Tagihan listrik yang terasa lebih tinggi tidak selalu berasal dari AC yang menyala berjam-jam atau mesin cuci yang sering digunakan. Di dalam rumah, ada sejumlah peralatan elektronik yang mungkin hanya dipakai beberapa menit atau beberapa kali dalam seminggu, tetapi dibiarkan terus terhubung ke stopkontak sepanjang hari. Kondisi ini membuat sebagian perangkat tetap menarik listrik meskipun layar mati dan fungsi utamanya sedang tidak digunakan.
Konsumsi tersebut dikenal sebagai standby power atau daya siaga. Besarnya pada setiap perangkat bisa berbeda-beda tergantung jenis, model, usia, serta fitur yang dimiliki, sehingga tidak tepat menganggap semua alat elektronik menghabiskan daya siaga dalam jumlah yang sama. Namun, ketika banyak perangkat tetap terhubung selama 24 jam, konsumsi kecil yang berlangsung terus-menerus dapat terakumulasi menjadi pemakaian listrik yang sebenarnya bisa ditekan.
Mengapa Peralatan Elektronik Tetap Memakai Listrik Saat Tidak Digunakan?
Perangkat yang terlihat mati belum tentu benar-benar terputus dari sumber listrik. Departemen Energi Amerika Serikat menjelaskan bahwa standby power merupakan konsumsi listrik ketika perangkat berada pada tingkat penggunaan daya terendah saat masih tersambung ke jaringan listrik. Artinya, perangkat dapat tetap menggunakan energi walaupun sedang tidak menjalankan fungsi utamanya.
Daya tersebut biasanya diperlukan untuk mempertahankan fungsi tertentu, misalnya menerima sinyal dari remote control, menampilkan jam digital, menjaga pengaturan yang tersimpan, menyediakan fitur instant-on, atau mempertahankan koneksi jaringan. Laman ENERGY STAR juga mencatat bahwa berbagai perangkat yang tampak sudah dimatikan sebenarnya dapat berada dalam mode standby demi menjalankan fungsi-fungsi semacam ini.
Karena itu, tombol power pada perangkat tidak selalu mempunyai fungsi yang sama dengan mencabut steker. Pada sebagian produk, tombol tersebut hanya mengalihkan perangkat dari kondisi aktif ke mode siaga. Lampu indikator kecil, jam digital yang tetap menyala, atau kemampuan perangkat langsung merespons remote menjadi beberapa tanda sederhana bahwa ada bagian elektronik yang masih mendapat suplai daya.
1. Televisi yang Selalu Terhubung ke Stopkontak
Televisi termasuk perangkat yang cukup sering dibiarkan tersambung ke listrik meskipun hanya dinyalakan beberapa jam dalam sehari. Ketika dimatikan menggunakan remote, sebagian televisi tidak benar-benar kehilangan suplai daya. Sistem penerima sinyal remote dan sejumlah rangkaian elektroniknya tetap harus aktif agar televisi bisa kembali menyala ketika tombol remote ditekan.
Pada smart TV, kondisi ini dapat lebih kompleks karena perangkat mempunyai fitur jaringan, pembaruan sistem, quick start, dan berbagai fungsi pintar lainnya. Besarnya listrik pada mode standby sangat bergantung pada model serta pengaturan perangkat, sehingga televisi lama dan smart TV generasi baru tidak bisa disamaratakan konsumsi dayanya.
Jika televisi berada di kamar tamu atau ruangan lain yang jarang digunakan, membiarkannya terus tersambung selama berminggu-minggu tidak selalu diperlukan. Memutus aliran melalui stopkontak bersakelar atau mencabut steker ketika televisi memang tidak akan digunakan dalam waktu lama bisa menjadi pilihan sederhana untuk menghentikan konsumsi listrik siaga.
2. Set-Top Box dan Perangkat Streaming
Set-top box TV digital, receiver televisi berlangganan, dan sejumlah perangkat streaming juga mudah terlupakan karena ukurannya kecil dan jarang mendapat perhatian. Padahal, sebagian perangkat tersebut dapat tetap bekerja setelah televisi dimatikan, terutama jika mempunyai jam digital, koneksi internet, fungsi perekaman, pembaruan otomatis, atau sistem yang dirancang agar siap digunakan dengan cepat.
Kesalahan yang cukup umum adalah menganggap mematikan televisi otomatis menghentikan semua perangkat yang terhubung dengannya. Kenyataannya, set-top box mempunyai sumber daya sendiri. Selama adaptor masih menempel pada stopkontak, perangkat tetap dapat memperoleh listrik meskipun tidak ada tayangan yang sedang ditonton.
Untuk perangkat yang hanya digunakan sesekali, stopkontak bersakelar dapat mempermudah proses memutus listrik tanpa harus berkali-kali mencabut steker. Namun, periksa terlebih dahulu apakah perangkat sedang melakukan pembaruan, perekaman terjadwal, atau fungsi lain yang membutuhkan koneksi terus-menerus sebelum listrik diputus.
3. Konsol Game
Konsol game modern mempunyai beberapa kondisi daya yang berbeda. Selain aktif dan benar-benar mati, terdapat mode tidur atau rest mode yang memungkinkan sistem mempertahankan sejumlah fungsi, misalnya mengunduh pembaruan, mengisi daya kontroler, mempertahankan koneksi jaringan, atau mempercepat proses saat konsol kembali digunakan.
Fitur tersebut memang praktis bagi orang yang bermain hampir setiap hari. Masalahnya, mode yang sama kurang bermanfaat apabila konsol baru dimainkan setiap akhir pekan atau bahkan beberapa minggu sekali. Perangkat akhirnya tetap berada dalam kondisi siap bekerja meskipun fungsi praktis dari mode siaga jarang dimanfaatkan.
Karena pengaturan daya berbeda pada setiap merek dan generasi, pengguna dapat membuka menu power saving atau pengaturan daya konsol untuk melihat pilihan yang tersedia. Jika konsol jarang digunakan, memilih mode mati penuh bisa lebih masuk akal dibanding membiarkannya terus dalam rest mode.
4. Printer dan Scanner
Printer kerap menjadi salah satu peralatan elektronik yang terhubung ke listrik sepanjang waktu meskipun pemakaiannya tidak rutin. Di rumah, printer mungkin hanya digunakan untuk mencetak dokumen beberapa kali dalam sebulan, tetapi kabel listriknya jarang sekali dilepas setelah selesai digunakan.
Printer modern umumnya menyediakan mode tidur agar perangkat tidak mengonsumsi listrik sebesar ketika mencetak. Meski demikian, mode tidur tetap berbeda dari kondisi benar-benar terputus dari listrik. Departemen Energi AS bahkan memasukkan peralatan pencitraan seperti printer sebagai salah satu kategori produk yang memiliki persyaratan efisiensi dan batas konsumsi pada kondisi standby.
Bila printer digunakan setiap hari, memanfaatkan fitur sleep mode tentu lebih praktis. Sebaliknya, untuk printer rumahan yang baru digunakan sesekali, mematikannya sesuai prosedur setelah pekerjaan selesai dapat membantu menghindari perangkat berada dalam mode siaga terlalu lama. Hindari langsung mencabut listrik ketika printer masih menjalankan proses internal atau belum selesai melakukan prosedur shutdown.
5. Komputer Desktop dan Monitor
Komputer desktop yang terlihat tidak digunakan juga dapat menyumbang konsumsi listrik apabila hanya dibiarkan dalam mode tidur. Sleep mode memang dirancang untuk menggunakan energi jauh lebih rendah daripada ketika komputer aktif, tetapi sebagian komponen tetap memperoleh daya agar sesi kerja dapat dilanjutkan dengan cepat.
Hal yang sama berlaku pada monitor. Layar yang berubah menjadi hitam bukan selalu berarti monitor sudah benar-benar mati. Lampu indikator yang masih menyala atau berkedip biasanya menunjukkan bahwa perangkat sedang berada dalam mode siaga dan menunggu sinyal dari komputer.
Untuk jeda singkat, mode tidur sangat berguna karena menghemat waktu saat kembali bekerja. Namun, jika komputer tidak akan digunakan sampai keesokan hari atau selama beberapa hari, melakukan shutdown dan mengatur manajemen daya dengan lebih tepat dapat menjadi pilihan yang lebih efisien. Perangkat tambahan seperti speaker komputer juga perlu diperiksa karena sering kali tetap menyala setelah PC dimatikan.
6. Speaker Aktif, Soundbar, dan Perangkat Audio
Speaker aktif, soundbar, subwoofer, amplifier kecil, dan perangkat audio lain sering dipasang secara permanen di ruang keluarga. Karena kabel dan adaptornya tersembunyi di belakang meja atau televisi, perangkat ini mudah dibiarkan tersambung tanpa pernah diperiksa kembali.
Banyak perangkat audio dilengkapi indikator standby dan penerima remote sehingga sebagian rangkaiannya tetap aktif ketika suara tidak sedang diputar. Beberapa model yang mempunyai Bluetooth atau Wi-Fi bahkan dirancang agar selalu siap menerima koneksi dari perangkat lain.
Jika sistem audio dipakai setiap hari, kondisi tersebut mungkin memang dibutuhkan. Sebaliknya, soundbar atau speaker yang hanya dinyalakan ketika menonton film pada akhir pekan tidak harus selalu berada dalam mode siap pakai. Stopkontak dengan sakelar menjadi solusi praktis apabila beberapa perangkat hiburan berada di satu area dan memang aman dimatikan bersama.
7. Microwave, Oven Elektrik, dan Peralatan dengan Jam Digital
Microwave atau oven yang mempunyai panel digital menjadi contoh mudah untuk memahami listrik standby. Meski alat tidak sedang memanaskan makanan, jam atau panel pada bagian depan tetap bekerja selama steker terhubung. Fungsi utama memang berhenti, tetapi rangkaian untuk tampilan dan kontrol masih mendapat listrik.
Pada satu perangkat, konsumsi saat menampilkan jam mungkin tampak tidak berarti dibanding energi yang dibutuhkan ketika alat benar-benar digunakan untuk memanaskan makanan. Namun, persoalannya bukan semata-mata besarnya daya sesaat, melainkan lamanya perangkat berada dalam kondisi tersebut.
Tidak semua peralatan dapur harus dicabut setiap selesai digunakan, terutama jika stopkontaknya sulit dijangkau atau perangkat memang dipakai berkali-kali dalam sehari. Namun, peralatan yang sangat jarang digunakan layak dievaluasi. Jika alat hanya dipakai beberapa kali dalam sebulan, tidak banyak manfaat mempertahankan panel digitalnya menyala terus.
8. Charger Ponsel dan Adaptor yang Dibiarkan Menancap
Charger sering tetap terpasang di dekat tempat tidur, meja kerja, atau ruang keluarga meskipun tidak sedang mengisi ponsel. Pada adaptor modern yang efisien, konsumsi tanpa beban dapat sangat rendah, tetapi bukan berarti semua charger dan adaptor dari berbagai usia serta kualitas mempunyai karakteristik yang identik.
Hal yang sama berlaku pada adaptor laptop, perangkat jaringan, speaker, kamera pengawas, dan aksesori elektronik lainnya. Sebagian adaptor masih terhubung ke sumber listrik selama berada di stopkontak meskipun perangkat utama sudah dilepas. Inilah alasan adaptor kecil yang jumlahnya banyak tetap layak masuk dalam evaluasi konsumsi listrik rumah.
Mencabut charger yang tidak digunakan dalam waktu lama juga membuat stopkontak lebih rapi dan mengurangi jumlah perangkat yang terus mendapat suplai listrik tanpa tujuan. Untuk keamanan, selalu pegang kepala steker ketika mencabutnya, bukan menarik kabel.
9. AC yang Hanya Dimatikan dengan Remote
AC memiliki sistem elektronik yang memungkinkan unit menerima perintah dari remote saat berada dalam kondisi tidak aktif. Karena itu, mematikan AC menggunakan remote belum tentu identik dengan memutus seluruh aliran listrik menuju unit.
Namun, bukan berarti AC perlu dicabut atau diputus melalui MCB setiap beberapa jam. Peralatan ini mempunyai karakteristik pemasangan dan sistem kelistrikan yang berbeda dengan charger atau televisi. Kebiasaan memutus dan menyambungkan listrik secara sembarangan justru sebaiknya dihindari, terutama tanpa memahami petunjuk dari produsen.
Jika AC jarang digunakan dalam waktu sangat lama, misalnya unit di kamar kosong, cara pemutusan daya sebaiknya mengikuti buku petunjuk atau rekomendasi teknisi. Untuk penggunaan sehari-hari, penghematan yang lebih besar biasanya datang dari pengaturan suhu yang wajar, perawatan filter, durasi pemakaian, dan efisiensi unit ketika sedang aktif.
10. Perangkat Rumah Pintar yang Selalu Online
Peralatan rumah pintar mempunyai karakteristik sedikit berbeda. Smart speaker, hub rumah pintar, kamera terhubung, smart display, hingga sejumlah perangkat IoT memang dirancang agar tetap siaga untuk menerima perintah, mempertahankan koneksi, atau menjalankan otomatisasi.
Artinya, perangkat semacam ini tidak tepat disebut “tidak dipakai” hanya karena tidak sedang disentuh. Sebagian fungsinya justru berlangsung di latar belakang. Teknologi konektivitas nirkabel memang menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam konsumsi daya perangkat yang selalu terhubung.
Yang perlu dievaluasi adalah apakah semua perangkat pintar di rumah masih benar-benar digunakan. Kamera lama yang sudah tidak dipantau, smart speaker di ruangan kosong, atau hub untuk perangkat yang sudah tidak dimiliki sebaiknya tidak terus dipertahankan hanya karena sejak awal sudah terhubung ke stopkontak.
Cara Mengetahui Peralatan Elektronik yang Masih Mengonsumsi Listrik
Tidak selalu mudah mengetahui konsumsi standby hanya dengan melihat kondisi perangkat. Beberapa alat mempunyai lampu indikator yang jelas, sedangkan perangkat lain hampir tidak menunjukkan tanda apa pun meskipun masih menerima listrik.
Beberapa ciri berikut dapat menjadi petunjuk awal:
- Lampu indikator tetap menyala atau berkedip. Ini menunjukkan setidaknya sebagian rangkaian perangkat masih aktif.
- Jam atau panel digital tetap tampil. Microwave, receiver, dan perangkat audio tertentu termasuk contoh yang mudah dikenali.
- Perangkat dapat langsung menyala menggunakan remote. Agar dapat menerima perintah tersebut, sistem penerimanya harus tetap siap bekerja.
- Adaptor tetap terpasang. Adaptor tertentu dapat menarik daya meskipun perangkat utama sedang tidak digunakan.
- Perangkat tetap terhubung ke Wi-Fi atau Bluetooth. Fitur konektivitas biasanya membutuhkan sejumlah energi untuk mempertahankan fungsi jaringan.
- Terdapat fitur quick start, instant-on, atau mode tidur. Mode tersebut mengutamakan kecepatan saat perangkat kembali digunakan, bukan memutus listrik sepenuhnya.
Untuk mengetahui konsumsi dengan lebih akurat, watt meter atau alat pengukur konsumsi listrik pada stopkontak dapat digunakan.
Cara Mengurangi Listrik Boros dari Perangkat yang Jarang Dipakai
Langkah paling sederhana adalah melakukan inventarisasi kecil di rumah. Perhatikan stopkontak di belakang televisi, meja kerja, dapur, kamar kosong, dan area lain yang jarang diperiksa. Sering kali terdapat adaptor atau perangkat lama yang masih tersambung meskipun sudah tidak mempunyai fungsi penting.
Disarankan untuk mencabut kabel setelah digunakan, mematikan alat elektronik ketika tidak diperlukan, memakai peralatan hemat energi, serta memantau konsumsi listrik. Saat rumah ditinggalkan dalam waktu tertentu, akan lebih baik untuk mencabut peralatan elektronik yang tidak dibutuhkan untuk mencegah aliran listrik yang tidak diperlukan.
Beberapa kebiasaan berikut dapat diterapkan agar lebih praktis:
- Cabut perangkat yang benar-benar jarang digunakan. Prioritaskan charger, printer, perangkat hiburan tambahan, dan peralatan lain yang hanya dipakai sesekali.
- Gunakan stopkontak bersakelar. Satu tombol dapat memutus beberapa perangkat yang berada di area sama tanpa harus melepas steker satu per satu.
- Periksa pengaturan hemat energi. Televisi, konsol game, komputer, dan sejumlah perangkat lain biasanya menyediakan pilihan pengelolaan daya.
- Nonaktifkan fitur quick start jika tidak diperlukan. Kecepatan tambahan beberapa detik tidak selalu sebanding dengan kebutuhan mempertahankan perangkat dalam kondisi siap sepanjang hari.
- Gunakan watt meter jika ingin hasil yang pasti. Alat tersebut membantu mengidentifikasi perangkat mana yang benar-benar menarik daya ketika tampak tidak aktif.
- Evaluasi perangkat yang selalu online. Jangan mempertahankan perangkat pintar yang sudah tidak memberikan manfaat.
- Pilih produk dengan konsumsi standby rendah ketika membeli perangkat baru. Sebagai gambaran mengenai pentingnya aspek ini, program FEMP Departemen Energi AS menetapkan batas standby 1 watt atau lebih rendah untuk produk tertentu yang dibeli lembaga federal ketika model yang memenuhi persyaratan tersedia.
Meski demikian, jangan mencabut semua peralatan secara membabi buta. Kulkas, freezer, perangkat keamanan, peralatan medis tertentu, router yang memang dibutuhkan, dan perangkat lain yang menjalankan fungsi penting perlu tetap mendapatkan listrik. Tujuannya bukan membuat setiap stopkontak kosong, melainkan menghilangkan konsumsi yang tidak memberikan manfaat.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah mencabut steker bisa menghemat listrik?
Untuk perangkat yang mempunyai konsumsi standby, mencabut steker akan menghentikan penggunaan listrik dari stopkontak tersebut. Namun, lakukan hanya pada perangkat yang aman dan memang tidak perlu terus beroperasi.
2. Apakah charger yang tidak terhubung ke ponsel tetap menggunakan listrik?
Sebagian adaptor dapat tetap menarik daya tanpa beban, meskipun pada charger modern yang efisien jumlahnya dapat sangat rendah. Konsumsinya berbeda tergantung desain dan model charger.
3. Lebih baik mematikan televisi dengan remote atau mencabut stekernya?
Untuk penggunaan harian, mematikan dengan remote lebih praktis. Jika televisi tidak akan digunakan dalam waktu lama dan tidak memerlukan fungsi latar belakang, memutus aliran listrik dapat menghilangkan konsumsi standby.
4. Bagaimana cara mengetahui alat elektronik yang paling boros saat standby?
Gunakan watt meter atau alat pengukur konsumsi listrik pada stopkontak. Pengukuran langsung lebih akurat daripada memperkirakan konsumsi berdasarkan jenis perangkat.