Cuci muka menjadi salah satu langkah paling dasar dalam rutinitas perawatan kulit. Meski terlihat sederhana, cara melakukannya ternyata tidak bisa sembarangan. Kebiasaan tertentu yang dianggap membuat wajah lebih bersih justru dapat memicu kulit terasa kering, tertarik, kemerahan, atau mengalami iritasi. Bahkan, menggosok wajah terlalu keras juga dapat memperburuk kondisi kulit tertentu, termasuk jerawat.
Masalahnya, beberapa kebiasaan cuci muka yang bisa merusak kulit sering dilakukan tanpa disadari karena sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Mulai dari menggunakan air terlalu panas hingga terlalu bersemangat menggosok wajah, hal-hal kecil tersebut dapat mengganggu kenyamanan kulit jika terus dilakukan. Karena itu, membersihkan wajah sebaiknya bukan hanya berfokus pada mengangkat kotoran, tetapi juga dilakukan dengan cara yang lembut dan sesuai kebutuhan kulit.
1. Mencuci Wajah Terlalu Sering
Wajah yang berminyak atau terasa lengket memang bisa menimbulkan keinginan untuk berkali-kali mencuci muka. Namun, frekuensi yang lebih sering tidak selalu berarti kulit menjadi lebih sehat. American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan untuk membatasi cuci muka menjadi dua kali sehari dan setelah berkeringat banyak.
Membersihkan wajah secara berlebihan berpotensi membuat kulit kehilangan minyak alaminya, terlebih jika menggunakan produk pembersih yang cukup kuat. Kulit kemudian dapat terasa kering, kasar, atau tidak nyaman. Pada kulit yang memang mudah kering dan sensitif, rutinitas pembersihan bahkan mungkin perlu disesuaikan agar tidak semakin mengiritasi kulit. Mengutip dari Mayo Clinic, orang dengan kulit sensitif dapat menggunakan pembersih pada malam hari dan cukup membilas wajah dengan air pada waktu lainnya.
Bukan berarti wajah tidak boleh dibersihkan di luar jadwal pagi dan malam. Setelah aktivitas yang menghasilkan banyak keringat, seperti berolahraga, wajah sebaiknya tetap dibersihkan karena keringat dapat mengiritasi kulit. Jadi, yang perlu dihindari adalah mencuci wajah berkali-kali tanpa kebutuhan yang jelas hanya karena ingin mendapatkan sensasi kulit yang terasa kesat.
2. Menggunakan Air yang Terlalu Panas
Membasuh wajah menggunakan air panas mungkin terasa nyaman, terutama saat cuaca dingin atau setelah menjalani hari yang melelahkan. Sayangnya, suhu air yang terlalu tinggi bukan pilihan terbaik untuk kulit. Air panas dapat menghilangkan minyak alami kulit dan berkontribusi terhadap kulit yang semakin kering.
Sebagai gantinya, gunakan air suam-suam kuku atau lukewarm. Direkomendasikan membasahi dan membilas wajah menggunakan air suam-suam kuku ketika melakukan pembersihan sehari-hari. Suhu seperti ini sudah cukup untuk membantu proses membersihkan wajah tanpa memberikan paparan panas berlebihan pada kulit.
Ada pula anggapan bahwa air panas diperlukan untuk “membuka pori-pori” agar wajah dapat dibersihkan lebih maksimal. Kebiasaan tersebut tidak perlu dijadikan alasan untuk menggunakan air bersuhu tinggi. Air panas dapat mengiritasi kulit dan membuat tampilan pori-pori terlihat lebih besar akibat peradangan.
3. Menggosok Wajah Terlalu Keras
Wajah yang berminyak, kusam, atau berjerawat terkadang membuat seseorang merasa perlu menggosok kulit lebih kuat supaya benar-benar bersih. Padahal, tekanan berlebihan tidak membuat proses membersihkan wajah otomatis menjadi lebih efektif. Sebaliknya, menggosok kulit terlalu keras dapat menyebabkan iritasi.
Kebiasaan ini semakin berisiko jika dilakukan menggunakan benda dengan permukaan kasar. Disarankan penggunaan ujung jari untuk mengaplikasikan pembersih wajah karena penggunaan waslap, spons jaring, atau alat lain dapat mengiritasi kulit. Pembersih cukup diaplikasikan secara lembut sebelum kemudian dibilas hingga bersih.
Bagi pemilik kulit berjerawat, menggosok wajah juga bukan cara untuk “membersihkan” jerawat. Jerawat bukan disebabkan oleh kulit yang sekadar kotor, dan penggunaan sabun keras maupun menggosok kulit secara agresif justru dapat menyebabkan iritasi serta memperburuk jerawat yang sudah ada.
4. Memilih Pembersih Wajah yang Terlalu Keras
Sensasi kesat setelah mencuci muka sering dianggap sebagai tanda bahwa minyak dan kotoran sudah benar-benar terangkat. Namun, kulit yang terasa sangat kering atau tertarik setelah dibersihkan justru dapat menjadi tanda bahwa rutinitas pembersihan terlalu keras bagi kulit.
Sabun dan pembersih yang kuat dapat menghilangkan minyak alami dari permukaan kulit. Disarankan penggunaan pembersih yang lembut, atau juga bisa menggunakan pembersih nonabrasif yang tidak mengandung alkohol untuk membersihkan wajah.
Pemilihan produk juga perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing kulit. Orang yang mudah kering atau mengalami iritasi mungkin membutuhkan formula yang berbeda dengan pemilik kulit berminyak dan rentan berjerawat. Alih-alih mengejar sensasi “bersih kesat”, perhatikan bagaimana kulit bereaksi setelah penggunaan produk secara rutin.
5. Terlalu Sering Melakukan Eksfoliasi Saat Membersihkan Wajah
Eksfoliasi dapat menjadi bagian dari perawatan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Namun, masalah dapat muncul ketika proses tersebut dilakukan terlalu sering atau terlalu agresif, terlebih jika setiap sesi cuci muka selalu disertai penggunaan scrub atau produk eksfoliasi yang kuat.
Mengutip dari AAD, bahwa frekuensi eksfoliasi sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit dan metode yang digunakan. Semakin agresif metode eksfoliasinya, semakin jarang penggunaannya diperlukan. Eksfoliasi berlebihan dapat membuat kulit menjadi merah dan mengalami iritasi.
Cara mengaplikasikannya juga perlu diperhatikan. Jika menggunakan scrub atau eksfoliator kimia, aplikasikan secara lembut dan ikuti petunjuk penggunaan produk. Jangan menggosok kulit kuat-kuat dengan harapan sel kulit mati akan terangkat lebih cepat. Setelah eksfoliasi, penggunaan pelembap dapat membantu menjaga hidrasi karena proses tersebut dapat membuat kulit lebih kering.
6. Mengeringkan Wajah dengan Cara Digosok
Kesalahan tidak hanya dapat terjadi ketika sabun masih berada di wajah. Cara mengeringkan kulit setelah membilas pembersih juga perlu diperhatikan. Menggosok wajah dengan handuk secara kasar dapat memberikan gesekan yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh kulit.
Setelah membersihkan wajah, cukup tepuk atau tekan kulit secara perlahan menggunakan handuk yang lembut. Lalu, keringkan kulit dengan cara menepuknya secara lembut, bukan menggosoknya. Cara ini juga membantu mempertahankan sebagian kelembapan pada permukaan kulit.
Handuk yang digunakan untuk wajah pun sebaiknya dijaga kebersihannya. Hindari kebiasaan menggosok wajah berulang kali hanya untuk memastikan kulit benar-benar kering. Kulit tidak harus dibuat sekering mungkin setelah mencuci muka, terutama jika setelahnya akan menggunakan produk pelembap.
7. Membiarkan Sisa Makeup Sebelum Tidur
Cuci muka malam hari bukan sekadar rutinitas untuk menyegarkan wajah sebelum tidur. Sepanjang hari, makeup serta berbagai kotoran dari lingkungan dapat menempel pada kulit sehingga perlu dibersihkan sebelum beristirahat. Mencuci wajah sebelum tidur akan berguna menghilangkan makeup dan kotoran yang menempel selama beraktivitas.
Bagi pengguna makeup, pastikan kosmetik benar-benar dibersihkan, termasuk riasan di sekitar mata. Disarankan untuk menghapus makeup sebelum tidur dan menggunakan makeup remover yang sesuai sebelum membersihkan wajah.
Namun, bukan berarti makeup harus dihilangkan dengan menggosok wajah berkali-kali. Gunakan produk pembersih sesuai kebutuhan dan lakukan prosesnya secara lembut. Jika makeup yang digunakan cukup tebal atau sulit dibersihkan, pastikan seluruh residunya terangkat tanpa membuat kulit mengalami gesekan berlebihan.
8. Tidak Mencuci Wajah Setelah Banyak Berkeringat
Ada kondisi ketika mencuci wajah lebih dari dua kali sehari justru diperlukan, salah satunya setelah banyak berkeringat. Keringat yang dibiarkan terlalu lama pada kulit dapat menimbulkan iritasi, terutama setelah olahraga atau aktivitas fisik intens.
Saat wajah penuh keringat, hindari pula kebiasaan menyekanya dengan kasar menggunakan handuk. Gesekan saat mengusap keringat dapat mengiritasi kulit dan berpotensi memicu masalah pada kulit yang rentan berjerawat. Gunakan handuk bersih dan tepuk keringat secara perlahan apabila belum memungkinkan untuk segera mencuci wajah.
Setelah selesai berolahraga, wajah dapat dibersihkan menggunakan pembersih lembut dan air suam-suam kuku. Dengan begitu, keringat dan kotoran dapat diangkat tanpa perlu melakukan scrubbing atau menggunakan produk pembersih yang terlalu keras.
9. Mengabaikan Pelembap Setelah Mencuci Wajah
Membersihkan wajah memang penting, tetapi rutinitas perawatan kulit tidak selalu berhenti setelah pembersih dibilas. Terutama bagi pemilik kulit kering atau mudah terasa tertarik, penggunaan pelembap setelah mencuci muka dapat membantu mempertahankan air di kulit.
Gunakan pelembap ketika kulit masih dalam kondisi lembap setelah dibersihkan. Pelembap bekerja membantu mempertahankan air pada kulit dan mendukung kondisi lapisan pelindung kulit.
Jenis pelembap tentu dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Pada kulit yang mudah berjerawat, misalnya, maka gunakan pelembap yang ditujukan untuk kulit rentan berjerawat setelah mencuci wajah. Jika kulit terus terasa sangat kering, perih, gatal, atau mengalami iritasi meskipun rutinitas sudah dibuat lebih lembut, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu mengetahui perawatan yang lebih sesuai.
Pertanyaan dan Jawaban
Berapa kali sebaiknya mencuci muka dalam sehari?
Secara umum, AAD menyarankan mencuci wajah dua kali sehari, yaitu pagi dan malam, serta setelah banyak berkeringat.
Apakah boleh mencuci muka dengan air panas?
Sebaiknya gunakan air suam-suam kuku karena air yang terlalu panas dapat menghilangkan minyak alami dan membuat kulit lebih kering atau teriritasi.
Apakah wajah harus terasa kesat setelah mencuci muka?
Tidak. Sensasi sangat kesat atau tertarik dapat menandakan kulit menjadi terlalu kering, sehingga lebih baik menggunakan pembersih yang lembut dan sesuai dengan kondisi kulit.
Apakah wajah perlu dicuci setelah olahraga?
Ya, terutama setelah banyak berkeringat karena keringat dapat mengiritasi kulit jika dibiarkan terlalu lama.
Apakah menggosok wajah bisa membuatnya lebih bersih?
Tidak perlu. Menggosok terlalu keras justru dapat mengiritasi kulit dan bahkan memperburuk kondisi seperti jerawat.
(Awan)
