Skip to content

Cara Membersihkan Teras setelah Hujan agar Tidak Licin dan Berlumut, Jangan Cuma Disiram Air

Teras rumah sering terlihat bersih setelah diguyur hujan, tetapi permukaannya bisa menyimpan lumpur, debu, sisa daun, dan kotoran yang membuat lantai terasa licin. Jika air terus menggenang dan teras jarang mendapatkan sinar matahari, kondisi lembap tersebut juga dapat memicu pertumbuhan lumut yang semakin sulit dibersihkan.

Membersihkan teras setelah hujan bukan sekadar menyiram lantai dengan air. Pemilihan alat pembersih, jenis cairan yang digunakan, dan cara mengeringkan permukaan perlu disesuaikan dengan material lantai agar hasilnya maksimal tanpa merusak keramik, batu alam, atau semen. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Rabu (28/10), berikut cara membersihkan teras setelah hujan agar tidak licin dan berlumut.

1. Singkirkan Daun, Lumpur, dan Kotoran yang Menempel

Langkah pertama adalah menyingkirkan kotoran yang terbawa air hujan sebelum mulai menyikat lantai. Daun kering, ranting kecil, pasir, dan lumpur dapat menumpuk di sudut teras atau saluran pembuangan sehingga menghambat aliran air dan membuat permukaan lebih lama kering.

Gunakan sapu berbulu sintetis atau sikat yang sesuai dengan material lantai untuk mengangkat kotoran tersebut. Jika lumpur masih basah dan melekat kuat, singkirkan secara perlahan menggunakan pengki atau alat pembersih berbahan plastik agar permukaan lantai tidak tergores.

Periksa juga bagian bawah pot tanaman, sudut dekat dinding, serta area di sekitar pintu masuk. Bagian-bagian tersebut sering luput dibersihkan karena tidak selalu terlihat dari depan, padahal kotoran yang tertinggal dapat menahan kelembapan dan menjadi tempat awal tumbuhnya lumut.

2. Sapu atau Dorong Air yang Menggenang

Setelah kotoran padat disingkirkan, periksa apakah terdapat genangan air di permukaan teras. Air yang dibiarkan terlalu lama dapat memperpanjang kondisi lembap, terutama pada teras yang terlindung dari sinar matahari atau memiliki sirkulasi udara terbatas.

Gunakan alat penarik air atau floor squeegee untuk mendorong genangan menuju saluran pembuangan. Gerakkan alat secara perlahan dan terarah agar air tidak menyebar kembali ke bagian teras yang sudah bersih. Pastikan saluran pembuangan tidak tersumbat oleh daun, tanah, atau sampah kecil.

Jika genangan selalu muncul di titik yang sama setiap kali hujan, periksa kemiringan lantai, kondisi talang, dan jalur drainase. Pembersihan rutin memang membantu mengurangi kotoran, tetapi genangan yang terus berulang perlu ditangani dari sumbernya agar lantai tidak terus-menerus lembap.

3. Cuci Lantai dengan Air dan Pembersih yang Sesuai

Lantai yang terlihat kusam atau terasa lengket setelah hujan dapat dibersihkan menggunakan air bersih dan cairan pembersih yang sesuai dengan jenis materialnya. Gunakan produk dengan mengikuti petunjuk pada kemasan, termasuk takaran pengenceran dan waktu kontak yang dianjurkan.

Untuk keramik teras yang cocok dibersihkan dengan sabun netral, larutan pembersih ringan dapat membantu mengangkat sisa tanah, debu, dan kotoran yang menempel. Hindari menggunakan terlalu banyak sabun karena residunya dapat membuat lantai terasa licin setelah kering atau ketika kembali terkena air.

Sementara itu, lantai batu alam, semen, dan material berlapis pelindung membutuhkan perhatian berbeda. Batu alam tertentu, terutama yang mengandung mineral berkapur, dapat rusak akibat cairan asam. Karena itu, jangan langsung menggunakan cuka, pembersih toilet, atau bahan kimia keras sebelum memastikan produk tersebut aman untuk permukaan lantai.

4. Sikat Bagian Lantai yang Mulai Berlumut

Lapisan hijau, kecokelatan, atau kehitaman yang melekat di permukaan teras bisa menandakan adanya lumut, alga, atau kotoran yang menumpuk. Jika permukaannya terasa licin, bersihkan area tersebut sesegera mungkin dan batasi akses orang yang melintas sampai proses pembersihan selesai.

Gunakan sikat nilon dengan kekakuan yang sesuai untuk menggosok bagian yang berlumut. Kerjakan sedikit demi sedikit, terutama pada nat keramik, sudut lantai, serta area di dekat dinding yang cenderung lebih lembap. Sikat kawat sebaiknya dihindari pada permukaan yang mudah tergores atau memiliki lapisan pelindung.

Setelah lapisan lumut terangkat, bilas permukaan sesuai kebutuhan hingga sisa kotoran dan cairan pembersih tidak tertinggal. Jika lumut sangat tebal atau terus muncul kembali, gunakan pembersih lumut khusus yang kompatibel dengan material teras dan ikuti petunjuk penggunaannya. Jangan mencampur beberapa produk pembersih karena kombinasi tertentu dapat menghasilkan gas berbahaya.

5. Bilas Lantai sampai Tidak Ada Sisa Sabun

Pembilasan menjadi tahap penting karena lantai yang tampak bersih belum tentu bebas dari residu pembersih. Sisa sabun yang tertinggal dapat membentuk lapisan licin, terutama ketika teras kembali terkena air hujan.

Gunakan air bersih secukupnya dan arahkan ke saluran pembuangan yang berfungsi dengan baik. Perhatikan bagian nat, sudut, serta area yang sebelumnya tertutup lapisan lumut karena kotoran dan cairan pembersih sering tertinggal di sana.

Setelah selesai, periksa permukaan lantai dengan hati-hati menggunakan alat bantu atau dari bagian yang sudah aman diinjak. Jangan menguji tingkat kesat dengan berjalan tanpa alas kaki ketika lantai masih basah. Jika permukaan tetap licin setelah dibilas, periksa kemungkinan adanya lumut yang belum terangkat atau lapisan residu yang masih menempel.

6. Keringkan Teras agar Tidak Terus Lembap

Teras yang sudah dicuci sebaiknya dikeringkan semaksimal mungkin sebelum digunakan kembali. Gunakan penarik air untuk mengurangi sisa genangan, kemudian biarkan udara mengalir agar permukaan lebih cepat kering.

Apabila cuaca cerah, manfaatkan sinar matahari untuk membantu mengurangi kelembapan. Namun, jika teras berada di bawah kanopi atau terlindung bangunan, buka area yang memungkinkan sirkulasi udara lebih baik tanpa membiarkan air hujan berikutnya masuk secara berlebihan.

Jangan langsung meletakkan keset, karpet luar ruangan, atau barang-barang lain di atas lantai yang masih basah. Benda tersebut dapat menahan kelembapan dan membuat bagian di bawahnya lebih mudah berlumut. Tunggu sampai lantai benar-benar kering sebelum mengembalikan barang ke tempat semula.

7. Bersihkan Saluran Air dan Periksa Talang

Teras yang sudah disikat tetap berisiko kembali kotor jika air hujan tidak mengalir dengan lancar. Daun, pasir, dan lumpur dapat menumpuk di lubang drainase, sementara talang yang tersumbat bisa membuat air meluap ke permukaan lantai.

Bersihkan saringan saluran dan singkirkan sampah yang terlihat dengan alat yang sesuai. Jika terdapat sumbatan lebih dalam, gunakan metode pembersihan yang aman atau minta bantuan tenaga profesional apabila saluran sulit dijangkau.

Periksa pula apakah talang mengalirkan air ke arah yang semestinya. Jika air terus menetes dari satu titik atau mengalir ke dinding dan lantai teras, kemungkinan ada kebocoran atau sambungan yang perlu diperbaiki. Menangani sumber air berlebih akan membantu mengurangi masalah lantai basah dan pertumbuhan lumut berulang.

8. Kurangi Area Teduh yang Terlalu Lembap

Teras yang jarang terkena sinar matahari cenderung lebih lama kering setelah hujan. Kondisi ini dapat mendukung pertumbuhan lumut, terutama jika lantai memiliki pori-pori atau terdapat banyak kotoran organik yang tertinggal.

Jika memungkinkan, pangkas ranting tanaman yang menutupi teras secara berlebihan dan pindahkan pot yang menghalangi aliran udara. Berikan jarak secukupnya antara pot dan lantai agar bagian bawahnya lebih mudah dibersihkan serta tidak terus-menerus menyimpan air.

Bukan berarti seluruh teras harus terkena sinar matahari langsung sepanjang hari. Hal yang lebih penting adalah mengurangi kelembapan berkepanjangan, memastikan air dapat mengalir, dan menjaga permukaan tetap bersih. Untuk area yang memang selalu teduh, jadwalkan pemeriksaan lumut secara rutin agar pertumbuhannya tidak menebal.

9. Gunakan Lapisan Antiselip jika Dibutuhkan

Jika lantai teras tetap licin meskipun sudah dibersihkan, periksa apakah penyebabnya berasal dari tekstur permukaan, lapisan pelindung yang aus, atau material lantai yang kurang cocok untuk area basah. Tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan menyikat lebih keras atau menggunakan cairan pembersih tambahan.

Salah satu pilihan adalah menggunakan pelapis antiselip yang dirancang khusus untuk jenis lantai tersebut. Sebelum mengaplikasikannya, pastikan produk sesuai dengan material, kondisi permukaan, dan paparan cuaca di area luar ruangan. Ikuti petunjuk persiapan permukaan serta waktu pengeringan yang tercantum pada kemasan.

Jika berencana mengganti lantai, pertimbangkan material khusus area luar ruangan yang memiliki tekstur dan ketahanan selip sesuai kebutuhan. Jangan hanya mengandalkan tampilan yang kasar atau label antiselip tanpa memeriksa kesesuaiannya untuk kondisi basah. Untuk teras yang sering dilalui anak-anak atau lansia, keamanan pijakan sebaiknya menjadi pertimbangan utama.

10. Lakukan Perawatan Rutin selama Musim Hujan

Membersihkan teras setelah hujan akan lebih mudah jika dilakukan sebelum lumpur mengering atau lumut membentuk lapisan tebal. Setelah hujan reda, singkirkan daun dan kotoran yang terlihat, lalu dorong genangan menuju saluran pembuangan apabila kondisi sudah aman.

Sesuaikan frekuensi pembersihan dengan keadaan teras. Area yang sering terkena hujan, berada di bawah pohon, atau sulit mendapatkan sinar matahari mungkin perlu diperiksa setiap hari, sedangkan teras yang cepat kering dan jarang kotor dapat dirawat sesuai kebutuhan.

Sebagai panduan sederhana, gunakan daftar pemeriksaan berikut agar bagian penting tidak terlewat.

  • Daun, lumpur, dan pasir sudah disingkirkan.
  • Tidak ada genangan yang tertinggal di sudut teras.
  • Lumut dibersihkan menggunakan alat dan produk yang sesuai.
  • Lantai sudah dibilas sampai bebas residu pembersih.
  • Saluran air dan talang tidak tersumbat.
  • Teras dibiarkan kering sebelum kembali digunakan.
  • Area yang sering lembap diperiksa kembali setelah hujan berikutnya.

Jadwal perawatan tidak harus selalu berupa pencucian menyeluruh. Menyapu kotoran, mengangkat genangan, dan memeriksa drainase secara rutin dapat mengurangi pekerjaan berat ketika lumut mulai menumpuk.

Hal yang Perlu Dihindari saat Membersihkan Teras

Selain memilih metode yang tepat, beberapa kebiasaan berikut sebaiknya dihindari agar proses pembersihan tidak menimbulkan masalah baru.

  • Membersihkan tanpa mengamankan area: lantai basah dan berlumut dapat menyebabkan terpeleset. Batasi akses ke bagian yang sedang dibersihkan dan gunakan alas kaki dengan daya cengkeram baik.
  • Menggunakan sikat kawat pada semua material: permukaan keramik, batu alam, nat, dan lapisan pelindung memiliki ketahanan berbeda terhadap goresan.
  • Mencampur cairan pembersih: jangan mencampur pemutih dengan cuka, pembersih asam, amonia, atau produk lain karena dapat menghasilkan gas berbahaya.
  • Menggunakan air bertekanan tinggi tanpa pengujian: tekanan yang berlebihan dapat merusak nat, permukaan rapuh, atau lapisan pelindung.
  • Membiarkan residu pembersih: sabun dan bahan kimia yang tidak terbilas dengan baik dapat meninggalkan lapisan licin atau mengganggu material lantai.
  • Mengabaikan genangan yang berulang: air yang selalu mengumpul di lokasi sama perlu ditelusuri penyebabnya, bukan hanya dibersihkan setiap kali hujan.

Apabila lantai mengalami kerusakan, nat terlepas, atau lumut terus tumbuh meskipun sudah dibersihkan dengan benar, periksa kondisi material dan drainase sebelum mencoba produk yang lebih kuat.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Kapan sebaiknya membersihkan teras setelah hujan?

Bersihkan kotoran dan genangan setelah hujan reda serta kondisi sudah aman untuk bekerja. Pembersihan menyeluruh dapat dilakukan ketika hujan berhenti dan permukaan memungkinkan untuk disikat tanpa meningkatkan risiko terpeleset.

2. Apa bahan yang bisa digunakan untuk membersihkan teras berlumut?

Air dan pembersih netral yang sesuai dengan material lantai dapat menjadi pilihan awal. Untuk lumut membandel, gunakan produk khusus yang kompatibel dengan permukaan teras dan ikuti petunjuk pada label.

3. Mengapa teras tetap licin meskipun sudah disikat?

Penyebabnya bisa berupa lumut yang belum terangkat, sisa sabun, lapisan permukaan yang aus, atau material lantai yang memang licin ketika basah. Periksa penyebabnya sebelum mengulangi pembersihan dengan bahan yang lebih kuat.

4. Seberapa sering teras perlu dibersihkan saat musim hujan?

Frekuensinya bergantung pada paparan hujan, kondisi lingkungan, dan kecepatan lantai mengering. Singkirkan kotoran dan genangan setiap kali diperlukan, lalu lakukan penyikatan ketika mulai terlihat lumut atau lapisan kotoran.

5. Apakah cuka aman untuk membersihkan semua jenis lantai teras?

Tidak. Cuka bersifat asam sehingga dapat merusak batu alam tertentu, termasuk material yang sensitif terhadap asam. Pilih pembersih yang sesuai dengan jenis lantai dan uji terlebih dahulu di area tersembunyi jika petunjuk produk mengizinkannya.