Skip to content

Cara Menghilangkan Bau Sepatu setelah Dipakai Seharian, Ada Bahan Rumahan yang Bisa Dicoba

Sepatu yang nyaman dipakai dari pagi hingga sore terkadang mengeluarkan bau tidak sedap ketika dilepas setelah beraktivitas. Masalah ini sering terjadi karena keringat, kelembapan, dan bakteri yang menumpuk di bagian dalam sepatu, terutama ketika kaki tertutup dalam waktu lama. Jika dibiarkan, aroma apek bisa semakin kuat dan membuat sepatu kurang nyaman digunakan kembali.

Cara menghilangkan bau sepatu setelah dipakai seharian sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah. Mulai dari mengangin-anginkan sepatu, memanfaatkan baking soda, hingga membersihkan sol bagian dalam, setiap langkah perlu disesuaikan dengan bahan dan kondisi sepatu. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Senin (26/10), berikut sejumlah cara praktis untuk mengurangi bau sekaligus mencegahnya muncul kembali.

1. Angin-anginkan Sepatu Segera setelah Digunakan

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah mengeluarkan sepatu dari tempat penyimpanan sesaat setelah digunakan. Jangan langsung memasukkannya ke dalam kotak atau lemari tertutup, terutama jika bagian dalamnya terasa hangat dan lembap setelah dipakai seharian.

Letakkan sepatu di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Longgarkan tali sepatu dan buka bagian lidahnya agar udara lebih mudah masuk ke area dalam. Jika memungkinkan, lepaskan sol dalam atau insole yang dapat dilepas tanpa merusak sepatu agar bagian tersebut lebih cepat kering.

Biarkan sepatu sampai benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Hindari meletakkannya terlalu dekat dengan sumber panas atau menjemurnya terlalu lama di bawah sinar matahari langsung, terutama untuk sepatu berbahan kulit, sintetis, atau yang menggunakan banyak perekat. Pengeringan yang sesuai membantu mengurangi kelembapan tanpa meningkatkan risiko kerusakan material.

2. Gunakan Baking Soda untuk Menyerap Bau

Baking soda dapat menjadi alternatif sederhana untuk membantu mengurangi bau tidak sedap pada sepatu. Bahan ini dapat membantu menyerap aroma yang tertinggal di bagian dalam, terutama ketika bau muncul akibat kelembapan setelah sepatu digunakan dalam waktu lama.

Cara menggunakannya cukup mudah. Taburkan sedikit baking soda ke dalam sepatu yang sudah dilepas dari kaki dan berada dalam kondisi relatif kering. Diamkan selama beberapa jam atau semalaman, kemudian keluarkan seluruh bubuk sebelum sepatu digunakan kembali. Untuk memudahkan pembersihan, baking soda juga bisa dimasukkan ke dalam kantong kain tipis yang tidak mudah bocor.

Namun, metode ini tidak cocok diterapkan sembarangan pada semua jenis sepatu. Bubuk yang tertinggal dapat mengotori lapisan dalam atau sulit dibersihkan dari material tertentu. Jika sepatu berbahan kulit, suede, atau memiliki petunjuk perawatan khusus, periksa rekomendasi produsennya terlebih dahulu. Baking soda juga bukan pengganti proses pencucian apabila sepatu sudah sangat kotor atau terkena cairan.

3. Bersihkan Sol Dalam Sepatu secara Terpisah

Sol dalam sering menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan ketika sepatu mengeluarkan bau setelah digunakan seharian. Bagian ini bersentuhan langsung dengan kaus kaki dan kaki, sehingga dapat menyimpan keringat, kotoran, serta kelembapan.

Jika sol dalam bisa dilepas, keluarkan terlebih dahulu dan periksa petunjuk perawatannya. Bersihkan menggunakan metode yang sesuai dengan material, misalnya kain lembap dan sabun lembut apabila diperbolehkan. Hindari merendam sol berbahan busa atau material yang mudah rusak tanpa memastikan bahwa cara tersebut aman.

Setelah dibersihkan, keringkan sol di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Jangan memasangnya kembali ketika masih basah atau lembap karena kondisi tersebut dapat membuat bau muncul lagi. Jika sol sudah aus, sulit dibersihkan, atau terus mengeluarkan bau meskipun dirawat, pertimbangkan untuk menggantinya dengan sol baru yang sesuai dengan ukuran dan jenis sepatu.

4. Masukkan Kertas Kering untuk Mengurangi Kelembapan

Kertas kering dapat digunakan ketika sepatu terasa lembap setelah dipakai berjalan atau beraktivitas sepanjang hari. Bahan ini membantu menyerap sebagian kelembapan yang tertinggal di bagian dalam, sehingga sepatu lebih cepat kering ketika diangin-anginkan.

Pilih kertas polos yang bersih dan tidak mudah meninggalkan noda. Remas beberapa lembar hingga cukup padat, lalu masukkan ke dalam sepatu tanpa menekan bagian ujung secara berlebihan. Diamkan selama beberapa jam dan ganti kertas jika sudah terasa basah atau lembap. Hindari menggunakan kertas bertinta yang mudah luntur, terutama pada sepatu berwarna terang.

Metode ini lebih tepat digunakan sebagai bantuan pengeringan, bukan sebagai satu-satunya cara mengatasi bau membandel. Setelah kertas dikeluarkan, tetap angin-anginkan sepatu sampai kering sepenuhnya. Jika sepatu terkena air hujan atau basah hingga ke bagian dalam, periksa juga petunjuk pengeringan sesuai bahan agar bentuk dan perekatnya tidak rusak.

5. Cuci Sepatu jika Bau Tidak Hilang

Apabila bau tetap bertahan setelah sepatu dikeringkan, pembersihan menyeluruh mungkin diperlukan. Keringat, debu, dan kotoran yang menumpuk pada lapisan dalam dapat membuat aroma tidak sedap sulit diatasi hanya dengan pengharum.

Sebelum mencuci, periksa label perawatan atau panduan produsen. Sepatu berbahan kanvas dan kain tertentu mungkin dapat dibersihkan menggunakan air dan sabun lembut, sedangkan sepatu kulit, suede, atau yang memiliki hiasan khusus memerlukan metode berbeda. Lepaskan tali dan sol dalam jika memungkinkan, kemudian bersihkan setiap bagian secara terpisah sesuai petunjuknya.

Setelah dicuci, hilangkan sisa sabun dan keringkan sepatu secara menyeluruh di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Jangan langsung menyimpan atau memakai sepatu ketika bagian dalamnya masih lembap. Pencucian mesin juga tidak selalu aman karena dapat memengaruhi bentuk, perekat, dan material sepatu.

6. Gunakan Kantong Teh Kering atau Arang Aktif

Kantong teh kering dan arang aktif bisa dipertimbangkan sebagai pilihan tambahan untuk membantu mengurangi aroma tidak sedap ketika sepatu sedang tidak digunakan. Arang aktif dikenal memiliki kemampuan mengadsorpsi sejumlah senyawa penyebab bau, sedangkan kantong teh kering dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyerap aroma sederhana.

Untuk menggunakannya, letakkan kantong teh yang benar-benar kering atau kantong penyerap berisi arang aktif ke dalam masing-masing sepatu. Pastikan bahan tersebut terbungkus dengan baik agar tidak meninggalkan serpihan, noda, atau residu di lapisan dalam. Diamkan selama beberapa jam atau semalaman, lalu keluarkan sebelum sepatu dipakai.

Cara ini dapat membantu menyegarkan sepatu, tetapi hasilnya tidak selalu sama pada setiap material dan tingkat bau. Jika sumber masalahnya adalah sepatu yang terus-menerus lembap atau kotor, tetap lakukan pengeringan dan pembersihan. Hindari memasukkan teh yang masih basah atau arang yang mudah meninggalkan debu secara langsung ke dalam sepatu.

7. Gunakan Semprotan Khusus Penghilang Bau Sepatu

Semprotan khusus sepatu dapat menjadi pilihan praktis bagi orang yang sering menggunakan sepatu kerja, sepatu sekolah, atau sepatu olahraga. Produk ini dirancang untuk membantu mengurangi bau pada bagian dalam sepatu, meskipun efektivitasnya bergantung pada formulasi dan cara penggunaan.

Pilih produk yang sesuai dengan material sepatu dan baca petunjuk pada label sebelum menggunakannya. Semprotkan sesuai dosis yang dianjurkan, terutama pada area yang menjadi sumber bau, kemudian biarkan sepatu mengering sebelum dipakai kembali. Jika produk tidak boleh digunakan pada bahan tertentu, jangan memaksakan pemakaian hanya karena ingin menghilangkan aroma tidak sedap.

Hindari menyemprotkan parfum atau pewangi tubuh secara berlebihan ke dalam sepatu. Wewangian hanya dapat menutupi bau untuk sementara dan tidak selalu mengatasi kelembapan atau kotoran yang menjadi pemicunya. Produk penghilang bau pun sebaiknya dipakai sebagai bagian dari perawatan, bukan pengganti kebersihan sepatu dan kaki.

8. Ganti Kaus Kaki dan Jaga Kebersihan Kaki

Bau sepatu tidak selalu berasal dari material atau kondisi sepatu itu sendiri. Keringat dan mikroorganisme pada kulit kaki juga berperan dalam munculnya aroma tidak sedap, terutama ketika kaki tertutup selama berjam-jam.

Gunakan kaus kaki bersih setiap kali memakai sepatu. Pilih bahan yang mampu mengelola kelembapan dengan baik dan sesuai dengan aktivitas. Jika kaki mudah berkeringat, membawa kaus kaki cadangan bisa membantu agar kaki tidak terus berada dalam kondisi lembap sepanjang hari.

Cuci kaki menggunakan sabun dan air, lalu keringkan dengan saksama, khususnya di sela-sela jari. Jangan mengenakan kaus kaki atau sepatu ketika kaki masih basah. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi sumber kelembapan dan bau yang dapat berpindah ke bagian dalam sepatu.

9. Gunakan Sepatu secara Bergantian

Memakai sepasang sepatu yang sama setiap hari dapat membuat bagian dalamnya tidak memiliki cukup waktu untuk mengering, terutama jika sepatu digunakan untuk perjalanan panjang atau aktivitas yang memicu banyak keringat.

Jika memungkinkan, siapkan dua pasang sepatu untuk dipakai secara bergantian. Setelah digunakan, angin-anginkan sepatu pertama dan biarkan sampai kering sebelum kembali mengenakannya. Sepatu cadangan dapat digunakan ketika pasangan sebelumnya masih dalam proses pengeringan.

Kebiasaan ini sangat membantu bagi pengguna sepatu tertutup yang beraktivitas dari pagi hingga sore. Tidak harus membeli sepatu baru dalam jumlah banyak; cukup manfaatkan pasangan lain yang sudah tersedia dan sesuaikan penggunaannya dengan kebutuhan. Jika hanya memiliki satu pasang, prioritaskan pengeringan setelah pemakaian dan hindari menyimpannya dalam keadaan lembap.

10. Simpan Sepatu di Tempat yang Kering dan Berventilasi

Setelah bau berkurang, cara penyimpanan turut menentukan apakah aroma tersebut akan kembali muncul. Sepatu yang sudah kering tetapi disimpan di tempat pengap atau lembap dapat kembali berbau, terlebih jika sisa keringat masih menempel pada bagian dalamnya.

Pilih rak sepatu yang memiliki sirkulasi udara baik dan tidak berdekatan dengan area yang sering basah. Jika menggunakan kotak penyimpanan, pastikan sepatu benar-benar kering terlebih dahulu. Anda juga dapat menambahkan penyerap kelembapan yang memang dirancang untuk penyimpanan sepatu, dengan mengikuti petunjuk pemakaiannya.

Periksa kondisi sepatu secara berkala, terutama jika jarang digunakan atau disimpan dalam waktu lama. Apabila muncul bau apek, kelembapan berlebih, atau tanda pertumbuhan jamur, keluarkan sepatu untuk diperiksa dan dibersihkan sesuai jenis bahannya. Menjaga tempat penyimpanan tetap kering membantu mempertahankan kondisi sepatu dan mengurangi risiko bau berulang.

Hal yang Perlu Dihindari saat Mengatasi Bau Sepatu

Beberapa kebiasaan justru dapat membuat bau sepatu bertahan lebih lama atau merusak materialnya. Perhatikan hal-hal berikut ketika melakukan perawatan:

  • Jangan langsung menyimpan sepatu yang lembap. Berikan waktu untuk mengeringkan bagian dalam sebelum sepatu dimasukkan ke kotak atau lemari.
  • Jangan mengandalkan parfum saja. Pewangi dapat menutupi aroma sementara, tetapi tidak menggantikan pembersihan dan pengeringan.
  • Hindari mencampur bahan pembersih sembarangan. Campuran bahan kimia rumah tangga dapat menghasilkan uap berbahaya atau merusak material.
  • Jangan menggunakan panas berlebihan. Pengering rambut bersuhu tinggi atau meletakkan sepatu dekat sumber panas dapat merusak perekat dan mengubah bentuknya.
  • Jangan mengabaikan bau yang terus berulang. Jika bau tetap muncul meski sepatu dan kaki sudah dirawat, periksa kemungkinan adanya masalah pada sepatu atau kondisi kulit kaki.

Jika bau kaki disertai gatal, kulit mengelupas, kemerahan, atau keluhan lain yang tidak kunjung membaik, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Bau yang menetap terkadang berkaitan dengan masalah kulit kaki yang memerlukan penanganan tersendiri.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apa cara tercepat menghilangkan bau sepatu setelah dipakai seharian?

Lepaskan sepatu, longgarkan tali, dan angin-anginkan di tempat dengan sirkulasi udara baik. Jika sepatu lembap, keringkan terlebih dahulu sebelum menggunakan bahan penyerap bau.

2. Apakah baking soda aman untuk semua jenis sepatu?

Tidak selalu. Baking soda dapat membantu mengurangi bau, tetapi residunya berpotensi mengotori atau memengaruhi material tertentu, sehingga periksa petunjuk perawatan sepatu sebelum menggunakannya.

3. Apakah sepatu bau harus dicuci?

Tidak selalu. Jika bau disebabkan kelembapan ringan, pengeringan dan perawatan sederhana mungkin cukup. Pencucian diperlukan ketika sepatu kotor dan metode pembersihan tersebut sesuai dengan bahannya.

4. Mengapa sepatu masih bau meskipun sudah disemprot parfum?

Parfum umumnya hanya menutupi aroma untuk sementara. Bau bisa kembali karena kelembapan, keringat, dan kotoran yang masih tertinggal di bagian dalam sepatu.

5. Bagaimana cara mencegah sepatu bau setelah digunakan seharian?

Gunakan kaus kaki bersih, jaga kaki tetap kering, angin-anginkan sepatu setelah dipakai, dan jangan mengenakan sepatu yang masih lembap. Jika memungkinkan, gunakan sepatu secara bergantian.