Skip to content

Pergoki Istri Selingkuh Pakai Robot Vacuum, Pria Ini Malah Berakhir di Penjara

Seorang pria di Taiwan menemukan cara yang tidak biasa untuk membuktikan dugaan perselingkuhan istrinya. Ia menggunakan robot vacuum yang dilengkapi kamera untuk merekam apa yang terjadi di rumah liburan mereka.

Rekaman itu kemudian menjadi bukti penting dalam perselisihan rumah tangga mereka. Sang suami bahkan berhasil memenangkan gugatan terhadap istrinya dan pria lain yang terlibat.

Namun, ada kejutan di balik kemenangan tersebut.

Pria itu justru harus masuk penjara karena rekaman yang ia gunakan sebagai bukti diperoleh tanpa persetujuan istrinya.

Kisah ini bermula pada 2023. Saat itu, sang suami menemukan sikat gigi yang tidak dikenalnya di rumah yang biasa mereka gunakan untuk liburan. Ia mulai curiga bahwa istrinya mungkin memiliki hubungan dengan pria lain.

Kecurigaannya semakin kuat setelah ia melihat rekaman kamera pengawas di area parkir. Dalam rekaman tersebut, ia melihat seorang pria yang sebelumnya diketahui pernah mengantar istrinya pulang.

Meski begitu, sang istri membantah telah berselingkuh. Suaminya kemudian memilih untuk mempercayai penjelasan tersebut.

Beberapa bulan kemudian, rasa curiganya kembali muncul.

Saat berada di rumah liburan mereka, sang suami mengaktifkan robot vacuum melalui aplikasi di ponselnya. Perangkat tersebut bukan hanya bisa membersihkan lantai, tetapi juga dilengkapi kamera dan fitur yang memungkinkan pemiliknya melihat kondisi rumah dari jarak jauh.

Awalnya, ia hanya ingin menggunakan fitur tersebut untuk berbicara dengan istrinya.

Namun, apa yang kemudian terlihat di layar ponselnya membuatnya terkejut. Di mana ia melihat istrinya bersama pria yang sebelumnya ia curigai.

Sang suami kemudian menggunakan fitur perekaman pada robot vacuum untuk merekam kejadian tersebut. Rekaman itu disimpannya dan kemudian digunakan sebagai bukti dalam gugatan terhadap istrinya dan pria tersebut.

Ia menggugat keduanya karena dianggap telah melanggar kewajiban dalam perkawinan. Dalam gugatan tersebut, sang suami meminta kompensasi sebesar NT$2 juta atau sekitar Rp1,1 miliar.

Pengadilan kemudian menyatakan bahwa hubungan antara sang istri dan pria tersebut telah melampaui batas hubungan pertemanan biasa. Keduanya akhirnya diperintahkan membayar kompensasi sebesar NT$500.000 atau sekitar Rp270 juta kepada sang suami.

Sekilas, sang suami tampak memenangkan pertarungan tersebut. Namun, masalah justru muncul setelahnya.

Sang istri mengajukan gugatan balik. Ia menuduh suaminya telah merekam aktivitas pribadi dan intim dirinya tanpa izin. Sang suami berusaha membela diri dengan mengatakan bahwa rekaman tersebut dibuat untuk mengumpulkan bukti perselingkuhan. Rekaman itu pun sebelumnya telah digunakan dalam gugatan perdata. Namun, alasan tersebut tidak membuatnya lolos dari jerat hukum.

Pengadilan menilai bahwa seseorang tetap memiliki hak atas privasi, termasuk ketika sedang menghadapi persoalan dalam rumah tangga. Status sebagai pasangan suami istri juga tidak otomatis memberikan hak untuk merekam aktivitas pribadi tanpa persetujuan.

Peringatan suara maupun lampu yang muncul ketika robot vacuum sedang merekam juga tidak dianggap cukup untuk membuktikan bahwa sang istri mengetahui dirinya sedang direkam atau memberikan izin.

Akibatnya, sang suami dinyatakan bersalah karena melanggar privasi istrinya. Ia kemudian dijatuhi hukuman lima bulan penjara serta denda sebesar NT$150.000 atau sekitar Rp80 juta.

Menurut Oddity Central, hukum di Taiwan melarang seseorang merekam atau menyebarkan aktivitas pribadi maupun informasi intim orang lain tanpa pemberitahuan atau izin. Pelanggaran tersebut dapat dikenai hukuman hingga tiga tahun penjara dan denda maksimal NT$300.000.

Kasus ini pun berakhir dengan situasi yang cukup ironis.

Rekaman dari robot vacuum membantunya membuktikan perselingkuhan istrinya dan memenangkan gugatan perdata. Namun, cara ia mendapatkan rekaman tersebut justru membuatnya dihukum karena melanggar privasi.

Pria itu berhasil membuktikan istrinya selingkuh, tetapi bukti yang sama juga membawanya ke balik jeruji besi.