Hari Apoteker Sedunia menjadi momentum untuk mengenal lebih dekat profesi yang tidak hanya berkaitan dengan obat di apotek. Setiap 25 September, dunia memperingati World Pharmacists Day untuk menyoroti kontribusi apoteker dalam pelayanan kesehatan, penggunaan obat yang aman, pencegahan penyakit, hingga penguatan sistem kesehatan. Pada 2026, perhatian tersebut semakin relevan karena kebutuhan layanan kesehatan terus berkembang mengikuti perubahan demografi, penyakit tidak menular, teknologi digital, dan tantangan lingkungan.
Tahun ini, Federasi Farmasi Internasional atau International Pharmaceutical Federation (FIP) menetapkan tema “Empowering pharmacists for healthier futures”. Tema tersebut menekankan pentingnya memberikan keterampilan, pengakuan, dukungan sistem, serta ruang yang memadai bagi apoteker agar dapat berkontribusi lebih optimal dalam pelayanan kesehatan.
Hari Apoteker Sedunia 2026 Diperingati pada 25 September
Hari Apoteker Sedunia atau World Pharmacists Day diperingati setiap 25 September. FIP menetapkan tanggal tersebut pada 2009 melalui keputusan Dewan FIP di Istanbul, Turki. Sejak saat itu, tanggal 25 September menjadi momentum tahunan untuk meningkatkan perhatian terhadap kontribusi apoteker dan profesi kefarmasian dalam kesehatan masyarakat.
Peringatan ini bukan sekadar perayaan profesi. FIP menggunakan momentum tersebut untuk mendorong peningkatan pemahaman mengenai kontribusi apoteker dalam membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan dan menggunakan obat secara tepat. Dalam praktiknya, pekerjaan apoteker mencakup berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan obat sekaligus pelayanan kepada pasien.
World Pharmacists Day juga menjadi bagian dari rangkaian World Pharmacy Week yang berlangsung pada 19–25 September. FIP menyebut rangkaian tersebut tidak hanya mengakui peran apoteker, tetapi juga kontribusi tenaga kerja kefarmasian lainnya, termasuk ilmuwan farmasi, teknisi farmasi, serta berbagai pihak yang bekerja sama dalam bidang tersebut.
Tema Hari Apoteker Sedunia 2026
Tema Hari Apoteker Sedunia 2026 adalah “Empowering pharmacists for healthier futures”, yang dapat dimaknai sebagai “Memberdayakan apoteker untuk masa depan yang lebih sehat.” FIP mengumumkan tema tersebut pada 25 Maret 2026 dan menjadikannya sebagai fokus kampanye World Pharmacists Day tahun ini.
Tema tersebut muncul dari perubahan kebutuhan pelayanan kesehatan yang membuat peran apoteker semakin luas. FIP menyoroti sejumlah tantangan, seperti perubahan demografi, meningkatnya penyakit tidak menular, transformasi digital, serta tekanan akibat perubahan iklim. Kondisi tersebut membutuhkan tenaga kefarmasian yang memiliki kemampuan dan dukungan sistem untuk beradaptasi.
Melalui tema tersebut, FIP juga menekankan bahwa pemberdayaan apoteker membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, pembuat kebijakan, regulator, perusahaan asuransi kesehatan, tenaga kesehatan lain, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang memungkinkan apoteker menjalankan kompetensinya secara optimal.
Sejarah Hari Apoteker Sedunia
Sejarah Hari Apoteker Sedunia berkaitan erat dengan FIP sebagai organisasi global yang menaungi dan mengembangkan profesi farmasi. Penetapan 25 September sebagai World Pharmacists Day dilakukan pada 2009 dalam pertemuan Dewan FIP di Istanbul, Turki. Tanggal tersebut kemudian diperingati setiap tahun untuk mengangkat kontribusi profesi farmasi terhadap kesehatan.
Setiap tahun, FIP menetapkan tema kampanye yang berbeda untuk menyoroti aspek tertentu dari profesi apoteker. Misalnya, tema 2023 adalah “Pharmacists strengthening health systems”, sedangkan tema 2025 adalah “Think Health, Think Pharmacist.” Perubahan tema tersebut menunjukkan bahwa kampanye terus menyesuaikan isu dan kebutuhan kesehatan yang berkembang.
Pada 2026, fokusnya diarahkan pada pemberdayaan apoteker untuk menghadapi kebutuhan kesehatan masa depan. FIP mengaitkannya dengan akses terhadap layanan kesehatan, penggunaan obat yang optimal, ketahanan sistem kesehatan, pendidikan, kebijakan yang mendukung, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai peran tenaga kefarmasian.
Peran Apoteker dalam Pelayanan Kesehatan
Apoteker memiliki peran yang berkaitan langsung dengan obat dan pelayanan kepada pasien. WHO menjelaskan bahwa tugas apoteker secara tradisional mencakup penyediaan obat, pemberian informasi mengenai obat, serta membantu masyarakat memahami keamanan dan efektivitas penggunaannya. Namun, praktik kefarmasian berkembang sehingga cakupannya kini lebih luas.
Dalam pedoman bersama WHO dan FIP mengenai praktik kefarmasian yang baik, peran apoteker mencakup pengelolaan produk medis, manajemen terapi obat, pemeliharaan kompetensi profesional, serta kontribusi terhadap efektivitas sistem kesehatan dan kesehatan masyarakat. Artinya, pekerjaan apoteker tidak berhenti ketika obat diserahkan kepada pasien.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa pelayanan kefarmasian telah mengalami perubahan orientasi dari drug oriented menjadi patient oriented. Pergeseran ini membuat pelayanan lebih berfokus pada kebutuhan pasien dan hasil terapi, bukan hanya pada pengelolaan atau penyerahan obat.
Salah satu peran penting apoteker adalah memberikan informasi mengenai penggunaan obat. Pasien dapat memperoleh penjelasan tentang cara penggunaan, aturan pakai, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama menjalani terapi sesuai kewenangan dan pelayanan yang tersedia.
Peran tersebut berkaitan dengan keselamatan penggunaan obat. WHO melalui kampanye Medication Without Harm menekankan bahwa keselamatan obat merupakan tanggung jawab bersama pasien dan tenaga kesehatan, termasuk apoteker. Proses penggunaan obat yang aman mencakup berbagai tahap, mulai dari peresepan, persiapan, penyerahan, pemberian, hingga pemantauan.
Apoteker juga dapat membantu mengidentifikasi persoalan yang berkaitan dengan penggunaan obat dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lain jika diperlukan. Dalam pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, komunikasi antara pasien, apoteker, dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain menjadi bagian penting untuk mendukung penggunaan obat yang tepat.
Mengapa Peran Apoteker Semakin Dibutuhkan
Kebutuhan terhadap layanan kefarmasian berkembang seiring meningkatnya kompleksitas penggunaan obat dan kebutuhan kesehatan masyarakat. Pasien dapat menggunakan beberapa jenis obat sekaligus, menjalani terapi dalam waktu panjang, atau membutuhkan informasi yang lebih rinci mengenai penggunaan obat.
Dalam kondisi tersebut, apoteker menjadi salah satu tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi khusus mengenai obat. WHO menyebut perkembangan profesi telah menggeser peran apoteker dari sekadar penyedia obat menuju keterlibatan yang lebih besar dalam pelayanan pasien dan pengelolaan terapi.
FIP pada kampanye 2026 juga menempatkan akses layanan, optimalisasi penggunaan obat, ketahanan sistem kesehatan, pendidikan berbasis kompetensi, serta dukungan kebijakan sebagai bagian dari upaya memperkuat profesi kefarmasian. Dengan demikian, pemberdayaan apoteker tidak hanya menyangkut individu yang menjalankan profesi, tetapi juga sistem kesehatan tempat mereka bekerja.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Hari Apoteker Sedunia diperingati setiap tanggal berapa?
Hari Apoteker Sedunia atau World Pharmacists Day diperingati setiap 25 September. Tanggal tersebut ditetapkan oleh FIP pada 2009.
2. Apa tema Hari Apoteker Sedunia 2026?
Tema Hari Apoteker Sedunia 2026 adalah “Empowering pharmacists for healthier futures” atau “Memberdayakan apoteker untuk masa depan yang lebih sehat.”
3. Siapa yang menetapkan Hari Apoteker Sedunia?
Hari Apoteker Sedunia ditetapkan oleh International Pharmaceutical Federation (FIP) pada 2009 melalui keputusan Dewan FIP di Istanbul, Turki.
4. Apa saja peran apoteker dalam kesehatan?
Apoteker berperan dalam pengelolaan dan penggunaan obat, memberikan informasi serta konseling terkait obat, mendukung keselamatan pasien, dan dalam sejumlah sistem kesehatan juga terlibat dalam vaksinasi, skrining, serta layanan kesehatan lainnya.
5. Mengapa penggunaan obat perlu dikonsultasikan dengan apoteker?
Apoteker memiliki kompetensi khusus mengenai obat sehingga dapat membantu memberikan informasi terkait penggunaan obat dan aspek keselamatannya sesuai pelayanan yang tersedia. WHO menempatkan apoteker sebagai salah satu tenaga kesehatan yang berperan dalam mendukung penggunaan obat yang aman.