Kesuksesan besar yang diraih sutradara Aditya Dhar lewat film Dhurandhar menempatkannya pada titik paling menentukan dalam kariernya. Setelah membuktikan diri sebagai salah satu pembuat film dengan visi besar di industri Bollywood, kini publik menanti: langkah apa yang akan ia ambil selanjutnya? Apakah ia akan kembali menggarap proyek berskala epik, atau justru beralih ke sesuatu yang lebih intim dan berbeda?
Nama Ranveer Singh juga ikut menjadi sorotan dalam diskusi ini. Kolaborasi keduanya dinilai memiliki potensi besar untuk kembali menghadirkan film spektakuler. Namun, di balik ekspektasi tinggi tersebut, tersimpan dilema kreatif yang cukup kompleks—memilih antara ambisi, risiko, dan arah baru dalam berkarya.
Tiga Proyek Besar
Saat ini, Aditya Dhar dikabarkan tengah mempertimbangkan tiga proyek utama yang masing-masing memiliki karakter dan tantangan berbeda. Proyek pertama adalah The Immortal Ashwatthama, sebuah film mitologi yang terinspirasi dari sosok legendaris Ashwatthama. Film ini sudah lama menjadi passion project Dhar, namun sempat tertunda akibat kompleksitas produksi dan kebutuhan visual efek yang sangat besar.
Selain itu, terdapat proyek film sejarah tentang Chandragupta Maurya, pendiri Kekaisaran Maurya. Film ini digadang-gadang akan menjadi epik berskala global, dengan potensi narasi yang kuat serta daya tarik komersial tinggi. Tema sejarah seperti ini juga terbukti sukses di pasar India, terutama jika dikemas dengan visual megah dan cerita yang emosional.
Pilihan ketiga adalah film drama olahraga, yang justru menjadi opsi paling berbeda dari dua proyek lainnya. Meskipun secara risiko produksi lebih rendah, genre ini dianggap sebagai langkah eksperimental bagi Dhar, yang selama ini dikenal lewat film-film dengan skala besar dan nuansa patriotik atau epik.
Antara Ambisi dan Strategi Karier
Jika dilihat dari sisi ambisi, Ashwatthama jelas menjadi proyek paling berani. Film ini menawarkan peluang untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya dalam perfilman India. Namun, tantangan teknis dan biaya produksi yang tinggi membuatnya menjadi pilihan yang penuh risiko, terutama setelah proyek tersebut pernah tertunda di masa lalu.
Di sisi lain, film tentang Chandragupta Maurya muncul sebagai opsi paling “aman” sekaligus menjanjikan. Dengan latar sejarah yang kuat dan potensi kolaborasi kembali dengan Ranveer Singh, proyek ini memiliki keseimbangan antara nilai artistik dan potensi box office. Tidak heran jika banyak pihak melihatnya sebagai pilihan paling realistis untuk langkah berikutnya.
Sementara itu, drama olahraga menawarkan peluang bagi Dhar untuk keluar dari zona nyaman. Meski mungkin tidak sebesar dua proyek lainnya dalam skala produksi, film ini bisa menjadi pembuktian fleksibilitasnya sebagai sutradara. Namun secara strategis, langkah ini bisa dianggap terlalu jauh dari identitas yang telah ia bangun selama ini.
