Nat keramik dapur yang awalnya putih atau abu-abu bisa berubah hitam setelah lama terkena cipratan minyak, sisa makanan, debu, dan kelembapan. Karena letaknya berada di sela-sela keramik, bagian ini sering luput saat membersihkan lantai atau dinding dapur sehingga kotoran perlahan menumpuk dan membuat tampilan keramik terlihat kusam.
Membersihkan nat sebenarnya tidak selalu membutuhkan cairan pembersih yang keras. Metode yang lebih lembut dapat dicoba terlebih dahulu, terutama jika masalahnya berupa kotoran dan noda yang menempel di permukaan. Berikut cara membersihkan nat keramik dapur yang menghitam yang dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Selasa (29/9).
Mengapa Nat Keramik Dapur Bisa Menghitam?
Nat merupakan bagian yang mengisi celah di antara ubin keramik. Permukaannya cenderung lebih bertekstur dan berpori dibandingkan permukaan keramik yang licin, sehingga kotoran dapat lebih mudah menempel dan terselip di dalamnya.
Di dapur, salah satu penyebab yang umum adalah cipratan minyak dan sisa masakan. Ketika minyak atau kuah mengenai lantai maupun dinding, kemudian tidak segera dibersihkan, permukaan nat dapat menjadi tempat menempelnya debu dan kotoran lain. Lama-kelamaan warnanya terlihat semakin gelap.
Kelembapan juga dapat membuat masalah menjadi lebih sulit ditangani. Area dapur yang sering terkena air dan tidak dikeringkan dengan baik dapat membuat nat tetap lembap. Karena itu, nat yang menghitam tidak selalu berarti disebabkan oleh satu jenis kotoran saja. Kondisinya perlu dilihat sebelum menentukan metode pembersihan.
Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan
Sebelum mulai membersihkan, siapkan peralatan sederhana agar prosesnya lebih mudah dan tidak membuat permukaan keramik maupun nat mengalami kerusakan.
Beberapa perlengkapan yang dapat digunakan antara lain:
- Sikat kecil berbulu lembut atau sikat gigi bekas.
- Spons lembut.
- Kain microfiber.
- Air hangat.
- Sabun cuci piring dalam jumlah sedikit.
- Baking soda sebagai bahan tambahan untuk noda yang lebih membandel.
- Mangkuk atau wadah kecil.
- Sarung tangan rumah tangga jika diperlukan.
Untuk pembersihan rutin, sebaiknya mulai dari larutan yang ringan. Pembersih dengan pH netral atau produk yang memang ditujukan untuk keramik dan nat dapat digunakan sesuai petunjuk pada kemasan. Pembersih netral memang umum digunakan untuk perawatan rutin keramik dan nat.
Cara Membersihkan Nat Keramik Dapur yang Menghitam
Jika noda belum terlalu lama, tidak perlu langsung menggunakan bahan yang keras. Kerjakan secara bertahap agar kotoran melunak terlebih dahulu sebelum digosok.
1. Bersihkan Debu dan Kotoran yang Lepas
Mulailah dengan mengelap atau menyapu permukaan keramik. Tujuannya untuk menghilangkan debu, remah makanan, dan kotoran yang mudah terangkat.
Langkah ini terlihat sederhana, tetapi cukup penting. Jika nat langsung dibasahi ketika masih banyak debu dan sisa makanan di sekitarnya, kotoran tersebut dapat berubah menjadi lumpur dan justru menyebar ke bagian lain.
Setelah permukaan relatif bersih, perhatikan bagian nat yang menghitam. Jika hanya beberapa garis nat yang berubah warna, pembersihan dapat difokuskan pada area tersebut sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat.
2. Lunakkan Noda dengan Air Hangat dan Sabun
Campurkan air hangat dengan sedikit sabun cuci piring di dalam wadah. Celupkan spons atau kain, kemudian peras hingga kondisinya lembap dan tidak terlalu basah.
Usapkan larutan tersebut pada nat yang menghitam. Untuk noda yang sudah mengering, biarkan permukaan tetap lembap selama beberapa saat agar lapisan kotoran lebih mudah dilepaskan.
Jangan langsung menuangkan banyak air ke lantai atau dinding dapur. Selain membuat proses pembersihan lebih berantakan, air yang berlebihan juga dapat masuk ke celah atau area yang sulit dikeringkan.
Baca Juga: Bagian Rice Cooker yang Sering Lupa Dibersihkan dan Bisa Bikin Nasi Bau
3. Sikat Nat Secara Perlahan
Setelah kotoran melunak, gunakan sikat kecil untuk membersihkan garis nat. Arahkan sikat mengikuti jalur nat dengan gerakan pendek dan terkontrol.
Tidak perlu menekan sikat terlalu kuat. Menggosok secara agresif belum tentu membuat nat lebih cepat bersih dan justru dapat membuat pekerjaan menjadi tidak nyaman, terutama ketika area yang dibersihkan cukup luas.
Bersihkan sedikit demi sedikit. Jika sikat sudah dipenuhi kotoran, bilas terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke bagian berikutnya agar kotoran tidak kembali berpindah ke nat yang sudah dibersihkan.
4. Gunakan Baking Soda untuk Noda yang Membandel
Jika air sabun belum cukup membantu, baking soda dapat digunakan sebagai pilihan tambahan. Campurkan sedikit baking soda dengan air hingga membentuk pasta yang mudah dioleskan.
Oleskan pasta tersebut tipis-tipis pada bagian nat yang menghitam, kemudian sikat menggunakan sikat berbulu lembut. Fokuskan pada area bernoda dan hindari menggosok seluruh permukaan keramik secara berlebihan.
Setelah itu, lap sisa pasta menggunakan kain lembap. Pastikan tidak ada residu yang tertinggal di dalam celah nat. Jika hasilnya belum sesuai harapan, lebih baik ulangi proses secara perlahan daripada langsung menggunakan bahan kimia yang jauh lebih kuat.
5. Bilas dan Lap hingga Kering
Setelah noda terangkat, jangan berhenti pada tahap menggosok. Sisa sabun, baking soda, dan kotoran yang terlepas perlu diangkat dari permukaan.
Gunakan kain bersih yang telah dibasahi air, kemudian usapkan pada area yang sudah dibersihkan. Jika kain cepat kotor, bilas dan gunakan kembali sampai tidak banyak residu yang terangkat.
Tahap terakhir adalah pengeringan. Gunakan kain microfiber atau kain kering untuk menyerap air yang tersisa. Nat yang bersih tetapi dibiarkan lembap dapat kembali terlihat kusam jika kotoran dan cipratan terus menempel.
6. Jangan Sembarangan Menggunakan Cuka dan Pemutih
Cuka sering digunakan sebagai bahan pembersih rumahan, tetapi penggunaannya pada nat tidak sebaiknya dilakukan terlalu sering. Cuka bersifat asam dan penggunaan rutin dapat membuat nat berbahan semen mengalami perubahan warna atau melemah. MAPEI juga menyarankan agar cuka tidak digunakan sebagai bagian dari perawatan rutin nat.
Pemutih juga bukan pilihan yang harus langsung digunakan setiap kali melihat nat menghitam. Penggunaan pemutih secara rutin dapat menyebabkan perubahan warna dan melemahkan nat dari waktu ke waktu. Jika produk tersebut memang diperlukan, lakukan pengujian terlebih dahulu pada area kecil dan ikuti petunjuk penggunaan.
Hindari pula mencampurkan berbagai cairan pembersih. Menggabungkan produk tanpa mengetahui kandungannya dapat menghasilkan reaksi yang tidak diinginkan. Untuk perawatan sehari-hari, lebih aman menggunakan metode sederhana atau produk yang memang dibuat untuk keramik dan nat.
7. Jika Noda Hitam Tetap Ada, Periksa Kondisi Nat
Tidak semua perubahan warna dapat diatasi hanya dengan membersihkan permukaan. Pada nat yang sudah sangat lama, warna gelap mungkin sudah menetap atau terdapat perubahan kondisi material.
Perhatikan apakah nat hanya berubah warna atau sudah mengalami kerusakan seperti retak, terkikis, berlubang, atau terlepas dari celah keramik. Jika materialnya sudah rusak, menggosok lebih keras bukan solusi yang tepat.
Untuk kasus seperti itu, perbaikan atau penggantian nat mungkin diperlukan. Jika tidak yakin dengan kondisi nat, terutama pada area yang luas, pemeriksaan oleh tenaga yang memahami pemasangan keramik dapat membantu menentukan tindakan yang sesuai.
Baca Juga: Cara Membersihkan Karet Kulkas yang Menghitam dan Berjamur, Hilangkan Noda Tanpa Ribet
Cara Mencegah Nat Keramik Dapur Cepat Menghitam
Membersihkan nat secara berkala biasanya lebih mudah dibandingkan menunggu sampai kotoran menumpuk tebal. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga celah keramik tetap bersih.
- Segera lap cipratan minyak dan kuah. Jangan menunggu sampai cairan mengering di permukaan.
- Keringkan area yang sering terkena air. Gunakan kain atau pel setelah aktivitas memasak dan mencuci.
- Bersihkan nat secara berkala. Pembersihan ringan lebih mudah daripada mengatasi noda lama yang sudah menumpuk.
- Gunakan sikat yang sesuai. Pilih sikat kecil dengan bulu yang tidak terlalu kasar.
- Jangan menggunakan bahan kimia keras secara rutin. Pilih produk yang sesuai dengan jenis keramik dan nat.
- Perhatikan ventilasi dapur. Sirkulasi udara yang baik membantu mengurangi kelembapan yang bertahan di area dapur.
Jika ada tumpahan pada nat atau permukaan yang mudah menyerap, membersihkannya sesegera mungkin juga membantu mengurangi kemungkinan noda menetap. Panduan perawatan MAPEI merekomendasikan pembersihan rutin dengan deterjen ringan dan menekankan pentingnya segera menangani tumpahan agar tidak semakin sulit dibersihkan.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa penyebab nat keramik dapur menghitam?
Nat dapat menghitam karena penumpukan minyak, sisa makanan, debu, kotoran, dan kelembapan yang tidak segera dibersihkan.
2. Apakah baking soda bisa digunakan untuk membersihkan nat?
Baking soda dapat digunakan sebagai pasta tambahan untuk membantu membersihkan noda membandel, kemudian permukaan perlu dibilas hingga tidak meninggalkan residu.
3. Bolehkah nat keramik dibersihkan dengan cuka?
Cuka sebaiknya tidak digunakan sebagai pembersih rutin karena sifat asamnya dapat memengaruhi nat berbahan semen jika digunakan terlalu sering.
4. Apakah pemutih bisa membuat nat kembali putih?
Pemutih dapat digunakan dalam kondisi tertentu, tetapi pemakaian rutin tidak disarankan karena dapat memengaruhi warna dan kondisi nat. Selalu uji pada area kecil terlebih dahulu dan ikuti petunjuk produk.
5. Bagaimana jika nat tetap hitam setelah dibersihkan?
Jika kotoran sudah terangkat tetapi warna hitam tetap terlihat, kemungkinan perubahan warna sudah menetap atau nat mengalami perubahan kondisi. Periksa apakah terdapat retak, terkikis, atau kerusakan lain sebelum mencoba menggosoknya lebih keras.