Dhurandhar Belum Selesai, Versi Terbarunya Tayang dengan Lebih Intens

Akshaye Khanna Rampung Syuting, Dhurandhar 2 Siap Rilis Maret 2026!

Franchise Dhurandhar menghadirkan versi terbaru bertajuk Dhurandhar: Raw And Undekha di platform OTT. Bukan sekadar perilisan ulang biasa, versi ini dipromosikan sebagai tayangan yang lebih intens, lebih mentah, dan menghadirkan pengalaman berbeda dibanding versi bioskop. Namun di balik hype besar yang dibangun, respons penonton justru memunculkan perdebatan baru di media sosial.

Strategi Baru Memperpanjang Demam Dhurandhar

Film produksi Aditya Dhar itu memang sudah menjadi salah satu franchise terbesar dalam karier Ranveer Singh. Setelah sukses besar di bioskop dan mencetak angka fantastis secara global, pihak studio kini mencoba menjaga antusiasme publik lewat perilisan versi extended yang tayang di Netflix dan JioHotstar.

Versi Raw And Undekha mulai tayang sejak 22 Mei lalu dan disebut menghadirkan sejumlah adegan tambahan, dialog tanpa sensor, hingga nuansa visual yang lebih gelap dan brutal. Beberapa media India menyebut versi OTT ini dirancang untuk memberi pengalaman yang lebih “immersive” dibanding tayangan teatrikal sebelumnya.

Menariknya, strategi pemasaran film ini juga dibuat cukup misterius. Kata-kata seperti “raw”, “uncut”, dan “undekha” sengaja dipakai untuk memancing rasa penasaran publik. Bahkan, banyak penggemar sempat mengira pengumuman tersebut berkaitan langsung dengan perilisan digital Dhurandhar 2: The Revenge. Kebingungan itu sempat ramai dibahas di media sosial dan forum penggemar.

Ada yang Puas Ada yang Merasa Sama Saja

Meski promosi besar-besaran berhasil menciptakan hype, respons penonton ternyata tidak sepenuhnya positif. Banyak penggemar yang berharap versi Raw And Undekha akan menghadirkan deleted scenes atau tambahan durasi signifikan. Namun setelah tayang, sebagian penonton merasa perubahan yang diberikan justru cukup minim.

Di berbagai forum online dan Reddit, penonton menyebut perubahan terbesar hanya terletak pada dialog yang kini tidak lagi dimute, tambahan angle kamera pada beberapa adegan kekerasan, serta grading warna yang dibuat lebih kelam. Bahkan ada yang mempertanyakan mengapa durasi film justru terlihat sama, atau malah lebih pendek di beberapa platform streaming.

Meski begitu, diskusi yang muncul justru memperlihatkan betapa kuatnya basis penggemar franchise ini. Perdebatan soal versi sensor, frame rate, hingga detail adegan kecil menjadi bukti bahwa Dhurandhar kini bukan lagi sekadar film aksi biasa, melainkan sudah berkembang menjadi fenomena pop culture yang terus dibicarakan. Apalagi, produser film juga sempat memberi sinyal bahwa perjalanan franchise ini belum selesai dan masih ada kejutan lain yang disiapkan untuk para fans tahun ini.