Musim hujan membuat pekerjaan rumah tangga membutuhkan perhatian ekstra. Lantai lebih mudah kotor akibat jejak kaki yang basah, pakaian lebih sulit kering, sementara sudut rumah yang lembap berisiko ditumbuhi jamur dan mengeluarkan bau apek. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan penghuni sekaligus membuat beberapa bagian rumah lebih cepat rusak.
Karena itu, membersihkan rumah saat musim hujan sebaiknya tidak hanya berfokus pada lantai dan perabot yang terlihat kotor. Area yang sering terkena cipratan air, saluran pembuangan, ventilasi, hingga tempat penyimpanan pakaian juga perlu diperiksa secara berkala. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Kamis (29/10), berikut bagian rumah yang sebaiknya masuk dalam daftar kebersihan selama musim hujan.
1. Lantai dan Area Pintu Masuk
Lantai menjadi salah satu bagian rumah yang paling cepat kotor ketika hujan turun. Air yang terbawa alas kaki, lumpur dari halaman, dan debu yang menempel dapat meninggalkan noda sekaligus membuat permukaan licin, terutama pada keramik yang terkena air.
Area pintu masuk, teras, dan lorong menuju ruang keluarga sebaiknya dibersihkan lebih sering daripada biasanya. Letakkan keset penyerap air di dekat pintu dan sediakan tempat khusus untuk menyimpan payung serta alas kaki basah agar air tidak menyebar ke seluruh ruangan.
Saat mengepel, gunakan cairan pembersih yang sesuai dengan jenis lantai dan jangan meninggalkan genangan. Pastikan lantai benar-benar kering sebelum kembali digunakan, terutama jika ada anak-anak atau anggota keluarga lanjut usia yang rentan terpeleset.
Baca Juga: Rumah Mendadak Bau Got Saat Hujan? Ini 7 Penyebab yang Perlu Dicek
2. Talang Air dan Saluran Pembuangan
Talang air dan saluran pembuangan perlu mendapat perhatian karena keduanya berperan mengalirkan air hujan menjauh dari bangunan. Daun kering, ranting, tanah, dan sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air sehingga air meluap ke dinding, teras, atau bagian rumah lainnya.
Periksa talang, lubang drainase halaman, dan saluran air di sekitar rumah sebelum hujan deras semakin sering terjadi. Bersihkan sumbatan yang mudah dijangkau dan pastikan air dapat mengalir tanpa hambatan. Jika saluran berada di tempat tinggi, gunakan jasa tenaga profesional daripada memaksakan diri naik ke atap yang licin.
Perhatikan juga tanda-tanda seperti genangan yang tidak cepat surut, air meluap saat hujan, atau munculnya rembesan pada dinding di dekat saluran. Apabila masalah terus berulang setelah dibersihkan, periksa kemungkinan adanya kerusakan atau penyumbatan di bagian yang tidak terlihat.
3. Kamar Mandi dan Lubang Pembuangan
Kamar mandi termasuk area yang selalu bersentuhan dengan air, sehingga kelembapan selama musim hujan dapat membuatnya lebih sulit kering. Sisa sabun, rambut, kotoran, dan endapan pada lubang pembuangan juga bisa menumpuk jika tidak dibersihkan secara rutin.
Bersihkan lantai, sudut dinding, area sekitar toilet, serta lubang pembuangan menggunakan alat dan produk yang sesuai. Angkat rambut atau kotoran yang terlihat pada saringan drainase, kemudian pastikan air mengalir dengan lancar. Jika muncul bau tidak sedap atau aliran air melambat, periksa saluran pembuangan dan perangkap airnya.
Setelah kamar mandi digunakan, singkirkan air yang menggenang dan buka ventilasi jika kondisi cuaca memungkinkan. Lantai yang cepat kering membantu mengurangi kelembapan berlebih sekaligus mencegah permukaan menjadi licin akibat lumut atau lapisan kotoran.
4. Jendela, Kusen, dan Ambang Pintu
Air hujan yang masuk melalui celah jendela dapat membasahi kusen, ambang jendela, dan dinding di sekitarnya. Jika bagian tersebut terus lembap, cat bisa mengelupas, material tertentu mengalami kerusakan, dan jamur dapat tumbuh pada permukaan yang mendukung pertumbuhannya.
Periksa jendela setelah hujan, terutama bagian sudut, rel, karet penyekat, dan sambungan antara kusen dengan dinding. Lap air yang masuk menggunakan kain kering, kemudian bersihkan debu dan kotoran yang terkumpul pada rel jendela agar tidak menghambat pergerakan daun jendela.
Jika air terus masuk meskipun jendela sudah ditutup rapat, jangan hanya mengandalkan kegiatan mengelap. Periksa kondisi karet penyekat dan sambungan di sekelilingnya. Kebocoran yang berulang perlu diperbaiki agar kelembapan tidak menyebar ke bagian interior rumah.
5. Dinding, Sudut Ruangan, dan Plafon
Dinding dan plafon termasuk bagian rumah yang perlu diperiksa ketika udara terasa lembap selama musim hujan. Area di belakang lemari, sudut ruangan yang jarang terkena aliran udara, serta bagian plafon dekat atap lebih mudah luput dari perhatian saat membersihkan rumah.
Bersihkan debu dan sarang laba-laba menggunakan kemoceng atau alat pembersih bertangkai panjang. Jika menemukan bercak jamur, periksa apakah permukaannya hanya kotor atau terdapat masalah kelembapan yang terus berulang. Jamur pada permukaan yang kecil dapat dibersihkan dengan metode yang sesuai materialnya, menggunakan sarung tangan dan ventilasi yang memadai.
Jangan langsung mengecat ulang dinding yang menghitam atau mengelupas tanpa mencari penyebabnya. Rembesan air dari atap, kebocoran pipa, dan air hujan yang meresap melalui dinding perlu ditangani terlebih dahulu agar masalah tidak muncul kembali.
Baca Juga: Cara Membersihkan Teras setelah Hujan agar Tidak Licin dan Berlumut, Jangan Cuma Disiram Air
6. Dapur, Wastafel, dan Tempat Sampah
Dapur perlu dibersihkan secara rutin karena sisa makanan, minyak, dan air dapat menumpuk di berbagai permukaan. Saat musim hujan, area yang sulit kering juga dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi tempat yang menarik bagi serangga.
Fokuskan pembersihan pada beberapa bagian berikut:
- Wastafel dan saringannya: singkirkan sisa makanan, bersihkan saringan, dan periksa apakah air mengalir lancar.
- Meja dapur dan kompor: lap cipratan air, minyak, dan sisa bahan makanan setelah memasak.
- Bagian bawah wastafel: periksa kebocoran pipa serta genangan yang mungkin tersembunyi di dalam kabinet.
- Tempat sampah: buang sampah secara teratur, cuci wadah jika kotor, lalu keringkan sebelum digunakan kembali.
- Lantai dapur: bersihkan remah makanan dan keringkan bagian yang terkena air agar tidak licin.
Hindari membiarkan sampah organik menumpuk terlalu lama, terutama jika dapur memiliki ventilasi terbatas. Selain menimbulkan bau, sisa makanan dapat mengundang lalat dan semut yang mencari sumber makanan.
7. Lemari Pakaian dan Tempat Penyimpanan
Lemari pakaian sering menjadi salah satu tempat yang luput dari pemeriksaan selama musim hujan. Pakaian yang belum benar-benar kering, udara lembap, dan sirkulasi yang kurang baik dapat membuat bagian dalam lemari berbau apek. Pada kondisi tertentu, kelembapan juga memungkinkan jamur tumbuh pada pakaian maupun permukaan lemari.
Periksa pakaian yang disimpan, khususnya yang sudah lama tidak digunakan. Pastikan setiap pakaian benar-benar kering sebelum dilipat dan dimasukkan ke lemari. Jika memungkinkan, beri jarak antarpakaian agar udara dapat bersirkulasi dan jangan memenuhi lemari sampai terlalu padat.
Bersihkan rak dan bagian dalam lemari menggunakan kain yang sesuai dengan materialnya. Jika terdapat bau apek, cari sumber kelembapannya terlebih dahulu daripada hanya menambahkan pewangi. Lemari yang menempel pada dinding lembap juga perlu diperiksa karena rembesan dari dinding dapat memengaruhi kondisi barang di dalamnya.
8. Kain Pelapis, Karpet, dan Perabot Berbahan Kain
Karpet, sofa, bantal dekorasi, dan tirai dapat menyerap kelembapan dari udara maupun air yang terbawa masuk dari luar. Jika terlalu lama berada dalam kondisi lembap, bahan kain berpotensi mengeluarkan bau apek dan menjadi tempat tumbuhnya jamur.
Bersihkan debu dan kotoran dari karpet serta sofa menggunakan penyedot debu atau metode yang dianjurkan oleh produsen. Apabila terkena air, segera serap cairan dengan kain kering dan bantu proses pengeringan menggunakan aliran udara. Hindari menutup perabot yang masih basah dengan kain atau pelindung karena dapat memperlambat pengeringan.
Tirai dan sarung bantal juga perlu diperiksa, terutama jika jendela sering terbuka saat hujan atau ruangan jarang mendapatkan sinar matahari. Cuci sesuai petunjuk perawatan dan pastikan seluruh bagian benar-benar kering sebelum dipasang kembali. Jika karpet atau sofa terendam air kotor, pertimbangkan pembersihan profesional untuk mengurangi risiko kontaminasi dan pertumbuhan jamur.
9. Ventilasi dan Kipas Angin
Ventilasi membantu pertukaran udara di dalam rumah. Ketika hujan turun berkepanjangan, jendela lebih sering ditutup sehingga udara lembap dapat terperangkap, khususnya di kamar tidur, dapur, dan kamar mandi.
Bersihkan debu pada kisi-kisi ventilasi, jendela, serta bagian luar kipas angin yang mudah dijangkau. Debu yang menumpuk dapat mengganggu kebersihan ruangan, sementara ventilasi yang tertutup kotoran dapat menghambat aliran udara.
Bukalah jendela saat kondisi di luar lebih kering dan aman, kemudian manfaatkan kipas atau dehumidifier jika tersedia untuk membantu mengurangi kelembapan. Jika menggunakan kipas angin, pastikan perangkat dalam keadaan mati dan tidak terhubung ke listrik saat dibersihkan. Jangan menyalakan kipas yang basah atau menggunakan peralatan listrik di dekat genangan air.
10. Halaman, Teras, dan Area di Sekitar Rumah
Bagian luar rumah turut memengaruhi kebersihan dan kenyamanan di dalam ruangan. Daun yang menumpuk, lumpur, pot tanaman yang menampung air, dan sampah di halaman dapat menyumbat saluran pembuangan atau membuat area berjalan menjadi licin.
Sapu teras dan halaman secara berkala, singkirkan daun dari sekitar saluran air, serta periksa apakah air hujan mengalir menjauh dari fondasi rumah. Pot tanaman dan wadah lain yang dapat menampung air juga perlu diperiksa dan dikosongkan secara berkala untuk mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Jika terdapat genangan yang terus muncul di sekitar rumah, perhatikan kemungkinan adanya saluran yang tersumbat atau permukaan tanah yang menghambat aliran air. Jangan membersihkan saluran ketika hujan deras atau ketika air mengalir dengan kuat. Tunggu sampai kondisi aman agar kegiatan membersihkan halaman tidak menimbulkan risiko terpeleset atau cedera.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Bagian rumah apa yang paling penting dibersihkan saat musim hujan?
Prioritaskan lantai yang basah, talang dan saluran pembuangan, kamar mandi, serta area yang mengalami kebocoran atau kelembapan. Bagian-bagian tersebut berkaitan dengan keselamatan penghuni dan pencegahan kerusakan akibat air.
2. Seberapa sering rumah harus dibersihkan saat musim hujan?
Lantai dan area yang sering terkena air sebaiknya dibersihkan setiap kali kotor atau basah. Sementara itu, talang, ventilasi, lemari, dan sudut ruangan dapat diperiksa secara berkala sesuai kondisi rumah.
3. Bagaimana cara mencegah rumah berbau apek saat musim hujan?
Pastikan pakaian dan perabot berbahan kain benar-benar kering sebelum disimpan, bersihkan sumber kelembapan, serta tingkatkan sirkulasi udara ketika cuaca memungkinkan. Jika bau terus muncul, periksa kemungkinan kebocoran atau pertumbuhan jamur.
4. Mengapa dinding rumah berjamur saat musim hujan?
Kelembapan tinggi, kondensasi, ventilasi yang kurang baik, dan kebocoran dapat mendukung pertumbuhan jamur. Penyebab kelembapan perlu ditangani agar jamur tidak kembali setelah permukaan dibersihkan.
5. Apakah talang air harus dibersihkan sebelum musim hujan?
Ya. Membersihkan talang sebelum hujan deras lebih sering terjadi membantu mengurangi risiko penyumbatan akibat daun, ranting, dan kotoran. Pemeriksaan berkala tetap diperlukan selama musim hujan berlangsung.