Skip to content

Cara Merawat Kulkas agar Awet dan Tidak Boros Listrik, Kebiasaan Kecil Ini Sering Diabaikan

Kulkas merupakan salah satu peralatan elektronik rumah tangga yang hampir tidak pernah berhenti bekerja. Perangkat ini digunakan untuk menyimpan bahan makanan, minuman, hingga berbagai kebutuhan dapur agar tetap segar lebih lama. Namun, penggunaan selama 24 jam setiap hari membuat kulkas membutuhkan perawatan yang tepat supaya performanya tetap terjaga dan tidak cepat mengalami kerusakan.

Kebiasaan sederhana seperti mengatur suhu, membersihkan bagian belakang, menjaga karet pintu, hingga menata isi kulkas ternyata berpengaruh terhadap kinerjanya. Jika dilakukan secara rutin, perawatan tersebut dapat membantu kulkas bekerja lebih efisien sekaligus mengurangi pemborosan listrik. Berikut cara merawat kulkas agar awet dan tidak boros listrik yang dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Senin (2/11).

1. Atur Suhu Kulkas Sesuai Kebutuhan

Pengaturan suhu menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga performa kulkas. Suhu yang terlalu rendah membuat sistem pendingin bekerja lebih keras, sedangkan suhu yang terlalu tinggi berisiko membuat makanan tidak tersimpan dalam kondisi yang semestinya.

Untuk penggunaan sehari-hari, suhu ruang pendingin umumnya dapat diatur sekitar 3–5 derajat Celsius. Sementara itu, bagian freezer biasanya direkomendasikan berada di sekitar -18 derajat Celsius. Meski demikian, tetap perhatikan panduan suhu yang diberikan produsen karena setiap model kulkas memiliki karakteristik berbeda.

Hindari kebiasaan mengatur suhu ke tingkat paling dingin tanpa alasan yang jelas. Jika makanan tetap dingin dan tersimpan dengan baik, tidak perlu memaksakan pengaturan pendinginan maksimal. Gunakan termometer khusus kulkas apabila ingin memastikan suhu aktual di dalamnya.

2. Bersihkan Bagian Belakang dan Kondensor secara Berkala

Debu yang menumpuk pada bagian belakang kulkas sering kali luput dari perhatian. Padahal, pada model yang memiliki kumparan kondensor terbuka, bagian tersebut berfungsi membantu melepaskan panas dari sistem pendingin.

Ketika debu dan kotoran menumpuk, proses pelepasan panas dapat terganggu. Akibatnya, sistem pendingin berpotensi bekerja lebih berat untuk mempertahankan suhu di dalam kulkas. Kondisi ini bisa berdampak pada efisiensi penggunaan listrik.

Untuk membersihkannya, lakukan langkah berikut:

  1. Matikan kulkas dan cabut steker dari stopkontak sebelum melakukan pembersihan.
  2. Geser kulkas secara perlahan jika posisinya memungkinkan dan perhatikan kondisi kabel.
  3. Bersihkan debu menggunakan sikat lembut atau penyedot debu sesuai petunjuk produsen.
  4. Periksa area ventilasi agar tidak tertutup debu maupun benda lain.
  5. Pastikan seluruh bagian yang dibersihkan sudah aman sebelum kulkas kembali dinyalakan.

Tidak semua kulkas memiliki kondensor terbuka yang dapat dibersihkan sendiri. Jika komponen berada di balik panel atau sulit dijangkau, jangan membongkarnya secara paksa. Ikuti buku manual atau gunakan bantuan teknisi.

3. Pastikan Karet Pintu Kulkas Selalu Rapat

Karet pintu atau door seal berfungsi menjaga udara dingin tetap berada di dalam kulkas. Komponen ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap efisiensi pendinginan.

Jika karet mulai longgar, robek, mengeras, atau tidak menempel sempurna, udara dingin dapat keluar melalui celah pintu. Udara hangat dari luar kemudian masuk sehingga kulkas perlu bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu.

Ada cara sederhana untuk memeriksa kondisinya, yaitu menggunakan selembar kertas. Jepit kertas pada bagian pintu ketika kulkas ditutup, kemudian tarik secara perlahan. Jika kertas mudah terlepas tanpa hambatan, periksa apakah terdapat kotoran, perubahan bentuk, atau kerusakan pada karetnya. Ulangi pemeriksaan di beberapa sisi pintu.

Bersihkan karet menggunakan kain lembut yang sedikit dibasahi air sabun. Perhatikan bagian lipatan karena debu dan sisa makanan sering terselip di sana. Jika karet sudah retak atau tidak mampu menutup rapat meskipun bersih, pertimbangkan menggantinya dengan komponen yang sesuai dengan tipe kulkas.

4. Jangan Terlalu Sering Membuka Pintu Kulkas

Membuka pintu kulkas terlalu sering atau membiarkannya terbuka dalam waktu lama dapat membuat udara dingin keluar. Akibatnya, suhu di dalam ruang pendingin berubah dan sistem kompresor perlu bekerja untuk mengembalikannya.

Kebiasaan ini sering terjadi ketika seseorang mencari bahan makanan tanpa mengetahui letak penyimpanannya. Pintu dibuka, isi kulkas diperiksa satu per satu, kemudian dibiarkan terbuka selama beberapa menit.

Untuk menghindarinya, biasakan merencanakan bahan makanan yang ingin diambil sebelum membuka pintu. Letakkan bahan yang sering digunakan di bagian yang mudah dijangkau agar proses pengambilan lebih cepat.

Pastikan pula pintu tertutup sempurna setelah digunakan. Periksa apakah terdapat botol, wadah, atau kemasan makanan yang mengganjal sehingga pintu tidak bisa menutup dengan rapat.

5. Hindari Memasukkan Makanan yang Masih Panas

Memasukkan makanan atau minuman panas langsung ke dalam kulkas dapat meningkatkan suhu di ruang penyimpanan. Kondisi tersebut membuat sistem pendingin membutuhkan energi tambahan untuk mengembalikan suhu ke tingkat yang diinginkan.

Sebaiknya, biarkan makanan panas turun suhunya terlebih dahulu sebelum disimpan. Namun, jangan membiarkan makanan mudah rusak terlalu lama berada pada suhu ruang hanya demi menunggu dingin sepenuhnya.

Untuk makanan dalam jumlah besar, bagi menjadi beberapa wadah dangkal dan tertutup agar proses pendinginan lebih cepat. Setelah tidak lagi mengeluarkan panas berlebihan, masukkan ke kulkas sesuai kebutuhan penyimpanan.

Selain membantu menjaga kestabilan suhu, penggunaan wadah tertutup juga dapat mencegah aroma makanan menyebar ke bahan lain. Cara ini membuat isi kulkas lebih terorganisasi dan mudah dibersihkan.

6. Jangan Mengisi Kulkas Terlalu Penuh

Kulkas yang terisi cukup dapat membantu mempertahankan kestabilan suhu. Namun, bukan berarti seluruh ruang penyimpanan harus dipenuhi sampai tidak menyisakan celah.

Penataan yang terlalu padat dapat menghambat aliran udara dingin. Akibatnya, beberapa bagian mungkin tidak mendapatkan pendinginan secara merata sehingga bahan makanan lebih mudah mengalami perubahan kualitas.

Sisakan ruang di antara wadah dan kemasan makanan agar udara dapat bersirkulasi. Jangan menutup lubang ventilasi di dalam kulkas dengan kotak makanan, plastik, atau barang lainnya.

Biasakan pula mengeluarkan bahan makanan yang sudah tidak layak disimpan. Selain memberikan ruang tambahan, kebiasaan ini membantu menjaga kebersihan dan mengurangi kemungkinan munculnya bau tidak sedap.

7. Bersihkan Bagian Dalam Kulkas secara Rutin

Sisa makanan, tumpahan minuman, dan cairan dari bahan mentah dapat menempel pada rak maupun dinding kulkas. Jika dibiarkan, kotoran tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap dan membuat bagian dalam kulkas menjadi kurang higienis.

Bersihkan bagian dalam kulkas secara berkala atau segera setelah terjadi tumpahan. Gunakan kain lembut atau spons dengan air hangat dan sedikit sabun pencuci piring yang sesuai untuk permukaan perangkat.

Untuk pembersihan menyeluruh, keluarkan makanan dan pindahkan ke tempat penyimpanan sementara yang aman. Matikan atau cabut sambungan listrik sesuai petunjuk produsen, kemudian bersihkan rak, laci, dinding bagian dalam, dan bagian pintu.

Hindari penggunaan benda tajam, sabut kasar, maupun cairan pembersih keras yang berpotensi merusak lapisan permukaan. Setelah selesai, bilas menggunakan kain bersih dan keringkan seluruh bagian sebelum kulkas digunakan kembali.

8. Jauhkan Kulkas dari Kompor dan Sumber Panas

Lokasi penempatan kulkas turut memengaruhi efisiensi kerjanya. Perangkat yang diletakkan terlalu dekat dengan kompor, oven, atau jendela yang terkena sinar matahari langsung berpotensi menerima panas berlebih dari lingkungan sekitar.

Ketika suhu di sekitar kulkas meningkat, sistem pendingin perlu bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu di dalam ruang penyimpanan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan konsumsi energi.

Pilih lokasi yang tidak terkena panas langsung dan memiliki sirkulasi udara baik. Jika memungkinkan, hindari menempatkannya tepat di samping peralatan memasak yang sering menghasilkan panas.

Perhatikan pula kondisi ruangan. Dapur yang memiliki ventilasi memadai dapat membantu mengurangi penumpukan panas di sekitar perangkat sehingga kulkas dapat bekerja lebih optimal.

9. Berikan Jarak antara Kulkas dan Dinding

Menempelkan kulkas terlalu rapat ke dinding merupakan kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Bagian belakang dan sisi tertentu membutuhkan ruang untuk membantu sirkulasi udara serta membuang panas yang dihasilkan selama proses pendinginan.

Jika ruang tersebut tertutup, pelepasan panas bisa menjadi kurang optimal. Dampaknya, kompresor berpotensi bekerja lebih lama untuk mempertahankan suhu yang sudah diatur.

Berikan jarak sesuai rekomendasi produsen, baik pada bagian belakang, samping, maupun atas kulkas. Tidak ada satu ukuran jarak yang berlaku untuk semua model karena desain ventilasi setiap perangkat bisa berbeda.

Hindari pula menempatkan barang-barang seperti kardus, kain, atau perlengkapan dapur di sekitar ventilasi. Pastikan area tersebut tetap terbuka agar aliran udara tidak terhambat.

10. Cairkan Bunga Es pada Kulkas Non-Frost Free

Penumpukan bunga es sering ditemukan pada kulkas yang belum dilengkapi teknologi frost free. Jika dibiarkan terlalu tebal, lapisan es dapat mengurangi ruang penyimpanan dan mengganggu sirkulasi udara dingin.

Pada kondisi tertentu, penumpukan bunga es juga dapat membuat proses pendinginan menjadi kurang efisien. Karena itu, kulkas dengan sistem pencairan manual membutuhkan perawatan tambahan.

Apabila bunga es mulai menumpuk, lakukan proses defrost sesuai petunjuk penggunaan. Keluarkan makanan terlebih dahulu, matikan perangkat, dan biarkan es mencair secara alami. Siapkan wadah atau kain untuk menampung air yang menetes selama proses berlangsung.

Jangan menggunakan pisau, obeng, atau benda tajam untuk mengikis bunga es karena dapat merusak bagian pendingin. Hindari pula penggunaan air mendidih atau alat pemanas yang tidak direkomendasikan produsen. Untuk kulkas frost free, ikuti petunjuk manual dan jangan membongkar sistem pencairan otomatis.

11. Periksa Saluran Pembuangan Air dan Wadah Penampung

Beberapa jenis kulkas memiliki saluran pembuangan air hasil kondensasi atau proses pencairan bunga es. Saluran tersebut membantu mengalirkan air menuju wadah penampung pada bagian tertentu.

Jika saluran tersumbat oleh kotoran, sisa makanan, atau endapan, air dapat menggenang di bagian dalam kulkas. Bahkan, pada kondisi tertentu, air bisa merembes keluar dan membasahi lantai di sekitarnya.

Periksa apakah terdapat genangan air di bawah laci sayuran atau bagian dasar ruang pendingin. Jika model kulkas memungkinkan pengguna membersihkan saluran pembuangan, lakukan sesuai panduan produsen.

Jangan menusukkan kawat atau benda tajam ke saluran secara sembarangan. Jika penyumbatan berada di bagian yang sulit dijangkau atau kebocoran terus terjadi, mintalah bantuan teknisi agar komponen lain tidak ikut rusak.

12. Gunakan Kulkas dengan Kapasitas Listrik yang Sesuai

Cara merawat kulkas agar tidak boros listrik juga berkaitan dengan pemahaman terhadap kebutuhan daya perangkat. Setiap model memiliki konsumsi energi berbeda, tergantung kapasitas, teknologi kompresor, fitur, dan kondisi penggunaannya.

Periksa label spesifikasi untuk mengetahui kebutuhan daya serta informasi konsumsi energi perangkat. Jika tersedia fitur hemat energi atau Eco Mode, gunakan sesuai kondisi penyimpanan dan petunjuk produsen.

Pastikan pula stopkontak dan instalasi listrik dalam kondisi baik. Hindari penggunaan kabel yang terkelupas, sambungan bertumpuk, atau stopkontak yang longgar karena dapat menimbulkan risiko kelistrikan.

Jangan langsung menganggap kulkas rusak hanya karena kompresornya sesekali berhenti dan kembali menyala. Pada kondisi normal, kompresor memang bekerja berdasarkan kebutuhan pendinginan. Namun, jika terdengar bunyi tidak wajar, muncul bau terbakar, atau suhu tidak stabil, segera lakukan pemeriksaan.

13. Lakukan Pemeriksaan dan Servis secara Berkala

Perawatan mandiri memang membantu menjaga kebersihan dan kinerja kulkas, tetapi pemeriksaan komponen oleh teknisi tetap diperlukan ketika muncul tanda gangguan.

Perhatikan perubahan performa seperti kulkas tidak lagi dingin, kompresor menyala terus-menerus, suara mesin semakin keras, atau muncul genangan air yang tidak biasa. Gejala tersebut bisa berkaitan dengan berbagai komponen sehingga tidak tepat jika langsung menyimpulkan penyebabnya.

Jika menemukan masalah, periksa terlebih dahulu hal sederhana seperti pengaturan suhu, posisi kulkas, karet pintu, dan sirkulasi udara. Apabila gangguan tetap terjadi, hubungi teknisi yang memahami merek dan model perangkat tersebut.

Jangan mencoba memperbaiki sendiri komponen kelistrikan, kompresor, maupun sistem refrigeran. Penanganan bagian tersebut membutuhkan peralatan dan keahlian khusus agar tidak menimbulkan kerusakan tambahan atau risiko keselamatan.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Berapa suhu ideal kulkas agar hemat listrik?

Suhu ruang pendingin umumnya disarankan sekitar 3–5 derajat Celsius, sedangkan freezer sekitar -18 derajat Celsius. Sesuaikan kembali dengan panduan produsen dan kebutuhan penyimpanan makanan.

2. Berapa kali kulkas harus dibersihkan?

Bagian dalam kulkas sebaiknya dibersihkan secara rutin, misalnya setiap beberapa minggu atau segera ketika terkena tumpahan makanan. Bagian belakang dan kondensor dibersihkan sesuai kebutuhan serta petunjuk perawatan model kulkas.

3. Apakah kulkas boleh dimatikan pada malam hari?

Tidak disarankan mematikan kulkas setiap malam karena perubahan suhu dapat mengganggu keamanan penyimpanan makanan. Kulkas rumah tangga umumnya dirancang untuk beroperasi sepanjang waktu.

4. Mengapa kulkas tetap menyala meskipun sudah dingin?

Kompresor dapat kembali menyala untuk mempertahankan suhu sesuai pengaturan. Namun, jika bekerja terus-menerus tanpa mencapai suhu yang diinginkan, periksa karet pintu, pengaturan suhu, ventilasi, dan kondisi perangkat.

5. Apakah kulkas yang jarang dibersihkan bisa menjadi boros listrik?

Bisa. Debu pada kondensor, karet pintu yang kotor atau rusak, serta ventilasi yang terhambat dapat mengurangi efisiensi pendinginan dan membuat kompresor bekerja lebih keras.