Dunia saham memiliki banyak istilah teknis yang seringkali membuat bingung, terutama bagi investor pemula. Meski sering terdengar dalam percakapan, banyak di antaranya yang belum sepenuhnya dipahami dengan benar. Ketidakpahaman ini seringkali juga memengaruhi proses pengambilan keputusan yang keliru.
Memahami arti istilah dalam saham sangat penting karena bisa memengaruhi strategi dan langkah investasi seseorang. Dari istilah seperti “bullish”, “dividen”, hingga “saham gorengan”, semuanya punya makna dan implikasi tertentu dalam pergerakan pasar modal.
Keeping Times telah mengumpulkan lebih dari 40 istilah saham secara sistematis dan mudah kamu pahami.
Istilah Fundamental dalam Dunia Saham
- Saham
Merupakan surat berharga yang menunjukkan kepemilikan seseorang atau pihak tertentu atas suatu perusahaan. - Emiten
Istilah ini merujuk pada perusahaan yang menerbitkan saham dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. - Bursa Efek
Tempat atau sistem yang mempertemukan penjual dan pembeli saham. Contohnya adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). - IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)
Menggambarkan kinerja keseluruhan saham yang tercatat di BEI. Indikator penting untuk melihat arah pasar. - IPO (Initial Public Offering)
Proses ketika perusahaan pertama kali menjual saham ke publik dan resmi terdaftar di bursa. - Go Public
Langkah perusahaan untuk menawarkan sahamnya kepada publik melalui IPO. - Delisting
Kebalikan dari go public, yaitu ketika saham suatu perusahaan dihapus dari bursa dan tidak bisa diperdagangkan lagi.
Strategi dan Aksi Dalam Berinvestasi
- Average Down
Strategi membeli lagi saham yang sedang turun agar harga rata-rata beli menjadi lebih murah. - Average Up
Strategi membeli saham pada harga lebih tinggi saat saham dalam tren naik. - Cut Loss
Menjual saham saat harga turun untuk membatasi kerugian lebih lanjut. - Swing Trading
Strategi beli-jual saham dalam jangka pendek berdasarkan fluktuasi harga. - Buyback
Ketika perusahaan membeli kembali saham yang beredar di pasar. - Stock Split
Pemecahan nominal harga saham agar terlihat lebih terjangkau di pasar. - Dividen
Pembagian laba kepada pemegang saham, bisa dalam bentuk tunai atau saham.
Kondisi dan Perilaku Pasar
- Bullish
Menggambarkan pasar yang sedang naik atau diprediksi naik. - Bearish
Pasar yang sedang mengalami penurunan harga secara umum. - Breakout
Ketika harga saham melewati batas resistance atau support dalam analisis teknikal. - Window Dressing
Strategi perusahaan meningkatkan kinerja laporan keuangan di akhir tahun, biasanya mempengaruhi harga saham. - Suspensi Saham
Penghentian sementara perdagangan saham karena alasan tertentu, misalnya investigasi atau fluktuasi ekstrem. - Saham Gorengan
Saham yang harganya dimanipulasi, biasanya dari perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil dan fundamental lemah. - Penny Stocks
Saham berharga rendah dengan potensi volatilitas tinggi dan sering berisiko besar.
Angka, Rasio, dan Nilai Saham
- EPS (Earning Per Share)
Laba bersih perusahaan dibagi jumlah saham yang beredar, menandakan profitabilitas perusahaan. - Dividend Payout Ratio
Persentase laba yang dibayarkan sebagai dividen. - Dividend Yield
Persentase keuntungan yang diterima dari dividen dibanding harga saham. - Kapitalisasi Pasar
Nilai total perusahaan berdasarkan harga saham dikali jumlah saham beredar. - Valuasi Saham
Penilaian apakah saham berada dalam kondisi murah (undervalue) atau mahal (overvalue). - Margin of Safety
Selisih antara harga pasar dan nilai wajar saham, digunakan untuk mengukur keamanan investasi. - Retained Earnings
Laba yang tidak dibagikan sebagai dividen dan digunakan untuk pengembangan perusahaan.
Satuan, Likuiditas, dan Instrumen Pendukung
- Lot Saham
Satuan perdagangan saham di Indonesia, 1 lot = 100 lembar saham. - Fraksi Harga
Kelompok kenaikan atau penurunan harga terkecil dalam satuan perdagangan saham. - Saham Likuid
Saham yang mudah diperjualbelikan karena volumenya tinggi di pasar. - Kustodian
Lembaga yang menyimpan dan menjamin keamanan aset investor. - Sekuritas
Perusahaan yang menjadi perantara investor dalam jual beli saham. - Manajer Investasi
Pihak yang mengelola dana investasi kolektif seperti reksadana. - Trading
Aktivitas jual beli saham dalam jangka pendek untuk meraih keuntungan cepat.
Istilah Tambahan dan Slang Populer
- Bandar
Pihak besar yang punya kekuatan modal untuk menggerakkan harga saham. - HAKI (Hajar Kiri)
Jual saham di harga bid terendah agar cepat laku. - HAKA (Hajar Kanan)
Beli saham di harga offer tertinggi agar langsung dapat. - Entry Market
Waktu masuk pasar untuk mulai membeli saham. - Exit Market
Waktu keluar dari pasar saat ingin menjual saham. - Floating Profit
Keuntungan sementara saat harga saham naik, belum direalisasi. - Floating Loss
Kerugian sementara saat harga saham turun, belum direalisasi.
Istilah Penting Lainnya
- Uang Dingin
Uang yang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Ideal dipakai untuk investasi karena tidak bikin panik saat harga saham turun. - Inflasi
Kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Inflasi bisa memengaruhi nilai uang dan investasi saham. - Working Capital (Modal Kerja)
Selisih antara aset lancar dan utang jangka pendek. Menunjukkan seberapa sehat keuangan operasional perusahaan. - Trader
Orang yang jual beli saham dalam jangka pendek. Tujuannya adalah mencari keuntungan cepat dari perubahan harga. - Trailing Stop
Batas jual otomatis yang ikut naik seiring harga saham. Digunakan untuk mengunci keuntungan saat harga naik. - Overvalue
Saham yang harganya lebih mahal dari nilai wajarnya. Biasanya dianggap terlalu tinggi dan berisiko turun. - Undervalue
Saham yang harganya lebih murah dari nilai wajarnya. Sering dianggap peluang bagus untuk dibeli.
FAQ
Q: Kenapa penting memahami istilah saham sebelum berinvestasi?
A: Karena istilah saham mencerminkan kondisi pasar, strategi investasi, dan risiko yang harus dipahami sebelum mengambil keputusan.
Q: Apa perbedaan saham bluechip dan saham gorengan?
A: Bluechip adalah saham dari perusahaan besar dan stabil, sedangkan saham gorengan rentan dimanipulasi karena tidak memiliki fundamental kuat.
Q: Apa itu saham undervalue dan overvalue?
A: Undervalue berarti harga saham lebih rendah dari nilai wajar, overvalue artinya harga lebih tinggi dari nilai wajarnya.
Q: Apa itu IHSG?
A: IHSG adalah Indeks Harga Saham Gabungan, indikator utama yang menunjukkan kinerja keseluruhan saham di Bursa Efek Indonesia.
