Skip to content

Cara Menyimpan Tepung agar Tidak Berkutu, Begini Trik Sederhana agar Stok Lebih Aman

Tepung termasuk bahan dapur yang sering dibeli dalam jumlah cukup banyak karena praktis digunakan untuk membuat gorengan, kue, roti, saus, hingga berbagai masakan sehari-hari. Masalahnya, tepung yang tersimpan terlalu lama atau diletakkan dalam kondisi kurang tepat bisa didatangi serangga kecil yang biasa disebut kutu tepung, bahkan ketika kemasannya terlihat masih tertutup dengan baik.

Cara menyimpan tepung agar tidak berkutu sebenarnya lebih banyak berkaitan dengan kebersihan, kelembapan, jenis wadah, dan pengelolaan stok dibandingkan memakai bahan pengusir tertentu. Kebiasaan sederhana sejak tepung pertama kali dibawa pulang dapat membantu mengurangi risiko kontaminasi sekaligus menjaga aroma dan kualitasnya lebih lama. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan, Kamis (10/9).

Kenapa Tepung Bisa Berkutu?

Munculnya serangga pada tepung tidak selalu berarti dapur dalam keadaan sangat kotor. Hama bahan pangan kering dapat terbawa dari produk yang dibeli, berasal dari bahan makanan lain di dalam lemari, atau masuk melalui celah kemasan yang tidak tertutup rapat. Karena ukurannya kecil, keberadaannya juga sering baru terlihat setelah populasinya mulai bertambah.

Risikonya dapat meningkat ketika tepung disimpan lama di tempat hangat dan lembap. Lemari yang jarang dibersihkan, sisa tepung yang tercecer, kemasan terbuka, serta bahan pangan kering lama yang sudah terkontaminasi dapat membuat masalah menyebar ke produk lain yang disimpan berdekatan.

Itulah sebabnya cara menyimpan tepung agar tidak berkutu sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu wadah tepung. Kondisi seluruh area penyimpanan juga perlu diperhatikan, terutama jika beras, pasta, sereal, tepung, kacang-kacangan, dan bahan kering lainnya berada di lemari yang sama.

Baca Juga: Cara Menyimpan Pisang agar Tidak Cepat Menghitam dan Busuk, Jangan Lakukan Ini

Cara Menyimpan Tepung agar Tidak Berkutu

1. Pindahkan Tepung ke Wadah yang Dapat Ditutup Rapat

Setelah kemasan tepung dibuka, jangan hanya melipat bagian atas plastik lalu menyimpannya kembali begitu saja. Lipatan kemasan sering kali meninggalkan celah kecil yang memungkinkan udara, kelembapan, maupun serangga masuk. Kemasan juga dapat robek ketika sering dipindahkan atau tersangkut barang lain di dalam kabinet.

Gunakan wadah khusus bahan makanan yang memiliki tutup rapat. Wadah plastik food grade, kaca, maupun wadah penyimpanan lain dapat digunakan selama bersih, kering, tidak berbau, dan penutupnya bekerja dengan baik. Bentuk transparan juga praktis karena kondisi dan jumlah tepung dapat diperiksa tanpa harus sering membuka tutupnya.

Wadah tertutup turut membantu membatasi penyebaran masalah jika ternyata salah satu bahan pangan sudah terkontaminasi. Serangga dari tepung yang bermasalah tidak mudah berpindah ke bahan lain, sementara tepung yang masih bersih juga memperoleh perlindungan tambahan dari lingkungan sekitarnya.

2. Pastikan Wadah Benar-Benar Kering Sebelum Diisi

Kesalahan yang cukup mudah terjadi adalah menuangkan tepung ke dalam wadah yang baru dicuci tetapi bagian dalamnya belum benar-benar kering. Sisa titik air mungkin terlihat sepele, tetapi tepung sangat mudah menyerap kelembapan dan kemudian menggumpal ketika terkena air.

Setelah mencuci wadah, keringkan seluruh bagian hingga tidak ada kelembapan yang tertinggal, termasuk pada sudut, ulir tutup, dan bagian bawah seal. Jangan terburu-buru mengisi wadah hanya karena permukaan luarnya sudah terasa kering.

Hal yang sama berlaku ketika mengambil tepung. Gunakan sendok atau alat takar yang bersih dan kering. Hindari mengambil tepung menggunakan sendok yang baru terkena air, adonan, minyak, atau bahan makanan lain karena kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan kualitas sekaligus mencemari stok yang masih tersisa.

3. Pilih Tempat yang Sejuk dan Kering

Lokasi penyimpanan menjadi bagian penting dalam cara menyimpan tepung agar tidak berkutu. Pilih kabinet atau rak yang kering, memiliki kondisi relatif stabil, serta tidak terkena sinar matahari langsung. Suhu yang terlalu panas dan area yang lembap bukan lingkungan ideal untuk menyimpan bahan pangan kering.

Hindari meletakkan wadah tepung tepat di samping kompor, oven, ketel, rice cooker yang sering mengeluarkan uap, maupun area dekat wastafel. Tempat-tempat tersebut mengalami perubahan panas dan kelembapan lebih sering daripada bagian dapur lainnya.

Kabinet yang tertutup bisa menjadi pilihan selama bagian dalamnya tidak lembap atau berbau pengap. Periksa sesekali bagian belakang rak, sudut kabinet, dan permukaan di bawah wadah untuk memastikan tidak ada rembesan air, tepung tercecer, atau tanda keberadaan serangga.

4. Jangan Mencampur Tepung Baru dengan Sisa Tepung Lama

Menuangkan tepung baru langsung ke wadah yang masih berisi stok lama memang terasa lebih praktis, tetapi kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari. Jika stok lama ternyata sudah mulai mengalami masalah yang belum terlihat, seluruh tepung baru ikut tercampur sehingga sulit dipisahkan.

Habiskan tepung lama terlebih dahulu. Setelah wadah kosong, bersihkan bagian dalamnya, keringkan dengan sempurna, kemudian baru masukkan tepung dari kemasan baru. Cara sederhana ini juga mencegah tepung yang berada paling bawah terus tertinggal setiap kali stok ditambah.

Jika membutuhkan stok cukup banyak, tepung juga dapat disimpan dalam beberapa wadah yang lebih kecil. Satu wadah dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan sisanya tetap tertutup sampai diperlukan. Frekuensi membuka wadah cadangan pun menjadi lebih sedikit.

5. Terapkan Prinsip Stok Lama Digunakan Lebih Dulu

Tepung sering bermasalah bukan karena cara penyimpanannya saja, melainkan juga karena terlalu lama terlupakan di bagian belakang lemari. Ketika membeli kemasan baru, letakkan stok lama di bagian yang lebih mudah dijangkau agar digunakan terlebih dahulu.

Mencantumkan tanggal saat kemasan dibuka juga dapat membantu, terutama jika di dapur terdapat beberapa jenis tepung yang bentuknya hampir sama. Label sederhana seperti nama tepung dan tanggal dibuka membuat pengelolaan stok menjadi jauh lebih mudah.

Hindari membeli tepung dalam jumlah sangat besar apabila pemakaiannya jarang. Membeli sesuai kebutuhan sering kali lebih efektif daripada menyimpan banyak stok selama berbulan-bulan hanya karena ukuran kemasan yang lebih besar terlihat lebih ekonomis.

6. Bersihkan Lemari Penyimpanan secara Berkala

Wadah yang bagus tidak banyak membantu apabila area di sekitarnya penuh remah dan sisa bahan makanan. Tepung yang tercecer di sudut kabinet dapat menjadi sumber makanan bagi hama, terutama jika tidak terlihat dan dibiarkan cukup lama.

Keluarkan bahan makanan dari rak secara berkala, kemudian bersihkan permukaannya sampai tidak ada tepung, beras, gula, serpihan pasta, atau remah lainnya. Perhatikan bagian sambungan kabinet, sudut rak, dan bawah wadah karena area tersebut mudah terlewat ketika dapur dibersihkan sehari-hari.

Jika menemukan satu produk yang sudah berkutu, jangan hanya membersihkan tempat tepat di bawah produk tersebut. Periksa semua bahan pangan kering di sekitarnya karena serangga dapat berpindah dari satu kemasan ke kemasan lain, terutama pada produk yang tutup atau kemasannya tidak rapat.

7. Periksa Kondisi Tepung Setiap Kali Akan Digunakan

Sebelum memasukkan tepung ke adonan, luangkan beberapa detik untuk melihat kondisi permukaan dan aromanya. Tepung yang normal umumnya memiliki tampilan seragam sesuai jenisnya tanpa adanya serangga bergerak, larva, benang halus seperti jaring, maupun gumpalan mencurigakan akibat kelembapan.

Pemeriksaan seperti ini semakin penting pada tepung yang sudah lama tidak digunakan. Jangan berasumsi kondisinya masih baik hanya karena wadah tertutup. Masalah bisa saja sudah ada sebelum tepung dimasukkan ke dalam wadah atau berasal dari bahan pangan lain sebelumnya.

Gunakan sendok bersih ketika melakukan pemeriksaan dan segera tutup kembali wadah setelah mengambil tepung. Semakin lama wadah dibiarkan terbuka, semakin besar kesempatan udara lembap, debu, atau serangga dari lingkungan sekitar masuk ke dalamnya.

8. Pertimbangkan Kulkas atau Freezer untuk Penyimpanan Lebih Lama

Untuk tepung yang jarang digunakan atau stok yang ingin disimpan lebih lama, kulkas maupun freezer dapat menjadi alternatif. Namun, tepung tetap harus ditempatkan dalam kemasan atau wadah tertutup rapat agar tidak menyerap kelembapan dan aroma makanan lain.

Ketika mengeluarkan tepung dari tempat penyimpanan dingin, biarkan wadah tetap tertutup sampai suhunya menyesuaikan dengan suhu ruang. Membuka wadah saat masih sangat dingin dapat membuat udara lembap mengenai tepung dan meningkatkan kemungkinan terbentuknya kondensasi.

Cara ini juga cukup berguna untuk jenis tepung yang secara alami mengandung lebih banyak minyak dari bahan asalnya. Meski demikian, kapasitas kulkas atau freezer tidak perlu dipenuhi stok tepung apabila bahan tersebut sebenarnya sering digunakan dan dapat habis dalam waktu relatif singkat.

Baca Juga: Kenapa Banyak Semut di Dapur padahal Tidak Ada Makanan? Ternyata Bukan Cuma karena Sisa Makanan

Kesalahan Menyimpan Tepung

Ada beberapa kebiasaan kecil yang sering membuat cara menyimpan tepung menjadi kurang efektif. Salah satunya membiarkan tepung berada di kemasan kertas yang sudah terbuka dan menaruhnya langsung di dalam kabinet tanpa perlindungan tambahan. Selain mudah tumpah, kemasan seperti ini juga lebih rentan terhadap paparan lingkungan.

Hindari pula menyimpan wadah tepung di tempat yang sering terkena uap memasak. Membuka wadah tepat di atas panci yang sedang mengeluarkan uap juga sebaiknya tidak dilakukan. Ambil tepung yang dibutuhkan terlebih dahulu di area kering, kemudian tutup wadah sebelum mulai memasak.

Kebiasaan lain yang perlu diperhatikan adalah menganggap beberapa ekor serangga kecil tidak menjadi masalah sehingga tepung hanya diayak lalu sisanya disimpan kembali. Jika keberadaan serangga sudah terlihat, perlakukan kondisi tersebut sebagai tanda bahwa stok dan area penyimpanan perlu diperiksa lebih menyeluruh.

Apa yang Harus Dilakukan jika Tepung Sudah Berkutu?

Jika terlihat serangga hidup, larva, jaring halus, atau tanda infestasi yang jelas di dalam tepung, pilihan paling aman dan praktis adalah tidak menggunakan tepung tersebut untuk memasak. Singkirkan produk yang terkontaminasi agar serangga tidak terus berkembang atau berpindah ke bahan pangan lain.

Setelah itu, periksa bahan kering di sekitarnya satu per satu. Jangan hanya memeriksa tepung karena hama penyimpanan juga dapat ditemukan pada beras, pasta, sereal, kacang, biji-bijian, dan produk kering lainnya. Kemasan yang sudah terbuka perlu mendapatkan perhatian lebih.

Kosongkan rak tempat produk bermasalah disimpan dan bersihkan sampai tidak ada sisa tepung maupun remah. Wadah bekas tepung juga perlu dicuci serta dikeringkan sempurna sebelum digunakan kembali. Menata ulang bahan kering ke dalam wadah tertutup setelah area bersih dapat membantu mencegah masalah serupa berulang.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah tepung yang sudah berkutu masih boleh digunakan?

Sebaiknya tidak. Jika sudah terlihat serangga, larva, jaring, bau tidak normal, atau tanda infestasi lain, membuang tepung merupakan pilihan yang lebih aman dan praktis.

2. Apakah tepung harus disimpan di kulkas?

Tidak selalu. Tepung yang sering digunakan dapat disimpan di tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat, sedangkan kulkas atau freezer dapat dipertimbangkan untuk penyimpanan lebih lama.

3. Berapa lama tepung dapat disimpan?

Daya simpan berbeda menurut jenis tepung, kemasan, serta kondisi penyimpanan. Perhatikan tanggal pada kemasan dan segera hentikan penggunaan jika aroma, warna, tekstur, atau kondisinya sudah berubah.

4. Mengapa tepung yang baru dibeli bisa berkutu?

Hama bahan pangan kering dapat sudah berada dalam rantai penyimpanan sebelum produk sampai ke rumah atau berasal dari bahan lain di dapur. Karena itu, produk baru tetap perlu diperiksa dan disimpan dengan benar.

5. Bolehkah tepung baru dicampur dengan tepung lama?

Sebaiknya jangan. Habiskan stok lama terlebih dahulu, lalu bersihkan dan keringkan wadah sebelum mengisinya dengan tepung baru.