Skip to content

Cara Menghemat Token Listrik agar Tidak Cepat Habis, Tips Sederhana agar Pengeluaran Tak Membengkak

Token listrik yang terasa cepat habis sering membuat pengeluaran rumah tangga sulit dikendalikan. Baru beberapa hari mengisi ulang, angka kWh pada meter sudah turun cukup banyak, terutama ketika di rumah terdapat banyak perangkat elektronik yang digunakan dalam waktu bersamaan atau menyala selama berjam-jam.

Menghemat listrik sebenarnya tidak selalu berarti harus mengurangi kenyamanan secara drastis. Perubahan kecil seperti mengatur durasi pemakaian perangkat, mengenali alat berdaya besar, hingga menghentikan kebiasaan membiarkan perangkat menyala tanpa diperlukan dapat membuat konsumsi energi lebih terkendali.

Berikut cara menghemat token listrik yang dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Jumat (4/9).

Pahami Kenapa Token Listrik Bisa Cepat Habis

Sebelum mengubah kebiasaan di rumah, perlu dipahami bahwa saldo listrik prabayar pada dasarnya berkaitan dengan jumlah energi listrik yang tersedia dalam satuan kilowatt-hour atau kWh. Semakin banyak energi yang digunakan oleh berbagai peralatan, semakin cepat pula sisa kWh pada meter berkurang.

Besarnya konsumsi sebuah peralatan dipengaruhi oleh daya dan lamanya perangkat tersebut bekerja. Sebagai gambaran sederhana, perangkat berdaya 1.000 watt yang digunakan selama satu jam membutuhkan sekitar 1 kWh listrik. Sementara perangkat 100 watt yang menyala selama 10 jam juga menggunakan sekitar 1 kWh.

Karena itu, alat yang terlihat kecil belum tentu tidak berpengaruh terhadap konsumsi listrik apabila dinyalakan dalam waktu sangat lama. Sebaliknya, alat berdaya besar yang hanya dipakai sebentar belum tentu menjadi penyebab utama token cepat habis. Pola penggunaan sehari-hari perlu dilihat secara menyeluruh.

Cara Menghemat Token Listrik agar Lebih Awet

Cara menghemat token listrik paling efektif biasanya berasal dari kombinasi beberapa kebiasaan. Tidak perlu langsung mematikan hampir semua peralatan di rumah, tetapi mulailah dari perangkat yang paling sering digunakan dan memiliki daya relatif besar.

Baca Juga: Peralatan Elektronik yang Diam-Diam Bikin Listrik Boros Meski Jarang Dipakai

1. Matikan Peralatan yang Tidak Sedang Digunakan

Lampu, televisi, kipas angin, komputer, hingga perangkat lainnya sebaiknya dimatikan ketika ruangan tidak digunakan. Kebiasaan meninggalkan perangkat menyala karena merasa hanya pergi sebentar dapat menambah durasi pemakaian tanpa disadari.

Aturan sederhana bisa diterapkan di rumah: setiap kali meninggalkan ruangan dalam waktu cukup lama, lihat kembali lampu dan perangkat elektronik yang masih bekerja. Kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi dampaknya akan lebih terasa ketika dilakukan setiap hari.

2. Kenali Peralatan yang Memiliki Daya Besar

Tidak semua alat elektronik menggunakan listrik dalam jumlah yang sama. AC, pemanas air listrik, oven listrik, dispenser dengan fitur pemanas dan pendingin, setrika, pompa air, serta sejumlah perangkat lain dapat memiliki kebutuhan daya cukup besar.

Cek label spesifikasi daya yang biasanya tercantum pada perangkat. Dari sana, penghuni rumah dapat mengetahui peralatan mana yang perlu lebih diperhatikan durasi pemakaiannya.

Prioritaskan penghematan pada perangkat berdaya besar yang bekerja cukup lama. Mengurangi pemakaian perangkat 500–1.000 watt selama beberapa jam biasanya akan memberikan pengaruh lebih besar dibanding terlalu fokus pada perangkat kecil yang hanya membutuhkan beberapa watt.

3. Atur Penggunaan AC dengan Lebih Efisien

AC menjadi salah satu perangkat yang perlu diperhatikan jika digunakan setiap hari. Daripada menyalakannya terus-menerus tanpa pengaturan, gunakan AC ketika ruangan benar-benar sedang ditempati dan pastikan pintu serta jendela tertutup agar udara dingin tidak cepat keluar.

Ruangan juga sebaiknya tidak dibiarkan menerima panas berlebihan dari luar. Tirai, gorden, atau peneduh dapat membantu mengurangi panas matahari yang masuk sehingga AC tidak perlu bekerja terlalu berat untuk mempertahankan suhu ruangan.

Filter AC yang kotor juga sebaiknya dibersihkan sesuai kebutuhan dan petunjuk perangkat. Aliran udara yang terhambat dapat membuat kinerja pendinginan menjadi kurang optimal sehingga pengguna cenderung menurunkan suhu atau menyalakan AC lebih lama.

4. Manfaatkan Cahaya dan Ventilasi Alami pada Siang Hari

Rumah yang mendapatkan pencahayaan alami dengan baik tidak perlu menyalakan banyak lampu sejak pagi hingga sore. Buka tirai atau jendela pada bagian rumah yang memungkinkan cahaya masuk tanpa membuat ruangan terlalu panas.

Ventilasi alami juga bisa dimanfaatkan ketika kondisi cuaca cukup nyaman. Membuka jendela pada pagi atau sore hari dapat membantu sirkulasi udara sehingga penggunaan kipas atau AC dapat dikurangi.

Namun, sesuaikan cara ini dengan kondisi masing-masing rumah. Jika membuka jendela justru membuat ruangan menerima panas matahari langsung dalam jumlah besar, gunakan peneduh yang tepat agar suhu dalam rumah tetap nyaman.

5. Gunakan Lampu Hanya Sesuai Kebutuhan

Satu lampu mungkin tidak terasa menghabiskan banyak energi, tetapi jumlahnya bisa menjadi signifikan apabila banyak lampu menyala setiap malam selama berjam-jam. Karena itu, hindari menyalakan seluruh lampu rumah ketika hanya beberapa ruangan yang sedang digunakan.

Gunakan pencahayaan berdasarkan aktivitas. Ruangan kerja membutuhkan pencahayaan yang cukup, sedangkan lorong atau bagian rumah tertentu mungkin tidak membutuhkan beberapa lampu sekaligus.

Jika memungkinkan saat mengganti lampu yang sudah rusak, pilih lampu dengan konsumsi daya lebih rendah tetapi tingkat pencahayaan yang sesuai kebutuhan ruangan. Perhatikan spesifikasi produk agar pilihan tidak hanya didasarkan pada besarnya watt.

6. Jangan Membiarkan Rice Cooker pada Mode Hangat Terlalu Lama

Rice cooker atau magicom sering dibiarkan bekerja dalam mode penghangat selama hampir sepanjang hari. Meskipun daya pada mode tersebut bisa berbeda dengan saat memasak, perangkat tetap menggunakan listrik selama fungsi penghangat aktif.

Atur jumlah nasi yang dimasak agar sesuai kebutuhan keluarga sehingga tidak harus terus dipanaskan dalam waktu sangat lama. Selain membantu mengontrol konsumsi listrik, cara ini juga mempermudah pengaturan porsi makanan.

Jika nasi memang perlu tetap hangat, gunakan perangkat sebagaimana petunjuk produsennya dan hindari kebiasaan mematikan serta menyalakan kembali secara sembarangan hanya demi mengejar penghematan kecil.

7. Gunakan Mesin Cuci dengan Muatan yang Efisien

Mencuci sedikit pakaian berkali-kali dapat membuat mesin cuci lebih sering menjalankan satu siklus penuh. Jika jenis dan kondisi pakaian memungkinkan, kumpulkan pakaian hingga jumlahnya cukup untuk sekali pencucian tanpa melebihi kapasitas mesin.

Memasukkan pakaian terlalu banyak juga bukan solusi. Muatan yang berlebihan dapat membuat proses pencucian tidak efektif dan membebani mesin. Ikuti kapasitas yang dianjurkan pada perangkat.

Pengaturan mode pencucian juga dapat disesuaikan dengan kondisi pakaian. Tidak semua cucian memerlukan program dengan durasi paling panjang apabila pakaian hanya digunakan sehari-hari dan tidak memiliki noda berat.

8. Gunakan Setrika Sekaligus untuk Beberapa Pakaian

Setrika membutuhkan energi untuk mencapai dan mempertahankan suhu tertentu. Jika perangkat berulang kali dipanaskan hanya untuk menyetrika satu atau dua potong pakaian, pemakaiannya menjadi kurang efisien.

Kumpulkan pakaian yang perlu disetrika, kemudian kerjakan dalam satu sesi. Kelompokkan berdasarkan jenis bahan sehingga pengaturan suhu tidak perlu terlalu sering dinaikkan dan diturunkan.

Jangan lupa mencabut setrika setelah selesai digunakan. Selain menghindari konsumsi listrik yang tidak diperlukan, langkah ini juga penting untuk mengurangi risiko perangkat panas tertinggal tanpa pengawasan.

9. Kurangi Pemakaian Mode Siaga yang Tidak Diperlukan

Beberapa perangkat masih menggunakan sedikit energi ketika berada dalam kondisi siaga atau standby. Konsumsinya mungkin kecil untuk satu perangkat, tetapi rumah modern dapat memiliki banyak perangkat yang selalu terhubung ke listrik.

Periksa perangkat yang memang tidak perlu aktif sepanjang waktu. Televisi, konsol permainan, speaker, monitor tambahan, atau perangkat tertentu dapat dimatikan sepenuhnya ketika tidak akan digunakan dalam waktu lama.

Namun, tidak semua perangkat harus selalu dicabut dari stopkontak. Router internet, kulkas, sistem keamanan, dan perangkat yang memang dirancang beroperasi terus-menerus perlu diperlakukan sesuai fungsi dan petunjuk penggunaannya.

10. Hindari Menyalakan Banyak Peralatan Berdaya Besar Bersamaan

Menggunakan beberapa alat berdaya besar dalam waktu yang sama dapat membuat kebutuhan daya rumah meningkat tajam. Misalnya, AC, setrika, pemanas air, oven listrik, dan pompa air bekerja bersamaan.

Menjadwalkan penggunaannya dapat membantu mengelola konsumsi sekaligus mencegah beban listrik rumah terlalu tinggi pada satu waktu. Setrika pakaian bisa dilakukan setelah penggunaan oven selesai, misalnya.

Cara ini tidak otomatis mengurangi energi apabila total durasi pemakaian tetap sama, tetapi dapat membantu penghuni rumah lebih sadar terhadap perangkat yang sedang aktif dan menghindari penggunaan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Baca Juga: 10 Tips Hemat Listrik yang Bisa Dilakukan di Rumah, Jangan Sampai Tagihan Membengkak

Hitung Pemakaian Listrik dari Daya Peralatan

Salah satu cara paling praktis untuk menemukan penyebab token cepat habis adalah memperkirakan konsumsi masing-masing perangkat. Rumus sederhananya adalah:

Daya perangkat (watt) × lama penggunaan (jam) ÷ 1.000 = konsumsi listrik (kWh).

Sebagai contoh, sebuah perangkat berdaya 500 watt yang bekerja selama dua jam membutuhkan sekitar 1 kWh. Jika digunakan setiap hari, pemakaiannya sekitar 30 kWh dalam 30 hari.

Perhitungan seperti ini bisa dilakukan pada beberapa perangkat yang paling sering digunakan. Tidak perlu menghitung seluruh barang elektronik sampai detail terkecil. Mulailah dari AC, pompa air, rice cooker, dispenser, kulkas, mesin cuci, setrika, pemanas air, atau perangkat lain yang penggunaannya cukup dominan di rumah.

Jangan Terlalu Sering Membuka Pintu Kulkas

Kulkas memang harus tetap terhubung dengan listrik untuk menjaga makanan pada suhu penyimpanan yang sesuai. Karena itu, menghemat listrik dari kulkas bukan dilakukan dengan sering mematikan perangkat.

Sebaliknya, kurangi kebiasaan membuka pintu terlalu lama atau berulang kali tanpa kebutuhan jelas. Setiap kali pintu terbuka, udara dingin keluar dan suhu di dalam dapat berubah sehingga sistem pendinginan harus kembali bekerja.

Periksa juga apakah pintu dapat menutup dengan rapat. Atur isi kulkas dengan rapi agar makanan mudah ditemukan sehingga pintu tidak perlu dibiarkan terbuka terlalu lama saat mencari sesuatu.

Periksa Perangkat Lama yang Konsumsi Listriknya Tidak Wajar

Perangkat yang sudah lama digunakan tidak otomatis boros listrik. Namun, masalah pada komponen tertentu dapat membuat kinerja perangkat menurun sehingga waktu operasinya menjadi lebih panjang atau penggunaannya terasa tidak efisien.

Contohnya, AC yang tidak mampu mendinginkan ruangan seperti biasanya, kulkas yang terus bekerja tetapi suhu tidak stabil, atau pompa air yang terlalu sering menyala dapat menjadi tanda bahwa perangkat perlu diperiksa.

Jangan membongkar bagian kelistrikan sendiri apabila tidak memahami prosedurnya. Pemeriksaan terhadap kabel, instalasi, motor, kompresor, atau komponen listrik sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang kompeten jika terdapat gejala kerusakan.

Kesalahan dalam Menghemat Token ListrikCara Menghemat Token Listrik agar Tidak Cepat Habis,

Ada beberapa kebiasaan yang terlihat seperti penghematan tetapi sebenarnya tidak menyelesaikan sumber konsumsi terbesar. Salah satunya terlalu fokus mematikan lampu kecil, sementara AC atau pemanas air tetap digunakan lebih lama dari yang dibutuhkan.

Kesalahan lainnya adalah membeli perangkat baru hanya karena terdapat label atau promosi yang menyebutkan hemat energi tanpa melihat spesifikasi, kebutuhan daya, kapasitas, serta pola penggunaan. Efisiensi perlu disesuaikan dengan kebutuhan rumah, bukan sekadar berdasarkan klaim pemasaran.

Penghematan juga sebaiknya tidak mengorbankan keamanan atau fungsi penting. Jangan mematikan kulkas selama berjam-jam ketika masih menyimpan makanan yang membutuhkan pendinginan, mengubah instalasi meter sendiri, atau menggunakan sambungan listrik yang tidak aman hanya untuk mencoba mengurangi konsumsi.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Kenapa token listrik terasa cepat habis padahal pemakaian biasa saja?

Penyebabnya dapat berasal dari durasi pemakaian perangkat yang meningkat, peralatan berdaya besar, tambahan perangkat baru, atau adanya perangkat yang bekerja lebih lama daripada biasanya.

2. Apakah mencabut charger bisa menghemat token listrik?

Mencabut charger ketika tidak digunakan dapat menghindari konsumsi listrik yang tidak diperlukan, meskipun penghematannya untuk satu charger umumnya tidak sebesar mengurangi penggunaan perangkat berdaya tinggi.

3. Peralatan apa yang biasanya paling banyak menggunakan listrik di rumah?

Tergantung jenis dan durasi pemakaian, tetapi perangkat seperti AC, pemanas air, setrika, oven listrik, pompa air, dan peralatan pemanas lainnya layak diperhatikan.

4. Apakah sering mematikan kulkas bisa menghemat listrik?

Tidak disarankan mematikan kulkas berulang kali hanya untuk menghemat listrik karena dapat mengganggu suhu penyimpanan makanan. Lebih baik gunakan kulkas secara efisien dan pastikan pintunya tertutup rapat.

5. Bagaimana mengetahui alat elektronik yang membuat token cepat habis?

Cek daya perangkat dalam watt, catat lama penggunaannya, kemudian hitung perkiraan kWh. Membandingkan sisa kWh pada meter dari hari ke hari juga dapat membantu menemukan pola pemakaian.