Perceraian tak membuat aktris Bollywood Esha Deol kehilangan keyakinannya terhadap cinta. Putri pasangan legenda perfilman India, Hema Malini dan Dharmendra, itu justru mengaku masih merindukan kehadiran cinta dan romansa dalam hidupnya. Pengakuan tersebut disampaikan Esha dalam sebuah wawancara terbaru, di mana ia berbicara secara terbuka tentang kehidupannya setelah berpisah dari sang mantan suami, Bharat Takhtani.
Akui Merindukan Cinta dan Romansa
Dalam wawancara tersebut, Esha menggambarkan dirinya sebagai sosok yang romantis dan selalu percaya pada kisah-kisah cinta. Meski kini menjalani hidup sebagai perempuan yang telah bercerai, ia mengaku masih memiliki harapan terhadap cinta dan tidak menutup diri dari kemungkinan merasakan kebahagiaan yang sama di masa depan.
“Menurutku, cinta dan romansa adalah hal terpenting dalam hidup seseorang, yang saat ini sedang kurindukan. Aku suka bersikap romantis,” ujar Esha. Ia bahkan menyebut dirinya sebagai penggemar film komedi romantis dan lagu-lagu bertema cinta, sesuatu yang menurutnya sudah menjadi bagian dari kepribadiannya sejak lama.
Pengakuan itu pun menarik perhatian publik karena disampaikan tanpa nada penyesalan maupun kemarahan. Sebaliknya, Esha memilih memandang pengalaman pahit dalam kehidupan pribadinya sebagai bagian dari perjalanan hidup yang tidak mengubah pandangannya mengenai makna cinta.
Pilih Menjaga Privasi Demi Keluarga
Meski cukup terbuka membahas perasaannya, Esha tetap enggan mengungkap penyebab berakhirnya rumah tangganya dengan Bharat Takhtani. Menurutnya, perceraian merupakan persoalan pribadi yang hanya melibatkan dirinya, mantan suami, dan anak-anak mereka sehingga tidak layak menjadi konsumsi publik.
“Itu adalah sesuatu yang terjadi di antara dua orang dan juga melibatkan anak-anak. Saya tidak ingin membahasnya,” kata Esha saat ditanya mengenai alasan di balik perceraiannya.
Di sisi lain, Esha mengungkapkan bahwa dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar selama melewati masa-masa sulit tersebut. Ia juga mengaku hubungan kedua orang tuanya selalu menjadi inspirasi mengenai cinta tanpa syarat. Baginya, pengalaman gagal dalam pernikahan bukan alasan untuk berhenti mempercayai cinta, melainkan pelajaran berharga yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa.
