Skip to content

Cara Memilih Buah Semangka yang Manis, Jangan Tertipu Warna yang Mengilap

Membeli semangka utuh memang sedikit seperti menebak isi kotak tertutup. Kulit luarnya bisa terlihat sama-sama hijau dan mulus, tetapi setelah dibelah, hasilnya dapat berbeda jauh: ada yang merah, renyah, dan manis, sementara lainnya pucat, hambar, atau justru sudah terlalu matang. Karena itu, mengetahui cara memilih buah semangka yang manis bisa membantu mengurangi risiko salah pilih ketika berbelanja di pasar maupun supermarket.

Kematangan semangka sebenarnya meninggalkan sejumlah petunjuk pada bagian luarnya, mulai dari warna bercak di bawah buah, kondisi kulit, bobot, hingga suara ketika diketuk. Beberapa tanda lebih dapat diandalkan dibandingkan sekadar menebak dari ukuran atau bentuk buah. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Selasa (1/9), berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan sebelum membawa pulang semangka.

1. Cari Semangka dengan Bercak Kuning di Bagian Bawah

Salah satu tanda pertama yang bisa diperiksa adalah bagian bawah semangka yang selama pertumbuhannya bersentuhan langsung dengan tanah. Bagian ini sering disebut ground spot atau field spot. Pada semangka yang sudah cukup matang, bercak tersebut umumnya berubah menjadi warna kuning krem atau kuning yang cukup jelas.

University of Georgia Extension menjelaskan bahwa bercak berwarna kuning cerah merupakan salah satu tanda kematangan semangka. Sebaliknya, bercak yang masih putih pucat atau kehijauan dapat menunjukkan buah dipanen ketika kematangannya belum optimal.

Karena itu, ketika membandingkan beberapa semangka dengan varietas dan ukuran serupa, coba balik buah secara perlahan dan perhatikan bagian yang sebelumnya berada di bawah. Tidak perlu mencari bercak yang benar-benar sempurna. Warna kuning krem yang cukup jelas justru dapat menjadi petunjuk bahwa buah telah cukup lama berada di tanaman sampai mendekati matang.

Baca Juga: Mengenal Jeruk Yuzu, Buah Citrus Jepang dengan Rasa Khas dan Nilai yang Mahal

2. Pilih yang Terasa Berat Dibandingkan Ukurannya

Cara memilih buah semangka yang manis juga dapat dilakukan dengan mengangkat beberapa buah yang memiliki ukuran kurang lebih sama. Semangka yang terasa lebih berat dapat menjadi pilihan menarik karena bobot tersebut menunjukkan buah memiliki kandungan air yang cukup tinggi.

Tes bobot akan lebih berguna jika dilakukan sebagai perbandingan. Semangka besar tentu secara alami lebih berat daripada semangka kecil, sehingga jangan hanya menilai berdasarkan berat absolut. Ambil dua atau tiga buah dengan ukuran yang mirip, kemudian bandingkan mana yang terasa lebih padat dan berat ketika diangkat.

Bobot yang tinggi memang tidak dapat menjamin rasa manis secara mutlak karena kemanisan juga dipengaruhi varietas dan tingkat kematangan saat dipanen. Namun, jika tanda ini digabungkan dengan bercak bawah yang kuning serta kondisi kulit yang baik, peluang mendapatkan semangka matang dan berair dapat menjadi lebih besar.

3. Perhatikan Kulit yang Mulai Terlihat Tidak Terlalu Mengilap

Semangka dengan permukaan hijau mengilap memang terlihat menarik, tetapi tampilan tersebut tidak selalu menjadi ciri buah yang paling matang. Ketika semangka semakin matang, penampilan kulitnya dapat berubah menjadi sedikit lebih kusam dibandingkan ketika buah masih muda.

Perubahan warna di permukaan yang jadi lebih kusam merupakan salah satu indikator kematangan semangka. Warna bagian bawah yang berubah dari hijau muda juga menjadi kekuningan sebagai petunjuk penting lainnya.

Meski demikian, warna kulit sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya penentu karena tampilan semangka dapat berbeda menurut varietas. Ada jenis semangka berwarna hijau sangat gelap, hijau muda, hingga memiliki pola garis yang kontras. Bandingkan tampilan buah dengan semangka lain dari varietas yang sama, bukan dengan standar warna tunggal.

4. Ketuk Semangka, tetapi Jangan Mengandalkan Suara Saja

Cara yang paling populer ketika memilih semangka mungkin adalah mengetuk bagian kulitnya dengan jari atau buku jari. Semangka matang sering diasosiasikan dengan suara yang lebih dalam, berongga, atau sedikit berat ketika diketuk.

Namun, metode ini tidak selalu mudah diterapkan, terutama jika belum terbiasa membedakan karakter suara dari beberapa buah. Perbedaan bunyinya dapat cukup halus sehingga dua orang bisa memberikan penilaian berbeda terhadap semangka yang sama.

Karena itu, gunakan tes ketuk sebagai pemeriksaan tambahan, bukan patokan utama. Utah State University Extension bahkan mencatat bahwa perbedaan suara saat mengetuk semangka tidak selalu akurat untuk menentukan tingkat kematangan. Lebih aman menggabungkannya dengan warna bercak bawah, bobot, dan kondisi kulit.

5. Hindari Kulit yang Memiliki Kerusakan Serius

Bekas gores kecil pada kulit tidak otomatis membuat semangka buruk. Buah yang tumbuh di kebun dapat mengalami gesekan dengan tanah atau benda di sekitarnya sehingga penampilannya tidak selalu mulus sempurna.

Yang perlu diperhatikan justru kerusakan yang lebih serius, seperti bagian yang lunak ketika ditekan, retakan terbuka, luka dalam, bagian yang tampak membusuk, atau cairan yang keluar dari kulit. Kondisi semacam ini dapat menunjukkan buah mengalami kerusakan selama pertumbuhan, panen, penyimpanan, atau pengangkutan.

Jika tersedia banyak pilihan dengan tingkat kematangan yang serupa, lebih baik memilih semangka dengan kulit utuh dan terasa kokoh. Tidak masalah jika bentuk atau coraknya sedikit tidak sempurna selama tidak ada tanda kerusakan yang dapat memengaruhi bagian dalam buah.

6. Jangan Terlalu Terpaku pada Ukuran Semangka

Semangka berukuran sangat besar sering dianggap lebih matang atau lebih manis, padahal ukuran bukan indikator langsung dari tingkat kemanisan. Beberapa varietas memang secara alami menghasilkan buah besar, sementara varietas lainnya memiliki ukuran lebih kecil ketika sudah matang sempurna.

Karena itulah, semangka kecil atau sedang tetap dapat memiliki rasa sangat manis. Dibandingkan mencari buah paling besar di tumpukan, lebih berguna memperhatikan kombinasi tanda kematangan pada masing-masing buah.

Ukuran justru dapat dipilih berdasarkan kebutuhan. Untuk konsumsi satu atau dua orang, semangka lebih kecil mungkin lebih praktis agar dapat segera dihabiskan. Jika membeli untuk keluarga besar atau acara tertentu, semangka besar tentu lebih efisien selama kondisi dan tanda kematangannya tetap baik.

7. Jika Masih Ada Tangkainya, Perhatikan Kondisinya

Tips ini lebih mudah digunakan ketika membeli langsung dari kebun, petani, atau tempat yang menjual semangka dengan bagian tangkai atau sulurnya masih terlihat. Sulur kecil yang berada paling dekat dengan buah dapat memberikan informasi mengenai tingkat kematangannya saat masih berada di tanaman.

University of Minnesota Extension menjelaskan bahwa salah satu tanda semangka matang adalah sulur yang terletak paling dekat dengan buah berubah menjadi cokelat dan mengering. Semangka sendiri termasuk buah yang tidak akan menjadi lebih manis setelah dipanen sehingga tingkat kematangan ketika masih berada pada tanaman cukup penting.

Namun, tanda ini tidak selalu dapat diperiksa di supermarket karena buah biasanya sudah dipotong dari tanaman dan tangkainya sangat pendek atau tidak lagi terlihat jelas. Dalam kondisi tersebut, gunakan ciri lain yang lebih mudah diperiksa seperti bercak bawah, bobot, dan kulit.

8. Bandingkan Beberapa Semangka Sebelum Memilih

Salah satu kesalahan ketika membeli semangka adalah langsung mengambil buah pertama yang terlihat bagus. Padahal, ciri kematangan akan jauh lebih mudah dikenali ketika beberapa buah dibandingkan secara langsung.

Mulailah dengan mencari tiga atau empat semangka berukuran serupa. Periksa bercak bawahnya, kemudian angkat untuk membandingkan bobot. Setelah itu, lihat permukaan kulit dan gunakan tes ketuk sebagai pemeriksaan tambahan jika diperlukan.

Cara membandingkan seperti ini juga membuat penilaian menjadi lebih masuk akal daripada menetapkan aturan yang terlalu kaku. Misalnya, daripada mencari satu warna hijau tertentu yang dianggap paling bagus, pembeli dapat mengenali buah yang terlihat lebih matang dibandingkan buah lain dari kelompok atau varietas yang sama.

9. Jangan Berharap Semangka yang Belum Matang Menjadi Lebih Manis di Rumah

Berbeda dengan beberapa jenis buah yang masih dapat mengalami perubahan kematangan setelah dipetik, semangka tidak terus meningkatkan kadar gulanya setelah dipanen. Artinya, menyimpan semangka yang kurang matang selama beberapa hari tidak akan otomatis membuat rasanya berubah menjadi jauh lebih manis.

Hal inilah yang membuat pemilihan sejak awal menjadi penting. Jika semangka dipanen terlalu dini, warna bagian dalam mungkin masih dapat mengalami perubahan tertentu, tetapi kadar gula buah tidak bertambah seperti ketika masih berada pada tanaman.

Dengan kata lain, cara memilih buah semangka yang manis paling efektif adalah mengumpulkan sebanyak mungkin petunjuk kematangan sebelum membeli. Tidak ada satu ciri luar yang dapat membuka isi semangka dengan kepastian 100 persen, tetapi kombinasi beberapa tanda akan memberikan dasar pilihan yang lebih baik.

10. Gunakan Kombinasi Tanda, Bukan Satu Mitos Saja

Tidak sedikit trik memilih semangka yang beredar dari mulut ke mulut, mulai dari menentukan jenis kelamin semangka berdasarkan bentuk, menghitung garis tertentu pada kulit, hingga menganggap pola tertentu selalu menjamin rasa manis. Banyak aturan semacam itu tidak memiliki dasar yang cukup kuat untuk dijadikan patokan.

Cara yang lebih masuk akal adalah menggunakan tanda yang memang berkaitan dengan kematangan buah. Prioritaskan bagian bawah yang sudah berwarna kuning krem, bobot yang terasa berat untuk ukurannya, kulit yang tidak terlalu mengilap, serta kondisi buah yang kokoh dan bebas dari kerusakan serius.

Tes ketuk boleh tetap digunakan, tetapi anggap sebagai pelengkap. Semakin banyak tanda kematangan yang cocok pada satu buah, semakin masuk akal pula semangka tersebut dipilih dibandingkan hanya mengandalkan satu ciri yang belum tentu akurat.

Pertanyaan dan Jawaban

  1. Semangka yang manis bercaknya warna apa?

Bercak tempat semangka menyentuh tanah umumnya berwarna kuning atau kuning krem ketika buah sudah matang. Bercak yang masih putih pucat atau kehijauan dapat menjadi tanda buah belum cukup matang.

  1. Apakah semangka yang berat pasti manis?

Tidak selalu. Bobot yang berat untuk ukurannya lebih menunjukkan buah berisi dan banyak mengandung air, sehingga sebaiknya tetap dikombinasikan dengan tanda kematangan lainnya.

  1. Bagaimana bunyi semangka matang saat diketuk?

Semangka matang sering menghasilkan suara yang relatif dalam atau berongga. Namun, tes suara tidak sepenuhnya akurat sehingga lebih baik digunakan bersama pemeriksaan bercak bawah dan kondisi kulit.