Handuk sudah dicuci, tetapi ketika digunakan justru mengeluarkan aroma apek atau sedikit asam? Kondisi ini cukup menjengkelkan karena kain terlihat bersih, tetapi bau tidak sedap seolah masih tertinggal di seratnya. Masalah tersebut bisa berkaitan dengan handuk yang terlalu lama lembap, sisa deterjen atau pelembut, proses pencucian yang kurang optimal, hingga mesin cuci yang ikut menyimpan aroma tidak sedap.
Karena itu, menambahkan lebih banyak pewangi belum tentu menjadi solusi. Cara menghilangkan bau apek pada handuk justru perlu dimulai dengan mencari sumber masalah, kemudian mencuci ulang dengan metode yang sesuai dan memastikan handuk benar-benar kering. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, berikut beberapa cara yang bisa dicoba di rumah, Sabtu (3/10).
Kenapa Handuk Masih Bau Apek meski Sudah Dicuci?
Handuk memiliki serat yang cukup tebal dan mampu menyerap banyak air. Jika setelah digunakan handuk dibiarkan dalam kondisi lembap atau tidak segera dikeringkan, aroma pengap lebih mudah berkembang dan kemudian tertinggal pada kain. Kondisi yang sama bisa terjadi ketika handuk dibiarkan terlalu lama di dalam mesin cuci setelah siklus pencucian selesai.
Penggunaan deterjen atau pelembut secara berlebihan juga dapat meninggalkan residu pada serat. Pada handuk, penumpukan residu dapat membuat kain lebih sulit dibilas dan berpotensi mempertahankan aroma yang tidak sedap. Karena itu, semakin banyak deterjen atau pewangi tidak otomatis membuat handuk semakin bersih.
Sumber bau bahkan bisa berasal dari mesin cuci. Karet pintu, laci deterjen, filter, dan bagian dalam mesin yang lembap dapat menyimpan residu serta mikroorganisme yang kemudian memengaruhi cucian berikutnya. Jika handuk selalu kembali berbau meski proses pencucian sudah dilakukan dengan benar, kondisi mesin patut diperiksa.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari Tanpa Kapur Barus, Fokus pada Penyebabnya
Cara Menghilangkan Bau Apek pada Handuk
Sebelum mencoba berbagai bahan tambahan, pisahkan terlebih dahulu handuk yang berbau dari cucian lain. Jangan langsung menutupinya dengan pewangi karena aroma parfum hanya dapat menyamarkan masalah untuk sementara.
Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba secara bertahap:
1. Cuci Ulang dengan Air Hangat atau Panas sesuai Label
Masukkan handuk ke mesin cuci tanpa membuat tabung terlalu penuh. Gunakan suhu air paling hangat yang masih diperbolehkan berdasarkan label perawatan handuk.
Pencucian dengan suhu yang sesuai dapat membantu mengangkat minyak tubuh dan residu yang tertinggal pada serat. Namun, jangan asal memilih suhu tertinggi karena tidak semua bahan atau warna handuk memiliki ketahanan yang sama. Pedoman perawatan pada label tetap menjadi acuan utama.
Gunakan deterjen secukupnya sesuai petunjuk produk. Hindari anggapan bahwa menambahkan deterjen lebih banyak akan membuat handuk lebih bersih karena kelebihan produk justru dapat meninggalkan residu.
2. Coba Siklus Cuka Putih secara Terpisah
Jika bau masih bertahan, cuka putih dapat digunakan sebagai salah satu pilihan untuk membantu mengurangi aroma dan residu. Salah satu metode yang umum digunakan adalah menjalankan siklus pencucian terpisah menggunakan cuka putih tanpa deterjen, dengan jumlah dan cara penggunaan yang disesuaikan dengan petunjuk mesin serta kondisi kain.
Cuka bekerja terutama karena sifat asamnya yang dapat membantu meluruhkan sebagian residu mineral dan produk pencuci yang menempel. Namun, cuka bukan pengganti deterjen dan tidak sebaiknya dianggap sebagai bahan disinfektan utama.
Yang paling penting, jangan pernah mencampurkan cuka dengan pemutih berbahan klorin. Campuran tersebut dapat menghasilkan gas klorin yang berbahaya.
3. Gunakan Baking Soda pada Siklus Terpisah
Baking soda juga dapat menjadi pilihan untuk membantu mengurangi aroma tidak sedap. Jika ingin mencobanya, gunakan dalam siklus terpisah dan jangan dicampur langsung dengan cuka dalam satu pencucian.
Cuka bersifat asam, sedangkan baking soda bersifat basa. Ketika keduanya dicampurkan, keduanya akan bereaksi dan saling menetralkan sehingga manfaat masing-masing untuk proses pembersihan menjadi kurang optimal.
Untuk jumlah penggunaan, ikuti petunjuk produk atau mesin cuci yang digunakan. Setelah siklus selesai, lakukan pembilasan dengan baik sebelum handuk dikeringkan.
4. Bersihkan Mesin Cuci jika Bau Selalu Kembali
Jika handuk sudah dicuci ulang tetapi aromanya kembali muncul, jangan hanya fokus pada kain. Periksa mesin cuci, terutama bagian yang mudah menampung air dan residu.
Pada mesin bukaan depan, perhatikan karet gasket di sekitar pintu. Bagian lipatan tersebut dapat menyimpan kelembapan, rambut, serat kain, dan kotoran. Laci deterjen juga perlu dibersihkan karena residu produk dapat menumpuk di dalamnya.
Bersihkan mesin sesuai petunjuk produsen. Setelah selesai mencuci, biarkan pintu dan laci deterjen terbuka apabila desain mesin memungkinkan agar bagian dalam tidak terus berada dalam kondisi tertutup dan lembap.
Keringkan Handuk sampai Benar-Benar Kering
Pencucian tidak akan banyak membantu jika handuk kembali dilipat ketika masih lembap. Serat handuk yang tebal membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar kering, terutama pada bagian lipatan dan area yang bertumpuk.
Setelah dicuci, segera keluarkan handuk dari mesin. Kibaskan sebelum dijemur agar kain tidak menggumpal, kemudian bentangkan selebar mungkin sehingga udara dapat mencapai lebih banyak bagian permukaan.
Jika memungkinkan, jemur di tempat dengan sirkulasi udara baik dan mendapatkan sinar matahari. Jika menggunakan mesin pengering, gunakan pengaturan yang sesuai dengan label perawatan handuk. Pengeringan hingga benar-benar kering menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah aroma lembap kembali.
Jangan langsung menumpuk handuk yang masih terasa dingin, berat, atau lembap di bagian tengah. Kondisi tersebut menandakan proses pengeringan mungkin belum selesai.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari tanpa Mengeluarkan Semua Pakaian
Hindari Kebiasaan yang Membuat Handuk Cepat Bau Apek
Setelah bau berhasil dihilangkan, kebiasaan sehari-hari ikut menentukan apakah masalah tersebut akan kembali. Beberapa hal sederhana berikut dapat membantu menjaga handuk tetap segar:
- Jangan membiarkan handuk basah menumpuk. Segera gantung setelah digunakan agar air dapat menguap.
- Jangan memasukkan handuk basah ke keranjang cucian. Jika belum bisa dicuci, keringkan terlebih dahulu.
- Jangan menjejalkan terlalu banyak cucian ke mesin. Handuk membutuhkan ruang agar air dan deterjen dapat bergerak melewati serat kain.
- Gunakan deterjen sesuai takaran. Deterjen berlebihan dapat meningkatkan risiko residu.
- Jangan berlebihan menggunakan pelembut. Produk tersebut dapat meninggalkan lapisan pada serat dan memengaruhi daya serap handuk.
- Segera keluarkan cucian setelah mesin selesai. Jangan membiarkan handuk basah berlama-lama di dalam tabung.
- Bersihkan mesin cuci secara berkala. Terutama jika bagian dalam, laci deterjen, atau karet pintu mulai mengeluarkan aroma kurang sedap.
- Pastikan handuk benar-benar kering sebelum dilipat. Jangan mengandalkan bagian luar yang terasa kering saja.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Kenapa handuk tetap bau setelah dicuci?
Handuk dapat tetap bau karena terlalu lama lembap, residu deterjen atau pelembut, pengeringan yang tidak sempurna, atau mesin cuci yang menyimpan bau.
2. Apakah cuka putih bisa menghilangkan bau apek pada handuk?
Cuka putih dapat membantu mengurangi bau dan meluruhkan sebagian residu, tetapi penggunaannya sebaiknya dilakukan pada siklus terpisah dan tetap mengikuti petunjuk perawatan kain.
3. Bolehkah mencampur cuka dan baking soda untuk mencuci handuk?
Sebaiknya tidak dicampurkan dalam satu siklus karena keduanya akan bereaksi dan saling menetralkan. Jika ingin menggunakan keduanya, lakukan dalam siklus terpisah.
4. Apakah handuk sebaiknya dijemur di bawah sinar matahari?
Boleh, selama bahan dan warna handuk sesuai dengan metode tersebut. Yang terpenting adalah handuk dikeringkan secara menyeluruh dan tidak disimpan ketika masih lembap.
5. Bagaimana jika semua cucian dari mesin cuci berbau apek?
Periksa dan bersihkan bagian mesin cuci yang dapat menyimpan kelembapan serta residu, seperti karet pintu, laci deterjen, dan bagian lain sesuai petunjuk produsen.