Skip to content

Cara Merapikan Bumbu Dapur agar Terlihat Rapi, Trik Menata agar Bahan Mudah Dicari

Bumbu dapur yang diletakkan begitu saja di meja atau ditumpuk dalam satu lemari sering membuat area memasak terlihat penuh, meskipun sebenarnya jumlahnya tidak terlalu banyak. Botol saus, wadah rempah, kemasan bumbu bubuk, hingga stok bumbu yang belum dibuka dapat bercampur sehingga sulit menemukan bahan yang dibutuhkan ketika sedang memasak.

Merapikan bumbu dapur tidak selalu membutuhkan rak baru atau wadah mahal. Penataan dapat dimulai dengan memilah bumbu berdasarkan jenis, frekuensi penggunaan, ukuran kemasan, serta tempat penyimpanan yang tersedia. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Rabu (30/9), berikut cara menata bumbu agar dapur terasa lebih lega dan setiap bahan lebih mudah ditemukan.

1. Keluarkan Semua Bumbu Sebelum Mulai Menata

Langkah pertama adalah mengeluarkan seluruh bumbu dari rak, kabinet, laci, atau area dapur tempat biasanya bahan tersebut disimpan. Cara ini membuat jumlah dan kondisi bumbu terlihat jelas sehingga penataan tidak dilakukan dengan sekadar memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain.

Letakkan semua bumbu di satu area yang bersih, kemudian kelompokkan berdasarkan jenisnya. Misalnya, bumbu bubuk seperti lada dan ketumbar dapat ditempatkan bersama, sedangkan saus, kecap, minyak, rempah kering, dan bumbu instan dibuat dalam kelompok berbeda.

Pada tahap ini, perhatikan pula tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta bumbu yang sudah jarang digunakan. Bahan yang sudah tidak layak digunakan sebaiknya tidak dikembalikan ke tempat penyimpanan karena hanya akan memenuhi ruang.

Baca Juga: Cara Menyimpan Tepung agar Tidak Berkutu, Begini Trik Sederhana agar Stok Lebih Aman

2. Kelompokkan Bumbu Berdasarkan Jenis dan Fungsi

Pengelompokan menjadi salah satu cara paling sederhana untuk membuat bumbu dapur terlihat rapi. Daripada menempatkan semua bahan dalam satu rak, buat beberapa kategori yang mudah dikenali dan sesuai dengan kebiasaan memasak di rumah.

Contohnya, satu kelompok dapat berisi bumbu dasar seperti garam, gula, lada, dan kaldu, sementara kelompok lain digunakan untuk rempah seperti ketumbar, jintan, kayu manis, atau cengkih. Saus dan bahan cair juga sebaiknya memiliki area tersendiri agar tidak bercampur dengan bumbu kering.

Penataan berdasarkan fungsi membuat proses mengambil bahan menjadi lebih cepat. Ketika sedang memasak, tidak perlu membongkar seluruh rak hanya untuk menemukan satu botol atau wadah kecil karena setiap kategori sudah mempunyai tempat yang jelas.

3. Pisahkan Bumbu yang Sering dan Jarang Digunakan

Tidak semua bumbu perlu ditempatkan di bagian yang paling mudah dijangkau. Bahan yang hampir setiap hari digunakan sebaiknya berada di area depan, sedangkan bumbu yang hanya dipakai sesekali dapat ditempatkan di bagian belakang atau rak yang lebih tinggi.

Misalnya, garam, gula, lada, kecap, minyak, dan bumbu utama lainnya dapat diletakkan dekat area memasak jika kondisi dapur memungkinkan. Sementara itu, rempah tertentu yang hanya digunakan untuk menu tertentu dapat disimpan di bagian yang tidak terlalu sering diakses.

Pemisahan ini juga membantu menjaga area kerja tetap lapang. Bumbu yang jarang digunakan tidak perlu memenuhi meja dapur hanya karena ingin mudah terlihat setiap saat.

4. Gunakan Wadah yang Seragam untuk Bumbu Kering

Bumbu kering dalam berbagai kemasan sering menjadi salah satu penyebab rak terlihat berantakan. Kemasan sachet, plastik, dan botol dengan bentuk berbeda-beda membuat susunan sulit terlihat seragam.

Jika memungkinkan, pindahkan sebagian bumbu kering ke wadah yang ukurannya relatif sama dan memiliki penutup rapat. Pilih wadah sesuai kapasitas bumbu agar tidak terlalu besar maupun terlalu kecil sehingga ruang penyimpanan tetap efisien.

Berikan label pada setiap wadah menggunakan nama bumbu yang mudah dibaca. Cara ini sangat membantu ketika beberapa bumbu memiliki warna atau bentuk yang hampir serupa, sekaligus membuat tampilan rak lebih teratur.

5. Manfaatkan Rak Bertingkat agar Tidak Banyak Ruang Terbuang

Rak bertingkat dapat digunakan untuk memanfaatkan ruang vertikal di dalam kabinet atau area penyimpanan. Bumbu berukuran kecil yang biasanya tertutup oleh botol besar dapat ditempatkan di tingkat yang lebih tinggi sehingga semuanya tetap terlihat.

Penempatan juga bisa disesuaikan dengan ukuran wadah. Botol tinggi dapat ditempatkan di bagian belakang, sedangkan wadah pendek berada di depan agar tidak menghalangi pandangan terhadap bumbu lainnya.

Tidak perlu memenuhi setiap celah dengan barang. Sisakan sedikit ruang agar tangan tetap mudah mengambil dan mengembalikan bumbu tanpa harus menggeser banyak wadah.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Noda Minyak di Dinding Dapur, Kembali Bersih Tanpa Merusak Cat

6. Susun Bumbu Berdasarkan Ukuran Wadah

Selain mengelompokkan berdasarkan jenis, ukuran juga dapat menjadi pertimbangan. Wadah berukuran besar sebaiknya ditempatkan di bagian belakang atau sisi tertentu, sedangkan wadah kecil dapat diletakkan di bagian depan.

Susunan seperti ini membuat isi rak lebih mudah terlihat dan mengurangi kemungkinan wadah kecil terselip di belakang barang yang lebih besar. Cara tersebut juga cocok diterapkan pada rak terbuka karena tampilannya akan terlihat lebih teratur.

Jika terdapat banyak botol dengan bentuk berbeda, gunakan satu nampan atau wadah besar sebagai pembatas kelompok. Dengan begitu, beberapa bumbu dapat dipindahkan sekaligus ketika rak perlu dibersihkan.

7. Pisahkan Stok Cadangan dari Bumbu yang Sedang Dipakai

Bumbu yang sedang digunakan sebaiknya tidak dicampur dengan stok cadangan. Ketika dua jenis persediaan tersebut berada di tempat yang sama, jumlah bahan sering terlihat lebih banyak dan rak menjadi cepat penuh.

Buat satu area khusus untuk bumbu yang sedang digunakan dan tempat lain untuk persediaan tambahan. Stok cadangan dapat disimpan di kabinet yang tidak terlalu sering dibuka selama tempat tersebut tetap kering dan sesuai untuk penyimpanan bahan.

Sistem ini juga memudahkan pengecekan persediaan. Ketika wadah utama hampir habis, stok berikutnya dapat segera dipindahkan tanpa harus mengaduk seluruh isi lemari untuk mencarinya.

8. Beri Label pada Wadah dan Kelompok Penyimpanan

Label sederhana dapat membuat sistem penyimpanan jauh lebih mudah dipahami. Nama seperti “Bumbu Bubuk”, “Rempah Kering”, “Saus”, atau nama masing-masing bumbu dapat membantu mengenali isi tempat penyimpanan dengan cepat.

Untuk wadah individual, tuliskan nama bahan secara jelas dan mudah dibaca. Jika bumbu memiliki masa simpan yang perlu diperhatikan, informasi tanggal pembelian atau tanggal dibuka juga dapat dicatat sesuai kebutuhan.

Gunakan sistem label yang konsisten. Hindari terlalu banyak tulisan atau dekorasi jika justru membuat nama bumbu sulit dibaca ketika sedang memasak.

9. Manfaatkan Laci untuk Bumbu Berukuran Kecil

Laci dapat menjadi pilihan untuk menyimpan bumbu berukuran kecil, terutama jika dapur memiliki banyak sachet atau wadah mungil. Bumbu yang disimpan secara mendatar juga bisa lebih mudah dikelompokkan dibandingkan jika dilempar begitu saja ke dalam satu wadah.

Gunakan sekat sederhana untuk membagi bagian dalam laci menjadi beberapa area. Satu bagian dapat digunakan untuk bumbu bubuk, bagian lain untuk rempah kecil, dan area berbeda untuk bahan yang jarang digunakan.

Pastikan laci tetap mudah dibuka dan tidak terlalu penuh. Jika harus mengeluarkan banyak benda terlebih dahulu hanya untuk mengambil satu bumbu, sistem penyimpanan tersebut justru perlu ditata ulang.

10. Tempatkan Bumbu Sesuai Kondisi Penyimpanannya

Kerapian tidak hanya berkaitan dengan tampilan, tetapi juga tempat penyimpanan yang sesuai. Bumbu dan bahan pangan sebaiknya disimpan sesuai petunjuk pada kemasan, terutama terkait paparan panas, kelembapan, cahaya, dan kondisi wadah setelah dibuka.

Area dekat kompor memang praktis karena mudah dijangkau, tetapi tidak semua bahan cocok ditempatkan di sana. Panas dan uap dari aktivitas memasak dapat membuat area tersebut kurang ideal untuk sebagian bahan, sehingga lokasi penyimpanan perlu dipilih berdasarkan jenis bumbu.

Untuk bumbu kering, pastikan wadah tertutup rapat dan area penyimpanan tidak lembap. Sementara itu, bahan cair atau produk yang memiliki petunjuk khusus sebaiknya mengikuti instruksi penyimpanan pada kemasannya.

11. Gunakan Sistem First In, First Out

Setelah bumbu tertata, terapkan kebiasaan menggunakan bahan yang lebih dulu dibeli sebelum membuka persediaan yang lebih baru. Bumbu yang lebih lama dapat ditempatkan di bagian depan, sedangkan stok baru diletakkan di belakang.

Sistem sederhana ini membantu mencegah bahan terlalu lama tersimpan tanpa digunakan. Ketika membeli bumbu baru, jangan langsung menaruhnya di bagian paling depan jika masih ada kemasan lama yang belum habis.

Kebiasaan tersebut juga membuat rak lebih mudah dikontrol. Setiap kali berbelanja, persediaan dapat sekaligus diperiksa sehingga tidak terlalu banyak membeli bumbu yang sebenarnya masih tersedia.

12. Sisakan Ruang agar Rak Mudah Dibersihkan

Rak bumbu yang terlalu penuh akan menyulitkan proses pembersihan. Debu atau sisa bahan yang tumpah dapat menumpuk di sela-sela wadah, sementara membersihkannya menjadi lebih merepotkan jika semua barang harus dikeluarkan.

Sisakan sedikit ruang di antara kelompok bumbu agar wadah dapat diangkat dengan mudah. Nampan atau alas yang dapat dilepas juga bisa digunakan pada area yang berisiko terkena tumpahan bumbu atau cairan.

Setelah selesai memasak, biasakan mengembalikan bumbu ke tempat semula. Konsistensi ini lebih penting daripada sekadar melakukan penataan besar satu kali karena rak akan kembali berantakan jika setiap barang tidak memiliki tempat tetap.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Bagaimana cara membuat bumbu dapur terlihat rapi tanpa membeli rak baru?

Gunakan wadah yang sudah tersedia, kelompokkan bumbu berdasarkan jenis dan frekuensi pemakaian, lalu manfaatkan ruang vertikal atau laci dengan sekat sederhana.

2. Apakah semua bumbu harus dipindahkan ke wadah yang sama?

Tidak harus. Wadah seragam dapat membuat tampilan lebih rapi, tetapi yang lebih penting adalah wadah sesuai dengan jenis bahan dan dapat ditutup dengan baik.

3. Bumbu dapur sebaiknya disimpan di mana?

Tempatkan bumbu sesuai petunjuk pada kemasan dan hindari area yang tidak sesuai dengan karakter bahan, seperti tempat yang terlalu lembap atau terkena panas berlebihan.

4. Bagaimana agar bumbu yang sering digunakan lebih mudah diambil?

Letakkan bumbu yang paling sering digunakan di area depan atau tempat yang mudah dijangkau, sementara bahan yang jarang dipakai dapat disimpan di bagian belakang atau rak lain.

5. Mengapa bumbu dapur perlu diberi label?

Label membantu mengenali isi wadah dengan cepat, terutama jika beberapa bumbu memiliki bentuk atau warna yang mirip, sekaligus membuat sistem penyimpanan lebih konsisten.