Sanjay Dutt Kenang Momen Syuting Rocky saat Sang Ibu Koma

Sanjay Dutt Kenang Momen Syuting Rocky saat Sang Ibu Koma

Di balik debut gemilang Sanjay Dutt lewat film Rocky pada 1981, tersimpan kisah pilu yang masih membekas hingga kini. Aktor Bollywood itu mengenang masa ketika ia harus tetap menjalani proses syuting, sementara ibunya, Nargis Dutt, terbaring koma akibat kanker pankreas. Pengakuan tersebut kembali menyita perhatian publik karena memperlihatkan sisi emosional yang jarang diketahui di balik awal perjalanan kariernya di industri film.

Tetap Syuting saat Sang Ibu Kritis

Sanjay Dutt mengungkapkan bahwa dirinya masih berusia sekitar 20 tahun ketika menghadapi situasi sulit tersebut. Di usia yang masih sangat muda, ia mengaku belum benar-benar memahami kondisi ibunya yang semakin memburuk. Meski begitu, sang ayah, Sunil Dutt, meminta dirinya untuk tetap menyelesaikan syuting film Rocky, yang menjadi debutnya sebagai pemeran utama di Bollywood.

“Saya baru berusia 19 atau 20 tahun. Kami melakukan semua yang kami bisa. Tetapi ada banyak komplikasi dengannya, dan melihat ibu saya melewati semua itu sangat traumatis,” kenang Sanjay Dutt.

Ia menambahkan bahwa ayahnya, Sunil Dutt. terus mendorongnya untuk bekerja. ““Ayah saya meminta saya kembali ke India untuk menyelesaikan film Rocky sementara ibu saya dalam keadaan koma. Saya tidak mengerti mengapa saya harus menyelesaikan film itu ketika ibu saya dalam keadaan koma,” ujarnya.

Bagi Sunil Dutt, keputusan tersebut bukan berarti mengabaikan kondisi sang istri. Sebaliknya, ia ingin putranya tetap menjalankan tanggung jawab profesional sekaligus mengalihkan pikirannya dari situasi yang begitu berat. Sanjay pun mengikuti arahan ayahnya sambil berharap ibunya dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama keluarga.

Kesuksesan Rocky Dibayangi Kehilangan

Harapan itu akhirnya tidak menjadi kenyataan. Nargis Dutt meninggal dunia pada 3 Mei 1981, hanya beberapa hari sebelum Rocky resmi dirilis di bioskop. Momen yang seharusnya menjadi awal manis perjalanan karier Sanjay justru berubah menjadi salah satu masa paling menyedihkan dalam hidupnya.

Sanjay Dutt mengaku tidak bisa menikmati keberhasilan film pertamanya karena masih diselimuti rasa kehilangan. Pada malam pemutaran perdana film tersebut, keluarga Dutt bahkan sengaja membiarkan satu kursi kosong sebagai bentuk penghormatan kepada Nargis, yang sejak awal sangat menantikan debut putra sulungnya di layar lebar.

Kini, puluhan tahun setelah peristiwa itu berlalu, kisah tersebut masih dikenang sebagai salah satu momen paling emosional dalam perjalanan hidup Sanjay Dutt. Pengakuannya tidak hanya memperlihatkan perjuangan seorang aktor di awal karier, tetapi juga menggambarkan besarnya pengorbanan dan ketegaran sebuah keluarga ketika harus menghadapi kehilangan di tengah tuntutan dunia hiburan.

(Ina)