Peralatan dapur yang sering digunakan bisa mengalami kerusakan lebih cepat jika tidak dirawat dengan benar. Kebiasaan sederhana seperti menggunakan spatula logam pada wajan antilengket, mencuci panci ketika masih panas, atau menyimpan pisau dalam keadaan basah dapat memengaruhi kondisi dan usia pakai perlengkapan memasak. Sayangnya, kesalahan semacam ini kerap dianggap sepele karena tidak selalu menimbulkan kerusakan secara langsung.
Padahal, memahami cara menggunakan peralatan dapur sesuai bahan dan fungsinya dapat membantu menghemat pengeluaran sekaligus menjaga kenyamanan saat memasak. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Rabu (14/10), ada sejumlah kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar perlengkapan dapur tidak cepat aus, berkarat, melengkung, atau kehilangan fungsi utamanya.
1. Menggunakan Spatula Logam pada Wajan Antilengket
Wajan antilengket dirancang dengan lapisan khusus yang membantu makanan tidak mudah menempel pada permukaannya. Namun, lapisan tersebut dapat tergores jika terlalu sering bersentuhan dengan spatula, garpu, atau alat masak berbahan logam, terutama ketika digunakan dengan tekanan kuat saat mengaduk dan membalik makanan.
Goresan kecil yang muncul berulang kali dapat membuat permukaan wajan kehilangan kualitas antilengketnya. Akibatnya, makanan lebih mudah menempel, proses memasak menjadi kurang nyaman, dan wajan mungkin perlu diganti lebih cepat daripada seharusnya.
Untuk menghindari masalah tersebut, gunakan spatula berbahan silikon, kayu, atau nilon yang memang sesuai dengan suhu memasak. Hindari mengikis sisa makanan yang mengeras menggunakan ujung benda tajam. Jika lapisan wajan sudah mengelupas atau rusak cukup parah, pertimbangkan untuk menggantinya sesuai petunjuk produsen.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Kecil yang Membuat Rumah Terlihat Selalu Berantakan, Sering Dilakukan Tanpa Sadar
2. Mencuci Panci atau Wajan Saat Masih Panas
Setelah selesai memasak, sebagian orang langsung membawa panci atau wajan ke tempat pencucian dan menyiramnya dengan air dingin. Kebiasaan ini memang terasa praktis, tetapi perubahan suhu yang terlalu cepat dapat menyebabkan tekanan pada material peralatan dapur, terutama jika perbedaan suhunya cukup besar.
Pada beberapa jenis peralatan, perubahan suhu mendadak dapat menyebabkan bagian dasar melengkung, permukaan mengalami perubahan bentuk, atau lapisan pelindung lebih cepat rusak. Dampaknya bergantung pada bahan, ketebalan, konstruksi, dan kondisi alat tersebut. Panci dengan dasar yang tidak lagi rata juga bisa menghantarkan panas secara kurang merata ketika digunakan kembali.
Sebaiknya, letakkan panci atau wajan di tempat yang aman dan biarkan suhunya turun secara alami sebelum dicuci. Setelah cukup dingin, bersihkan menggunakan air dan sabun pencuci piring yang sesuai dengan materialnya. Hindari pula merendam peralatan yang masih sangat panas di dalam air dingin hanya untuk mempercepat proses pembersihan.
3. Menggunakan Pisau Dapur untuk Memotong Semua Jenis Bahan
Pisau dapur memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Pisau serbaguna cocok untuk banyak pekerjaan, sedangkan pisau roti dirancang untuk memotong bahan berkulit atau bertekstur keras di bagian luar dan lembut di bagian dalam. Menggunakan satu pisau untuk semua pekerjaan, terutama jika dipakai memotong bahan yang tidak sesuai dengan desainnya, dapat mempercepat penumpulan mata pisau atau meningkatkan risiko kerusakan.
Kesalahan lainnya adalah menggunakan pisau dapur untuk memotong tulang, membuka kaleng, mencongkel benda, atau memotong bahan beku yang sangat keras tanpa memastikan alat tersebut memang dirancang untuk pekerjaan itu. Tekanan berlebihan dapat membuat mata pisau terkelupas, bengkok, bahkan patah.
Gunakan pisau sesuai peruntukannya dan pilih talenan yang tidak terlalu keras, seperti kayu atau plastik khusus untuk makanan. Hindari memotong langsung di atas piring keramik, kaca, atau permukaan batu karena material tersebut dapat mempercepat penumpulan mata pisau. Setelah digunakan, bersihkan dan keringkan pisau sebelum disimpan agar kondisinya tetap terjaga.
4. Menggosok Panci dengan Spons Kawat Terlalu Keras
Sisa makanan yang mengering di dasar panci sering kali sulit dibersihkan hanya dengan sekali usap. Dalam kondisi seperti ini, spons kawat mungkin terlihat sebagai solusi cepat karena mampu mengangkat kerak yang membandel. Namun, penggunaan alat gosok yang terlalu abrasif dapat meninggalkan goresan pada permukaan peralatan dapur tertentu.
Risikonya berbeda-beda sesuai bahan panci. Peralatan berbahan baja tahan karat umumnya lebih tahan terhadap gesekan dibandingkan permukaan berlapis antilengket, tetapi bukan berarti semuanya aman digosok dengan kawat. Pada lapisan antilengket, enamel, atau permukaan dengan lapisan pelindung khusus, gesekan kasar dapat menyebabkan kerusakan yang sulit diperbaiki.
Jika terdapat kerak makanan, isi panci dengan air hangat dan sedikit sabun pencuci piring, kemudian biarkan beberapa saat agar sisa makanan melunak. Setelah itu, bersihkan menggunakan spons lembut atau alat yang direkomendasikan produsen. Sesuaikan metode pembersihan dengan material panci agar noda terangkat tanpa merusak permukaannya.
5. Memasak dengan Api Terlalu Besar
Memakai api besar memang dapat mempercepat proses memasak, tetapi kebiasaan ini tidak selalu cocok untuk setiap peralatan dapur. Wajan antilengket, panci berbahan tertentu, dan peralatan dengan komponen plastik atau silikon memiliki batas suhu penggunaan yang perlu diperhatikan. Panas berlebihan dapat mempercepat keausan lapisan, mengubah bentuk material, atau merusak bagian pegangan.
Wajan yang dibiarkan kosong di atas kompor dengan api besar juga berisiko mengalami peningkatan suhu dengan cepat. Kondisi tersebut dapat merusak lapisan antilengket, terutama jika dilakukan berulang kali. Selain itu, minyak yang terlalu panas dapat berasap dan membuat kegiatan memasak menjadi kurang nyaman.
Gunakan tingkat panas sesuai jenis masakan dan petunjuk penggunaan alat. Api sedang atau kecil sering kali sudah memadai untuk memasak bahan makanan secara merata, sementara api besar dapat digunakan jika memang diperlukan dan sesuai dengan karakteristik peralatannya. Hindari meninggalkan wajan kosong di atas kompor yang menyala, terutama ketika sedang melakukan pekerjaan lain.
Baca Juga: Kesalahan Membersihkan Rice Cooker yang Bisa Bikin Cepat Rusak, Ada yang Tak Boleh Kena Air
6. Memasukkan Peralatan yang Tidak Sesuai ke Mesin Pencuci Piring
Mesin pencuci piring dapat menghemat waktu, tetapi tidak semua perlengkapan dapur dirancang untuk menahan panas, air, dan deterjen selama siklus pencucian. Pisau tertentu, peralatan kayu, wajan antilengket, serta alat dengan gagang yang direkatkan bisa membutuhkan perawatan khusus. Memasukkannya ke mesin tanpa memeriksa petunjuk produsen berpotensi mempercepat kerusakan.
Suhu tinggi dan paparan deterjen berulang dapat memengaruhi lapisan pelindung atau membuat kayu lebih cepat mengering, retak, dan berubah bentuk. Pada beberapa pisau, proses pencucian juga dapat mempercepat penumpulan mata pisau atau menimbulkan kerusakan pada gagangnya, terutama jika bergesekan dengan peralatan lain.
Biasakan memeriksa label atau petunjuk perawatan sebelum memasukkan alat ke mesin pencuci piring. Jika tidak ada keterangan yang memastikan bahwa peralatan aman dicuci dengan mesin, mencucinya secara manual menggunakan spons lembut merupakan pilihan yang lebih berhati-hati. Pisahkan pula benda tajam agar tidak berbenturan dengan perlengkapan lainnya.
7. Membiarkan Pisau dan Peralatan Logam dalam Keadaan Basah
Peralatan dapur berbahan logam, termasuk pisau, gunting dapur, dan beberapa jenis parutan, dapat mengalami korosi apabila terus terpapar kelembapan. Meskipun sejumlah bahan seperti baja tahan karat memiliki ketahanan korosi yang baik, sifat tersebut bukan berarti peralatan sepenuhnya kebal terhadap noda karat atau kerusakan.
Air yang tertinggal di sela sambungan, bagian pegangan, atau permukaan logam dapat memperburuk kondisi jika peralatan langsung disimpan di tempat tertutup. Sisa makanan dan garam yang menempel juga dapat memengaruhi permukaan logam, sehingga kebiasaan membiarkan alat dalam keadaan kotor atau basah sebaiknya dihindari.
Setelah dicuci, keringkan peralatan menggunakan kain bersih sebelum disimpan. Letakkan pisau di rak khusus atau blok pisau yang kering dan memiliki sirkulasi udara memadai. Jangan menumpuk peralatan logam yang masih basah di dalam laci karena kelembapan yang terperangkap dapat meningkatkan risiko korosi.
8. Menggunakan Blender Tanpa Memperhatikan Kapasitasnya
Blender dirancang untuk mengolah bahan makanan dalam jumlah dan konsistensi tertentu. Memenuhi wadah hingga melewati batas maksimal dapat membuat bahan sulit bergerak dengan baik, meningkatkan risiko cairan meluap, dan memberikan beban tambahan pada motor. Kesalahan ini semakin berisiko ketika bahan yang dimasukkan terlalu padat atau keras untuk kemampuan perangkat.
Memaksa blender mengolah bahan yang sulit dihancurkan tanpa cairan yang cukup juga dapat membuat pisau berputar tidak optimal. Jika motor dipaksa bekerja terus-menerus ketika bahan tersangkut, komponen penggerak bisa mengalami tekanan berlebihan dan perangkat berisiko mengalami panas berlebih.
Periksa batas kapasitas wadah dan ikuti petunjuk mengenai jenis bahan yang dapat diolah. Potong bahan berukuran besar menjadi bagian yang lebih kecil, tambahkan cairan jika resep membutuhkannya, dan gunakan fungsi yang sesuai. Jika pisau tidak bergerak atau motor terdengar terbebani, matikan blender dan cabut stekernya sebelum memeriksa isi wadah.
9. Memaksa Rice Cooker Tetap Bekerja Saat Ada Gangguan
Rice cooker memiliki komponen listrik dan elemen pemanas yang perlu dijaga agar tetap berfungsi dengan baik. Salah satu kesalahan yang dapat memperpendek usia pakainya adalah tetap mengoperasikan perangkat ketika muncul tanda gangguan, seperti kabel rusak, bau terbakar, suara tidak biasa, atau fungsi pemanas yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kebiasaan memasukkan panci bagian dalam yang masih basah ke dalam badan rice cooker juga perlu dihindari. Air yang berada di bagian luar panci dapat mengenai area pemanas atau komponen lain yang seharusnya dijaga tetap kering. Selain mengganggu proses pemanasan, kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah pada perangkat.
Pastikan bagian luar panci sudah kering sebelum dipasang kembali. Bersihkan area pemanas sesuai petunjuk produsen tanpa menuangkan air langsung ke badan perangkat. Jika terdapat kerusakan pada kabel, steker, atau sistem pemanas, hentikan penggunaan dan mintalah bantuan teknisi yang kompeten.
10. Menyimpan Peralatan Dapur Secara Bertumpuk dan Sembarangan
Menumpuk panci, wajan, tutup, dan berbagai alat masak dalam satu tempat memang dapat menghemat ruang. Namun, penyimpanan yang tidak tepat bisa menimbulkan goresan akibat gesekan antarbenda, merusak lapisan pelindung, atau membuat gagang peralatan menerima tekanan yang tidak semestinya. Risiko ini terutama perlu diperhatikan pada wajan antilengket dan perlengkapan yang memiliki bagian rapuh.
Peralatan dengan bentuk berbeda juga bisa saling tersangkut ketika hendak diambil. Jika harus menarik satu panci dengan paksa dari tumpukan, gagang atau bagian sambungannya dapat mengalami tekanan tambahan. Sementara itu, tutup kaca yang disimpan tanpa penyangga berisiko terbentur benda keras dan mengalami keretakan.
Gunakan rak atau pembatas agar setiap perlengkapan memiliki tempat yang sesuai. Jika panci antilengket perlu ditumpuk, letakkan pelindung berbahan lembut di antara permukaannya. Simpan tutup panci secara terpisah atau gunakan rak khusus, kemudian pastikan semua peralatan sudah bersih dan kering sebelum dimasukkan ke lemari.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa penyebab peralatan dapur cepat rusak?
Peralatan dapur bisa cepat rusak akibat penggunaan yang tidak sesuai fungsi, paparan panas berlebihan, pembersihan yang terlalu kasar, serta penyimpanan yang kurang tepat.
2. Apakah wajan antilengket boleh dicuci menggunakan spons kawat?
Sebaiknya tidak. Spons kawat dapat menggores lapisan antilengket, sehingga gunakan spons lembut dan ikuti petunjuk perawatan dari produsen.
3. Mengapa panci tidak boleh langsung disiram air dingin setelah digunakan?
Perubahan suhu mendadak dapat menyebabkan tekanan termal pada material panci dan berisiko membuatnya melengkung atau merusak lapisan tertentu.
4. Bagaimana cara merawat pisau dapur agar tidak cepat tumpul?
Gunakan pisau sesuai fungsinya, potong bahan di atas talenan yang sesuai, hindari permukaan keras, serta bersihkan dan keringkan pisau setelah digunakan.
5. Bagaimana cara menyimpan peralatan dapur agar lebih awet?
Pastikan peralatan bersih dan kering sebelum disimpan, pisahkan benda tajam, gunakan pelindung di antara wajan yang ditumpuk, serta hindari tempat penyimpanan yang lembap.