Skip to content

Sering Lupa atau Mulai Mengalami Gangguan Daya Ingat? Kenali Perbedaannya

Lupa meletakkan kunci, mendadak sulit mengingat nama seseorang, atau masuk ke sebuah ruangan lalu lupa hendak mengambil apa mungkin pernah dialami hampir semua orang. Ketika kejadian seperti ini mulai terasa lebih sering, kekhawatiran pun mudah muncul. Apalagi gangguan daya ingat kerap langsung dikaitkan dengan masalah serius seperti demensia, padahal tidak setiap kejadian lupa mempunyai arti yang sama.

Hal yang lebih penting diperhatikan bukan hanya seberapa sering seseorang lupa, tetapi bagaimana polanya, apakah informasi tersebut akhirnya dapat diingat kembali, dan apakah perubahan itu mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Minggu (20/9), memahami perbedaan antara lupa biasa dan gangguan daya ingat dapat membantu seseorang menentukan kapan cukup memperbaiki kebiasaan sehari-hari dan kapan sebaiknya mencari pemeriksaan medis.

Sering Lupa Bukan Berarti Gangguan Daya Ingat

Kemampuan mengingat tidak selalu bekerja dengan tingkat ketajaman yang sama sepanjang waktu. Saat perhatian sedang terbagi, tubuh kelelahan, pikiran dipenuhi pekerjaan, atau seseorang kurang tidur, informasi baru bisa tidak tersimpan dengan baik sejak awal. Akibatnya, beberapa saat kemudian muncul kesan seolah-olah informasi tersebut telah hilang dari ingatan, padahal persoalannya mungkin terjadi sejak proses memperhatikan atau merekam informasi.

Contoh sederhana dapat terjadi ketika seseorang meletakkan kacamata sambil menerima telepon. Beberapa menit kemudian, ia berkeliling mencari kacamata karena tidak ingat di mana benda tersebut diletakkan. Jika setelah menenangkan diri atau mengingat kembali aktivitas sebelumnya ia akhirnya menemukan benda itu, kejadian tersebut berbeda dengan pola lupa yang terjadi berulang kali, sulit ditelusuri kembali, dan mulai mengganggu kemampuan menjalankan aktivitas yang sebelumnya mudah dilakukan.

National Institute on Aging menjelaskan bahwa perubahan ringan pada ingatan dapat terjadi seiring bertambahnya usia. Contohnya termasuk sesekali lupa tanggal kemudian mengingatnya kembali, lupa kata tertentu saat berbicara, atau kehilangan barang dari waktu ke waktu. Masalah memori menjadi lebih mengkhawatirkan ketika seseorang mulai kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari yang sebelumnya dapat dikerjakan secara mandiri.

Baca Juga: 8 Rutinitas Malam yang Diam-Diam Membantu Menjaga Otak Tetap Tajam

Perbedaan Lupa Wajar dan Gangguan Daya Ingat Bisa Terlihat dari Polanya

Satu kejadian lupa saja tidak cukup untuk menentukan apakah seseorang mempunyai gangguan daya ingat. Pola yang muncul dari waktu ke waktu jauh lebih berguna untuk diperhatikan. Beberapa perbedaan berikut dapat membantu memberikan gambaran awal.

1. Lupa Sesekali vs Terjadi Berulang dan Semakin Sering

Lupa biasa cenderung muncul sesekali. Seseorang mungkin lupa jadwal tertentu ketika sedang sangat sibuk atau meninggalkan suatu benda karena pikirannya terbagi, tetapi kejadian tersebut tidak mendominasi kehidupan sehari-hari.

Sebaliknya, perubahan memori perlu mendapatkan perhatian lebih ketika frekuensinya meningkat tanpa alasan yang jelas. Misalnya, seseorang mulai berulang kali lupa terhadap percakapan yang baru saja dilakukan, kegiatan yang baru dikerjakan, atau informasi penting yang sebelumnya mudah diingat.

2. Bisa Mengingat Kembali vs Informasi Seolah Hilang

Salah satu ciri yang cukup sering membedakan lupa ringan adalah informasi masih dapat muncul kembali setelah diberi waktu atau petunjuk. Seseorang mungkin lupa nama seorang teman, tetapi beberapa menit kemudian tiba-tiba mengingatnya.

Pada gangguan yang lebih serius, petunjuk belum tentu membantu. Seseorang bahkan mungkin tidak menyadari bahwa percakapan atau sebuah kejadian baru saja terjadi sehingga kembali menanyakan informasi yang sama.

3. Salah Menaruh Barang vs Tidak Bisa Menelusuri Kembali

Meletakkan kunci di meja lalu lupa lokasi persisnya masih dapat terjadi pada siapa saja. Biasanya seseorang dapat menelusuri kembali langkahnya, mengingat tempat yang baru didatangi, kemudian menemukan barang tersebut.

Perubahan yang lebih mengkhawatirkan dapat terlihat ketika barang sering diletakkan di tempat yang sangat tidak biasa dan orang tersebut tidak mampu memperkirakan bagaimana benda itu sampai di sana. Kejadian semacam ini perlu dilihat sebagai bagian dari keseluruhan pola, bukan dinilai berdasarkan satu peristiwa saja.

4. Lupa Janji Sekali vs Sulit Mengelola Kegiatan Rutin

Melewatkan satu janji karena jadwal padat belum otomatis menunjukkan gangguan memori. Kalender, pengingat ponsel, atau catatan memang digunakan banyak orang untuk membantu mengelola kegiatan sehari-hari.

Perubahan menjadi lebih signifikan ketika seseorang mulai kesulitan menangani rutinitas yang selama bertahun-tahun dapat dilakukan sendiri, misalnya membayar tagihan, mengikuti langkah resep yang sudah familier, mengatur obat, atau mengikuti petunjuk sederhana.

5. Sulit Mencari Kata vs Kesulitan Mengikuti Percakapan

Terkadang seseorang tahu apa yang ingin dikatakan tetapi membutuhkan beberapa detik untuk menemukan kata yang tepat. Pengalaman semacam ini cukup umum, terutama ketika lelah atau sedang tergesa-gesa.

Hal yang berbeda dapat terjadi ketika seseorang terus kehilangan alur pembicaraan, kesulitan memahami percakapan yang biasanya dapat diikuti, sering berhenti karena tidak mengetahui bagaimana meneruskan kalimat, atau menggunakan kata yang tidak sesuai secara berulang.

Tanda Gangguan Daya Ingat yang Perlu Lebih Diperhatikan

Perubahan memori sebaiknya dilihat bersama perubahan kemampuan berpikir lainnya. Gangguan daya ingat yang berhubungan dengan kondisi kognitif tidak selalu muncul sebagai tindakan dramatis seperti melupakan identitas sendiri. Pada tahap awal, perubahannya dapat terlihat lebih halus dalam rutinitas yang sebelumnya terasa biasa.

Alzheimer’s Association memasukkan kehilangan memori yang mengganggu kehidupan sehari-hari sebagai salah satu tanda yang patut diperhatikan, terutama ketika seseorang sering melupakan informasi yang baru dipelajari, tanggal atau peristiwa penting, menanyakan hal yang sama berulang kali, atau semakin bergantung kepada orang lain untuk kegiatan yang sebelumnya dapat dilakukan sendiri.

Beberapa perubahan yang layak diperhatikan antara lain:

  • berulang kali menanyakan pertanyaan yang sebenarnya baru saja dijawab;
  • sering tersesat di tempat yang sebelumnya sangat dikenal;
  • semakin sulit mengatur keuangan atau kegiatan rutin;
  • kehilangan orientasi mengenai tanggal, waktu, atau lokasi;
  • perubahan kemampuan berbicara, memahami informasi, atau mengambil keputusan;
  • keluarga atau orang terdekat mulai melihat perubahan nyata pada kemampuan mengingat dan berpikir.

Satu tanda saja belum dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit tertentu. Usia, kondisi kesehatan, obat yang digunakan, kualitas tidur, kondisi emosional, serta waktu munculnya keluhan tetap perlu dipertimbangkan melalui pemeriksaan yang sesuai.

Baca Juga: Sering Multitasking, Benarkah Bisa Membuat Otak Lebih Cepat Lelah?

Gangguan Ingatan Tidak Selalu Berarti Demensia

Kekhawatiran terbesar ketika seseorang mulai mudah lupa biasanya adalah demensia atau penyakit Alzheimer. Meski masalah memori memang dapat menjadi salah satu gejalanya, ada banyak kondisi lain yang dapat membuat kemampuan mengingat dan berkonsentrasi terganggu. Sebagian penyebab bahkan dapat ditangani apabila ditemukan dengan tepat.

Mayo Clinic mencatat sejumlah kemungkinan penyebab gangguan memori yang dapat ditangani, termasuk efek samping obat tertentu, cedera kepala ringan, stres, kecemasan atau depresi, kekurangan vitamin B12, hipotiroidisme, konsumsi alkohol berlebihan, serta gangguan tidur seperti sleep apnea. Karena itu, perubahan daya ingat tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai tanda penyakit degeneratif otak tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Riwayat keluhan juga sangat membantu. Tenaga kesehatan dapat menanyakan kapan masalah mulai muncul, apakah terjadi mendadak atau perlahan, obat dan suplemen apa yang sedang dikonsumsi, bagaimana pola tidur, apakah pernah mengalami benturan kepala, serta kegiatan apa yang kini menjadi lebih sulit dilakukan. Informasi dari pasangan atau anggota keluarga kadang juga berguna karena perubahan tertentu justru lebih dahulu terlihat oleh orang terdekat.

Faktor yang Bisa Membuat Orang Terlihat Pelupa

Ada perbedaan antara informasi yang benar-benar telah tersimpan kemudian hilang dan informasi yang sejak awal tidak direkam secara optimal karena perhatian sedang terganggu. Ketika seseorang mencoba bekerja sambil membalas pesan, memikirkan masalah lain, mengikuti percakapan, dan memeriksa berbagai notifikasi, sebagian informasi mungkin hanya mendapat perhatian sangat singkat.

Kurang tidur juga dapat membuat proses berpikir terasa lebih berat. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kelelahan dan masalah kualitas tidur dapat membuat otak tidak bekerja pada kondisi terbaiknya sehingga seseorang kesulitan mengakses atau membentuk ingatan. Stres juga dapat membuat kemampuan berpikir dan mengingat dengan jernih menjadi lebih sulit.

Karena itu, pola keluhan dapat diamati terlebih dahulu. Apakah lupa lebih sering muncul setelah begadang, selama periode pekerjaan sangat padat, atau ketika sedang berada di bawah tekanan emosional? Jika kemampuan fokus kembali membaik setelah istirahat dan beban pikiran berkurang, faktor-faktor tersebut mungkin berperan. Namun, keluhan yang terus berkembang tetap tidak sebaiknya hanya dianggap sebagai akibat stres tanpa evaluasi lebih lanjut.

Cara Sederhana Memantau Perubahan Daya Ingat

Mengandalkan perasaan bahwa seseorang “sepertinya makin pelupa” terkadang membuat perubahan sulit dinilai secara objektif. Mencatat pola kejadian selama beberapa waktu dapat memberikan informasi yang lebih jelas jika nantinya diperlukan pemeriksaan.

Catatan tersebut tidak perlu rumit. Tuliskan kapan kejadian terjadi, hal apa yang terlupa, apakah informasi akhirnya dapat diingat kembali, kondisi tubuh saat itu, waktu tidur pada malam sebelumnya, serta apakah kejadian tersebut mengganggu pekerjaan atau kegiatan sehari-hari.

Perhatikan pula apakah orang lain mulai melihat perubahan yang sama. Keluhan yang hanya muncul pada periode sangat sibuk mempunyai pola berbeda dengan perubahan yang berlangsung berbulan-bulan, terus meningkat, dan mulai membuat seseorang bergantung pada keluarga untuk melakukan kegiatan dasar yang sebelumnya dikelola sendiri.

Alat bantu seperti kalender, daftar pekerjaan, alarm ponsel, dan menyimpan barang penting pada tempat yang sama juga dapat digunakan untuk mengurangi lupa ringan sehari-hari. Penggunaan alat bantu memori bukan tanda bahwa seseorang pasti mengalami gangguan kognitif karena metode tersebut juga merupakan strategi praktis untuk mengelola banyak informasi.

Kapan Masalah Daya Ingat Sebaiknya Diperiksakan?

Pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan ketika masalah memori mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari atau terlihat semakin sering dan memburuk. NHS menyarankan mencari bantuan medis apabila masalah ingatan terus terjadi dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari karena beberapa penyebabnya dapat ditangani, sedangkan pemeriksaan membantu menentukan penyebab yang sebenarnya.

Tidak harus menunggu sampai seseorang benar-benar kehilangan kemampuan melakukan aktivitas secara mandiri. Jika perubahan terasa berbeda dari kebiasaan sebelumnya, anggota keluarga mulai menyadarinya, atau ada kesulitan baru dalam mengatur pekerjaan, percakapan, keuangan, perjalanan, maupun aktivitas rumah tangga, evaluasi dapat dilakukan lebih awal.

Berbeda dengan lupa yang berkembang perlahan, kebingungan atau perubahan kemampuan berpikir yang muncul tiba-tiba membutuhkan perhatian lebih cepat. CDC mencantumkan kebingungan mendadak atau kesulitan berbicara, kelemahan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau kaki terutama pada satu sisi tubuh, gangguan penglihatan mendadak, kehilangan keseimbangan, serta sakit kepala berat yang tiba-tiba sebagai tanda stroke yang memerlukan pertolongan darurat.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah sering lupa berarti seseorang mulai mengalami demensia?

Tidak. Lupa dapat dipengaruhi banyak hal, termasuk kurang tidur, stres, perhatian yang terbagi, efek obat, atau kondisi kesehatan tertentu. Demensia memerlukan penilaian medis dan tidak dapat ditentukan hanya dari satu atau dua kejadian lupa.

2. Apakah lupa nama orang masih termasuk normal?

Bisa saja, terutama jika nama tersebut akhirnya dapat diingat kembali dan kejadian tidak terus mengganggu aktivitas. Perubahan yang semakin sering dan disertai gangguan kemampuan lain lebih perlu diperhatikan.

3. Apakah orang muda bisa mengalami masalah daya ingat?

Bisa. Kesulitan mengingat pada usia muda dapat berkaitan dengan tidur, stres, gangguan konsentrasi, obat, kondisi kesehatan, atau faktor lainnya, sehingga penyebabnya perlu dilihat berdasarkan situasi masing-masing.

4. Apakah kurang tidur benar-benar bisa membuat mudah lupa?

Kurang tidur dapat mengganggu perhatian dan proses pembentukan maupun pengambilan kembali informasi sehingga seseorang dapat merasa lebih pelupa pada hari berikutnya.

5. Dokter apa yang bisa memeriksa gangguan daya ingat?

Pemeriksaan dapat dimulai dari dokter umum. Jika diperlukan, pasien dapat dirujuk ke dokter spesialis seperti neurolog atau tenaga kesehatan lain yang sesuai dengan penyebab yang dicurigai.