Shah Rukh Khan dan Kajol Abadikan Kisah Cinta DDLJ di London Lewat Patung Perunggu

Shah Rukh Khan dan Kajol Abadikan Kisah Cinta DDLJ di London

Tiga puluh tahun setelah Dilwale Dulhania Le Jayenge (DDLJ) pertama kali tayang, kisah cinta abadi Raj dan Simran kini benar-benar diabadikan, namun bukan di layar lebar, tapi di jantung kota London. Pada awal Desember 2025, Shah Rukh Khan dan Kajol hadir langsung di Leicester Square, untuk meresmikan patung perunggu berukuran asli yang menggambarkan pose ikonik mereka dari film tersebut.

Patung ini bukan sekadar penghormatan biasa. DDLJ kini menjadi film India pertama yang diabadikan dalam jalur “Scenes in the Square”, bergabung dengan karakter legendaris dunia seperti Harry Potter, Mary Poppins, Paddington, dan Batman. Bagi para penggemar film, kehadiran Raj dan Simran di antara ikon global ini menjadi simbol pengakuan dunia terhadap kekuatan sinema Bollywood.

CEO Yash Raj Films, Akshaye Widhani, menyebut momen ini sebagai “kebanggaan besar bagi perfilman India”, sementara Ros Morgan dari Heart of London Business Alliance menegaskan bahwa kehadiran patung ini memperkaya keberagaman budaya di pusat perfilman dunia.

Nostalgia, Cinta, dan Identitas yang Tak Lekang Waktu

imdb.com

Dalam balutan setelan hitam elegan, Shah Rukh Khan tampak emosional saat berdiri di depan patung dirinya bersama Kajol, yang tampil anggun dengan saree biru. Aktor yang dijuluki “King of Romance” ini mengutip dialog legendarisnya dari film:

“Bade bade deshon mein, aisi chhoti chhoti baatein hoti rehti hain, Senorita!”

Melalui unggahan Instagram-nya, Khan mengungkap rasa syukur dan kebahagiaannya: “Thrilled to unveil the bronze statue of Raj & Simran at London’s Leicester Square… Come meet them if you’re ever in London — make more memories with DDLJ.”

Kajol pun tak kalah haru. Ia menyebut bahwa DDLJ bukan sekadar film, tapi bagian dari perjalanan hidup jutaan orang. Ia merasa patung itu seolah “menghidupkan kembali sejarah cinta” yang telah melintasi generasi.

Bagi Shah Rukh Khan, Dilwale Dulhania Le Jayenge bukan hanya karya, tapi identitas dirinya. Ia mengaku masih terharu melihat film itu terus ditayangkan di bioskop India, menjadikannya film dengan masa tayang terpanjang dalam sejarah sinema India.

Dari Bioskop India ke Hati Dunia

Dirilis pada 1995, DDLJ karya Aditya Chopra mengisahkan dua non-resident Indians — Raj dan Simran — yang jatuh cinta di perjalanan lintas Eropa dan India. Cerita sederhana tentang cinta, keberanian, dan keluarga itu kini telah menjelma menjadi simbol lintas budaya dan generasi.

Leicester Square sendiri punya makna khusus dalam film ini. Di sinilah Raj dan Simran pertama kali “bertemu tanpa sengaja”, sebuah adegan kecil yang kini menjadi bagian dari sejarah besar perfilman dunia.

Dengan berdirinya patung Raj dan Simran di tempat yang sama, kisah cinta mereka kini resmi menjadi bagian dari warisan budaya global. Bagi banyak orang, ini bukan sekadar penghargaan bagi film, melainkan pengakuan bahwa cinta adalah bahasa universal.

DDLJ kini tak lagi hanya milik India, tapi milik dunia. Patung itu berdiri sebagai pengingat bahwa di tengah dunia yang berubah cepat, kisah cinta sederhana masih mampu menyentuh hati manusia dari London hingga Mumbai.