Film tentang anak-anak tidak selalu menghadirkan cerita yang ringan dan penuh keceriaan. Sejumlah film India justru mengajak penonton melihat dunia dari sudut pandang anak-anak yang harus menghadapi persoalan keluarga, kemiskinan, keterbatasan, pendidikan hingga ketidakadilan sosial.
Menariknya, beberapa film dalam daftar ini juga mendapat pengakuan di berbagai ajang penghargaan. Ada yang membawa pulang National Film Award, ada pula yang mendapat apresiasi di festival film internasional.
Salah satu yang paling dikenal adalah Taare Zameen Par, film tentang seorang anak dengan disleksia yang tidak hanya mendapat banyak penghargaan, tetapi juga pernah dipilih menjadi wakil resmi India untuk bersaing di Academy Awards.
Jika Anda sedang mencari tontonan India dengan cerita anak-anak yang bukan sekadar menghibur, berikut 10 film yang bisa menjadi pilihan, dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Senin (31/8).
1. Pihu (2018)

Pihu merupakan film drama thriller India yang berpusat pada seorang anak perempuan berusia dua tahun bernama Pihu, yang diperankan Myra Vishwakarma.
Cerita dimulai ketika Pihu terbangun di dalam sebuah apartemen dan mendapati dirinya sendirian. Ia berusaha mencari makanan, minuman, serta perhatian ibunya, tetapi situasi yang dihadapinya perlahan berubah menjadi semakin berbahaya.
Film garapan Vinod Kapri ini terinspirasi oleh kejadian nyata dan sengaja menempatkan penonton pada sudut pandang seorang anak kecil yang belum mampu memahami sepenuhnya kondisi di sekitarnya.
Berbeda dari film anak pada umumnya, Pihu justru menghadirkan ketegangan melalui berbagai kejadian sehari-hari yang terlihat sederhana tetapi bisa menjadi sangat berbahaya bagi seorang balita.
Film ini resmi dirilis pada 16 November 2018. Sebelumnya, Pihu telah diperkenalkan melalui sejumlah festival film internasional.
2. Bajrangi Bhaijaan (2015)

Bajrangi Bhaijaan menghadirkan kisah seorang pria India bernama Pawan Kumar Chaturvedi atau Bajrangi yang bertemu dengan Shahida, seorang anak perempuan asal Pakistan yang tersesat di India.
Shahida tidak dapat berbicara sehingga kesulitan menjelaskan siapa dirinya dan bagaimana ia bisa kembali ke keluarganya. Melihat kondisi tersebut, Pawan berusaha mengantarkannya pulang ke Pakistan meski perjalanan yang harus ditempuh tidak mudah.
Film yang dibintangi Salman Khan, Harshaali Malhotra, Kareena Kapoor dan Nawazuddin Siddiqui ini tidak hanya mengandalkan hubungan emosional antara Pawan dan Shahida. Ceritanya juga mengangkat isu mengenai batas negara, perbedaan keyakinan, kemanusiaan dan hubungan antarorang yang sebenarnya tidak saling mengenal.
Bajrangi Bhaijaan mendapat respons positif dan meraih berbagai penghargaan. Salah satu pencapaian pentingnya adalah memenangkan National Film Award untuk kategori Best Popular Film Providing Wholesome Entertainment.
Kisah Shahida menjadi salah satu kekuatan utama film karena memperlihatkan bagaimana seorang anak justru menjadi penghubung di tengah perbedaan yang selama ini dianggap sulit dipertemukan.
3. Dhanak (2015)

Dhanak mengikuti perjalanan dua saudara kandung, Pari dan Chotu. Pari merupakan kakak yang berusia delapan tahun, sedangkan Chotu adalah adiknya yang mengalami kebutaan.
Pari sangat menyayangi Chotu dan berjanji akan membantunya mendapatkan kembali penglihatannya. Harapan itu muncul setelah mereka melihat poster Shah Rukh Khan yang mengajak masyarakat melakukan donor mata.
Mereka kemudian percaya bahwa Shah Rukh Khan dapat membantu Chotu. Ketika mengetahui sang aktor sedang melakukan syuting di Rajasthan, keduanya memulai perjalanan panjang untuk menemukannya.
Perjalanan tersebut bukan hanya tentang keinginan seorang anak untuk bertemu idolanya. Dhanak memperlihatkan keberanian, kasih sayang kakak-adik dan kepolosan anak-anak dalam mengejar sesuatu yang mereka yakini.
Film garapan Nagesh Kukunoor ini mendapat pengakuan di tingkat nasional dan internasional. Dhanak memenangkan National Film Award untuk kategori Best Children’s Film serta memperoleh Special Mention Crystal Bear dari juri anak-anak di Berlinale untuk kategori Generation Kplus.
4. Hawaa Hawaai (2014)

Hawaa Hawaai merupakan film drama olahraga yang mengikuti perjalanan Arjun Harishchand Waghmare, seorang anak yang memiliki impian untuk menjadi atlet roller skating.
Arjun berasal dari keluarga sederhana dan harus menghadapi berbagai keterbatasan untuk mengejar mimpinya. Keadaan mulai berubah ketika ia bertemu Aniket Bhargava, seorang pelatih yang kemudian membantu mengembangkan kemampuannya.
Film yang disutradarai Amole Gupte ini menarik karena memperlihatkan bagaimana bakat seorang anak bisa berkembang ketika ada orang dewasa yang mau melihat potensi di balik keterbatasannya.
Perjalanan Arjun juga menjadi gambaran bahwa kesempatan untuk berkembang tidak selalu datang dengan sendirinya. Terkadang, seorang anak hanya membutuhkan seseorang yang percaya pada kemampuannya.
Hawaa Hawaai juga mendapat penghargaan di festival internasional. Film ini memenangkan penghargaan utama kategori Junior Film di Schlingel International Film Festival for Children and Young Audience pada 2014.
5. Jalpari: The Desert Mermaid (2012)

Jalpari: The Desert Mermaid membawa penonton mengikuti petualangan Shreya dan Sam, dua anak dari kota yang berkunjung ke desa leluhur ayah mereka di Haryana.
Kunjungan tersebut awalnya terlihat seperti perjalanan biasa. Namun, keduanya kemudian menemukan berbagai persoalan sosial yang selama ini tersembunyi di balik kehidupan desa, termasuk praktik pembunuhan bayi perempuan.
Shreya dan Sam kemudian berusaha mencari tahu kebenaran sekaligus membantu menyelamatkan nyawa yang terancam.
Film yang disutradarai Nila Madhab Panda ini menarik karena menggunakan sudut pandang anak-anak untuk membicarakan persoalan sosial yang cukup berat, terutama mengenai diskriminasi terhadap anak perempuan.
Jalpari juga mendapat perhatian di berbagai festival internasional. Film ini memenangkan Audience Choice Award di Minsk International Film Festival dan MIP Junior Kids Jury Award di Cannes.
Film ini juga pernah diberitakan dikirim sebagai direct entry ke Oscar pada 2012. Namun, hal tersebut perlu dibedakan dari status nominasi Oscar. Jalpari tidak masuk nominasi akhir Oscar dan pada saat itu masih bersaing untuk menjadi film yang dipilih sebagai wakil resmi India di kategori film berbahasa asing.
6. Stanley Ka Dabba (2011)

Stanley Ka Dabba menghadirkan kisah Stanley, seorang anak sekolah yang dikenal cerdas, kreatif dan disukai teman-temannya. Namun, ada satu hal yang membuatnya berbeda: Stanley tidak pernah membawa bekal makan siang atau dabba ke sekolah.
Masalah muncul ketika seorang guru yang gemar mengambil makanan murid mengetahui kondisi Stanley. Ia bahkan melarang Stanley masuk sekolah sampai membawa bekal sendiri.
Di sisi lain, teman-teman Stanley mengetahui bahwa ada sesuatu yang disembunyikan anak tersebut. Mereka kemudian berusaha membantunya dengan cara berbagi makanan secara diam-diam.
Di balik cerita sederhana mengenai bekal sekolah, film ini sebenarnya menyentuh persoalan yang lebih besar, seperti kemiskinan, rasa malu, solidaritas antarteman dan bagaimana orang dewasa seharusnya memperlakukan anak-anak.
Film yang ditulis, disutradarai dan diproduksi Amole Gupte ini juga mendapat penghargaan. Partho Gupte, pemeran Stanley, memenangkan penghargaan Best Child Artist di National Film Awards.
7. Bumm Bumm Bole (2010)

Bumm Bumm Bole berkisah tentang dua saudara, Pinu dan Rimzim, yang hidup dalam keluarga sederhana.
Masalah dimulai ketika Pinu kehilangan sepatu milik Rimzim. Karena kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan mereka membeli sepatu baru, keduanya kemudian harus berbagi satu-satunya sepatu yang mereka miliki untuk pergi ke sekolah.
Pinu kemudian mengetahui adanya perlombaan lari dengan hadiah sepasang sepatu. Ia melihat kesempatan tersebut sebagai jalan untuk mendapatkan sepatu baru bagi adiknya.
Film yang disutradarai Priyadarshan ini merupakan adaptasi India yang terinspirasi dari film Iran Children of Heaven karya Majid Majidi. Ceritanya mengangkat persoalan kemiskinan, pendidikan, hubungan saudara dan pengorbanan seorang anak untuk keluarganya.
Kekuatan film ini terletak pada konflik yang sangat sederhana tetapi dekat dengan kehidupan anak-anak. Sepasang sepatu yang bagi sebagian orang bukan sesuatu yang istimewa, bagi Pinu dan Rimzim justru menjadi bagian penting dari perjuangan mereka untuk tetap bersekolah.
8. I Am Kalam (2010)

I Am Kalam mengisahkan Chhotu, seorang anak dari keluarga kurang mampu yang bekerja di sebuah dhaba di Rajasthan.
Meski harus bekerja sejak kecil, Chhotu memiliki rasa ingin tahu yang besar dan kecintaan terhadap pendidikan. Ia terinspirasi oleh mantan Presiden India, A.P.J. Abdul Kalam, hingga kemudian memilih nama “Kalam” untuk dirinya sendiri.
Di tempat ia bekerja, Chhotu bertemu Ranvijay, anak dari keluarga bangsawan. Keduanya berasal dari latar belakang yang sangat berbeda, tetapi justru membangun persahabatan yang membuat mereka saling belajar.
Film ini mengangkat persoalan pekerja anak dan kesenjangan akses pendidikan dengan cara yang hangat. Chhotu menjadi gambaran bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu mampu memadamkan keinginan seorang anak untuk belajar dan memiliki cita-cita.
Peran Chhotu juga menjadi salah satu pencapaian penting film ini. Harsh Mayar memenangkan National Film Award untuk Best Child Artist atas penampilannya dalam I Am Kalam.
9. Taare Zameen Par (2007)

Taare Zameen Par merupakan salah satu film India tentang anak yang paling dikenal secara internasional.
Film ini mengikuti Ishaan Awasthi, seorang anak yang memiliki imajinasi dan bakat seni luar biasa, tetapi mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran di sekolah.
Ishaan kerap dianggap malas dan tidak mampu mengikuti aturan. Kondisinya semakin berat ketika ia dikirim ke sekolah asrama oleh orang tuanya.
Di tempat baru tersebut, Ishaan bertemu Ram Shankar Nikumbh, seorang guru seni yang diperankan Aamir Khan. Nikumbh kemudian menyadari bahwa kesulitan Ishaan bukan sekadar masalah kemalasan. Ia menemukan bahwa Ishaan mengalami disleksia dan membutuhkan pendekatan belajar yang berbeda.
Film ini menjadi penting karena mengajak orang tua dan guru untuk tidak buru-buru memberi label kepada anak yang memiliki cara belajar berbeda.
Taare Zameen Par mendapat sejumlah penghargaan, termasuk National Film Award untuk Best Film on Family Welfare dan beberapa penghargaan Filmfare.
Ada pula fakta penting yang perlu diperbarui dalam artikel ini. Film tersebut dipilih sebagai wakil resmi India untuk Academy Awards ke-81 dalam kategori Best Foreign Language Film. Namun, Taare Zameen Par tidak berhasil masuk ke daftar nominasi akhir Oscar.
Dengan demikian, keterkaitannya dengan Oscar lebih tepat disebut sebagai film yang pernah menjadi official entry India, bukan film yang dinominasikan Oscar.
10. The Blue Umbrella (2005)

The Blue Umbrella bercerita tentang Biniya, seorang gadis kecil yang tinggal di sebuah desa di pegunungan Himachal Pradesh.
Suatu hari, Biniya mendapatkan sebuah payung biru yang indah setelah menukarkan kalung miliknya dengan payung milik seorang turis Jepang.
Payung tersebut kemudian membuat Biniya menjadi pusat perhatian di desanya. Namun, perhatian itu juga memunculkan rasa iri, terutama dari Khatri, seorang pemilik toko yang sangat menginginkan payung tersebut.
Ketika payung Biniya menghilang, ia berusaha mencari tahu siapa yang mengambilnya. Dari sinilah cerita berkembang menjadi kisah tentang kejujuran, rasa iri, kesalahan dan kesempatan untuk menebus perbuatan.
Film yang disutradarai Vishal Bhardwaj ini diadaptasi dari novel anak karya Ruskin Bond. Selain memiliki cerita yang sederhana, film ini juga mendapat pengakuan di tingkat nasional.
The Blue Umbrella memenangkan National Film Award untuk kategori Best Children’s Film, sehingga pencapaiannya layak ditambahkan dalam artikel ini.