Skip to content

Kesalahan Membersihkan Rice Cooker yang Bisa Bikin Cepat Rusak, Ada yang Tak Boleh Kena Air

Rice cooker menjadi salah satu peralatan dapur yang hampir setiap hari digunakan, sehingga membersihkannya mungkin terasa seperti pekerjaan sederhana. Panci bagian dalam dicuci, bagian luar dilap, lalu alat kembali disimpan. Namun, cara membersihkan yang keliru justru dapat membuat lapisan panci cepat rusak, bagian pemanas bermasalah, atau komponen tertentu mengalami gangguan. Karena itu, mengetahui kesalahan membersihkan rice cooker penting dilakukan agar alat tetap berfungsi dengan baik.

Masalahnya, tidak semua bagian rice cooker bisa diperlakukan dengan cara yang sama. Panci dan aksesori yang memang dapat dicuci tentu berbeda dengan badan utama, pelat pemanas, sensor, serta area kelistrikan. Berikut kesalahan membersihkan rice cooker yang bisa bikin cepat rusak, dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Jumat (25/9).

1. Menyiram atau Merendam Badan Utama Rice Cooker

Salah satu kesalahan membersihkan rice cooker yang cukup berisiko adalah mencuci seluruh badan alat menggunakan air seperti mencuci peralatan dapur biasa. Badan utama rice cooker memiliki komponen listrik sehingga tidak dirancang untuk direndam atau disiram langsung. Produsen seperti Panasonic dan Philips juga memberikan petunjuk agar badan utama tidak direndam dalam air dan dibersihkan menggunakan kain yang sesuai.

Cara yang lebih aman adalah mencabut kabel listrik terlebih dahulu, kemudian menunggu rice cooker benar-benar dingin. Bagian luar dan area yang kotor dapat dilap menggunakan kain lembap yang sudah diperas, bukan dengan menuangkan air langsung ke permukaannya.

Air yang masuk ke bagian dalam badan rice cooker dapat mencapai komponen kelistrikan. Selain berpotensi menyebabkan gangguan fungsi, keberadaan air di area yang seharusnya kering juga dapat meningkatkan risiko masalah kelistrikan. Karena itu, membersihkan alat tidak berarti harus membuat seluruh bagiannya basah.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Nasi Basi dari Magic Com, Jangan Cuma Cuci Pancinya

2. Mencuci Panci dengan Spons Kasar atau Wol Baja

Panci rice cooker umumnya memiliki lapisan pada permukaan bagian dalam yang membantu mencegah nasi mudah menempel. Menggosoknya dengan sisi spons yang kasar, sabut kawat, atau benda abrasif dapat membuat permukaan tersebut tergores dan mengurangi kinerja lapisan antilengket.

Petunjuk perawatan dari sejumlah produsen menyarankan penggunaan spons atau kain lembut untuk membersihkan panci. Xiaomi, misalnya, menyarankan agar panci direndam sebentar sebelum dibersihkan dengan lembut dan menghindari benda keras seperti wol baja yang dapat merusak lapisan.

Jika terdapat nasi kering yang sulit dilepaskan, jangan langsung mengeroknya menggunakan sendok logam atau pisau. Rendam bagian yang kotor dengan air terlebih dahulu agar sisa nasi melunak, kemudian bersihkan perlahan menggunakan spons lembut. Cara ini lebih aman daripada memberikan tekanan kuat pada permukaan panci.

3. Menggunakan Benda Tajam untuk Mencungkil Nasi yang Menempel

Nasi yang mengering di dasar panci memang terkadang sulit dibersihkan. Dalam kondisi seperti ini, benda tajam seperti pisau, garpu, ujung sendok, atau alat logam lainnya mungkin terlihat sebagai solusi cepat. Padahal, cara tersebut dapat meninggalkan goresan pada permukaan panci.

Goresan juga dapat muncul ketika kerak makanan dicungkil dengan tenaga berlebihan. Karena permukaan panci bersentuhan langsung dengan makanan, sebaiknya proses pembersihan dilakukan tanpa menggunakan benda yang berpotensi merusak permukaannya. Philips juga memperingatkan agar alat logam dan bahan abrasif tidak digunakan untuk membersihkan inner pot.

Untuk sisa makanan yang membandel, gunakan metode yang lebih lembut. Isi panci dengan air secukupnya, diamkan sampai sisa nasi melunak, kemudian cuci dengan spons lembut. Jika metode tersebut belum cukup, ulangi proses perendaman daripada langsung menggosok atau mencungkil secara agresif.

4. Membersihkan Pelat Pemanas dengan Cara Disiram Air

Pelat pemanas berada tepat di bawah panci dan berfungsi mentransfer panas ketika rice cooker digunakan. Karena posisinya mudah terlihat setelah panci diangkat, bagian ini terkadang dibersihkan dengan menuangkan sedikit air agar kerak atau kotoran lebih mudah terangkat.

Cara tersebut sebaiknya dihindari. Panasonic menyarankan pelat pemanas dibersihkan menggunakan kain lembap, sedangkan badan utama tidak boleh direndam. Area sensor dan pemanas juga perlu dijaga bersih karena kotoran yang menempel dapat mengganggu kontak antara panci dan bagian pemanas.

Setelah rice cooker dicabut dan benar-benar dingin, singkirkan butiran nasi atau kotoran yang terlihat. Gunakan kain lembut yang sedikit lembap jika memang diperlukan, lalu pastikan permukaannya kering sebelum panci kembali ditempatkan.

5. Memasukkan Panci ke Rice Cooker Saat Bagian Luarnya Masih Basah

Kesalahan membersihkan rice cooker tidak selalu terjadi ketika proses mencuci. Kebiasaan setelah mencuci panci juga dapat memengaruhi kondisi alat, salah satunya langsung memasukkan panci ketika bagian luarnya masih basah.

Air yang menempel di bagian bawah panci dapat berpindah ke area pelat pemanas ketika panci diletakkan kembali. Karena bagian tersebut berhubungan dengan proses pemanasan, kondisi kering perlu diperhatikan sebelum alat digunakan.

Beberapa petunjuk penggunaan rice cooker secara khusus mengingatkan agar bagian luar panci, elemen pemanas, dan sensor dalam kondisi bersih serta kering. Jadi, setelah mencuci panci, lap bagian luar dan dasar panci sampai tidak ada tetesan air yang tersisa sebelum memasangnya kembali.

Baca Juga: Cara Membersihkan Panci Gosong Tanpa Menggosok Terlalu Keras, Kerak Membandel Bisa Lebih Mudah Terangkat

6. Memaksa Melepas Komponen yang Tidak Dirancang untuk Dilepas

Rice cooker modern dapat memiliki tutup bagian dalam, katup uap, cincin penutup, atau komponen lain yang bisa dilepas. Namun, desain setiap produk tidak sama. Kesalahan dapat terjadi ketika pengguna memaksa menarik bagian tertentu karena mengira semua komponen harus dilepas saat dibersihkan.

Padahal, produsen biasanya menentukan komponen mana yang dapat dilepas dan bagaimana cara melepaskannya. Xiaomi, misalnya, memiliki model dengan tutup bagian dalam yang dapat dilepas, sedangkan beberapa bagian lain tetap harus dibersihkan sesuai konstruksi produk.

Jika sebuah komponen terasa sangat keras, tidak memiliki mekanisme pelepas, atau tidak dijelaskan dalam buku petunjuk, jangan dipaksa. Pembersihan yang terlalu agresif justru dapat merusak pengunci, seal, sambungan, atau mekanisme tutup yang kemudian memengaruhi fungsi rice cooker.

7. Mengabaikan Tutup Bagian Dalam dan Katup Uap

Membersihkan rice cooker hanya dengan mencuci panci merupakan kebiasaan yang cukup umum. Padahal, uap dari nasi dapat membawa kelembapan dan residu pati ke bagian tutup, katup, maupun area sekitar saluran uap.

Jika bagian tersebut terus digunakan tanpa dibersihkan, residu dapat menumpuk dan memunculkan bau kurang sedap. Keeping Times sebelumnya juga membahas bahwa tutup bagian dalam, katup uap, karet seal, penampung kondensasi, hingga celah di sekitar engsel dapat menjadi bagian yang luput dibersihkan.

Bersihkan komponen yang memang dapat dilepas menggunakan cara yang ditentukan produsen. Untuk bagian yang tidak bisa dilepas, cukup lap menggunakan kain lembut yang sesuai. Jangan mencungkil lubang uap dengan benda tajam hanya karena terlihat ada kotoran di dalamnya.

8. Menggosok Panel Kontrol dan Bagian Luar dengan Bahan Pembersih Keras

Panel tombol dan bagian luar rice cooker juga perlu dibersihkan, tetapi tidak berarti boleh digosok menggunakan bahan pembersih apa pun. Cairan atau bahan yang terlalu keras dapat memengaruhi permukaan tertentu, sementara penggunaan kain terlalu basah dapat meningkatkan risiko cairan masuk ke celah alat.

Panasonic menyarankan agar badan utama dibersihkan dengan cara yang sesuai dan menghindari bahan seperti thinner, bensin, alkohol, bubuk pembersih, maupun sikat keras pada model tertentu.

Untuk perawatan sehari-hari, kain lembut yang sedikit lembap biasanya lebih praktis untuk mengangkat debu, cipratan makanan, dan noda ringan. Setelah dilap, permukaan dapat dikeringkan menggunakan kain bersih sehingga tidak ada kelembapan yang tertinggal di sekitar tombol atau sambungan.

9. Menyimpan Rice Cooker dalam Kondisi Masih Lembap

Rice cooker yang baru dicuci sebaiknya tidak langsung ditutup rapat dan disimpan ketika bagian dalamnya masih basah. Kelembapan yang terperangkap di ruang tertutup dapat membuat aroma pengap lebih mudah bertahan dan menyebabkan residu air tertinggal pada bagian tertentu.

Setelah panci, tutup, katup uap, penampung kondensasi, atau aksesori lain selesai dicuci, keringkan semuanya terlebih dahulu. Jika desain alat memungkinkan, biarkan tutup terbuka untuk sementara agar sisa kelembapan menguap sebelum rice cooker disimpan.

Kebiasaan ini juga membantu mencegah masalah bau. Jika nasi atau air kondensasi meninggalkan aroma yang tidak sedap, membersihkan panci saja belum tentu cukup karena sumber bau bisa berasal dari komponen lain yang terkena uap.

10. Membersihkan Rice Cooker Saat Masih Panas

Membersihkan rice cooker segera setelah memasak memang terlihat praktis, tetapi jangan dilakukan ketika komponen masih panas. Selain berisiko menyebabkan luka bakar, perubahan suhu yang mendadak juga membuat proses pembersihan menjadi kurang aman.

Petunjuk perawatan Panasonic maupun Philips sama-sama menyarankan agar rice cooker dicabut dari listrik dan dibiarkan cukup dingin sebelum dibersihkan.

Tidak perlu terburu-buru. Setelah nasi selesai dimasak, cabut kabel listrik dan tunggu alat cukup dingin untuk disentuh. Panci juga dapat dikeluarkan secara hati-hati agar proses mencuci lebih mudah dan seluruh bagian yang perlu dibersihkan dapat diperiksa.

Cara Membersihkan Rice Cooker yang Lebih Aman

Setelah mengetahui berbagai kesalahan yang perlu dihindari, kebiasaan membersihkan rice cooker sebenarnya cukup sederhana. Kuncinya adalah membedakan bagian yang boleh dicuci dengan bagian yang hanya perlu dilap.

Urutan yang dapat diterapkan sehari-hari yaitu:

  1. Cabut kabel listrik dan tunggu rice cooker benar-benar dingin sebelum dibersihkan.
  2. Keluarkan panci dan aksesori yang memang dirancang untuk dilepas.
  3. Cuci panci dengan spons lembut, terutama jika memiliki lapisan antilengket.
  4. Bersihkan tutup bagian dalam dan katup uap sesuai petunjuk model rice cooker.
  5. Kosongkan penampung kondensasi jika alat memilikinya, lalu cuci dan keringkan.
  6. Periksa bagian bawah panci untuk memastikan tidak ada air, nasi, atau kotoran yang menempel.
  7. Lap pelat pemanas dan sensor dengan metode yang direkomendasikan produsen, tanpa menyiram atau merendam badan alat.
  8. Lap bagian luar dan panel kontrol menggunakan kain yang tidak terlalu basah.
  9. Keringkan seluruh komponen sebelum dipasang kembali.
  10. Pastikan dasar panci kering sebelum dimasukkan kembali ke rice cooker.

Jika buku petunjuk model rice cooker memberikan aturan yang berbeda, panduan dari produsen sebaiknya menjadi acuan utama karena konstruksi, lapisan panci, dan komponen tiap perangkat dapat berbeda.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah badan rice cooker boleh dicuci langsung dengan air?
Tidak. Badan utama sebaiknya tidak direndam atau disiram karena terdapat komponen listrik; cukup lap dengan kain yang sesuai.

2. Kenapa panci rice cooker tidak boleh digosok dengan sabut kawat?
Sabut kawat dan bahan abrasif dapat menggores lapisan permukaan panci sehingga sebaiknya diganti dengan spons atau kain lembut.

3. Apakah pelat pemanas rice cooker perlu dibersihkan?
Ya. Pelat pemanas dan sensor perlu dijaga tetap bersih, tetapi pembersihannya dilakukan dengan cara dilap, bukan disiram atau direndam.

4. Bolehkah semua bagian tutup rice cooker dilepas?
Tidak selalu. Komponen hanya boleh dilepas jika memang dirancang untuk dilepas dan sesuai petunjuk model rice cooker.

5. Kenapa rice cooker tetap bau meskipun pancinya sudah dicuci?
Bau dapat berasal dari tutup bagian dalam, katup uap, seal, penampung kondensasi, atau celah lain yang terkena uap dan sisa pati.