Film Dhurandhar, garapan sutradara Aditya Dhar dan dibintangi oleh Ranveer Singh, menorehkan sejarah baru di box office global. Dalam akhir pekan keduanya, film ini meraih pendapatan $25 juta (sekitar ₹225 crore) dan menempati posisi ketiga film terlaris di dunia, hanya kalah dari Zootopia 2 dan Five Nights at Freddy’s 2.
Kesuksesan ini kian luar biasa mengingat Dhurandhar berhasil mengungguli beberapa blockbuster Hollywood seperti Wicked: For Good ($13 juta), Predator: Badlands ($1,5 juta), dan Now You See Me: Now You Don’t ($3 juta). Dalam kurun waktu sepuluh hari, total pendapatan global film ini mencapai $71 juta (₹639 crore), dengan $16 juta berasal dari pasar internasional.
Pencapaian tersebut menjadikan Dhurandhar salah satu film India paling sukses secara global di dekade ini, sekaligus memperkuat reputasi Bollywood sebagai kekuatan industri hiburan dunia.
Ranveer Singh Pimpin Aksi dalam Thriller Espionase Spektakuler
Dalam film ini, Ranveer Singh berperan sebagai Hamza, seorang agen rahasia India yang menyusup ke jaringan kriminal dan teroris di Karachi. Performa intens Ranveer dipuji banyak kritikus sebagai salah satu penampilan terbaiknya.
Sutradara Aditya Dhar, yang sebelumnya sukses lewat Uri: The Surgical Strike, menampilkan perpaduan antara aksi, intrik politik, dan emosi personal dengan presisi tinggi. Didukung oleh Akshaye Khanna, Arjun Rampal, Sanjay Dutt, dan R. Madhavan, film ini menghadirkan atmosfer tegang dan sinematografi internasional yang jarang terlihat dalam produksi Bollywood.
Pendekatan realistis dan tema global menjadikan Dhurandhar lebih dari sekadar film aksi — ia menjadi representasi ambisi baru perfilman India untuk menembus pasar global dengan cerita yang universal.
Pencapaian di Tengah Dominasi Hollywood
Keberhasilan Dhurandhar menjadi momentum penting bagi sinema India. Di tengah dominasi film Hollywood dan animasi, pencapaian ini menunjukkan bahwa produksi Bollywood mampu bersaing dalam hal kualitas, pemasaran, dan daya tarik global.
Film ini juga menandai pergeseran tren industri, dari film romantis-musikal klasik menuju kisah aksi, politik, dan spionase yang lebih kompleks. Dengan strategi distribusi internasional yang agresif dan penerimaan positif dari penonton luar negeri, Dhurandhar menjadi simbol kebangkitan baru industri film India.
Para pengamat menyebut keberhasilan ini sebagai penanda fase globalisasi baru untuk Bollywood, di mana film India tidak hanya ditonton oleh diaspora, tetapi juga oleh audiens umum di seluruh dunia. Jika tren ini berlanjut, Dhurandhar bisa menjadi titik balik bagi ekspansi sinema India menuju panggung dunia.
