Pisang termasuk buah yang praktis untuk disimpan di rumah, tetapi masa matangnya juga relatif cepat. Pisang yang baru dibeli dengan kulit kuning cerah bisa mulai berbintik cokelat, semakin lunak, bahkan terlalu matang hanya dalam beberapa hari jika diletakkan di tempat yang kurang tepat. Kondisi ini sering membuat stok pisang terbuang sebelum sempat dihabiskan.
Perubahan warna pada kulit sebenarnya merupakan bagian alami dari proses pematangan sehingga pisang yang menghitam belum tentu langsung berarti busuk. Namun, cara penyimpanan tetap berpengaruh terhadap seberapa cepat buah menjadi matang dan kehilangan teksturnya. Berikut cara menyimpan pisang agar tidak cepat menghitam dan busuk yang dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Jumat (4/9).
Mengapa Pisang Cepat Menghitam?
Pisang tetap mengalami proses pematangan setelah dipanen. Salah satu faktor yang berperan adalah etilen, yaitu hormon tumbuhan berbentuk gas yang berkaitan dengan proses pematangan berbagai jenis buah. Karena proses tersebut terus berlangsung setelah pisang dibawa pulang, warna kulit secara bertahap dapat berubah dari hijau menjadi kuning, kemudian muncul bercak cokelat hingga akhirnya menghitam.
Suhu juga ikut memengaruhi kecepatannya. Pisang yang disimpan di tempat hangat cenderung matang lebih cepat dibandingkan buah yang ditempatkan di area lebih sejuk. Karena itu, meletakkan pisang di dekat kompor, oven, jendela yang terkena matahari langsung, atau peralatan yang mengeluarkan panas dapat membuat tingkat kematangannya berubah lebih cepat.
Kulit yang berubah cokelat atau kehitaman juga tidak selalu menunjukkan bagian dalam pisang sudah rusak. Pisang matang yang dimasukkan ke lemari es dapat mengalami penggelapan pada kulit meskipun bagian dagingnya masih dapat dikonsumsi. Pendinginan setelah buah matang justru dapat digunakan untuk memperpanjang masa simpannya beberapa hari.
Baca Juga: Cara Memilih Buah Semangka yang Manis, Jangan Tertipu Warna yang Mengilap
Cara Menyimpan Pisang agar Tidak Cepat Menghitam dan Busuk
Tidak semua pisang perlu mendapatkan perlakuan penyimpanan yang sama. Pisang yang masih hijau, sudah kuning sempurna, dan sudah sangat matang membutuhkan penanganan berbeda agar kualitasnya dapat dipertahankan selama mungkin.
1. Simpan Pisang Mentah pada Suhu Ruang
Pisang yang kulitnya masih didominasi warna hijau sebaiknya dibiarkan matang pada suhu ruang terlebih dahulu. Menempatkan pisang yang belum matang langsung ke dalam lemari es bukan pilihan terbaik karena suhu dingin dapat mengganggu proses pematangan normalnya.
Pilih lokasi yang cukup sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara baik. Meja dapur atau rak buah dapat digunakan selama tidak berada tepat di bawah sinar matahari atau berdekatan dengan sumber panas. Semakin hangat tempat penyimpanan, semakin cepat pula pisang mengalami pematangan.
Selain itu, hindari menumpuk berbagai barang berat di atas pisang. Tekanan dapat menimbulkan memar pada kulit dan daging buah sehingga bagian tertentu menjadi lunak lebih cepat dibandingkan bagian lainnya.
2. Jauhkan dari Sinar Matahari dan Sumber Panas
Meletakkan keranjang buah di dapur memang praktis, tetapi perhatikan kondisi di sekelilingnya. Area yang terkena cahaya matahari langsung atau hawa panas dari peralatan memasak dapat membuat suhu di sekitar pisang meningkat.
Sebaiknya letakkan pisang di sudut dapur yang relatif teduh. Tempatnya tidak harus dingin seperti lemari es ketika buah masih belum matang, tetapi usahakan suhu di sekitarnya tidak terlalu panas dan tidak berubah secara ekstrem sepanjang hari.
Jika dapur terasa panas pada siang hari, pisang dapat dipindahkan ke ruang makan atau area lain yang lebih sejuk. Langkah sederhana ini cukup berguna terutama ketika membeli pisang dalam jumlah banyak dan tidak berencana menghabiskannya sekaligus.
3. Pisahkan Pisang yang Sudah Terlalu Matang atau Rusak
Saat membeli satu sisir pisang, tingkat kematangan setiap buah belum tentu sama. Ada yang masih keras, ada yang sudah kuning merata, sementara beberapa buah mungkin telah dipenuhi bercak cokelat.
Jika menemukan pisang yang jauh lebih matang dibandingkan buah lainnya, pisahkan untuk segera dikonsumsi. Pisang merupakan salah satu buah penghasil etilen, sehingga pengaturan buah berdasarkan tingkat kematangannya dapat membantu mengendalikan stok agar tidak semuanya matang bersamaan.
Periksa juga kondisi fisiknya. Pisang yang mengalami memar berat, kulit sobek, atau mulai mengeluarkan cairan sebaiknya tidak dibiarkan bersentuhan terlalu lama dengan buah yang masih baik. Gunakan buah yang rusak lebih dahulu jika dagingnya masih layak dikonsumsi.
4. Bungkus Bagian Pangkal atau Mahkota Pisang
Salah satu trik yang dapat dicoba untuk memperlambat kematangan adalah membungkus bagian pangkal tempat tangkai-tangkai pisang berkumpul menggunakan plastik pembungkus. Cara ini lebih cocok digunakan saat pisang masih berada dalam satu kelompok.
Utah State University Extension mencantumkan pembungkusan bagian mahkota pisang dengan plastik sebagai salah satu cara yang dapat digunakan agar pisang tidak matang terlalu cepat.
Pastikan hanya bagian tangkainya yang dibungkus, bukan seluruh buah. Menutup seluruh sisir di dalam plastik rapat justru dapat memerangkap kelembapan. Pisang tetap membutuhkan tempat penyimpanan dengan sirkulasi udara yang cukup baik.
5. Jangan Menumpuk Pisang dengan Buah yang Cepat Matang
Keranjang buah yang dipenuhi pisang, apel, alpukat, mangga, dan berbagai buah lain memang terlihat rapi. Namun, beberapa jenis buah menghasilkan etilen yang dapat memengaruhi proses pematangan buah di sekitarnya.
Jika ingin pisang bertahan lebih lama, beri jarak dari buah yang sedang matang, terutama jika beberapa buah tersebut sudah sangat matang. Sebaliknya, prinsip ini dapat dimanfaatkan ketika memang ingin mempercepat pematangan buah tertentu.
Pemisahan tidak berarti setiap buah harus disimpan di ruangan berbeda. Menggunakan keranjang atau wadah terpisah sudah dapat membuat pengelolaan tingkat kematangan buah menjadi lebih mudah sehingga buah yang perlu segera dikonsumsi dapat dikenali terlebih dahulu.
6. Masukkan ke Kulkas Setelah Pisang Matang
Waktu memasukkan pisang ke kulkas menjadi bagian penting dari cara menyimpan pisang. Untuk pisang yang masih hijau, biarkan proses pematangan berlangsung di suhu ruang. Setelah warna kulit sudah kuning dan tingkat kematangannya sesuai selera, barulah buah dapat dipindahkan ke lemari es.
Jangan kaget jika kulit pisang kemudian berubah cokelat tua atau kehitaman. Pendinginan dapat membuat tampilan kulit menjadi lebih gelap, sementara daging di dalamnya masih bisa tetap baik untuk dikonsumsi. Utah State University Extension menyarankan pisang dimasukkan ke lemari es setelah matang untuk membantu memperpanjang masa simpannya beberapa hari.
Karena itu, jangan langsung membuang pisang hanya berdasarkan warna kulit luarnya. Kupas dan periksa dagingnya terlebih dahulu. Selama tidak terdapat jamur, aroma busuk, cairan tidak normal, atau tanda pembusukan lainnya, perubahan warna kulit saja belum cukup untuk menentukan buah sudah rusak.
7. Bekukan Pisang jika Tidak Akan Segera Dimakan
Jika pisang sudah matang tetapi jumlahnya terlalu banyak untuk dihabiskan, freezer dapat menjadi pilihan penyimpanan jangka lebih panjang. Cara ini sangat berguna untuk pisang yang nantinya akan digunakan sebagai bahan smoothie, banana bread, pancake, atau kue.
Untuk memudahkan penggunaan, kupas pisang terlebih dahulu kemudian potong sesuai kebutuhan. Susun potongan secara terpisah sebelum dibekukan agar tidak seluruhnya menempel menjadi satu bongkahan, kemudian pindahkan ke wadah atau kantong khusus freezer setelah membeku.
Pembekuan akan mengubah tekstur pisang setelah dicairkan sehingga hasilnya biasanya tidak sama seperti pisang segar. Namun, buah tersebut tetap praktis untuk berbagai olahan. Oregon State University Extension juga mencantumkan pembekuan sebagai metode untuk menyimpan pisang lebih lama.
Baca Juga: Makan Ubi Cilembu Buruk untuk Penderita Diabetes? Ternyata Cara Mengolahnya Sangat Menentukan
Cara Menyimpan Pisang yang Sudah Dikupas
Begitu kulitnya dibuka, permukaan daging pisang akan bersentuhan langsung dengan udara sehingga warnanya dapat berubah kecokelatan dengan cepat. Perubahan tersebut dikenal sebagai pencokelatan enzimatis yang umum terjadi pada sejumlah buah setelah dipotong.
Jika pisang sudah terlanjur dipotong, simpan potongannya dalam wadah tertutup di lemari es dan usahakan digunakan sesegera mungkin. Sebaiknya jangan mengupas pisang jauh-jauh hari jika buah tersebut akan disajikan dalam bentuk segar karena tekstur serta tampilannya paling baik ketika baru dipotong.
Untuk membantu memperlambat perubahan warna, permukaan pisang dapat diberi sedikit cairan bersifat asam, misalnya air lemon, jeruk nipis, jeruk, atau nanas. Gunakan secukupnya agar rasa asli pisang tidak terlalu berubah. Oregon State University Extension juga merekomendasikan jus buah yang bersifat asam untuk membantu mengurangi pencokelatan pada buah yang telah dipotong.
Kesalahan saat Menyimpan Pisang
Beberapa kebiasaan sederhana justru dapat membuat stok pisang lebih cepat matang atau rusak. Karena perubahan terkadang baru terlihat setelah satu atau dua hari, kesalahan penyimpanan tersebut sering tidak disadari.
- Memasukkan pisang hijau langsung ke kulkas. Pisang sebaiknya dibiarkan mencapai kematangan yang diinginkan pada suhu ruang sebelum didinginkan.
- Meletakkan pisang dekat kompor atau jendela panas. Suhu yang lebih hangat mempercepat proses pematangan sehingga buah lebih cepat menjadi lunak.
- Menyimpan buah yang rusak bersama pisang lainnya. Pisahkan buah yang memar berat, sangat matang, atau mulai rusak agar lebih mudah digunakan terlebih dahulu.
- Membungkus seluruh pisang terlalu rapat. Jika ingin mencoba metode pembungkusan, cukup fokus pada bagian pangkal atau mahkotanya dan tetap berikan sirkulasi udara pada buah.
- Menunggu pisang terlalu matang sebelum mengambil tindakan. Begitu tingkat kematangannya sudah sesuai selera, pindahkan ke kulkas atau freezer jika buah belum akan segera dikonsumsi.
Apakah Pisang yang Kulitnya Hitam Masih Bisa Dimakan?
Warna kulit bukan satu-satunya indikator kondisi pisang. Kulit pisang yang disimpan di kulkas bisa berubah menjadi sangat gelap meskipun dagingnya masih dalam kondisi baik. Bahkan pada suhu ruang, pisang dengan banyak bintik cokelat umumnya hanya menunjukkan tingkat kematangan yang semakin tinggi.
Pisang yang semakin matang biasanya memiliki tekstur lebih lunak dan rasa lebih manis. Kondisi tersebut justru membuatnya cocok dijadikan bahan berbagai makanan seperti smoothie, pancake, bolu, atau banana bread sehingga tidak perlu langsung dibuang hanya karena tampilannya sudah kurang menarik.
Sebaliknya, pisang sebaiknya tidak digunakan apabila ditemukan pertumbuhan jamur, aroma busuk atau fermentasi yang tidak normal, cairan berlebihan, serta kondisi daging yang sudah sangat rusak. Periksa kondisi keseluruhan buah, bukan hanya perubahan warna alami pada kulit.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah pisang sebaiknya disimpan di kulkas?
Boleh, tetapi sebaiknya setelah pisang mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Pisang yang masih hijau lebih baik dimatangkan terlebih dahulu pada suhu ruang.
2. Kenapa kulit pisang cepat hitam setelah masuk kulkas?
Suhu dingin dapat membuat kulit pisang berubah cokelat hingga kehitaman. Namun, warna kulit tersebut tidak selalu berarti daging buah sudah busuk.
3. Apakah pisang boleh disimpan di dalam plastik?
Sebaiknya jangan membungkus seluruh buah terlalu rapat karena kelembapan dapat terperangkap. Plastik dapat digunakan untuk membungkus bagian pangkal atau mahkota pisang.
4. Bagaimana menyimpan pisang yang sudah terlalu matang?
Pisang matang dapat dimasukkan ke kulkas untuk penggunaan dalam waktu dekat atau dikupas dan dibekukan apabila ingin disimpan lebih lama.
5. Apakah pisang yang sudah menghitam masih aman dimakan?
Bisa saja, selama hanya kulitnya yang menghitam dan daging tidak menunjukkan tanda pembusukan seperti jamur, aroma tidak normal, atau kerusakan berat.