Sutradara kenamaan Anubhav Sinha akhirnya angkat bicara mengenai kemungkinan sekuel dari film ambisius Ra.One, proyek besar yang pernah mengguncang perfilman India lebih dari satu dekade lalu. Pernyataan tersebut langsung memicu spekulasi: apakah era baru superhero Bollywood akan segera dimulai?
Nama Shah Rukh Khan tentu tak bisa dilepaskan dari pembicaraan ini. Aktor yang dikenal dengan julukan King Khan itu sebelumnya membintangi Ra.One (2011), film yang kala itu dianggap sebagai salah satu produksi paling mahal dan paling berani dalam sejarah Bollywood. Kini, wacana kelanjutan kisah tersebut kembali mencuat, membuka ruang harapan sekaligus tanda tanya besar.
Tantangan Besar Sekuel Ra.One

Dalam pernyataannya, Anubhav Sinha mengungkap bahwa keinginan untuk menggarap Ra.One 2 memang ada, namun keputusan tersebut bukan perkara sederhana. Ia menekankan bahwa proyek semacam ini membutuhkan komitmen waktu yang sangat besar, bahkan bisa memakan dua hingga tiga tahun pengerjaan secara penuh. Bagi seorang sineas yang kini dikenal lewat karya-karya sosial-politik yang kuat, kembali ke genre superhero tentu membutuhkan perencanaan matang dan kesiapan total.
Tak hanya soal waktu, faktor jadwal Shah Rukh Khan juga menjadi pertimbangan krusial. Setelah kebangkitannya lewat sejumlah film box office dalam beberapa tahun terakhir, agenda sang superstar sangat padat. Menggarap sekuel Ra.One berarti menyatukan kembali visi kreatif dua figur besar industri, yang masing-masing tengah berada dalam fase produktif kariernya. Sinkronisasi inilah yang disebut Sinha sebagai tantangan utama sebelum proyek benar-benar bisa direalisasikan.
Meski demikian, nada optimisme tetap terasa dalam pernyataan tersebut. Tidak ada penolakan tegas, hanya kehati-hatian profesional. Ini menunjukkan bahwa pintu menuju Ra.One 2 belum tertutup—hanya belum sepenuhnya terbuka. Bagi para penggemar, sinyal ini sudah cukup untuk menyalakan kembali harapan bahwa karakter G.One suatu hari nanti bisa kembali hadir dengan teknologi yang lebih canggih, cerita yang lebih matang, dan skala produksi yang lebih spektakuler.
