Skip to content

Hari Alzheimer Sedunia 2026: Sejarah, Tujuan, dan Mengapa Diperingati 21 September

Setiap tanggal 21 September, perhatian dunia kembali tertuju pada penyakit Alzheimer dan berbagai bentuk demensia yang dapat memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, perilaku, hingga kemandirian seseorang. Hari Alzheimer Sedunia bukan sekadar tanggal untuk mengenang orang-orang yang hidup dengan kondisi tersebut, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mengikis anggapan bahwa penurunan fungsi kognitif yang berat hanyalah konsekuensi biasa dari bertambahnya usia.

Pada 2026, Hari Alzheimer Sedunia jatuh pada Senin, 21 September. Peringatan tahun ini juga datang di tengah dorongan global yang semakin kuat terhadap diagnosis demensia secara lebih dini sehingga orang yang mengalaminya dan keluarganya memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh informasi, perawatan, dukungan, dan perencanaan yang sesuai. Ulasan ini dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Minggu 20 September.

Apa Itu Hari Alzheimer Sedunia?

Hari Alzheimer Sedunia atau World Alzheimer’s Day merupakan kampanye kesadaran global yang diperingati setiap 21 September. Fokus utamanya adalah membantu masyarakat memahami penyakit Alzheimer dan demensia dengan lebih baik, sekaligus membuka percakapan mengenai tantangan yang dihadapi orang dengan demensia, keluarga, serta orang yang merawat mereka sehari-hari.

Peringatan ini penting karena istilah Alzheimer dan demensia masih sering digunakan secara bergantian, padahal keduanya tidak sepenuhnya sama. Demensia merupakan istilah umum untuk sekumpulan gejala yang memengaruhi fungsi kognitif dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, sedangkan penyakit Alzheimer merupakan salah satu penyakit yang dapat menyebabkan demensia.

Karena itu, Hari Alzheimer Sedunia tidak hanya berbicara mengenai kehilangan daya ingat. Isu yang dibawa jauh lebih luas, mulai dari pengenalan gejala, akses terhadap diagnosis, dukungan bagi keluarga, perawatan jangka panjang, penelitian, hingga bagaimana masyarakat dapat memperlakukan orang yang hidup dengan demensia secara lebih manusiawi dan tanpa stigma.

Sejarah Hari Alzheimer Sedunia dan Mengapa Diperingati 21 September

Peringatan Hari Alzheimer Sedunia pertama kali diluncurkan pada 21 September 1994 ketika konferensi tahunan Alzheimer’s Disease International dibuka di Edinburgh, Skotlandia. Tanggal tersebut sekaligus menandai perayaan ulang tahun organisasi itu yang ke-10. Sejak saat itulah 21 September terus digunakan sebagai titik utama kampanye kesadaran Alzheimer dan demensia di berbagai negara. Pada 2026, kampanye global membawa tema “The Earlier You Know, The More You Can Do: A Dementia Diagnosis Matters”, yang menempatkan pentingnya diagnosis lebih dini sebagai perhatian utama.

Jadi, pemilihan tanggal 21 September bukan sekadar penempatan tanggal simbolis di kalender kesehatan. Tanggal tersebut mempunyai hubungan langsung dengan momentum peluncuran kampanye internasional pertama pada 1994 dan kemudian dipertahankan setiap tahun untuk menyatukan kegiatan edukasi serta advokasi di berbagai negara.

Seiring perkembangannya, kampanye juga diperluas menjadi World Alzheimer’s Month yang berlangsung sepanjang September. Dengan waktu kampanye yang lebih panjang, organisasi, tenaga kesehatan, komunitas, keluarga, dan masyarakat mempunyai ruang lebih besar untuk menyelenggarakan edukasi, kegiatan penggalangan kesadaran, diskusi, hingga kegiatan komunitas yang berkaitan dengan demensia.

Apa Tujuan Hari Alzheimer Sedunia?

Salah satu tujuan paling mendasar dari Hari Alzheimer Sedunia adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang demensia. Masih banyak orang yang mengenali Alzheimer hanya sebagai kondisi ketika seseorang menjadi mudah lupa, padahal perubahan yang terjadi dapat mencakup kemampuan berbahasa, mengambil keputusan, mengenali tempat, menjalankan aktivitas rutin, hingga perubahan suasana hati dan perilaku.

Peringatan ini juga berusaha mengurangi stigma. Orang dengan demensia terkadang dianggap tidak mampu melakukan apa pun, sulit diajak berkomunikasi, atau bahkan dijauhi karena perilakunya berubah. Padahal, kemampuan dan kebutuhan masing-masing orang dapat sangat berbeda, terutama pada tahap awal penyakit. Lingkungan yang memahami kondisi tersebut dapat membantu mereka tetap berpartisipasi dalam kehidupan keluarga maupun sosial selama memungkinkan.

Tujuan lainnya adalah mendorong masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan fungsi kognitif yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Diagnosis bukan sekadar memberikan nama pada suatu kondisi. Pemeriksaan dapat membantu mencari penyebab keluhan, menentukan kebutuhan perawatan, merencanakan dukungan, serta membantu keluarga mempersiapkan kebutuhan yang mungkin berubah seiring perkembangan kondisi.

Mengapa Hari Alzheimer Sedunia Penting?

Skala demensia di dunia membuat isu ini sulit dipandang hanya sebagai persoalan kesehatan individu. Data global terbaru menunjukkan sekitar 57 juta orang hidup dengan demensia pada 2021, dengan hampir 10 juta kasus baru terjadi setiap tahun. Penyakit Alzheimer merupakan bentuk demensia yang paling umum dan diperkirakan berkontribusi terhadap sekitar 60–70 persen kasus. Demensia juga termasuk salah satu penyebab utama disabilitas dan ketergantungan pada kelompok usia lanjut.

Dampaknya pun tidak berhenti pada orang yang mengalami demensia. Anggota keluarga sering mengambil peran besar dalam membantu kebutuhan harian, mengatur pengobatan, mendampingi pemeriksaan, menjaga keamanan di rumah, hingga mengambil keputusan ketika kondisi semakin berkembang. Beban tersebut dapat melibatkan waktu, biaya, tenaga, serta tekanan emosional yang tidak sedikit.

Kesadaran publik menjadi penting karena demensia bukan bagian yang pasti atau normal dari proses penuaan. Usia memang merupakan salah satu faktor risiko yang kuat, tetapi menjadi tua tidak otomatis berarti seseorang akan mengalami demensia. Anggapan bahwa semua gangguan daya ingat pada orang tua adalah “pikun biasa” justru dapat membuat perubahan yang seharusnya diperiksa menjadi terlambat mendapatkan perhatian.

Tema Hari Alzheimer Sedunia 2026 Menekankan Diagnosis Lebih Dini

Tema kampanye 2026 dapat diterjemahkan secara sederhana sebagai “Semakin dini mengetahui, semakin banyak yang dapat dilakukan: diagnosis demensia itu penting.” Pesan ini menggeser perhatian dari sekadar mengetahui keberadaan penyakit menuju langkah konkret setelah tanda-tanda yang mencurigakan mulai terlihat.

Diagnosis lebih dini tidak berarti setiap orang yang sesekali lupa harus langsung menganggap dirinya mengalami Alzheimer. Lupa nama seseorang, lupa meletakkan barang sesekali, atau kehilangan fokus saat sedang lelah dapat terjadi tanpa berkaitan dengan demensia. Yang lebih perlu diperhatikan adalah perubahan yang menetap, semakin sering terjadi, atau mulai mengganggu kemampuan menjalankan kegiatan yang sebelumnya dapat dilakukan dengan baik.

Mengetahui penyebab gangguan kognitif juga penting karena tidak setiap masalah daya ingat disebabkan penyakit Alzheimer. Tenaga medis dapat melakukan evaluasi terhadap riwayat kesehatan, obat yang digunakan, kemampuan kognitif, kondisi psikologis, hingga pemeriksaan lain bila diperlukan untuk menentukan kemungkinan penyebabnya.

Tanda yang Sebaiknya Tidak Dianggap Sekadar Pikun Biasa

Masalah memori memang sering menjadi salah satu tanda awal penyakit Alzheimer, tetapi gangguan tersebut tidak berdiri sendiri. Perubahan kemampuan berpikir, penggunaan bahasa, orientasi ruang, penilaian, dan kemampuan mengerjakan aktivitas sehari-hari juga dapat muncul. National Institute on Aging menjelaskan bahwa masalah seperti sering mengulang pertanyaan, mudah tersesat, kesulitan mengelola tagihan, membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk menyelesaikan aktivitas rutin, hingga perubahan kepribadian dapat terlihat seiring perkembangan kondisi.

Beberapa perubahan yang patut mendapatkan perhatian antara lain:

  1. Sering melupakan informasi yang baru diterima. Kejadian dapat berupa terus menanyakan informasi yang sama atau lupa percakapan yang baru berlangsung.
  2. Kesulitan menjalankan kegiatan yang sebelumnya familiar. Contohnya mulai kebingungan mengikuti rutinitas sederhana yang sudah dilakukan bertahun-tahun.
  3. Kehilangan orientasi terhadap tempat atau waktu. Seseorang dapat kesulitan memahami tanggal, lokasi, atau bagaimana dirinya sampai di suatu tempat.
  4. Kesulitan mengikuti percakapan atau menemukan kata. Percakapan dapat terhenti karena seseorang kesulitan menyampaikan maksud atau mengikuti pembicaraan.
  5. Kemampuan mengambil keputusan berubah nyata. Kesulitan mengelola uang, menyelesaikan masalah, atau menilai suatu situasi dapat mulai terlihat.
  6. Perubahan perilaku atau kepribadian. Seseorang dapat menjadi lebih mudah cemas, menarik diri dari lingkungan sosial, atau menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa.

Kemunculan satu tanda tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis Alzheimer secara mandiri. Namun, apabila perubahan terjadi berulang, semakin memburuk, atau memengaruhi kehidupan sehari-hari, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan menjadi langkah yang lebih tepat daripada sekadar menganggapnya sebagai proses penuaan.

Cara Memperingati Hari Alzheimer Sedunia

Hari Alzheimer Sedunia tidak harus diperingati melalui kegiatan besar. Langkah sederhana yang membuat semakin banyak orang memahami demensia juga mempunyai nilai penting.

Masyarakat dapat memulainya dengan membagikan informasi yang benar mengenai perbedaan Alzheimer, demensia, dan lupa yang masih wajar. Informasi semacam ini dapat membantu mengurangi kesalahpahaman sekaligus mendorong orang untuk lebih peka ketika melihat perubahan fungsi kognitif pada diri sendiri maupun anggota keluarga.

Aktivitas fisik dan kebiasaan hidup sehat juga dapat menjadi bagian dari pembicaraan tentang kesehatan otak. Menjaga tubuh tetap aktif, tidak merokok, membatasi konsumsi alkohol, menjaga kesehatan pembuluh darah, mengendalikan tekanan darah maupun gula darah, serta tetap aktif secara sosial dan kognitif merupakan contoh langkah yang relevan dalam pembahasan pengurangan risiko demensia.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memberikan ruang kepada orang yang hidup dengan demensia dan caregiver mereka untuk didengar. Bagi sebagian keluarga, tantangan terbesar bukan hanya kondisi medis, tetapi juga kesepian, stigma, keterbatasan informasi, dan kebutuhan perawatan yang berubah dari waktu ke waktu.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Hari Alzheimer Sedunia diperingati tanggal berapa?

Hari Alzheimer Sedunia diperingati setiap tanggal 21 September. Pada 2026, tanggal tersebut jatuh pada hari Senin.

2. Sejak kapan Hari Alzheimer Sedunia diperingati?

Peringatan pertama diluncurkan pada 21 September 1994 bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-10 Alzheimer’s Disease International.

3. Apakah Alzheimer sama dengan demensia?

Tidak sepenuhnya. Demensia adalah istilah untuk sekumpulan gangguan fungsi kognitif, sedangkan Alzheimer merupakan penyakit yang menjadi salah satu penyebab demensia.

4. Apa tema Hari Alzheimer Sedunia 2026?

Kampanye 2026 mengangkat pesan “The Earlier You Know, The More You Can Do: A Dementia Diagnosis Matters”, dengan fokus pada pentingnya diagnosis demensia lebih dini.

5. Apakah mudah lupa selalu berarti Alzheimer?

Tidak. Lupa dapat terjadi karena banyak sebab, tetapi perubahan memori atau kemampuan berpikir yang menetap, memburuk, dan mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya diperiksakan kepada tenaga kesehatan.