Skip to content

Berapa Lama Sebaiknya Teh Direndam? Ternyata Setiap Jenis Punya Waktu yang Berbeda

Teh yang dibiarkan terendam terlalu sebentar sering menghasilkan rasa tipis dan aroma yang belum sepenuhnya keluar. Sebaliknya, membiarkan daun atau kantong teh terlalu lama di dalam air panas juga bukan selalu pilihan terbaik karena seduhan bisa berubah menjadi lebih pahit, sepat, atau terasa terlalu kuat. Karena itu, kebiasaan sekadar memasukkan teh ke dalam cangkir lalu menunggu tanpa memperhatikan waktu sebenarnya dapat membuat hasil seduhan berbeda-beda setiap kali dibuat.

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua jenis teh. Teh hijau yang lembut membutuhkan perlakuan berbeda dari teh hitam, oolong, atau teh herbal, termasuk dalam urusan waktu dan temperatur air. Dilansir dari Keeping Times dari berbagai sumber, berikut penjelasan waktu perendaman teh yang dianjurkan, Kamis (10/9).

Jadi, Berapa Lama Sebaiknya Teh Direndam?

Sebagai patokan praktis, sebagian besar teh dapat direndam sekitar 1–7 menit, tetapi waktu idealnya sangat bergantung pada jenis daun yang digunakan. Teh hijau dan teh putih biasanya berada pada rentang waktu yang lebih pendek, sedangkan teh hitam, oolong, dan terutama seduhan herbal dapat membutuhkan waktu lebih lama.

Art of Tea menjelaskan bahwa teh hijau dan putih umumnya dapat diseduh sekitar 1–3 menit, teh hitam sekitar 3–5 menit, sedangkan oolong, pu-erh, dan seduhan herbal dapat membutuhkan sekitar 3–7 menit. Waktu tersebut sebaiknya dipandang sebagai titik awal karena karakter daun, ukuran potongan teh, jumlah teh, dan selera masing-masing orang tetap dapat memengaruhi hasil akhir.

Artinya, tidak perlu terlalu terpaku pada satu angka yang dianggap sebagai waktu sempurna. Jika teh terasa terlalu ringan, durasi seduh dapat ditambah sedikit pada percobaan berikutnya. Sebaliknya, jika rasa pahit atau sepat mulai mendominasi, lebih baik memperpendek waktu seduh daripada terus menambahkan gula untuk menutupi rasa tersebut.

Baca Juga: 4 Minuman Pagi yang Bisa Bikin Awet Muda, Kebiasaan Simpel yang Bikin Kulit Segar

Waktu Seduh Teh Berdasarkan Jenisnya

Jenis teh menjadi faktor paling mudah digunakan untuk menentukan berapa lama sebaiknya teh direndam. Sebagai panduan awal, berikut rentang waktu yang dapat digunakan ketika membuat teh panas di rumah.

1. Teh Hijau: Sekitar 1–3 Menit

Teh hijau termasuk jenis yang relatif sensitif terhadap proses penyeduhan. Daunnya tidak memerlukan waktu terlalu lama agar rasa, aroma, dan warna mulai berpindah ke dalam air. Dalam banyak kasus, sekitar 1–3 menit sudah cukup untuk menghasilkan seduhan yang terasa ringan, segar, dan memiliki karakter khas teh hijau.

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menggunakan air mendidih lalu meninggalkan teh hijau di dalam cangkir terlalu lama. Kombinasi temperatur tinggi dan waktu yang panjang dapat membuat rasa sepat atau pahit terasa lebih menonjol. Karena itu, apabila teh hijau terasa kurang kuat, menambah sedikit jumlah daun bisa menjadi pilihan lain daripada langsung memperpanjang waktu seduh secara drastis.

2. Teh Hitam: Sekitar 3–5 Menit

Teh hitam umumnya membutuhkan waktu seduh lebih panjang dibandingkan teh hijau. Rentang sekitar 3–5 menit dapat digunakan sebagai titik awal, terutama ketika menginginkan rasa yang cukup kuat tetapi tidak berlebihan. Seduhan sekitar tiga menit biasanya terasa lebih ringan, sementara mendekati lima menit dapat menghasilkan karakter rasa yang lebih pekat.

UK Tea & Infusions Association memberikan panduan yang lebih spesifik dengan menyebut sebagian besar teh hitam dapat diseduh sekitar 3–4 menit, sedangkan jenis tertentu seperti Lapsang Souchong dapat membutuhkan 4–5 menit. Asosiasi tersebut juga menyarankan teh hijau sekitar 3–4 menit dan oolong sekitar 3–5 menit, sekaligus menekankan pentingnya membaca petunjuk penyeduhan pada kemasan.

Untuk teh hitam yang nantinya akan ditambahkan susu, waktu seduh yang cukup menjadi semakin penting. Teh yang terlalu ringan dapat kehilangan karakternya setelah bercampur dengan susu, sedangkan seduhan yang kelewat lama justru dapat meninggalkan rasa pahit yang sulit diseimbangkan.

3. Teh Putih: Sekitar 2–5 Menit

Teh putih memiliki karakter yang cenderung ringan dan halus sehingga proses penyeduhannya perlu diperhatikan. Secara umum, sekitar 2–5 menit dapat dijadikan titik awal, tetapi beberapa jenis teh putih dengan daun atau kuncup yang sangat lembut bisa lebih cocok dengan waktu yang lebih pendek.

Karena rasa teh putih tidak sekuat teh hitam, ada kecenderungan membiarkannya terendam lebih lama dengan harapan menghasilkan rasa yang lebih intens. Padahal, hasil terbaik tidak hanya ditentukan oleh waktu. Takaran daun dan temperatur air turut berpengaruh sehingga memperpanjang waktu bukan satu-satunya cara untuk menghasilkan secangkir teh yang terasa lebih jelas.

4. Teh Oolong: Sekitar 2–6 Menit

Oolong memiliki rentang karakter yang luas karena tingkat oksidasinya berada di antara teh hijau dan teh hitam. Karena itu, waktu seduhnya juga cukup bervariasi. Oolong yang ringan bisa terasa nyaman setelah beberapa menit, sementara daun yang berbentuk gulungan rapat mungkin memerlukan waktu sedikit lebih lama untuk terbuka dan mengeluarkan rasa.

Sebagai gambaran umum, Teatulia mencantumkan waktu sekitar 2–6 menit untuk oolong, dibandingkan 1–3 menit untuk teh hijau, 3–5 menit untuk teh hitam, dan 5–7 menit untuk seduhan herbal. Situs tersebut juga mengingatkan bahwa panduan tersebut bersifat umum dan petunjuk yang diberikan produsen teh tertentu tetap layak dijadikan acuan utama.

Daun oolong berkualitas juga kerap dapat diseduh kembali. Pada penyeduhan berikutnya, waktu dapat disesuaikan berdasarkan kekuatan rasa yang tersisa dan metode penyeduhan yang digunakan.

5. Teh Herbal: Sekitar 5–7 Menit

Minuman yang sehari-hari disebut teh herbal sebenarnya dapat dibuat dari berbagai bagian tanaman, seperti bunga, daun, akar, buah, atau rempah. Karena bahan yang digunakan berbeda dari daun teh biasa, waktu penyeduhannya umumnya lebih lama.

Rentang sekitar 5–7 menit cukup praktis digunakan untuk banyak teh herbal. Chamomile, peppermint, jahe, maupun campuran herbal lainnya membutuhkan waktu agar aroma dan karakter bahannya berpindah ke dalam air. Beberapa campuran bahkan dapat diseduh lebih lama sesuai petunjuk produknya tanpa menghasilkan sensasi sepat yang sama seperti teh dari tanaman Camellia sinensis.

Apakah Teh Celup Boleh Direndam Lebih Lama?

Kantong teh memang praktis karena tidak perlu disaring setelah proses penyeduhan selesai. Namun, kemudahan tersebut sering membuat kantong teh dibiarkan berada di dalam cangkir sampai minumannya habis. Cara ini sebenarnya tidak selalu menghasilkan rasa yang lebih nikmat.

Teh yang berada di dalam kantong biasanya memiliki ukuran partikel lebih kecil dibandingkan banyak produk loose leaf. Permukaan teh yang lebih banyak bersentuhan dengan air membuat ekstraksi berlangsung cukup cepat. Karena itu, meninggalkan kantong teh jauh melewati waktu yang dianjurkan dapat membuat seduhan terasa semakin kuat, pahit, atau sepat.

Cara paling sederhana adalah menggunakan timer selama beberapa menit pertama. Setelah mencapai rasa yang diinginkan, angkat kantong teh dan jangan terus merendamnya. Untuk teh celup biasa berbahan teh hitam, sekitar 3–4 menit dapat dijadikan titik awal, kemudian sesuaikan dengan petunjuk pada kemasan dan selera.

Baca Juga: Minum Kopi Tanpa Gula Bisa Cegah Penyakit Serius, Ini Penjelasannya

Penyebab Rasa Pahit saat Teh Direndam Lama

Ketika daun teh terkena air, berbagai senyawa larut secara bertahap dan membentuk aroma, warna, rasa, serta sensasi sepat. Semakin lama proses berlangsung, semakin banyak komponen yang dapat berpindah ke dalam air. Pada titik tertentu, rasa yang awalnya seimbang dapat berubah menjadi terlalu kuat.

Sensasi kering dan sepat yang muncul pada teh sering berkaitan dengan senyawa polifenol, termasuk tanin. Sedikit rasa sepat dapat menjadi bagian dari karakter teh, tetapi ekstraksi yang terlalu agresif membuat sensasi tersebut lebih dominan dibandingkan aroma dan rasa lainnya.

Inilah alasan memperpanjang waktu seduh bukan selalu cara terbaik untuk membuat teh terasa lebih kuat. Bila ingin rasa lebih pekat, mencoba sedikit menambah takaran teh dengan tetap menjaga durasi dapat menghasilkan seduhan yang berbeda dibandingkan menggunakan sedikit teh lalu membiarkannya terendam sangat lama.

Perhatikan Juga Suhu Air

Mengetahui berapa lama sebaiknya teh direndam baru menjawab satu bagian dari proses penyeduhan. Temperatur air memiliki pengaruh yang sama besarnya karena air yang semakin panas dapat mengekstrak komponen teh lebih cepat.

Teh hijau dan putih pada umumnya lebih cocok menggunakan air yang tidak sepanas air untuk teh hitam. Sementara itu, teh hitam serta banyak seduhan herbal dapat menggunakan air dengan temperatur lebih tinggi. Menggunakan air terlalu panas pada teh yang lembut dapat membuat rasa pahit dan sepat muncul lebih cepat meskipun durasinya sebenarnya masih tergolong normal.

Karena itulah dua cangkir teh yang direndam sama-sama selama tiga menit belum tentu menghasilkan rasa serupa. Satu cangkir mungkin menggunakan air yang baru saja mendidih, sementara lainnya memakai air yang sudah sedikit mendingin. Jika hasil seduhan sering tidak konsisten, perhatikan temperatur air selain durasi.

Cara Menentukan Waktu Seduh yang Paling Pas

Rentang waktu seduh sebaiknya digunakan sebagai titik awal, bukan peraturan yang tidak boleh diubah. Merek, varietas, ukuran daun, bentuk teh, hingga jumlah air dapat membuat kebutuhan setiap produk sedikit berbeda.

Untuk menemukan waktu yang cocok, gunakan cara berikut:

  1. Baca petunjuk pada kemasan terlebih dahulu. Jika produsen memberikan rekomendasi temperatur dan waktu, gunakan angka tersebut sebagai patokan pertama.
  2. Mulai dari batas bawah rentang waktu. Misalnya, seduh teh hitam selama tiga menit terlebih dahulu daripada langsung lima menit.
  3. Cicipi tanpa langsung menambahkan gula atau susu. Dengan cara ini, kekuatan asli seduhan lebih mudah dinilai.
  4. Tambahkan waktu sedikit demi sedikit. Jika terlalu ringan, tambah sekitar 30 detik pada penyeduhan berikutnya.
  5. Kurangi waktu jika terlalu pahit atau sepat. Jangan menganggap warna yang semakin gelap selalu berarti rasa semakin baik.
  6. Gunakan jumlah teh dan air yang relatif sama setiap kali mencoba. Cara ini membuat perubahan durasi lebih mudah dibandingkan secara objektif.

Setelah beberapa kali mencoba, biasanya akan terlihat rentang waktu yang paling cocok dengan selera. Ada orang yang menyukai teh hitam setelah tiga menit, sementara lainnya memilih mendekati lima menit. Selama rasa akhirnya nyaman diminum, perbedaan tersebut wajar.

Bagaimana dengan Cold Brew Tea?

Waktu penyeduhan berubah drastis ketika teh dibuat menggunakan air dingin. Temperatur yang rendah membuat ekstraksi berlangsung jauh lebih lambat dibandingkan ketika teh disiram menggunakan air panas, sehingga waktu yang diperlukan dihitung dalam jam, bukan menit.

Sebagai gambaran, metode cold brew dapat membutuhkan beberapa jam di dalam lemari es. Teh hijau atau putih umumnya bisa selesai lebih cepat dibandingkan beberapa jenis teh hitam atau oolong. Oleh karena itu, waktu seduh teh panas tidak dapat langsung digunakan untuk cold brew.

Cara paling aman adalah mengikuti resep sesuai jenis teh yang digunakan, kemudian menyaring daun ketika rasa sudah sesuai. Jika terlalu ringan, waktu berikutnya dapat diperpanjang. Jika terlalu pekat, durasinya bisa dipersingkat atau minuman diencerkan dengan sedikit air.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Berapa lama teh celup sebaiknya direndam?
Untuk teh hitam celup, sekitar 3–4 menit dapat dijadikan titik awal, tetapi tetap periksa petunjuk pada kemasan.

2. Apakah teh semakin bagus jika direndam semakin lama?
Tidak. Waktu yang terlalu panjang justru dapat membuat beberapa jenis teh terasa terlalu pahit atau sepat.

3. Berapa lama teh hijau sebaiknya diseduh?
Umumnya sekitar 1–3 menit, tergantung jenis teh, temperatur air, dan rekomendasi produsennya.

4. Apakah kantong teh harus diangkat setelah diseduh?
Sebaiknya iya setelah rasa sudah sesuai agar ekstraksi tidak terus berlangsung dan membuat teh semakin kuat.

5. Bolehkah daun teh diseduh lebih dari sekali?
Beberapa teh loose leaf, terutama oolong dan jenis tertentu lainnya, dapat diseduh kembali dengan penyesuaian waktu pada seduhan berikutnya.