Skip to content

Mitos Telinga Berdenging, Dari Pertanda Gaib hingga Fakta Medis di Baliknya

Mitos Telinga Berdenging

Telinga yang tiba-tiba berdenging sering membuat seseorang berhenti sejenak dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Di tengah masyarakat, sensasi bunyi “nging” tanpa sumber yang jelas sudah lama dikaitkan dengan berbagai pertanda, mulai dari sedang dibicarakan orang lain, akan menerima kabar tertentu, hingga dianggap sebagai firasat baik atau buruk.

Berbagai mitos telinga berdenging memang menarik dilihat sebagai bagian dari kepercayaan dan tradisi yang berkembang dari generasi ke generasi. Namun, ketika telinga terus berdenging atau keluhan muncul bersama gejala lain, penjelasan medis juga perlu diperhatikan. Dalam dunia kesehatan, kondisi tersebut dikenal sebagai tinnitus, yaitu persepsi terhadap suara meskipun tidak ada sumber suara dari luar.

Mitos Telinga Berdenging

Ada beragam arti yang dilekatkan pada telinga berdenging. Penafsirannya pun bisa berbeda antara satu daerah, keluarga, atau tradisi dengan yang lainnya. Beberapa mitos berikut termasuk yang cukup sering terdengar.

1. Telinga Berdenging Berarti Sedang Dibicarakan Orang

Anggapan bahwa seseorang sedang membicarakan kita ketika telinga tiba-tiba berdenging mungkin menjadi salah satu mitos yang paling populer. Dalam beberapa versi, telinga kanan bahkan diasosiasikan dengan pembicaraan yang baik, sedangkan telinga kiri dianggap menandakan seseorang sedang membicarakan hal negatif.

Tidak ada hubungan ilmiah yang terbukti antara aktivitas orang lain membicarakan seseorang dan munculnya bunyi di dalam telinga. Dari sudut pandang medis, suara tersebut jauh lebih mungkin berkaitan dengan aktivitas sistem pendengaran dan berbagai kondisi yang dapat memicu tinnitus.

2. Telinga Kanan Berdenging Menandakan Kabar Baik

Mitos lainnya memberikan arti khusus pada telinga kanan. Denging di sisi kanan terkadang dianggap sebagai pertanda akan memperoleh kabar menyenangkan, bertemu seseorang, mendapatkan rezeki, atau mengalami peristiwa positif lainnya.

Interpretasi semacam ini termasuk kepercayaan tradisional dan tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan apa yang akan terjadi. Dalam penjelasan kesehatan, tinnitus memang dapat dirasakan hanya pada satu telinga atau pada kedua telinga sekaligus, sehingga sisi tempat denging muncul tidak otomatis mempunyai arti tertentu mengenai masa depan.

3. Telinga Kiri Berdenging Dianggap Membawa Pertanda Buruk

Jika telinga kanan sering memperoleh interpretasi positif, telinga kiri dalam sejumlah mitos justru dikaitkan dengan kabar kurang menyenangkan. Ada yang menghubungkannya dengan gosip, masalah, kedatangan seseorang, atau kemungkinan terjadinya kejadian yang tidak diharapkan.

Sekali lagi, pemaknaan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan yang berkembang di masyarakat. Telinga kiri berdenging secara medis tetap dapat dikategorikan sebagai tinnitus apabila suara dirasakan tanpa adanya sumber eksternal. Kondisi tersebut dapat bersifat sementara maupun menetap, tergantung penyebabnya.

4. Arti Telinga Berdenging Berbeda Berdasarkan Jam

Dalam beberapa tradisi, waktu munculnya denging ikut digunakan untuk menentukan maknanya. Denging pada pagi, siang, sore, maupun malam hari dapat diberikan tafsir yang berbeda-beda, mulai dari akan menerima kabar hingga bertemu seseorang.

Pembagian arti berdasarkan jam tidak memiliki dasar medis yang membuktikan bahwa denging pada waktu tertentu dapat memprediksi sebuah peristiwa. Jika bunyi justru lebih terasa ketika malam atau suasana sedang sepi, salah satu penjelasan yang masuk akal adalah karena suara lingkungan yang lebih sedikit membuat tinnitus menjadi lebih mudah disadari.

5. Telinga Berdenging Selalu Berhubungan dengan Hal Gaib

Tidak sedikit pula cerita yang mengaitkan telinga berdenging dengan makhluk gaib, orang yang telah meninggal, atau bentuk pertanda spiritual tertentu. Keyakinan seperti ini dapat berbeda menurut latar belakang budaya maupun pemahaman masing-masing individu.

Dari sisi kesehatan, telinga berdenging mempunyai sejumlah penjelasan yang bisa diperiksa secara medis. Karena itu, terutama apabila keluhan berlangsung lama atau semakin mengganggu, menganggapnya semata-mata sebagai fenomena gaib dapat membuat penyebab kesehatan yang sebenarnya justru terabaikan.

Telinga Berdenging dalam Medis

Dalam dunia medis, tinnitus adalah sensasi mendengar suara yang tidak berasal dari sumber eksternal. Walaupun disebut “telinga berdenging”, bunyi yang terdengar tidak selalu berbentuk denging. Sebagian orang menggambarkannya seperti desisan, dengungan, siulan, suara klik, gemuruh, hingga denyutan.

Tinnitus juga bukan sebuah penyakit yang berdiri sendiri, tetapi merupakan gejala yang dapat berhubungan dengan kondisi lain. Sebagian besar tinnitus bersifat subjektif, yang berarti hanya orang yang mengalaminya yang dapat mendengar bunyi tersebut. Dalam kasus yang lebih jarang, terdapat tinnitus objektif yang suaranya dalam kondisi tertentu dapat dideteksi tenaga medis ketika melakukan pemeriksaan.

Keluhan dapat muncul pada telinga kanan, kiri, kedua telinga, bahkan terasa seperti berasal dari dalam kepala. Ada orang yang hanya mengalaminya sesekali, tetapi ada pula yang mendengar suara tersebut terus-menerus sehingga tidur, konsentrasi, dan aktivitas sehari-hari ikut terganggu.

Apa yang Bisa Menyebabkan Telinga Berdenging?

Penyebab tinnitus tidak selalu dapat ditemukan dengan mudah. Namun, terdapat sejumlah kondisi yang diketahui berhubungan dengan kemunculan keluhan ini.

Paparan suara keras menjadi salah satu faktor yang cukup umum. Mendengarkan musik dengan volume tinggi, berada terlalu lama di lingkungan kerja yang bising, atau terpapar suara keras lainnya dapat memengaruhi sistem pendengaran dan memicu tinnitus. Kehilangan pendengaran akibat usia maupun paparan kebisingan juga berkaitan erat dengan kondisi tersebut.

Selain itu, beberapa kondisi lain yang dapat berhubungan dengan telinga berdenging meliputi:

  • Penumpukan kotoran telinga, yang dapat menyumbat saluran telinga.
  • Infeksi telinga, termasuk kondisi yang menyebabkan cairan menumpuk di telinga.
  • Gangguan pendengaran, baik akibat pertambahan usia maupun paparan kebisingan.
  • Cedera kepala atau leher, yang dapat memengaruhi struktur telinga atau jalur saraf pendengaran.
  • Gangguan sendi rahang atau temporomandibular joint (TMJ).
  • Penyakit Ménière, gangguan telinga bagian dalam yang juga dapat berhubungan dengan vertigo dan gangguan pendengaran.
  • Masalah pada pembuluh darah, terutama pada tinnitus yang terdengar mengikuti denyut nadi.
  • Obat-obatan tertentu, yang pada sebagian orang dapat menyebabkan atau memperburuk tinnitus.

Karena penyebabnya sangat beragam, telinga berdenging yang berulang sebaiknya tidak langsung diasumsikan berasal dari satu penyakit tertentu. Pemeriksaan diperlukan untuk menentukan apakah terdapat gangguan telinga, masalah pendengaran, efek obat, atau penyebab lainnya.

Cara Menyikapi Telinga Berdenging Tanpa Terjebak Mitos

Tidak ada salahnya mengetahui berbagai mitos telinga berdenging sebagai bagian dari tradisi dan cerita yang berkembang di masyarakat. Masalah muncul ketika kepercayaan tersebut digunakan untuk menggantikan pemeriksaan kesehatan, terutama jika denging terjadi berulang atau disertai gejala lain.

Jika keluhan muncul setelah berada di tempat yang sangat bising, berikan kesempatan pada telinga untuk beristirahat dan hindari paparan suara keras berikutnya. Menggunakan pelindung pendengaran ketika berada di lingkungan bising serta menjaga volume headphone tetap wajar juga dapat membantu mengurangi risiko gangguan pendengaran akibat kebisingan.

Untuk tinnitus yang menetap, penanganannya bergantung pada penyebab dan kondisi masing-masing. Mengatasi penumpukan kotoran telinga atau gangguan tertentu dapat membantu jika memang itulah pemicunya. Pada kasus yang tidak mempunyai penyebab yang dapat dihilangkan, dokter dapat mempertimbangkan strategi seperti terapi suara, alat bantu dengar bagi orang dengan gangguan pendengaran, atau pendekatan perilaku untuk mengurangi dampak tinnitus.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apa arti telinga berdenging tiba-tiba?

Secara medis, suara berdenging tanpa sumber suara dari luar dapat disebut tinnitus. Penyebabnya beragam, sehingga tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kapan atau di sisi mana denging muncul.

2. Apakah telinga berdenging berarti ada orang yang membicarakan kita?

Anggapan tersebut merupakan mitos yang populer di masyarakat. Tidak ada bukti medis bahwa telinga berdenging terjadi karena seseorang sedang membicarakan kita.

3. Apa perbedaan telinga kanan dan kiri berdenging?

Secara medis, tinnitus dapat terjadi pada telinga kanan, kiri, atau keduanya. Tidak ada dasar ilmiah yang menyatakan telinga kanan selalu berarti pertanda baik dan telinga kiri berarti pertanda buruk.

4. Apakah stres bisa membuat tinnitus terasa lebih mengganggu?

Stres dan kondisi emosional dapat membuat tinnitus lebih sulit diabaikan atau terasa semakin mengganggu, meskipun penyebab tinnitus sendiri dapat berbeda pada setiap orang.

5. Dokter apa yang menangani telinga berdenging?

Pemeriksaan awal dapat dilakukan oleh dokter umum, kemudian pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis THT atau audiolog untuk pemeriksaan pendengaran dan evaluasi lebih lanjut bila diperlukan.

(Awan)