Skip to content

Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari tanpa Mengeluarkan Semua Pakaian

Bau apek yang muncul setiap kali pintu lemari dibuka memang menyebalkan, terlebih jika lemari penuh dan membayangkan harus mengeluarkan seluruh pakaian saja sudah terasa melelahkan. Aroma tersebut biasanya tidak sekadar menempel pada udara di dalam lemari, tetapi bisa berkaitan dengan kelembapan, sirkulasi udara yang buruk, permukaan lemari yang kurang kering, atau beberapa pakaian yang menyimpan bau.

Kabar baiknya, cara menghilangkan bau apek di lemari tidak selalu harus dimulai dengan membongkar seluruh isinya. Selama belum ada jamur yang menyebar luas atau pakaian yang benar-benar basah, pembersihan bisa dilakukan secara bertahap dengan membuka ruang udara, mencari titik sumber bau, membersihkan bagian yang mudah dijangkau, dan menurunkan kelembapan di dalam lemari.

Kenapa Lemari Bisa Bau Apek meski Pakaian Terlihat Bersih?

Bau apek sering berkaitan dengan kelembapan yang terperangkap di ruang tertutup. Lemari yang jarang dibuka memiliki pertukaran udara terbatas, sehingga kelembapan dari ruangan, dinding, pakaian, maupun udara sekitar dapat bertahan lebih lama di dalamnya. Kondisi tersebut semakin mudah muncul apabila lemari berada dekat dinding yang lembap atau ruangan minim ventilasi.

Pakaian juga tidak harus terasa basah untuk membawa kelembapan ke dalam lemari. Baju yang dilipat ketika belum benar-benar kering, pakaian yang baru disetrika lalu langsung ditumpuk, handuk yang masih sedikit lembap, atau pakaian yang pernah dipakai sebentar kemudian dimasukkan kembali dapat ikut menyebabkan aroma kurang segar.

Masalah lainnya terkadang berasal dari bagian lemari itu sendiri. Permukaan belakang, sudut rak, celah antara lemari dan tembok, bagian dasar, hingga laci tertutup bisa menjadi titik yang lebih lembap dibandingkan area lainnya. Karena itu, menutupi aroma dengan pewangi saja biasanya tidak cukup apabila penyebab utamanya belum ditangani.

Baca Juga: 10 Aroma Pengharum Ruangan yang Cocok untuk Kamar Tidur, Bikin Suasana Lebih Nyaman dan Rileks

1. Buka Pintu Lemari Lebar-Lebar untuk Mengeluarkan Udara Pengap

Langkah pertama yang paling mudah adalah membuka seluruh pintu lemari dan membiarkannya terbuka beberapa saat. Jika terdapat laci, buka juga laci tersebut agar udara di bagian dalam tidak terus terperangkap.

Bila memungkinkan, buka jendela kamar atau nyalakan kipas angin untuk membantu pergerakan udara. Arahkan aliran udara ke sekitar lemari, bukan langsung menempel terlalu dekat dengan pakaian. Cara sederhana ini membantu menggantikan udara pengap di dalam lemari dengan udara yang lebih segar.

Jangan buru-buru menambahkan pengharum pada tahap ini. Aroma wangi yang bercampur dengan bau apek justru bisa menghasilkan bau baru yang semakin tidak nyaman. Fokus terlebih dahulu pada ventilasi dan pengurangan kelembapan sebelum menggunakan pewangi.

2. Cari Titik yang Paling Bau tanpa Membongkar Seluruh Lemari

Daripada mengeluarkan semua pakaian sekaligus, periksa lemari bagian demi bagian. Mulailah dari rak paling bawah, sudut belakang, tumpukan pakaian yang jarang digunakan, laci, serta bagian yang berdekatan dengan dinding.

Geser beberapa tumpukan pakaian secara bergantian untuk mengetahui apakah bau menjadi lebih kuat pada area tertentu. Jika satu rak terasa jauh lebih apek dibandingkan bagian lainnya, cukup keluarkan pakaian dari rak tersebut sementara waktu. Cara ini membuat proses membersihkan lemari jauh lebih ringan.

Periksa juga pakaian yang berpotensi menjadi sumber bau, misalnya jaket tebal, handuk, pakaian olahraga, kain yang jarang dipakai, atau pakaian yang sebelumnya disimpan ketika belum kering sempurna. Apabila ditemukan satu atau dua pakaian yang berbau kuat, pisahkan terlebih dahulu agar aromanya tidak terus menyebar.

3. Bersihkan Permukaan Lemari yang Bisa Dijangkau

Setelah menemukan bagian yang dicurigai menjadi sumber bau, lap permukaan rak, dasar lemari, sisi pintu bagian dalam, dan sudut-sudut yang dapat dijangkau. Gunakan kain bersih yang tidak terlalu basah agar proses pembersihan tidak justru menambah kelembapan baru.

Untuk kotoran ringan, kain yang sedikit dibasahi dengan air dan sabun lembut biasanya sudah cukup. Setelah permukaan dibersihkan, segera lap kembali menggunakan kain kering. Hindari membuat rak terlalu basah, terutama jika lemari terbuat dari papan olahan atau material yang mudah menyerap air.

Biarkan pintu lemari tetap terbuka sampai permukaannya benar-benar kering sebelum pakaian yang sempat digeser dikembalikan ke posisi semula. Jangan menumpuk pakaian pada rak yang masih terasa lembap saat disentuh.

4. Gunakan Penyerap Bau di Dalam Lemari

Setelah bagian dalam cukup kering, penyerap bau dapat digunakan untuk membantu menangkap aroma yang tersisa. Salah satu pilihan sederhana adalah baking soda yang ditempatkan dalam wadah kecil terbuka dan diletakkan pada area yang aman dari pakaian.

Baking soda tidak perlu ditaburkan langsung ke rak maupun pakaian. Menaruhnya di dalam wadah akan membuat lemari lebih mudah dibersihkan sekaligus mengurangi risiko bubuk tercecer ke kain. Letakkan wadah di sudut yang stabil dan tidak mudah tersenggol ketika mengambil pakaian.

Arang aktif juga dapat dipilih sebagai penyerap bau. Produk penyerap bau berbahan arang biasanya praktis ditempatkan di lemari karena tidak meninggalkan aroma menyengat. Apa pun pilihannya, penyerap bau tetap perlu diganti secara berkala sesuai kondisi dan petunjuk produk.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Noda Tinta pada Baju Putih, Ternyata Tidak Harus Langsung Pakai Pemutih

5. Kurangi Kelembapan dengan Moisture Absorber

Jika lemari sering terasa pengap, masalah yang perlu diperhatikan bukan hanya baunya, tetapi juga kelembapannya. Produk penyerap kelembapan khusus lemari dapat membantu pada ruangan yang cenderung lembap, terutama ketika musim hujan atau lemari berada di area yang kurang mendapatkan sirkulasi udara.

Letakkan penyerap kelembapan di tempat yang datar dan aman agar cairan yang terkumpul tidak mudah tumpah mengenai pakaian. Periksa wadahnya secara berkala karena beberapa jenis penyerap kelembapan akan mengumpulkan air setelah digunakan.

Apabila wadah cepat sekali penuh, kondisi tersebut dapat menjadi petunjuk bahwa kelembapan ruangan cukup tinggi. Dalam situasi seperti ini, memperbaiki ventilasi kamar, menggunakan kipas, atau memakai dehumidifier akan memberikan hasil yang lebih efektif daripada hanya menambahkan pewangi lemari.

6. Beri Sedikit Jarak pada Tumpukan Pakaian

Lemari yang terlalu penuh membuat udara sulit bergerak. Tumpukan yang sangat rapat juga membuat bagian tengah dan belakang lemari lebih lama mempertahankan kelembapan, sehingga bau pengap lebih mudah muncul kembali.

Tidak perlu mengeluarkan semuanya. Cukup rapikan satu per satu dan kurangi kepadatan pada rak yang terlalu penuh. Sisakan sedikit ruang antara pakaian dengan dinding belakang lemari apabila memungkinkan, serta hindari menjejalkan tambahan pakaian ke celah yang sebenarnya sudah penuh.

Untuk pakaian yang digantung, beri sedikit jarak antarhanger agar pakaian tidak selalu saling berhimpitan. Selain membuat lemari lebih mudah digunakan, pengaturan seperti ini membantu udara bergerak lebih baik di antara kain.

7. Angin-Anginkan Hanya Pakaian yang Tercium Apek

Jika bau sudah menempel pada beberapa pakaian, tidak perlu langsung mencuci seluruh isi lemari. Pilih hanya pakaian yang aromanya berubah, kemudian gantung di tempat dengan sirkulasi udara baik.

Pakaian yang sebenarnya bersih tetapi sedikit pengap terkadang cukup diangin-anginkan. Namun, apabila baunya kuat, terasa lembap, atau sudah lama tersimpan, pencucian ulang menjadi pilihan yang lebih masuk akal sebelum pakaian dikembalikan ke lemari.

Pastikan pakaian benar-benar kering setelah dicuci. Memasukkan satu pakaian yang masih lembap ke tengah tumpukan dapat membuat masalah muncul lagi, terutama pada lemari yang tertutup hampir sepanjang hari.

8. Jangan Langsung Menyimpan Pakaian Setelah Disetrika

Pakaian yang baru selesai disetrika masih dapat terasa hangat. Jika langsung dilipat rapat dan dimasukkan ke lemari, panas serta sedikit kelembapan yang tersisa dapat terperangkap di antara tumpukan kain.

Biarkan pakaian berada di tempat terbuka sebentar sampai suhunya kembali normal sebelum disimpan. Kebiasaan sederhana ini sangat berguna terutama untuk pakaian berbahan cukup tebal atau saat menyetrika menggunakan uap.

Hal serupa berlaku untuk pakaian yang baru selesai dijemur. Jangan hanya mengandalkan permukaan kain yang terasa kering. Periksa bagian yang biasanya lebih lama mengering, seperti jahitan tebal, pinggang celana, kerah, manset, saku, atau lapisan bagian dalam.

9. Periksa Dinding di Belakang Lemari

Jika bau apek kembali muncul meski bagian dalam lemari sudah dibersihkan, periksa kondisi dinding di sekitarnya. Lemari yang menempel rapat pada tembok lembap dapat ikut menyerap kondisi tersebut, terutama pada sisi belakang yang jarang terlihat.

Coba lihat apakah terdapat bercak, perubahan warna, cat mengelupas, permukaan terasa dingin dan lembap, atau aroma apek yang lebih kuat dari celah belakang lemari. Kebocoran kecil dari atap, pipa, atau dinding luar juga dapat menyebabkan kelembapan terus-menerus.

Jika memungkinkan, beri sedikit jarak antara lemari dan dinding agar udara bisa bergerak di belakangnya. Namun, apabila terdapat rembesan air, masalah tersebut perlu diperbaiki terlebih dahulu. Penyerap bau tidak akan menyelesaikan masalah jika sumber kelembapan terus ada.

10. Hindari Hanya Mengandalkan Pewangi Lemari

Pewangi lemari bisa membuat pakaian memiliki aroma lebih menyenangkan, tetapi fungsinya berbeda dengan menghilangkan penyebab bau apek. Jika udara masih lembap dan permukaan lemari belum bersih, pewangi hanya akan menutupi aroma untuk sementara.

Jika ingin menggunakan pewangi, tambahkan setelah lemari sudah dibersihkan, dikeringkan, dan memiliki sirkulasi yang lebih baik. Pilih aroma yang tidak terlalu menyengat serta letakkan produk agar tidak bersentuhan langsung dengan kain apabila produk tersebut berpotensi meninggalkan noda.

Jangan menggunakan terlalu banyak produk sekaligus. Campuran pewangi, kapur barus, pelembut, dan bahan beraroma lainnya dapat membuat udara di dalam lemari menjadi terlalu tajam tanpa benar-benar membuat kondisinya lebih kering.

Baca Juga: Cara Mengetahui Ada Kutu Kasur dari Tanda yang Muncul di Sprei, Noda Sepele Bisa Jadi Petunjuk

Kapan Isi Lemari Tetap Perlu Dikeluarkan?

Cara menghilangkan bau apek di lemari tanpa mengeluarkan semua pakaian cocok untuk masalah ringan hingga sedang. Namun, ada kondisi tertentu ketika membersihkan secara bertahap tidak lagi cukup.

Isi pada bagian yang terdampak sebaiknya dikeluarkan apabila terlihat jamur pada rak atau pakaian, terdapat rembesan air, kayu atau papan lemari terasa basah, bau tetap sangat kuat setelah diangin-anginkan, atau banyak pakaian sudah ikut berbau.

Jika jamur terlihat menyebar pada beberapa bagian lemari, pembersihan lebih menyeluruh diperlukan. Pakaian yang terdampak juga perlu diperiksa dan dibersihkan sesuai petunjuk perawatan kain sebelum dimasukkan kembali. Mempertahankan pakaian di dalam lemari yang masih lembap hanya akan membuat masalah berulang.

Cara Mencegah Bau Apek Kembali ke Lemari

Setelah baunya hilang, kebiasaan sehari-hari akan menentukan apakah lemari tetap segar atau kembali pengap. Tidak perlu melakukan perawatan rumit, tetapi beberapa kebiasaan berikut sebaiknya dilakukan secara konsisten:

  1. Pastikan seluruh pakaian benar-benar kering sebelum disimpan. Periksa bagian kain yang tebal dan sulit kering sebelum pakaian dilipat.
  2. Buka pintu lemari secara berkala. Membiarkan lemari terbuka beberapa saat membantu pertukaran udara.
  3. Jangan memenuhi lemari sampai terlalu padat. Berikan ruang agar udara masih bisa bergerak di antara pakaian.
  4. Pisahkan pakaian yang pernah dipakai. Jangan langsung mencampurnya dengan pakaian bersih apabila sudah terkena keringat atau kelembapan.
  5. Periksa penyerap kelembapan secara rutin. Ganti jika sudah penuh atau tidak lagi efektif.
  6. Jaga kondisi kamar tetap kering. Lemari akan sulit terhindar dari kelembapan jika ruangan di sekitarnya terus terasa lembap.
  7. Periksa sudut dan bagian belakang lemari sesekali. Menemukan tanda lembap lebih awal jauh lebih mudah ditangani dibandingkan menunggu bau menyebar ke seluruh pakaian.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah baking soda bisa menghilangkan bau apek di lemari?

Baking soda dapat membantu menyerap sebagian aroma. Letakkan dalam wadah terbuka dan hindari menaburkannya langsung pada pakaian.

2. Apakah pakaian harus dikeluarkan semua saat lemari bau apek?

Tidak selalu. Untuk bau ringan, pembersihan bisa dilakukan per bagian, tetapi pakaian perlu dikeluarkan jika terdapat jamur, kelembapan berat, atau sumber bau yang menyebar luas.

3. Kenapa lemari kembali bau apek setelah diberi pewangi?

Kemungkinan penyebab utama seperti kelembapan, pakaian yang belum kering, atau sirkulasi udara buruk belum teratasi. Pewangi biasanya hanya menutupi aroma sementara.

4. Apakah pintu lemari perlu sering dibuka?

Membuka pintu lemari secara berkala dapat membantu pertukaran udara, terutama pada kamar yang cukup lembap atau lemari yang sangat penuh.

5. Apa tanda lemari terlalu lembap?

Beberapa tandanya adalah aroma apek yang sering muncul, permukaan terasa lembap, pakaian cepat berbau setelah disimpan, atau muncul bercak pada lemari maupun kain.