Lebih dari dua dekade setelah perilisannya, Kabhi Khushi Kabhie Gham (K3G) tetap menjadi film yang melekat di hati penonton lintas generasi. Dengan deretan bintang seperti Shah Rukh Khan, Kajol, Hrithik Roshan, Kareena Kapoor, dan Amitabh Bachchan, film garapan Karan Johar ini bukan sekadar drama keluarga—ia adalah perayaan budaya India dalam bentuk paling megahnya. Namun, di balik keindahan visual dan kemewahan busana yang menjadi ciri khas K3G, tersimpan kisah di balik layar yang tak kalah dramatis dari alur film itu sendiri.
Baru-baru ini, sutradara dan produser Nikhil Advani membuka kembali cerita lama yang nyaris tak masuk akal: seluruh anggaran awal film, yakni Rs 3 crore, dihabiskan hanya untuk satu lagu, “Bole Chudiyan”. Lagu yang kini menjadi ikon Bollywood tersebut ternyata sempat menimbulkan kekacauan besar di lokasi syuting, bahkan membuat Karan Johar nyaris pingsan. Kejadian ini menjadi legenda tersendiri tentang bagaimana ambisi artistik bisa berbenturan dengan realitas produksi film.
Kisah tersebut bukan sekadar anekdot lucu di balik film klasik; ia mencerminkan semangat dan tekad luar biasa di balik layar industri Bollywood. Karan Johar dan timnya, dengan segala risiko dan kekacauan, membuktikan bahwa kemewahan kadang memang membutuhkan keberanian yang nyaris gila. Dan mungkin, justru di situlah letak rahasia keabadian K3G.
Set Megah untuk Satu Lagu
Dalam wawancaranya bersama Radio Nasha, Nikhil Advani mengenang bagaimana Bole Chudiyan menjadi set pertama yang mereka bangun untuk film tersebut. Prosesnya jauh dari kata mulus. Set megah itu melibatkan 200 penari, 300 figuran, dan detail artistik luar biasa, termasuk pembuatan jhoomar (lampu gantung tradisional) khusus, hanya karena Karan Johar ingin setiap sudut tampak sempurna. Namun perfeksionisme itu menimbulkan kekacauan: Kajol kesulitan menari karena kostumnya terlalu berat, kru sibuk mengatur ratusan orang di lokasi, dan Karan sendiri hampir tak kuat menanggung tekanan hingga pingsan di tengah syuting.
Ketika Yash Johar, produser sekaligus ayah Karan, mengetahui bahwa seluruh anggaran film telah habis di satu lagu, ia tidak marah besar. Sebaliknya, ia hanya mengeluarkan secarik kertas berisi perhitungan awal anggaran, membacanya, lalu merobeknya sambil berkata, “Sekarang, buatlah filmnya.” Kalimat sederhana itu menjadi simbol kepercayaan total seorang produser kepada visi anaknya—dan mungkin, awal dari legenda yang kemudian menembus sejarah perfilman India.
Kini, lebih dari 20 tahun setelah Kabhi Khushi Kabhie Gham dirilis, Bole Chudiyan tetap hidup dalam budaya populer. Lagu ini masih dimainkan di pernikahan, video TikTok, dan pertunjukan panggung. Siapa sangka, di balik senyum para pemain dan gemerlap warna di layar, ada sebuah momen di mana seluruh tim film hampir kehilangan kendali, dan dari kekacauan itulah lahir salah satu adegan paling ikonik dalam sejarah sinema India.
