Kamar mandi yang sudah dibersihkan terkadang masih menyisakan bau kurang sedap. Penyebabnya bisa berasal dari saluran pembuangan, permukaan yang lembap, sisa sabun, toilet, hingga udara yang tidak mengalir dengan baik. Karena itu, menyemprotkan pengharum ruangan saja belum tentu menjadi solusi agar kamar mandi tetap terasa segar.
Kabar baiknya, kamar mandi bisa dibuat lebih harum tanpa harus terus-menerus menggunakan pengharum ruangan. Kuncinya justru terletak pada kebersihan, sirkulasi udara, pengendalian kelembapan, serta beberapa bahan sederhana yang bisa ditempatkan di area tertentu.
1. Pastikan Kamar Mandi Tidak Terlalu Lembap
Kelembapan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan jika ingin kamar mandi tetap segar. Ruangan yang terus-menerus basah dan minim sirkulasi udara lebih mudah mengalami pertumbuhan jamur dan lumut, yang dapat memunculkan bau apek. EPA juga menyebutkan bahwa pengendalian kelembapan merupakan bagian penting dalam mencegah pertumbuhan jamur di dalam rumah.
Setelah mandi, usahakan lantai dan permukaan kamar mandi tidak dibiarkan terus dalam kondisi basah. Jika ada genangan air, segera keringkan. Handuk yang lembap juga sebaiknya tidak dibiarkan menumpuk di dalam kamar mandi karena dapat membuat ruangan semakin lembap.
Bila kamar mandi memiliki jendela, buka setelah selesai digunakan agar udara lembap dapat keluar. Untuk kamar mandi yang memiliki exhaust fan, gunakan saat mandi dan beberapa saat setelahnya agar uap air dapat dikeluarkan dari ruangan.
2. Bersihkan Saluran Air Secara Rutin
Bau tidak sedap terkadang bukan berasal dari ruangan, melainkan dari saluran pembuangan. Rambut, sisa sabun, kotoran, dan material lain yang masuk ke saluran dapat menumpuk dan menjadi sumber bau.
Karena itu, jangan hanya fokus membersihkan lantai dan toilet. Periksa pula area lubang pembuangan di kamar mandi. Bersihkan kotoran yang terlihat dan pastikan air dapat mengalir dengan lancar.
Jika bau dari saluran terus muncul meskipun sudah dibersihkan, masalahnya mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut pada sistem pembuangan. Dalam kondisi seperti ini, menambahkan pewangi hanya akan menutupi bau untuk sementara, bukan mengatasi sumber masalahnya.
Baca Juga: Cara Membasmi Lalat Limbah di Kamar Mandi agar Tidak Muncul Lagi, Tak Cukup Pakai Obat Serangga
3. Manfaatkan Baking Soda untuk Membantu Mengurangi Bau
Baking soda dapat digunakan sebagai salah satu bahan sederhana untuk membantu mengurangi bau tidak sedap di rumah. Untuk kamar mandi, letakkan sedikit baking soda dalam wadah terbuka di area yang aman dan tidak mudah terkena air.
Wadah tersebut dapat ditempatkan di sudut kamar mandi, tetapi jangan sampai mengganggu aktivitas atau mudah tersenggol. Baking soda bukan pengganti pembersihan rutin, sehingga sumber bau tetap perlu dicari dan dibersihkan terlebih dahulu.
Jika baking soda sudah menggumpal atau terkena air, sebaiknya ganti dengan yang baru. Cara ini lebih cocok digunakan sebagai pelengkap untuk menjaga kesegaran ruangan, bukan sebagai solusi utama untuk bau yang berasal dari saluran pembuangan atau jamur.
4. Keringkan Lantai Setelah Kamar Mandi Digunakan
Lantai yang selalu basah membuat kamar mandi terasa pengap dan kurang segar. Air yang tertinggal di permukaan juga dapat meningkatkan kelembapan ruangan.
Setelah mandi, gunakan alat pembersih lantai seperti wiper karet untuk mendorong sisa air menuju saluran pembuangan. Langkah sederhana ini dapat membantu mempercepat proses pengeringan.
Kebiasaan tersebut juga membuat kamar mandi lebih mudah dirawat. Semakin sedikit permukaan yang terus-menerus basah, semakin mudah menjaga kondisi ruangan tetap bersih dan tidak lembap.
Baca Juga: Lantai Kamar Mandi Sering Menguning? Begini 8 Cara Mencegahnya
5. Jangan Biarkan Handuk Basah Menumpuk
Handuk yang baru digunakan menyimpan banyak kelembapan. Jika beberapa handuk basah digantung berdekatan di kamar mandi yang sirkulasinya buruk, ruangan bisa terasa lebih lembap dan pengap.
Sebaiknya handuk digantung dalam posisi terbuka agar lebih cepat kering. Jika memungkinkan, jemur handuk di tempat yang mendapatkan sirkulasi udara lebih baik dan tidak lembap.
Kebiasaan kecil ini sering luput dari perhatian ketika mencari cara membuat kamar mandi harum. Padahal, mengurangi sumber kelembapan sama pentingnya dengan menambahkan aroma baru.
6. Gunakan Tanaman yang Sesuai untuk Kamar Mandi
Tanaman dapat menjadi pilihan jika ingin membuat kamar mandi terlihat lebih segar sekaligus memberikan sentuhan alami. Namun, jangan sembarang memilih tanaman hanya karena dianggap dapat membuat ruangan lebih harum.
Yang perlu diperhatikan adalah kondisi kamar mandi. Jika ruangan minim cahaya dan terlalu lembap, pilih tanaman yang memang dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut. Tanaman juga tetap membutuhkan perawatan dan tidak seharusnya dijadikan pengganti ventilasi.
Jika tujuan utamanya adalah menghilangkan bau, tetap prioritaskan kebersihan dan sirkulasi udara. Tanaman lebih tepat digunakan sebagai pelengkap dekorasi dan kesegaran visual kamar mandi.
7. Bersihkan Toilet dan Area yang Sering Terlewat

Image by AI
Bau kamar mandi juga dapat berasal dari bagian yang jarang dibersihkan, seperti bagian bawah dudukan toilet, celah di sekitar toilet, nat lantai, sudut dinding, serta area di balik peralatan kamar mandi.
Membersihkan bagian yang mudah terlihat saja terkadang tidak cukup. Kotoran dan residu dapat menumpuk di celah-celah tersebut, terutama jika area selalu terkena cipratan air.
Buat jadwal pembersihan secara rutin dan gunakan produk pembersih sesuai petunjuk pada label. Jangan mencampurkan produk pembersih yang berbeda secara sembarangan. Khususnya, pemutih berbahan klorin tidak boleh dicampur dengan pembersih yang mengandung amonia karena dapat menghasilkan gas beracun.
8. Tingkatkan Sirkulasi Udara di Kamar Mandi
Kamar mandi yang memiliki sirkulasi udara baik biasanya lebih mudah dijaga agar tetap segar. Udara lembap dan bau dari dalam ruangan dapat lebih cepat keluar ketika terdapat pertukaran udara yang memadai.
Jika tersedia jendela, buka ketika kondisi udara luar memungkinkan. Jika menggunakan exhaust fan, pastikan sistem tersebut benar-benar membuang udara ke luar ruangan, bukan hanya memindahkannya ke area tertutup lain. EPA merekomendasikan penggunaan kipas kamar mandi yang membuang udara ke luar untuk membantu mengurangi kelembapan.
Untuk kamar mandi tanpa jendela, exhaust fan dapat menjadi pilihan yang lebih praktis. Selain membantu mengurangi kelembapan, ventilasi juga dapat membantu mengeluarkan bau dan polutan dari kamar mandi.
9. Bersihkan Keset dan Tirai Kamar Mandi
Keset kamar mandi sering berada dalam kondisi lembap karena terus terkena air. Jika jarang dicuci dan dikeringkan, benda ini bisa menjadi salah satu sumber bau yang membuat kamar mandi terasa kurang segar.
Cuci keset sesuai petunjuk perawatannya dan pastikan benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Jangan biarkan keset basah terlipat dalam waktu lama.
Hal serupa berlaku untuk tirai kamar mandi berbahan yang dapat menyimpan kelembapan. Bersihkan secara berkala dan segera keringkan jika terdapat tanda-tanda kotoran, noda, atau pertumbuhan jamur.
10. Letakkan Bahan Beraroma Alami sebagai Pelengkap
Jika kamar mandi sudah bersih dan tidak lembap, bahan beraroma alami bisa digunakan sebagai tambahan untuk memberikan aroma yang lebih menyenangkan. Misalnya, kulit jeruk yang masih segar dapat ditempatkan sementara dalam wadah kecil di area yang aman dan tidak terkena air.
Namun, bahan alami seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah apabila sumber bau berasal dari saluran pembuangan, jamur, atau kelembapan berlebih. Aroma yang dihasilkan juga tidak bertahan selamanya sehingga perlu diganti ketika sudah tidak segar.
Prinsipnya, jangan berusaha menutupi bau dengan aroma lain. Cari sumber bau terlebih dahulu, atasi penyebabnya, lalu gunakan bahan beraroma sebagai pelengkap jika diperlukan.
11. Hindari Menyimpan Terlalu Banyak Barang di Kamar Mandi
Kamar mandi yang terlalu penuh dengan botol sabun, perlengkapan mandi, pakaian, dan barang lainnya akan lebih sulit dibersihkan. Celah di antara barang juga dapat menjadi tempat berkumpulnya air dan kotoran.
Simpan hanya barang yang memang diperlukan di dalam kamar mandi. Gunakan rak yang memungkinkan air tidak mudah menggenang dan sisakan ruang agar permukaan lebih mudah dibersihkan.
Dengan area yang lebih rapi, proses membersihkan kamar mandi juga menjadi lebih cepat. Sirkulasi udara di sekitar barang pun tidak terlalu terhambat.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah baking soda bisa membuat kamar mandi harum?
Baking soda lebih tepat digunakan untuk membantu mengurangi bau, bukan sebagai pengharum. Letakkan dalam wadah terbuka dan tetap bersihkan sumber bau di kamar mandi.
2. Bagaimana cara menghilangkan bau kamar mandi tanpa pengharum?
Mulailah dengan membersihkan toilet dan saluran pembuangan, mengeringkan permukaan yang basah, serta memperbaiki sirkulasi udara. Setelah sumber bau teratasi, bahan beraroma alami dapat digunakan sebagai pelengkap.
3. Kenapa kamar mandi tetap bau meski sudah dibersihkan?
Bau dapat berasal dari saluran pembuangan, area yang masih lembap, jamur, atau bagian kamar mandi yang terlewat saat dibersihkan. Jika bau terus muncul, sumber masalahnya perlu diperiksa lebih lanjut.
4. Apakah kamar mandi harus selalu memiliki jendela?
Tidak selalu. Kamar mandi tanpa jendela tetap dapat memiliki sirkulasi udara melalui sistem ventilasi mekanis seperti exhaust fan yang membuang udara ke luar.
5. Berapa lama exhaust fan kamar mandi sebaiknya dinyalakan?
Tidak ada durasi tunggal yang berlaku untuk semua kamar mandi. Gunakan saat mandi dan setelahnya untuk membantu mengeluarkan kelembapan, dengan menyesuaikannya pada kondisi ruangan dan kemampuan sistem ventilasi.