Skip to content

Cara Membersihkan Saringan Wastafel Dapur agar Tidak Cepat Mampet, Jangan Sampai Air Meluber

Saringan wastafel dapur sering kali menjadi tempat berkumpulnya sisa nasi, remah makanan, kulit sayuran, dan minyak dari peralatan masak. Jika jarang dibersihkan, kotoran tersebut dapat menumpuk, menimbulkan bau tidak sedap, hingga menghambat aliran air ketika mencuci piring.

Membersihkan saringan wastafel sebenarnya tidak membutuhkan banyak peralatan atau cairan pembersih khusus. Dengan membuang sisa makanan secara rutin, mencuci saringan menggunakan sabun, serta memeriksa lubang pembuangan, kebersihan area pencucian bisa lebih terjaga. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Senin, (19/10), berikut cara membersihkan saringan wastafel dapur agar tidak cepat mampet.

Mengapa Saringan Wastafel Dapur Perlu Dibersihkan Secara Rutin?

Saringan wastafel berfungsi menahan sisa makanan dan benda padat agar tidak langsung masuk ke saluran pembuangan. Namun, kotoran yang tertahan akan terus bertambah jika tidak segera dibuang, terutama setelah memasak atau mencuci banyak peralatan makan.

Sisa makanan yang lembap dapat membusuk dan memicu bau tidak sedap. Sementara itu, residu minyak dan lemak bisa menempel pada permukaan saringan maupun bagian saluran di sekitarnya. Jika bercampur dengan kotoran lain, penumpukan tersebut dapat mengganggu kelancaran aliran air.

Membersihkan saringan secara teratur juga membantu menjaga kebersihan bak cuci piring dan membuat pemeriksaan saluran lebih mudah. Apabila air tetap mengalir lambat meski saringan sudah bersih, kemungkinan penyumbatan berada lebih jauh di dalam pipa sehingga perlu penanganan tambahan.

Baca Juga: Kenapa Air Wastafel Dapur Tidak Mau Turun? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Alat dan Bahan untuk Membersihkan Saringan Wastafel

Sebelum mulai membersihkan, siapkan beberapa perlengkapan sederhana agar prosesnya lebih praktis. Peralatan yang tepat membantu mengangkat kotoran tanpa merusak permukaan saringan, terutama jika terbuat dari baja tahan karat atau plastik.

Berikut perlengkapan yang bisa digunakan:

  • Sabun cuci piring: membantu mengangkat minyak dan sisa lemak yang menempel pada permukaan saringan.
  • Spons lembut atau sikat kecil: berguna untuk menjangkau celah dan lubang saringan yang sulit dibersihkan dengan tangan.
  • Air bersih: digunakan untuk membilas sisa sabun dan kotoran.
  • Sarung tangan karet: membantu menjaga tangan tetap bersih ketika menangani sisa makanan yang sudah membusuk.
  • Tempat sampah: digunakan untuk menampung sisa makanan yang terkumpul pada saringan agar tidak kembali masuk ke saluran pembuangan.

Hindari memakai sikat kawat atau bahan abrasif yang kasar, khususnya pada saringan berbahan logam. Peralatan tersebut dapat meninggalkan goresan atau merusak lapisan permukaannya.

Cara Membersihkan Saringan Wastafel Dapur dengan Benar

Membersihkan saringan wastafel sebaiknya dilakukan secara bertahap, mulai dari membuang kotoran hingga memeriksa aliran air. Berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan di rumah.

1. Buang Sisa Makanan yang Menumpuk

Angkat saringan dari lubang pembuangan jika modelnya memungkinkan untuk dilepas. Buang nasi, remah makanan, kulit sayuran, dan kotoran lain yang tertahan ke tempat sampah, bukan ke saluran air.

Jika saringan sulit dilepas, bersihkan kotoran yang terlihat menggunakan tisu atau alat bantu kecil. Lakukan secara hati-hati agar kotoran tidak terdorong masuk ke dalam pipa.

2. Cuci Saringan dengan Sabun Cuci Piring

Setelah sisa makanan dibuang, bilas saringan menggunakan air mengalir untuk meluruhkan kotoran yang masih menempel. Selanjutnya, tuangkan sedikit sabun cuci piring pada spons atau sikat lembut, lalu gosok seluruh permukaannya.

Perhatikan bagian bawah saringan, tepian, dan lubang-lubang kecil karena minyak serta sisa makanan sering tertinggal di area tersebut. Jika terdapat kerak yang sulit dibersihkan, rendam saringan dalam air hangat bersabun selama beberapa menit, selama bahan saringan sesuai untuk metode tersebut.

3. Bersihkan Lubang-Lubang Saringan

Lubang saringan yang tertutup kotoran dapat menghambat air masuk ke saluran pembuangan. Gunakan sikat kecil untuk membersihkan setiap lubang, terutama jika terdapat lapisan minyak yang membuat remah makanan mudah menempel.

Hindari menusuk lubang dengan benda tajam yang dapat menggores, membengkokkan, atau merusak saringan. Setelah semua bagian dibersihkan, bilas sampai tidak ada sisa sabun maupun kotoran yang tertinggal.

4. Bersihkan Area di Sekitar Lubang Pembuangan

Saringan yang sudah bersih belum tentu membuat seluruh area wastafel bebas dari kotoran. Periksa bagian bibir lubang pembuangan dan permukaan bak cuci piring yang mengelilinginya.

Gunakan spons bersabun untuk mengangkat residu minyak dan sisa makanan di area tersebut. Jika terdapat kotoran di bagian yang mudah dijangkau, bersihkan dengan sikat kecil, kemudian bilas hingga bersih. Jangan memasukkan tangan terlalu dalam ke saluran, terutama jika terdapat komponen tajam atau bagian yang tidak diketahui kondisinya.

5. Pasang Kembali dan Periksa Aliran Air

Setelah saringan bersih, pastikan seluruh bagian sudah dibilas dan tidak ada kotoran yang tersisa. Pasang kembali saringan pada posisi semula jika sebelumnya dilepas.

Alirkan air secukupnya untuk memeriksa apakah air dapat masuk ke saluran dengan lancar. Jika air masih menggenang atau turun sangat lambat, kemungkinan ada penumpukan kotoran di bagian pipa yang tidak dapat dijangkau melalui saringan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Wastafel Dapur yang Mampet Tanpa Membongkar Pipa, Coba 7 Trik Praktis Ini

Tips agar Saringan Wastafel Tidak Cepat Mampet

Selain membersihkan saringan, kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh terhadap kondisi saluran pembuangan. Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko penyumbatan.

1. Buang Sisa Makanan Sebelum Mencuci Piring

Singkirkan nasi, tulang kecil, ampas makanan, dan sisa sayuran dari piring sebelum mencucinya. Kebiasaan ini membuat saringan tidak cepat penuh dan mengurangi jumlah kotoran yang masuk ke saluran.

Gunakan sendok atau spatula untuk memindahkan sisa makanan ke tempat sampah. Jangan mengandalkan saringan untuk menampung semua limbah dapur sepanjang hari tanpa dibersihkan.

2. Bersihkan Saringan Setelah Digunakan

Biasakan memeriksa saringan setiap selesai mencuci piring. Jika terdapat banyak sisa makanan, segera buang agar kotoran tidak menumpuk, mengering, atau menimbulkan bau.

Frekuensi pembersihan dapat disesuaikan dengan intensitas penggunaan wastafel. Dapur yang digunakan untuk memasak beberapa kali sehari biasanya membutuhkan pemeriksaan lebih sering dibandingkan dapur yang jarang digunakan.

3. Jangan Menuangkan Minyak Goreng ke Saluran

Minyak goreng dan lemak dari masakan dapat menempel pada dinding pipa, kemudian bercampur dengan sisa makanan dan membentuk penumpukan yang menghambat aliran air. Saringan biasa tidak dirancang untuk menahan minyak yang mengalir bersama air.

Biarkan minyak bekas mendingin, lalu tampung dalam wadah yang sesuai untuk dibuang melalui jalur sampah yang berlaku di lingkungan setempat. Hindari membuang minyak langsung ke wastafel meskipun saringannya terlihat bersih.

4. Gunakan Pembersih yang Sesuai dengan Material Saringan

Saringan berbahan baja tahan karat, plastik, atau material lain mungkin membutuhkan cara perawatan yang berbeda. Gunakan sabun lembut dan alat pembersih nonabrasif sebagai pilihan awal.

Hindari mencampur cairan pembersih, khususnya pemutih dengan produk yang mengandung asam atau amonia. Campuran tertentu dapat menghasilkan gas berbahaya. Jika ingin menggunakan produk pembersih saluran, ikuti petunjuk label dan jangan mencampurnya dengan bahan kimia lain.

5. Periksa Kondisi Saringan secara Berkala

Saringan yang penyok, berkarat, retak, atau tidak terpasang dengan baik mungkin tidak lagi efektif menahan sisa makanan. Periksa kondisinya ketika melakukan pembersihan rutin.

Jika lubang saringan rusak atau ukurannya tidak sesuai dengan lubang pembuangan, pertimbangkan menggantinya dengan model yang pas. Saringan yang terpasang dengan baik membantu menahan benda padat sebelum masuk ke pipa.

Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Membersihkan Saringan Wastafel

Beberapa kebiasaan justru dapat memperburuk masalah jika dilakukan ketika membersihkan saringan. Berikut hal-hal yang sebaiknya dihindari.

  • Mendorong sisa makanan ke dalam lubang pembuangan. Cara ini membuat kotoran yang seharusnya dibuang justru masuk ke pipa dan berpotensi menumpuk.
  • Menggosok dengan alat yang terlalu kasar. Sikat kawat dan spons abrasif dapat menggores permukaan saringan, terutama pada material tertentu.
  • Mengandalkan cairan pembersih tanpa membuang kotoran. Sisa makanan yang terlihat tetap perlu diangkat secara manual agar tidak masuk ke saluran.
  • Menuangkan air mendidih tanpa memeriksa material pipa. Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak komponen tertentu, terutama yang berbahan plastik. Gunakan air hangat sesuai kebutuhan dan petunjuk perawatan.
  • Mengabaikan aliran air yang tetap lambat. Jika saringan sudah bersih tetapi air masih menggenang, penyumbatan mungkin berada di bagian pipa yang lebih dalam.

Kapan Saringan Wastafel Perlu Dibersihkan?

Tidak ada satu jadwal yang berlaku untuk semua rumah karena frekuensi pembersihan bergantung pada seberapa sering wastafel digunakan dan banyaknya sisa makanan yang dihasilkan.

Sebagai panduan praktis, berikut rutinitas yang dapat diterapkan:

  • Setiap selesai mencuci piring: buang sisa makanan yang tertahan pada saringan.
  • Saat terlihat berminyak atau kotor: cuci saringan dengan sabun dan sikat lembut.
  • Secara berkala: periksa lubang saringan, area pembuangan, dan kondisi fisik saringan.
  • Ketika muncul bau atau aliran air melambat: bersihkan saringan dan periksa bagian saluran yang mudah dijangkau.

Jika penyumbatan terus berulang, muncul kebocoran, atau air tidak mengalir meski saringan sudah dibersihkan, sebaiknya periksa bagian pipa atau hubungi tenaga profesional. Hindari membongkar sambungan yang tidak dipahami karena pemasangan yang keliru dapat menimbulkan kebocoran.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Seberapa sering saringan wastafel dapur harus dibersihkan?

Buang sisa makanan setiap selesai mencuci piring, lalu cuci saringan dengan sabun ketika mulai berminyak atau kotor. Frekuensinya dapat ditingkatkan jika wastafel digunakan secara intensif.

2. Apakah baking soda bisa digunakan untuk membersihkan saringan wastafel?

Baking soda dapat membantu membersihkan sebagian kotoran, tetapi sabun cuci piring dan sikat lembut biasanya sudah memadai untuk saringan yang hanya terkena sisa makanan dan minyak ringan.

3. Apakah air mendidih aman untuk membersihkan saluran wastafel?

Tidak selalu. Air mendidih berpotensi merusak pipa atau komponen tertentu, sehingga lebih aman memeriksa material dan mengikuti petunjuk perawatan sebelum menggunakan air bersuhu tinggi.

4. Mengapa wastafel masih mampet meski saringannya sudah bersih?

Penyumbatan bisa terjadi di dalam pipa akibat penumpukan minyak, lemak, dan sisa kotoran. Jika aliran air tetap lambat setelah saringan dibersihkan, periksa saluran lebih lanjut.

5. Bolehkah minyak goreng bekas dibuang ke wastafel?

Sebaiknya tidak. Minyak dapat menempel pada dinding pipa dan bercampur dengan kotoran lain sehingga meningkatkan risiko penyumbatan.