuhi kemasan bekas belanja.

5. Menyimpan Terlalu Banyak Barang di Ruang yang Sama

Rumah bisa terlihat berantakan bukan hanya karena penghuninya malas merapikan, tetapi juga karena terlalu banyak benda berada dalam satu ruangan. Rak yang penuh, meja yang dipenuhi dekorasi, atau lemari yang dijejali berbagai barang membuat ruang penyimpanan terasa tidak pernah cukup.

Ketika tempat penyimpanan sudah terlalu padat, satu benda yang baru masuk akan sulit mendapatkan tempat. Akhirnya barang tersebut diletakkan di lantai, atas meja, atau sudut lain yang masih kosong. Siklus ini membuat permukaan rumah semakin lama semakin penuh.

Coba evaluasi barang yang memang masih digunakan. Barang yang rusak, sudah tidak terpakai, memiliki fungsi ganda dengan benda lain, atau hanya disimpan tanpa alasan jelas dapat dipertimbangkan untuk dipindahkan, didonasikan, didaur ulang, atau dibuang sesuai kondisinya.

Baca Juga: Jangan Asal Menaruh Barang di Kamar Mandi, 8 Benda Ini Sebaiknya Dipindahkan

6. Membiarkan Barang Kecil Tersebar di Banyak Sudut

Benda-benda kecil sering menjadi penyebab rumah tampak berantakan tanpa disadari. Kabel charger, remote, alat tulis, karet rambut, botol kecil, aksesori, dan berbagai benda berukuran kecil mudah berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain.

Karena ukurannya kecil, barang tersebut sering dianggap tidak masalah ketika diletakkan sembarangan. Padahal, semakin banyak benda kecil yang terlihat di permukaan terbuka, semakin ramai pula tampilan ruangan.

Gunakan wadah atau tempat khusus berdasarkan jenis barang. Misalnya, satu tempat untuk remote, satu wadah untuk kabel, dan satu laci untuk aksesori kecil. Sistem seperti ini membuat proses membereskan barang jauh lebih sederhana karena setiap benda memiliki “rumah” yang jelas.

7. Hanya Merapikan Saat Rumah Sudah Sangat Berantakan

Menunggu rumah benar-benar berantakan sebelum membereskannya membuat pekerjaan terasa jauh lebih berat. Ketika barang sudah menumpuk di berbagai tempat, seseorang harus menghabiskan lebih banyak waktu hanya untuk mengembalikan kondisi ruangan seperti semula.

Sebaliknya, merapikan sedikit demi sedikit dapat mencegah kekacauan berkembang menjadi pekerjaan besar. Mengembalikan barang setelah digunakan, melipat selimut setelah bangun, memasukkan pakaian ke keranjang, atau membersihkan meja setelah makan hanya membutuhkan waktu singkat jika dilakukan secara rutin.

Tidak harus menyediakan waktu berjam-jam untuk membuat rumah terlihat rapi. Kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten justru dapat mengurangi pekerjaan besar di kemudian hari. Kuncinya adalah tidak membiarkan benda-benda kecil terus berpindah tanpa pernah dikembalikan ke tempat penyimpanannya.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Kenapa rumah tetap terlihat berantakan meski sering dibersihkan?

Rumah bisa tetap terlihat berantakan karena banyak barang berada di permukaan terbuka atau tidak dikembalikan ke tempat penyimpanannya, bukan semata-mata karena kotor.

2. Apa kebiasaan yang paling sering membuat rumah berantakan?

Menaruh barang sembarangan, menumpuk pakaian, memenuhi meja dengan berbagai benda, dan menunda merapikan barang merupakan beberapa kebiasaan yang mudah membuat rumah terlihat penuh.

3. Bagaimana cara menjaga rumah tetap rapi setiap hari?

Biasakan mengembalikan barang setelah digunakan dan segera membereskan benda yang selesai dipakai agar tidak menumpuk menjadi pekerjaan besar.

4. Apakah terlalu banyak dekorasi bisa membuat rumah terlihat berantakan?

Bisa. Terlalu banyak dekorasi pada satu ruangan dapat memenuhi permukaan dan membuat tampilan visual terasa lebih ramai.

5. Apakah rumah harus selalu terlihat kosong agar dianggap rapi?

Tidak. Rumah tetap dapat terlihat nyaman dan rapi meskipun memiliki banyak barang selama benda-benda tersebut tertata, memiliki tempat penyimpanan, dan tidak memenuhi area yang seharusnya digunakan.