Hidangan berkuah menjadi bagian penting dari tradisi kuliner di berbagai negara karena menawarkan perpaduan rasa, aroma, tekstur, dan kehangatan dalam satu sajian. Dari sup berbahan jagung dan keju khas Paraguay, kaldu daging domba yang pedas dari Turki, hingga ramen Jepang dengan kuah gurih, setiap hidangan memiliki karakter tersendiri yang mencerminkan bahan pangan dan kebiasaan masyarakat di daerah asalnya. TasteAtlas melalui daftar Top 100 Soups in the World menempatkan sejumlah hidangan berkuah dari berbagai negara berdasarkan penilaian audiensnya, sehingga daftar tersebut dapat menjadi gambaran menarik mengenai sajian yang mendapatkan apresiasi tinggi dari para pencinta kuliner.
Dalam daftar yang diperbarui pada 15 Juli 2026, Vori-vori dari Paraguay berada di posisi pertama dengan skor 4,7, disusul Beyran çorbası dari Turki dengan skor 4,5 dan Yokohama-Style Ramen dari Jepang dengan skor 4,4. Menariknya, Indonesia juga masuk ke jajaran lima besar melalui Soto Betawi yang memperoleh skor 4,4, sementara posisi kelima ditempati Ramen dari Jepang dengan skor 4,39. TasteAtlas mencatat bahwa peringkat tersebut berasal dari penilaian audiens dan bukan merupakan kesimpulan mutlak mengenai makanan terbaik di dunia.
1. Vori-vori dari Paraguay
Vori-vori menempati posisi pertama dalam daftar Top 100 Soups in the World versi TasteAtlas dengan skor 4,7, sehingga hidangan khas Paraguay ini menjadi sajian berkuah yang paling tinggi peringkatnya dalam daftar tersebut. Vori-vori memiliki ciri khas berupa bola-bola kecil yang dibuat dari tepung jagung dan keju, kemudian dimasak dalam kaldu yang umumnya menggunakan ayam, sayuran, serta berbagai rempah, sehingga menghasilkan perpaduan tekstur yang cukup unik antara kuah hangat dan adonan lembut yang menyerap cita rasa kaldu.
Keunikan utama makanan ini terletak pada bola-bola jagung dan keju yang menjadi komponen penting dalam setiap mangkuknya, karena bahan tersebut bukan sekadar pelengkap melainkan memberikan tekstur dan rasa yang membuat Vori-vori berbeda dari kebanyakan sup lainnya. TasteAtlas menjelaskan bahwa adonan tepung jagung dicampur dengan keju dan sedikit lemak atau kaldu, kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil sebelum direbus perlahan di dalam kuah hingga matang dan memiliki tekstur yang lebih lembut, sementara kaldu biasanya diperkaya bawang, bawang putih, peterseli, dan terkadang cabai.
Vori-vori juga menunjukkan bagaimana makanan sederhana dapat berkembang menjadi bagian penting dari identitas kuliner suatu negara, sebab hidangan ini dikonsumsi di berbagai wilayah Paraguay dan dapat ditemukan dalam masakan rumahan maupun tempat makan lokal. Kuahnya yang hangat dan bola-bola jagung yang cukup mengenyangkan membuat hidangan tersebut cocok disantap sebagai makanan utama, terutama ketika cuaca lebih sejuk, sehingga tidak mengherankan jika Vori-vori berhasil memperoleh posisi teratas dalam penilaian TasteAtlas.
2. Beyran çorbası dari Turki
Beyran çorbası berada di posisi kedua dengan skor 4,5 dan merupakan sup tradisional yang berasal dari Gaziantep, Turki, dengan karakter rasa yang jauh lebih kuat dibandingkan banyak sup lainnya. Hidangan ini dibuat menggunakan kaldu domba, daging domba suwir, nasi, lemak domba, bawang putih, serta pasta cabai, sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan kaya yang menjadi ciri khasnya, sementara penggunaan lemak domba membuat kuahnya memiliki sensasi yang lebih intens.
Salah satu hal yang membuat Beyran çorbası menarik adalah kebiasaan masyarakat setempat menyantapnya sebagai menu sarapan, sebuah tradisi yang mungkin terasa tidak biasa bagi orang yang terbiasa memulai hari dengan makanan ringan. TasteAtlas menyebutkan bahwa sup ini dikenal karena rasa pedasnya dan biasanya dapat disajikan bersama irisan lemon serta roti khas Turki, sehingga rasa gurih dan berlemak dari daging serta kaldu dapat memperoleh keseimbangan dari sentuhan asam lemon dan tekstur roti.
Kekayaan bahan dalam Beyran çorbası membuat makanan ini memiliki karakter yang kuat sejak suapan pertama, terutama karena kombinasi daging domba, kaldu, bawang putih, dan cabai memberikan lapisan rasa yang kompleks. Posisi keduanya dalam daftar TasteAtlas menunjukkan bahwa hidangan tradisional dengan rasa berani tetap mampu mendapatkan apresiasi tinggi dari pencinta kuliner, sekaligus memperlihatkan bagaimana makanan lokal Gaziantep dapat menjadi bagian dari daftar hidangan berkuah yang paling banyak mendapat perhatian secara internasional.
3. Yokohama-Style Ramen dari Jepang
Yokohama-Style Ramen atau Iekei Ramen menempati posisi ketiga dengan skor 4,4 dalam daftar TasteAtlas, sekaligus menjadi salah satu contoh bagaimana ramen Jepang memiliki banyak variasi dengan karakter kuah dan topping yang berbeda. Hidangan ini berasal dari Yokohama dan memiliki ciri khas berupa mi yang tebal dengan kuah yang merupakan perpaduan kaldu tonkotsu yang creamy dan kecap asin, kemudian dilengkapi berbagai topping seperti chashu, rumput laut, daun bawang, serta bayam.
Rasa gurih menjadi salah satu daya tarik utama Yokohama-Style Ramen karena kuah berbasis kaldu tulang memberikan sensasi kaya, sementara kecap asin memberikan kedalaman rasa yang membuat hidangan terasa lebih kompleks. Menurut TasteAtlas, jenis ramen ini mulai berkembang di Yokohama pada 1974 dan dikaitkan dengan seorang mantan pengemudi truk yang kemudian membuka kedai ramen sendiri, sehingga Iekei Ramen tidak hanya memiliki karakter rasa khas tetapi juga sejarah perkembangan yang cukup menarik dalam budaya kuliner Jepang.
Topping yang digunakan juga membuat pengalaman menyantap Yokohama-Style Ramen menjadi semakin beragam karena mi yang kenyal berpadu dengan daging chashu, rumput laut, bayam, dan daun bawang dalam satu mangkuk. Konsumen juga dapat menambahkan bahan pelengkap seperti bawang putih cincang, wijen, sayuran awetan, atau lada hitam sesuai selera, sehingga hidangan ini menawarkan fleksibilitas rasa sekaligus mempertahankan karakter kuah yang menjadi bagian paling penting dari identitasnya.
4. Soto Betawi dari Indonesia
Soto Betawi menjadi satu-satunya hidangan Indonesia yang masuk lima besar daftar Top 100 Soups in the World versi TasteAtlas dan berada di posisi keempat dengan skor 4,4. Hidangan yang berasal dari Jakarta ini dikenal sebagai soto dengan kuah kaya rasa yang menggunakan daging sapi dan jeroan, kemudian dimasak secara perlahan dalam kuah santan bersama berbagai rempah seperti serai, kunyit, lengkuas, daun jeruk, serta ketumbar, sehingga menghasilkan cita rasa gurih dan aromatik yang sangat khas.
Karakter Soto Betawi semakin lengkap karena sajian ini biasanya tidak berhenti pada kuah dan potongan daging saja, melainkan dilengkapi berbagai pendamping yang memberikan rasa dan tekstur berbeda dalam satu porsi. TasteAtlas mencatat bahwa Soto Betawi umumnya disajikan bersama tomat, daun bawang, kecap manis, dan kerupuk emping, sedangkan nasi putih dan acar juga menjadi pendamping yang lazim, sehingga rasa gurih dan kaya dari kuah dapat dipadukan dengan kesegaran, rasa manis, asam, serta tekstur renyah.
Masuknya Soto Betawi ke posisi keempat menjadi hal menarik karena hidangan ini mampu bersanding dengan makanan berkuah dari Paraguay, Turki, dan Jepang dalam daftar internasional tersebut. Popularitas Soto Betawi sendiri memang sangat kuat di Jakarta dan hidangan ini dapat ditemukan di warung makan, restoran, maupun tempat makan bergaya kaki lima, sehingga keberadaannya tidak hanya merepresentasikan kuliner Betawi tetapi juga menunjukkan kekayaan makanan berkuah Indonesia yang mendapat pengakuan dari penikmat kuliner internasional.
5. Ramen dari Jepang
Posisi kelima dalam daftar TasteAtlas terbaru ditempati oleh Ramen dari Jepang dengan skor 4,39, sehingga Jepang berhasil menempatkan dua hidangan berbasis mi dan kuah dalam lima besar daftar tersebut. Ramen sendiri merupakan hidangan dengan banyak variasi yang dapat dibedakan berdasarkan jenis kaldu, mi, bumbu, dan topping, sehingga satu mangkuk ramen dapat memiliki karakter rasa yang sangat berbeda dibandingkan ramen dari daerah atau kedai lainnya.
Ramen juga menunjukkan bagaimana kombinasi sederhana antara mi dan kuah dapat berkembang menjadi sajian dengan identitas kuliner yang sangat kuat, terutama karena setiap variasi memiliki pendekatan tersendiri dalam membuat kaldu dan memilih pelengkap. Beberapa jenis ramen menggunakan kuah berbasis kecap asin, miso, atau kaldu tulang, sedangkan topping dapat mencakup daging, telur, daun bawang, rumput laut, dan bahan lainnya, sehingga konsumen memiliki banyak pilihan rasa dan tekstur ketika menikmati hidangan ini.
Posisi Ramen di urutan kelima juga perlu dibedakan dari Tonkotsu Ramen yang sebelumnya disebut sebagai peringkat kelima, karena data TasteAtlas terbaru menunjukkan bahwa Ramen berada di posisi kelima dalam kategori sup, sedangkan Tonkotsu ramen tercatat sebagai salah satu jenis ramen yang berada di peringkat ketiga kategori Noodle Dishes dengan skor 4,39. Perbedaan kategori tersebut penting diperhatikan agar informasi mengenai peringkat makanan tidak tercampur, terutama karena TasteAtlas memiliki sejumlah daftar berdasarkan jenis hidangan yang berbeda.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa hidangan berkuah nomor satu menurut TasteAtlas?
Vori-vori dari Paraguay menempati posisi pertama dengan skor 4,7 dalam daftar Top 100 Soups in the World yang diperbarui 15 Juli 2026.
2. Apakah makanan Indonesia masuk lima besar?
Ya, Soto Betawi berada di posisi keempat dengan skor 4,4 dan menjadi hidangan Indonesia dengan posisi tertinggi dalam daftar tersebut.
3. Dari negara mana Beyran çorbası berasal?
Beyran çorbası berasal dari Gaziantep, Turki, dan secara tradisional juga dikenal sebagai hidangan sarapan.
4. Apa yang membuat Vori-vori berbeda dari sup lainnya?
Ciri khas Vori-vori adalah bola-bola kecil berbahan tepung jagung dan keju yang dimasak langsung di dalam kaldu.
5. Apakah Tonkotsu Ramen berada di posisi kelima?
Tidak dalam daftar sup terbaru; posisi kelima adalah Ramen dengan skor 4,39, sedangkan Tonkotsu Ramen tercatat dalam kategori Noodle Dishes.
(Awan)
