Skip to content

Cara Menjemur Pakaian agar Cepat Kering di Musim Hujan, Bisa Dilakukan di Dalam Rumah

Musim hujan sering membuat pekerjaan mencuci pakaian menjadi lebih merepotkan. Matahari yang jarang muncul, udara lembap, dan hujan yang turun tiba-tiba membuat pakaian membutuhkan waktu lebih lama untuk kering. Akibatnya, jemuran menumpuk, pakaian sulit digunakan tepat waktu, bahkan bisa menimbulkan bau apek jika terlalu lama berada dalam kondisi lembap.

Meski begitu, pakaian tetap bisa dikeringkan dengan lebih cepat tanpa harus menunggu cuaca cerah. Kuncinya terletak pada cara memeras pakaian, mengatur jarak jemuran, memperlancar sirkulasi udara, serta memilih lokasi yang tepat. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, berikut sejumlah cara menjemur pakaian agar cepat kering meski musim hujan yang bisa diterapkan di rumah, Kamis (29/10).

1. Peras Pakaian hingga Airnya Berkurang

Salah satu cara paling efektif untuk mempercepat pengeringan pakaian adalah mengurangi kadar air sejak awal. Semakin banyak air yang masih tertahan di serat kain, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkannya, terutama ketika udara sedang lembap.

Jika menggunakan mesin cuci, manfaatkan fitur pengering atau spin sesuai petunjuk penggunaan mesin dan jenis kain. Proses ini membantu mengeluarkan sebagian air dari pakaian sebelum dijemur. Namun, hindari memaksakan putaran tinggi pada bahan yang mudah melar, halus, atau memiliki petunjuk perawatan khusus.

Untuk pakaian yang dicuci dengan tangan, peras secara perlahan sesuai karakter bahannya. Kain yang tebal mungkin membutuhkan tekanan lebih kuat dibandingkan kain tipis, tetapi bahan sensitif seperti rajut tertentu sebaiknya tidak dipelintir karena dapat berubah bentuk.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari tanpa Mengeluarkan Semua Pakaian

2. Gunakan Handuk Kering untuk Menyerap Sisa Air

Handuk kering bisa menjadi alternatif ketika pakaian masih terlalu basah, sementara mesin cuci tidak memiliki fitur pengering. Cara ini cukup praktis untuk satu atau dua potong pakaian yang perlu segera digunakan.

Bentangkan handuk bersih dan kering, kemudian letakkan pakaian di atasnya. Gulung keduanya secara perlahan sambil memberikan tekanan secukupnya agar air dari pakaian terserap oleh handuk. Setelah itu, buka gulungan dan pindahkan pakaian ke tempat penjemuran.

Metode tersebut lebih cocok untuk kaus, pakaian tipis, atau barang berukuran kecil. Hindari menggosok atau memelintir pakaian secara berlebihan karena dapat merusak serat kain. Pastikan pula handuk yang digunakan benar-benar kering agar proses penyerapan air berjalan optimal.

3. Beri Jarak antara Pakaian di Jemuran

Menjemur banyak pakaian secara berdekatan memang menghemat tempat, tetapi kebiasaan ini dapat menghambat proses pengeringan. Pakaian yang saling menempel membuat udara sulit melewati permukaan kain, sehingga kelembapan bertahan lebih lama.

Atur pakaian dengan jarak yang cukup agar setiap potong kain memiliki ruang untuk terkena aliran udara. Jika menggunakan jemuran bertingkat, hindari menumpuk pakaian terlalu rapat pada setiap tingkatnya.

Saat cucian sedang banyak, lebih baik membagi penjemuran menjadi beberapa sesi daripada memenuhi satu rak hingga sesak. Prioritaskan pakaian yang paling dibutuhkan, kemudian lanjutkan dengan pakaian lainnya setelah tersedia ruang yang memadai.

4. Jemur Pakaian di Tempat dengan Sirkulasi Udara Baik

Lokasi penjemuran memiliki pengaruh besar terhadap kecepatan pakaian mengering. Ruangan yang tertutup rapat cenderung menahan kelembapan, terutama jika banyak pakaian basah digantung dalam satu area.

Pilih tempat yang memiliki aliran udara alami, seperti teras beratap yang terbuka, dekat jendela yang aman dari tampias hujan, atau area khusus mencuci dengan ventilasi memadai. Pastikan air hujan tidak langsung membasahi pakaian yang sedang dikeringkan.

Jika harus menjemur di dalam rumah, usahakan ada jalur udara masuk dan keluar. Pintu atau jendela dapat dibuka ketika kondisi di luar memungkinkan. Hindari menempatkan jemuran terlalu dekat dengan dinding lembap, sudut ruangan yang pengap, atau tumpukan barang yang menghalangi aliran udara.

5. Manfaatkan Kipas Angin untuk Mempercepat Pengeringan

Ketika hujan turun sepanjang hari dan tidak ada cukup angin alami, kipas angin bisa membantu mempercepat pengeringan pakaian. Aliran udara membantu membawa uap air menjauh dari permukaan kain sehingga penguapan dapat berlangsung lebih efektif.

Tempatkan kipas pada jarak yang aman dan arahkan alirannya ke area jemuran. Usahakan udara dapat bergerak melewati sela-sela pakaian, bukan hanya mengenai satu bagian kain. Jika memungkinkan, gunakan kipas bersama ventilasi yang baik agar udara lembap tidak terus berputar di ruangan yang sama.

Jangan meletakkan kipas atau sambungan listrik di area yang dapat terkena tetesan air. Pastikan tangan dan lantai dalam kondisi kering saat mengoperasikan peralatan listrik. Kipas angin juga tidak menghasilkan panas seperti pengering pakaian, sehingga hasilnya tetap dipengaruhi oleh kelembapan dan suhu ruangan.

Baca Juga: Cara Mencuci Baju Katun agar Tidak Melar dan Cepat Pudar, Buat Pakaian Lebih Awet

6. Balik Pakaian agar Kedua Sisinya Mendapat Aliran Udara

Pakaian yang dilipat, bertumpuk, atau memiliki bagian tebal membutuhkan perhatian lebih saat dijemur. Bagian yang tertutup sering kali lebih lambat mengering karena tidak mendapatkan aliran udara secara merata.

Balik pakaian secara berkala agar sisi depan dan belakang sama-sama terkena udara. Untuk celana panjang, buka bagian kaki selebar mungkin, sedangkan kemeja sebaiknya digantung dengan posisi terbuka dan kancing yang tidak seluruhnya tertutup jika hal itu membantu sirkulasi udara.

Perhatikan pula bagian yang biasanya menyimpan banyak air, seperti lipatan pinggang, saku, kerah, manset, dan jahitan tebal. Jika bagian tersebut masih terasa lembap, lanjutkan pengeringan sebelum pakaian disimpan atau dikenakan.

7. Gunakan Hanger agar Pakaian Tidak Menumpuk

Hanger atau gantungan baju dapat membantu mempercepat pengeringan karena pakaian menggantung dalam posisi terbuka. Cara ini cocok untuk kemeja, blus, kaus, dan pakaian lain yang tidak mudah berubah bentuk ketika digantung.

Pilih hanger dengan ukuran yang sesuai agar bagian bahu tidak melar atau meninggalkan tonjolan. Berikan jarak antargantungan sehingga udara bisa melewati bagian depan, belakang, dan sela-sela pakaian.

Untuk celana panjang, gunakan hanger khusus atau gantungkan pada bagian pinggang dengan posisi terbuka. Sementara itu, pakaian rajut yang berat sebaiknya dikeringkan mendatar jika label perawatannya menyarankan demikian, karena beban air dapat membuatnya melar saat digantung.

8. Manfaatkan Sinar Matahari saat Cuaca Cerah

Meski musim hujan, cuaca tidak selalu mendung sepanjang hari. Ketika matahari muncul, manfaatkan waktu tersebut untuk menjemur pakaian, terutama yang tebal dan menyimpan banyak air.

Pilih area yang mendapatkan sinar matahari sekaligus aliran udara. Jika hujan berpotensi turun kembali, gunakan teras beratap atau jemuran yang mudah dipindahkan ke tempat terlindung.

Perhatikan pula jenis kain sebelum menjemurnya terlalu lama di bawah sinar matahari langsung. Beberapa bahan dan warna dapat lebih mudah pudar jika terus-menerus terpapar sinar matahari. Untuk pakaian yang sensitif, pilih tempat teduh dengan sirkulasi udara baik sesuai petunjuk pada label perawatan.

9. Atur Waktu Mencuci agar Pakaian Punya Waktu Kering Lebih Panjang

Waktu mencuci turut memengaruhi keberhasilan mengeringkan pakaian ketika musim hujan. Jika memungkinkan, mulailah mencuci pada pagi hari agar pakaian memiliki waktu lebih panjang untuk mendapatkan udara dan sinar matahari ketika cuaca mendukung.

Hindari menunda penjemuran setelah proses pencucian selesai. Pakaian basah yang terlalu lama dibiarkan di dalam mesin cuci atau keranjang dapat mengembangkan bau tidak sedap, terutama jika berada di tempat tertutup dan lembap.

Sesuaikan jumlah cucian dengan kapasitas jemuran yang tersedia. Jika ruang terbatas, bagi cucian menjadi beberapa kelompok dan dahulukan pakaian yang akan segera dipakai, seperti seragam, pakaian kerja, atau pakaian sekolah.

10. Gunakan Dehumidifier jika Ruangan Terlalu Lembap

Dehumidifier merupakan alat yang dirancang untuk mengurangi kelembapan udara. Perangkat ini dapat membantu proses pengeringan ketika pakaian harus dijemur di dalam ruangan yang sulit mendapatkan udara segar.

Tempatkan jemuran dan dehumidifier sesuai petunjuk penggunaan alat, dengan ruang yang cukup agar udara dapat bersirkulasi. Tutup ruangan hanya jika memang disarankan untuk pengoperasian perangkat tersebut, dan pastikan air hasil penampungan dibuang sesuai instruksi produsen.

Jika belum memiliki alat ini, tidak perlu terburu-buru membelinya. Kipas angin, ventilasi yang baik, pengurangan air sebelum menjemur, serta pengaturan jarak pakaian dapat menjadi pilihan awal yang lebih ekonomis. Apa pun metodenya, hindari membiarkan kelembapan menumpuk di ruangan karena dapat memicu masalah jamur.

11. Hindari Menjemur Pakaian di Ruangan Pengap

Menjemur pakaian di dalam rumah terkadang tidak bisa dihindari ketika hujan terus turun. Namun, memilih ruangan yang tepat sama pentingnya dengan cara mengatur jemuran.

Hindari kamar tidur yang kecil dan tertutup jika tidak memiliki ventilasi memadai. Air yang menguap dari pakaian akan menambah kelembapan udara, sehingga ruangan terasa pengap dan permukaan tertentu berisiko menjadi lembap.

Jika tidak ada pilihan selain menjemur di dalam rumah, gunakan area dengan ventilasi yang baik dan bantu pergerakan udara menggunakan kipas. Periksa dinding, sudut ruangan, serta area di sekitar jemuran secara berkala untuk memastikan tidak muncul tanda kelembapan berlebih atau jamur.

12. Pastikan Pakaian Benar-Benar Kering sebelum Disimpan

Pakaian yang terasa kering di permukaan belum tentu sudah kering seluruhnya. Bagian lipatan, jahitan tebal, karet pinggang, dan area saku terkadang masih menyimpan kelembapan yang sulit diketahui hanya dengan melihatnya.

Sebelum memasukkan pakaian ke lemari, periksa beberapa bagian tersebut dengan tangan. Jika masih terasa dingin dan lembap, lanjutkan pengeringan sampai kondisinya benar-benar kering.

Jangan langsung menyemprotkan parfum atau pewangi pakaian untuk menutupi bau apek. Jika pakaian sudah mengeluarkan aroma tidak sedap, periksa apakah proses pencucian dan pengeringannya perlu diulang. Pakaian yang bersih dan kering dengan baik akan lebih nyaman digunakan serta tidak mudah membawa bau lembap ke dalam lemari.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Bagaimana cara mengeringkan pakaian dengan cepat saat musim hujan?

Kurangi air menggunakan fitur spin mesin cuci, gantung pakaian dengan jarak yang cukup, lalu gunakan kipas angin di ruangan berventilasi baik.

2. Apakah pakaian bisa kering tanpa sinar matahari?

Bisa. Pakaian dapat mengering melalui proses penguapan dengan bantuan aliran udara, meskipun kecepatannya dipengaruhi suhu, kelembapan, dan ketebalan kain.

3. Apakah kipas angin efektif untuk mengeringkan pakaian?

Ya. Kipas membantu mengalirkan udara di sekitar kain sehingga uap air lebih mudah terbawa, terutama jika ruangan memiliki ventilasi yang baik.

4. Mengapa pakaian yang dijemur saat musim hujan berbau apek?

Bau apek dapat muncul ketika pakaian terlalu lama lembap, terlambat dijemur setelah dicuci, atau dikeringkan di tempat dengan sirkulasi udara buruk.

5. Bolehkah pakaian yang masih sedikit lembap langsung disetrika?

Sebaiknya ikuti petunjuk perawatan kain dan penggunaan setrika. Pastikan pakaian cukup kering sebelum disimpan, serta jangan meninggalkan setrika panas terlalu lama pada kain karena berisiko merusak atau membakar bahan.