Skip to content

Kenapa Baju Masih Bau Apek setelah Dicuci dan Dijemur? Penyebabnya Bisa Karena Kebiasaan Sepele Ini

Sudah memakai deterjen, membilas pakaian, lalu menjemurnya sampai terasa kering, tetapi aroma apek justru masih tercium ketika baju hendak dipakai? Masalah seperti ini cukup menyebalkan karena pakaian terlihat bersih secara kasatmata, bahkan mungkin sudah diberi pewangi, tetapi tetap terasa kurang segar. Pada beberapa kondisi, aroma tersebut baru muncul setelah pakaian dilipat atau disimpan beberapa jam di dalam lemari.

Baju yang masih bau apek setelah dicuci dan dijemur tidak selalu berarti deterjen yang digunakan kurang wangi. Ada beberapa bagian dari proses mencuci yang dapat membuat kelembapan, kotoran, keringat, hingga residu produk pencuci masih tertinggal pada serat kain. Kebiasaan setelah mencuci juga bisa membuat masalah yang sama terus berulang. Berikut penyebab baju masih bau apek setelah dicuci dan dijemur yang dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Kamis (17/9).

1. Baju Terlalu Lama Dibiarkan Basah setelah Selesai Dicuci

Salah satu penyebab yang sering terlewat adalah pakaian tidak segera dikeluarkan setelah proses pencucian selesai. Baju yang sudah basah dan bersih tetapi dibiarkan bertumpuk di dalam tabung mesin cuci tetap berada dalam kondisi lembap dengan sirkulasi udara yang sangat terbatas. Kondisi seperti ini dapat membuat aroma tidak segar mulai muncul meskipun pakaian sebenarnya baru saja selesai dicuci.

Masalahnya terkadang tidak langsung tercium ketika baju baru dikeluarkan dari mesin. Aroma apek bisa terasa lebih jelas setelah pakaian dijemur, disetrika, atau bahkan setelah dipakai beberapa saat. Pewangi pakaian mungkin menutupi aromanya sementara, tetapi sumber bau yang tertinggal pada kain belum tentu benar-benar hilang.

Sebaiknya pakaian segera dikeluarkan begitu proses mencuci selesai dan langsung dipindahkan ke tempat penjemuran. Jika pakaian telanjur berada di dalam mesin dalam keadaan basah cukup lama hingga aromanya mulai berubah, mencuci atau membilasnya kembali biasanya lebih efektif daripada sekadar menambahkan pewangi ketika menjemur.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau pada Tumbler, Ada Bagian yang Sering Luput Dibersihkan

2. Pakaian Tidak Benar-Benar Kering Saat Diangkat

Baju dapat terlihat kering dari bagian luar, sementara beberapa bagian yang lebih tebal masih menyimpan kelembapan. Area seperti kerah, ujung lengan, pinggang celana, kantong, bagian ketiak, jahitan tebal, serta pakaian berbahan denim membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar kering dibandingkan kain tipis.

Ketika pakaian yang masih sedikit lembap langsung dilipat dan dimasukkan ke lemari, kelembapan tersebut terperangkap di antara lipatan kain. Inilah salah satu alasan baju terasa baik-baik saja ketika baru diangkat dari jemuran, tetapi mulai berbau apek setelah disimpan semalaman atau beberapa hari.

Sebelum mengangkat jemuran, periksa bagian kain yang paling tebal dengan tangan, bukan hanya permukaan luarnya. Jika masih terasa dingin atau lembap, berikan waktu tambahan untuk mengering. Pakaian juga sebaiknya tidak langsung ditumpuk rapat apabila baru selesai dikeringkan dan masih menyisakan sedikit kelembapan.

3. Proses Pengeringan Terlalu Lambat karena Kurang Sirkulasi Udara

Sinar matahari memang membantu proses pengeringan, tetapi aliran udara juga memegang peranan besar. Menjemur baju di tempat yang teduh tidak selalu menimbulkan bau apek selama udara dapat bergerak dengan baik. Sebaliknya, pakaian yang digantung di area lembap dan tertutup dapat membutuhkan waktu sangat lama untuk mengering.

Masalah sering muncul pada musim hujan ketika baju harus dijemur di dalam rumah. Jika pakaian digantung terlalu rapat, jendela tertutup, dan tidak ada aliran udara, kelembapan akan lebih lama tertahan. Kain yang terus berada dalam kondisi lembap inilah yang berpotensi menghasilkan aroma kurang segar.

Berikan jarak antara satu pakaian dengan pakaian lain ketika menjemur. Jika harus mengeringkan pakaian di dalam ruangan, pilih tempat dengan ventilasi yang baik dan manfaatkan kipas untuk membantu pergerakan udara apabila diperlukan. Membalik pakaian atau mengubah posisi jemuran juga dapat membantu bagian yang sulit kering terkena udara lebih merata.

4. Mesin Cuci Sudah Kotor dan Menjadi Sumber Bau

Tidak semua masalah bau berasal dari pakaian. Mesin cuci yang digunakan untuk membersihkannya juga bisa menjadi penyebab. Bagian tabung, karet pintu pada mesin cuci bukaan depan, laci deterjen, filter, hingga area yang terus terkena air dapat mengumpulkan residu deterjen, serat kain, kotoran, dan kelembapan.

Jika bagian-bagian tersebut jarang dibersihkan, aroma kurang sedap dari mesin bisa ikut menempel kembali pada pakaian selama proses pencucian. Salah satu tandanya adalah mesin cuci sudah mengeluarkan aroma lembap atau apek meskipun tidak sedang digunakan.

Bersihkan mesin cuci secara berkala dengan mengikuti petunjuk perawatan dari produsennya. Perhatikan bagian karet, wadah deterjen, filter, dan tabung yang sering luput dibersihkan. Setelah selesai digunakan, membiarkan pintu atau penutup mesin terbuka sementara juga dapat membantu bagian dalamnya lebih cepat mengering.

5. Terlalu Banyak Deterjen Justru Meninggalkan Residu

Menuangkan deterjen lebih banyak tidak otomatis membuat pakaian semakin bersih. Jika jumlah deterjen melebihi kebutuhan atau tidak terbilas dengan baik, sisa produk dapat tertinggal pada serat kain. Residu tersebut membuat pakaian terasa berbeda saat disentuh dan dapat menangkap kotoran maupun aroma yang membuat baju terasa kurang segar.

Masalah ini lebih mudah terjadi ketika mesin cuci diisi terlalu penuh sehingga air dan deterjen tidak dapat bergerak secara optimal di antara pakaian. Penggunaan pelembut atau pewangi secara berlebihan juga dapat menambah lapisan residu pada kain jika dilakukan terus-menerus.

Gunakan deterjen sesuai petunjuk pada kemasan dan sesuaikan dengan banyaknya pakaian serta tingkat kotornya. Tidak perlu menambahkan produk hanya karena ingin aroma pakaian lebih kuat. Jika baju terasa licin, berat, atau seperti masih mengandung sabun setelah dicuci, proses pembilasan tambahan dapat membantu mengurangi residu yang tertinggal.

6. Mesin Cuci Diisi Terlalu Penuh

Memasukkan sebanyak mungkin pakaian dalam sekali mencuci memang terlihat lebih praktis, tetapi tabung yang terlalu penuh membuat pakaian tidak memiliki ruang cukup untuk bergerak. Air dan deterjen menjadi lebih sulit menjangkau seluruh permukaan kain, terutama pakaian yang terjebak di tengah tumpukan.

Kotoran, minyak tubuh, sisa keringat, dan produk perawatan kulit yang menempel pada pakaian akhirnya tidak seluruhnya terangkat. Saat baju masih basah, aroma deterjen mungkin membuat masalah tersebut tidak terasa. Namun setelah kering atau ketika pakaian kembali terkena panas tubuh, aroma lama dapat muncul lagi.

Sisakan ruang sesuai kapasitas mesin cuci dan petunjuk penggunaannya. Jika jumlah pakaian sedang banyak, membaginya menjadi dua kali pencucian biasanya memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan memaksakan semuanya dalam satu tabung penuh.

Baca Juga: Cara Mengetahui Ada Kutu Kasur dari Tanda yang Muncul di Sprei, Noda Sepele Bisa Jadi Petunjuk

7. Keringat dan Minyak Tubuh Belum Terangkat Sepenuhnya

Beberapa jenis pakaian memang membutuhkan perhatian lebih karena sering terkena keringat dalam jumlah banyak. Kaos olahraga, pakaian kerja, kaus kaki, pakaian dalam, serta bagian ketiak baju dapat menyimpan campuran keringat, minyak tubuh, deodoran, dan kotoran yang menempel pada serat kain.

Mencuci dengan siklus yang terlalu singkat atau memasukkan pakaian sangat kotor bersama pakaian yang hanya dipakai sebentar dapat membuat proses pembersihan kurang maksimal. Aroma bisa tetap tertahan terutama pada bahan sintetis yang sering digunakan untuk pakaian olahraga.

Pisahkan pakaian berdasarkan tingkat kotornya jika memungkinkan. Bagian yang sangat kotor dapat ditangani terlebih dahulu menggunakan produk pencuci yang sesuai dengan jenis kain. Periksa juga label perawatan sebelum menggunakan suhu air atau produk tambahan tertentu agar kain tidak rusak hanya demi menghilangkan bau.

8. Pakaian Kotor Dibiarkan Lembap di Keranjang Cucian

Penyebab baju bau apek sebenarnya dapat dimulai jauh sebelum pakaian masuk ke mesin cuci. Handuk basah, baju olahraga berkeringat, atau pakaian yang terkena air lalu langsung ditumpuk di dalam keranjang cucian akan berada dalam kondisi lembap selama berjam-jam bahkan berhari-hari.

Jika pakaian lembap bercampur dengan pakaian kotor lainnya, aroma tidak sedap dapat semakin kuat dan lebih sulit dihilangkan hanya dengan pencucian biasa. Keranjang cucian yang tertutup rapat dan minim ventilasi juga membuat kelembapan bertahan lebih lama.

Baju yang sangat basah sebaiknya tidak langsung diremas dan ditumpuk di keranjang. Gantung terlebih dahulu sampai tidak terlalu lembap sebelum memasukkannya bersama cucian lain. Keranjang pakaian juga sebaiknya memiliki sirkulasi udara dan rutin dibersihkan agar tidak menjadi sumber aroma baru.

9. Lemari Pakaian Terlalu Lembap

Kadang-kadang baju sebenarnya sudah bersih dan kering ketika selesai dicuci, tetapi menjadi apek setelah berada di lemari. Kondisi ini bisa terjadi jika lemari diletakkan menempel pada dinding yang lembap, memiliki sirkulasi udara buruk, atau terlalu penuh sehingga udara hampir tidak dapat bergerak di antara tumpukan pakaian.

Memasukkan pakaian dalam kondisi belum benar-benar kering akan memperburuk masalah. Satu atau dua pakaian yang lembap dapat meningkatkan kelembapan di antara tumpukan, terutama jika lemari jarang dibuka.

Pastikan bagian dalam lemari tidak memiliki tanda kelembapan seperti permukaan terasa dingin dan basah, muncul bercak, atau aroma pengap. Jangan memenuhi rak terlalu padat dan sesekali buka pintu lemari agar terjadi pertukaran udara. Jika sumber kelembapan berasal dari dinding atau kebocoran, masalah tersebut perlu ditangani agar bau tidak terus berulang.

Cara Menghilangkan Bau Apek pada Baju yang Sudah Terlanjur Muncul

Menyemprotkan parfum atau pewangi pada pakaian yang sudah apek biasanya hanya menutupi aroma untuk sementara. Cara yang lebih tepat adalah mencuci kembali pakaian dan memperbaiki penyebab yang membuat bau tersebut muncul sejak awal.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Cuci kembali pakaian yang berbau. Jangan langsung memasukkan baju apek ke lemari bersama pakaian bersih lainnya.
  2. Gunakan jumlah deterjen sesuai kebutuhan. Deterjen yang terlalu banyak dapat membuat pembilasan kurang optimal.
  3. Pilih siklus pencucian yang sesuai. Pakaian yang sangat kotor atau berkeringat mungkin membutuhkan pencucian lebih menyeluruh dibandingkan pakaian yang hanya dipakai sebentar.
  4. Lakukan pembilasan tambahan bila masih terasa bersabun. Langkah ini dapat membantu mengurangi residu yang tertinggal.
  5. Gunakan produk penghilang noda atau pemutih berbasis oksigen jika sesuai dengan kain. Selalu periksa petunjuk produk dan label perawatan pakaian sebelum menggunakannya.
  6. Keringkan sampai benar-benar tuntas. Periksa bagian tebal, lipatan, dan jahitan sebelum pakaian diangkat.
  7. Bersihkan mesin cuci jika aromanya juga tidak segar. Mencuci pakaian berulang kali tidak akan banyak membantu apabila sumber baunya justru berada di mesin.

Hindari mencampurkan berbagai bahan pembersih secara sembarangan. Produk berbahan pemutih klorin khususnya tidak boleh dicampurkan dengan cairan pembersih lain tanpa petunjuk yang jelas karena campuran tertentu dapat menghasilkan uap berbahaya.

Kebiasaan agar Baju Tidak Mudah Bau Apek Setelah Dicuci

Mencegah bau apek sebenarnya lebih mudah daripada menghilangkan aroma yang sudah lama menempel. Perubahan sederhana pada rutinitas mencuci dapat membuat pakaian lebih cepat kering sekaligus mengurangi kemungkinan bau muncul kembali.

Biasakan untuk segera mengeluarkan pakaian dari mesin setelah selesai, tidak memenuhi tabung secara berlebihan, menggunakan deterjen secukupnya, serta membersihkan mesin cuci secara rutin. Ketika menjemur, berikan jarak antarpakaian dan prioritaskan sirkulasi udara agar air pada kain dapat menguap lebih cepat.

Hal yang sama berlaku setelah baju kering. Jangan terburu-buru melipat pakaian jika bagian tertentu masih terasa lembap. Menjaga lemari tetap kering dan tidak terlalu sesak juga penting karena pakaian yang sudah bersih tetap dapat kembali berbau apabila disimpan di lingkungan yang lembap dan pengap.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Kenapa baju sudah wangi setelah dicuci tetapi kembali bau apek setelah kering?

Kemungkinan pakaian belum kering sempurna, proses pengeringannya terlalu lama, atau masih ada residu dan kotoran pada kain yang aromanya kembali muncul setelah pewangi memudar.

2. Apakah terlalu banyak deterjen bisa membuat baju bau apek?

Bisa. Deterjen berlebihan yang tidak terbilas sempurna dapat meninggalkan residu pada serat pakaian dan membuat hasil cucian terasa kurang segar.

3. Kenapa baju bau apek setelah disimpan di lemari?

Penyebabnya bisa berupa pakaian yang belum sepenuhnya kering, lemari terlalu lembap, sirkulasi udara buruk, atau pakaian disusun terlalu padat.

4. Apakah baju yang bau apek harus dicuci ulang?

Jika aromanya sudah cukup kuat, mencuci ulang biasanya lebih efektif daripada hanya menyemprotkan pewangi atau parfum untuk menutup bau.

5. Bagaimana supaya baju tidak bau ketika dijemur di dalam rumah?

Berikan jarak antarjemuran, pilih ruangan dengan ventilasi baik, dan bantu sirkulasi udara menggunakan kipas jika diperlukan agar pakaian tidak berada dalam kondisi lembap terlalu lama.