Skip to content

9 Bahan Makanan yang Sering Terbuang Padahal Masih Bisa Dimanfaatkan, Bisa Kurangi Sampah Makanan

Banyak bahan makanan di dapur berakhir di tempat sampah bukan karena benar-benar sudah tidak bisa digunakan, melainkan karena bagian tersebut dianggap tidak berguna. Kulit buah, batang sayuran, nasi yang tersisa, hingga pisang yang terlalu matang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan selama kondisinya layak dan tidak menunjukkan tanda pembusukan.

Kebiasaan memilah bahan makanan sebelum membuangnya juga bisa membantu mengurangi makanan terbuang sekaligus membuat belanja lebih efisien. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Rabu (30/9), berikut sejumlah bahan makanan yang sering terbuang padahal masih bisa dimanfaatkan dengan cara yang sederhana.

1. Kulit Buah yang Masih Bisa Diolah

Kulit buah menjadi salah satu bagian makanan yang paling sering langsung masuk tempat sampah. Padahal, beberapa jenis kulit buah masih dapat digunakan selama buah dicuci dengan baik dan kulitnya memang aman dikonsumsi.

Kulit jeruk, misalnya, dapat dimanfaatkan sebagai pemberi aroma pada kue, minuman, selai, atau masakan tertentu. Bagian kulit yang berwarna dapat diparut tipis sebagai zest, sedangkan kulit apel dapat ikut diolah menjadi campuran minuman atau makanan tertentu.

Namun, tidak semua kulit buah otomatis aman dimakan. Kulit yang sudah berjamur, berlendir, mengeluarkan aroma tidak normal, atau mengalami kerusakan berat sebaiknya tidak digunakan. Buah juga perlu dicuci sebelum bagian kulitnya dimanfaatkan.

Baca Juga: Buah yang Sebaiknya Tidak Disimpan Berdekatan agar Tidak Cepat Busuk, Banyak yang Belum Tahu

2. Batang Brokoli Jangan Langsung Dibuang

Ketika memasak brokoli, bagian yang sering dipotong dan dibuang biasanya batangnya. Padahal, batang brokoli masih dapat dimakan setelah bagian luar yang keras dikupas.

Batang brokoli dapat diiris tipis lalu ditumis, dicampurkan ke sup, dibuat menjadi campuran capcay, atau dicincang untuk isian makanan. Teksturnya memang lebih padat dibandingkan bagian bunganya sehingga membutuhkan waktu memasak sedikit lebih lama.

Daun yang masih segar di sekitar batang juga tidak selalu harus dibuang. Setelah dicuci dan diperiksa kondisinya, bagian tersebut dapat dimasukkan ke dalam tumisan atau sup sehingga lebih banyak bagian sayuran yang termanfaatkan.

3. Daun dan Batang Sayuran Bisa Menjadi Tumisan

Beberapa sayuran memiliki bagian daun atau batang yang sering dianggap sebagai limbah dapur, padahal masih dapat diolah. Contohnya bagian daun dan batang dari sejumlah sayuran yang teksturnya masih baik.

Bagian tersebut dapat dicuci, dipotong sesuai kebutuhan, kemudian dimasak bersama bawang putih, bawang merah, cabai, atau bumbu sederhana lainnya. Tekstur setiap jenis sayuran tentu berbeda sehingga waktu memasaknya perlu disesuaikan.

Sebelum digunakan, pastikan bagian yang akan dimasak masih segar, tidak berlendir, tidak berbau busuk, dan tidak menunjukkan tanda pembusukan. Daun yang sudah layu berat atau berubah kualitas sebaiknya tidak dipaksakan untuk diolah.

4. Pisang Terlalu Matang Cocok untuk Olahan Kue

Pisang dengan kulit yang sudah dipenuhi bintik cokelat sering dianggap sudah tidak layak makan. Padahal, selama bagian dalamnya masih normal, pisang yang semakin matang justru dapat dimanfaatkan sebagai bahan berbagai makanan.

Teksturnya yang lebih lunak dan rasanya yang semakin manis cocok digunakan untuk membuat smoothie, pancake, bolu pisang, atau banana bread. Pisang yang terlalu matang juga lebih mudah dihancurkan sehingga praktis digunakan dalam adonan.

Berbeda dengan pisang yang hanya berubah warna, pisang dengan jamur, aroma busuk atau fermentasi yang tidak normal, cairan berlebihan, maupun daging yang sudah rusak sebaiknya dibuang. Jadi, pemeriksaan perlu dilakukan pada seluruh bagian buah, bukan hanya melihat warna kulitnya.

Baca Juga: Cara Menyimpan Pisang agar Tidak Cepat Menghitam dan Busuk, Jangan Lakukan Ini

5. Nasi Sisa Bisa Diolah Menjadi Menu Baru

Nasi yang tersisa setelah makan malam tidak selalu harus berakhir di tempat sampah. Jika disimpan dengan benar dan masih dalam kondisi aman untuk dikonsumsi, nasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai menu.

Nasi sisa dapat diolah menjadi nasi goreng, nasi kepal, nasi bakar, atau campuran makanan tertentu. Tekstur nasi yang sudah tidak terlalu pulen bahkan sering lebih cocok untuk beberapa jenis olahan dibandingkan nasi yang baru matang.

Meski demikian, nasi termasuk makanan yang perlu diperhatikan cara penyimpanannya. Nasi yang sudah berubah aroma, berlendir, berjamur, atau menunjukkan tanda kerusakan lainnya sebaiknya tidak digunakan kembali. Jangan mencoba menghilangkan bau atau rasa tidak normal hanya dengan menambahkan bumbu.

6. Roti yang Mulai Keras Masih Bisa Dimanfaatkan

Roti yang sudah tidak selembut ketika baru dibeli sering kali langsung dibuang. Padahal, selama tidak berjamur dan belum rusak, roti yang mengeras masih dapat diubah menjadi makanan lain.

Roti tawar yang mulai kering dapat dipotong menjadi potongan kecil lalu dipanggang sebagai crouton untuk salad atau sup. Roti juga dapat dihancurkan menjadi tepung roti untuk melapisi makanan sebelum digoreng atau dipanggang.

Alternatif lainnya adalah mengolah roti menjadi puding roti atau menu sarapan sederhana. Dengan cara ini, tekstur yang sudah berubah tidak menjadi masalah karena roti akan kembali menyatu dengan bahan lainnya.

7. Sayuran yang Mulai Layu Bisa Masuk ke Sup atau Tumisan

Sayuran yang mulai kehilangan kerenyahan belum tentu harus langsung dibuang. Wortel, seledri, daun hijau, paprika, dan beberapa sayuran lainnya masih dapat digunakan selama belum menunjukkan tanda pembusukan.

Sayuran yang teksturnya sudah tidak terlalu renyah dapat dipotong dan dimasukkan ke dalam sup, tumisan, omelet, atau campuran mi. Proses memasak akan membuat perubahan tekstur tersebut tidak terlalu terasa.

Tetap bedakan antara sayuran yang sekadar layu dengan sayuran yang sudah rusak. Jika terdapat lendir, jamur, bau busuk, perubahan warna yang tidak wajar, atau bagian yang membusuk cukup luas, sebaiknya jangan digunakan.

8. Tulang dan Sisa Potongan Daging Bisa Jadi Kaldu

Tulang ayam, sapi, atau bagian tertentu dari daging yang biasanya tersisa setelah proses pemotongan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kaldu. Bagian tersebut dapat memberikan rasa gurih pada kuah sehingga tidak selalu harus langsung dibuang.

Tulang dapat direbus bersama bawang, wortel, daun bawang, seledri, atau rempah sesuai kebutuhan. Kaldu yang sudah jadi dapat digunakan untuk sup, mi, bubur, saus, atau berbagai masakan lainnya.

Kebersihan dan kesegaran tetap menjadi pertimbangan utama. Jangan menggunakan tulang atau potongan daging yang sudah berbau tidak normal, berlendir, atau disimpan dalam kondisi yang tidak aman.

9. Ampas Kelapa Masih Bisa Digunakan untuk Masakan

Setelah santan diperas, ampas kelapa sering dianggap sudah tidak berguna. Padahal, ampas yang masih segar dapat digunakan kembali untuk sejumlah olahan makanan.

Ampas kelapa dapat dicampurkan ke adonan kue, makanan tradisional, serundeng, atau masakan tertentu. Teksturnya juga bisa memberikan tambahan rasa dan karakter pada hidangan.

Jika tidak langsung digunakan, ampas kelapa sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang karena kandungan air dan lemaknya membuat bahan ini mudah mengalami penurunan kualitas. Simpan dengan tepat jika memang akan digunakan kemudian.

Cara Menentukan Bahan Makanan Masih Layak Dimanfaatkan

Tidak semua makanan yang tampak kurang menarik harus dibuang. Namun, keinginan mengurangi sampah makanan juga tidak berarti harus menggunakan bahan yang sudah rusak.

Sebelum mengolah bahan makanan yang tersisa, perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Periksa adanya jamur. Bahan yang sudah ditumbuhi jamur sebaiknya tidak dipaksakan untuk dikonsumsi.
  2. Cium aromanya. Bau busuk, asam yang tidak semestinya, atau aroma menyimpang dapat menjadi tanda penurunan kualitas.
  3. Perhatikan tekstur. Lendir, cairan berlebihan, atau tekstur yang berubah secara tidak wajar perlu diwaspadai.
  4. Bedakan layu dan busuk. Sayuran yang sedikit layu masih bisa berbeda kondisinya dengan sayuran yang sudah berlendir atau membusuk.
  5. Pertimbangkan cara penyimpanan. Makanan yang sebelumnya berada dalam kondisi penyimpanan tidak tepat perlu diperiksa lebih hati-hati.
  6. Jangan hanya mengandalkan proses memasak. Memasak bukan cara untuk membuat bahan makanan yang sudah rusak menjadi aman kembali.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apa saja bahan makanan yang sering terbuang tetapi masih bisa dimanfaatkan?
Kulit buah tertentu, batang brokoli, sayuran yang mulai layu, pisang terlalu matang, nasi sisa, roti yang mengeras, tulang, dan ampas kelapa merupakan beberapa contohnya.

2. Apakah pisang yang kulitnya sudah hitam masih bisa dimakan?
Bisa jika bagian dalamnya masih baik dan tidak menunjukkan jamur, aroma busuk, cairan tidak normal, atau tanda pembusukan lainnya.

3. Apakah batang brokoli bisa dimakan?
Bisa. Bagian luar batang yang keras dapat dikupas, kemudian bagian dalamnya diiris dan dimasak bersama tumisan, sup, atau hidangan lainnya.

4. Apakah nasi sisa bisa dimasak kembali?
Bisa selama nasi disimpan dengan cara yang aman dan belum menunjukkan tanda kerusakan seperti bau tidak normal, lendir, atau jamur.

5. Apakah semua kulit buah aman untuk dimakan?
Tidak. Hanya gunakan kulit buah yang memang layak dikonsumsi dan dalam kondisi baik setelah dicuci dengan benar.