Bantal yang dipakai setiap malam bisa perlahan menunjukkan bekas keringat, terutama pada area yang paling sering bersentuhan dengan kepala, leher, dan wajah. Awalnya noda mungkin hanya terlihat seperti bayangan samar atau bercak sedikit lebih gelap, tetapi jika dibiarkan berulang kali, permukaan bantal dapat menjadi kusam, terasa kurang segar, bahkan meninggalkan bekas yang lebih sulit dibersihkan.
Menghilangkan bekas keringat di bantal tidak cukup hanya dengan menggosok noda menggunakan banyak deterjen karena setiap jenis bantal memiliki cara perawatan berbeda. Ada bantal yang aman dicuci secara menyeluruh, tetapi ada pula yang sebaiknya hanya dibersihkan pada bagian permukaannya. Berikut cara menghilangkan bekas keringat di bantal, dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Jumat (18/9).
Mengapa Keringat Bisa Meninggalkan Bekas pada Bantal?
Keringat sebenarnya tidak selalu langsung membuat permukaan bantal terlihat kotor. Masalah biasanya muncul setelah kelembapan dari tubuh mengenai area yang sama berulang kali selama tidur. Keringat dapat bercampur dengan minyak alami kulit, air liur, sisa skincare, hingga produk rambut yang kemudian berpindah dari sarung bantal menuju lapisan di bawahnya.
Bekasnya bisa terlihat berbeda-beda. Pada bantal putih, noda sering tampak kekuningan atau kecokelatan, sedangkan pada bahan berwarna noda terkadang terlihat sebagai area yang lebih gelap atau kusam. Jika noda masih baru, penanganannya biasanya lebih mudah karena residu belum terlalu lama berada di antara serat kain.
Bantal juga dapat mengalami penumpukan noda lebih cepat ketika sarung jarang diganti, seseorang mudah berkeringat saat tidur, rambut masih basah ketika berbaring, atau bantal tidak sempat diangin-anginkan. Karena itu, membersihkan noda sebaiknya tidak menunggu sampai sebagian besar permukaan bantal berubah warna.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Noda Kuning di Bantal, Solusi Simpel Hilangkan Kusam
Periksa Label Perawatan Sebelum Membersihkan Bantal
Sebelum mengambil deterjen atau merendam bantal, cari label perawatan yang biasanya terdapat pada bagian samping atau jahitan. Informasi tersebut menjadi petunjuk penting untuk mengetahui apakah bantal dapat dicuci menggunakan mesin, hanya boleh dicuci dengan tangan, membutuhkan suhu tertentu, atau justru tidak boleh direndam sama sekali.
Bantal berisi serat sintetis tertentu biasanya lebih mudah dicuci secara menyeluruh jika petunjuk produsennya mengizinkan. Sebaliknya, bantal memory foam dan beberapa material lain dapat menyerap banyak air serta lebih sulit dikeringkan sehingga mencucinya dengan cara yang sama seperti bantal biasa berisiko merusak bentuk atau tekstur bagian dalam.
Jika label sudah tidak tersedia dan bahan bantal tidak diketahui dengan pasti, gunakan cara yang paling ringan terlebih dahulu. Hindari langsung merendam seluruh bantal atau menggunakan pembersih kuat. Cobalah larutan pembersih pada area kecil yang tidak terlalu terlihat sebelum mengaplikasikannya pada noda yang lebih luas.
Cara Menghilangkan Bekas Keringat yang Masih Baru
Bekas keringat yang belum lama menempel sebaiknya segera ditangani agar cairan dan minyak tubuh tidak semakin masuk ke dalam serat kain. Lepaskan terlebih dahulu sarung dan pelindung bantal jika ada, kemudian lihat apakah noda hanya terdapat pada sarung atau sudah mencapai permukaan bantal.
Untuk bantal yang dapat dicuci, noda dapat diberi penanganan awal menggunakan sedikit deterjen cair lembut. Tidak perlu menuangkan deterjen terlalu banyak karena tujuan tahap ini hanya membantu melonggarkan residu yang menempel pada area bernoda sebelum proses pencucian utama.
Langkah sederhananya dapat dilakukan seperti berikut:
- Lepaskan sarung dan pillow protector dari bantal.
- Tepuk area yang masih lembap menggunakan kain kering apabila noda keringat masih sangat baru.
- Oleskan sedikit deterjen cair pada bagian yang bernoda.
- Ratakan secara perlahan menggunakan jari atau kain bersih tanpa menggosok terlalu keras.
- Diamkan sebentar agar deterjen bekerja pada noda.
- Lanjutkan pencucian mengikuti petunjuk pada label bantal.
- Periksa kembali noda sebelum masuk ke tahap pengeringan.
Jika bekasnya belum hilang sepenuhnya, proses penanganan noda dapat diulang sebelum bantal dikeringkan. Menggunakan panas tinggi ketika noda masih terlihat dapat membuat proses pembersihan berikutnya menjadi lebih sulit pada beberapa jenis noda.
Cara Membersihkan Bekas Keringat pada Bantal yang Bisa Dicuci
Apabila label menyatakan bantal aman dicuci dengan air atau mesin cuci, proses pembersihan dapat dilakukan lebih menyeluruh. Setelah noda diberi deterjen sebagai pre-treatment, masukkan bantal sesuai kapasitas mesin dan pilih siklus yang dianjurkan pada petunjuk perawatan.
Hindari menggunakan deterjen secara berlebihan. Bantal memiliki volume dan lapisan yang jauh lebih tebal dibandingkan pakaian biasa sehingga sabun dapat tertahan di dalam isian apabila jumlahnya terlalu banyak. Jika setelah pencucian bantal masih terasa licin atau mengeluarkan busa ketika ditekan, pembilasan tambahan dapat membantu mengurangi residu deterjen.
Untuk mesin cuci bukaan atas dengan tabung yang cukup besar, menempatkan dua bantal dengan ukuran seimbang terkadang dapat membantu menjaga muatan tetap lebih stabil selama pencucian, selama kapasitas mesin memang mencukupi. Namun, petunjuk mesin dan label bantal tetap harus menjadi acuan karena desain maupun jenis isian bantal dapat berbeda.
Baca Juga: Cara Mengetahui Ada Kutu Kasur dari Tanda yang Muncul di Sprei, Noda Sepele Bisa Jadi Petunjuk
Cara Membersihkan Bekas Keringat pada Bantal Memory Foam
Memory foam membutuhkan perlakuan yang berbeda karena materialnya dapat menyerap air dalam jumlah cukup banyak dan membutuhkan waktu lama untuk kering. Jika petunjuk perawatan tidak mengizinkan pencucian menyeluruh, jangan memasukkannya ke mesin cuci atau merendamnya di dalam ember.
Bekas keringat pada permukaan dapat ditangani dengan membuat larutan air dan sedikit deterjen lembut. Celupkan kain bersih ke dalam larutan, kemudian peras hingga hanya terasa lembap. Tepuk area bernoda secara perlahan agar larutan bekerja pada permukaan tanpa membuat bagian dalam foam terlalu basah.
Setelah noda mulai berkurang, gunakan kain lain yang sedikit dibasahi air bersih untuk mengangkat sisa deterjen. Tekan permukaan menggunakan handuk kering untuk membantu menyerap kelembapan, lalu letakkan bantal di tempat dengan aliran udara baik hingga seluruh bagian benar-benar kering sebelum kembali digunakan.
Jangan Menggosok Bekas Keringat Terlalu Keras
Melihat noda pada bantal sering membuat seseorang ingin langsung menyikat atau menggosoknya sampai bersih. Padahal, gesekan yang terlalu kuat dapat membuat kain penutup bantal berbulu, berubah tekstur, atau bahkan rusak sebelum noda benar-benar terangkat.
Gerakan menepuk atau mengusap perlahan lebih cocok digunakan ketika melakukan penanganan awal. Jika membutuhkan bantuan mekanis pada kain yang cukup kuat, gunakan sikat berbulu sangat lembut dan jangan memberikan tekanan berlebihan. Tetap periksa label karena tidak semua permukaan bantal aman disikat.
Noda yang telah menumpuk lama juga tidak selalu dapat hilang hanya dalam satu kali pencucian. Lebih baik mengulang metode yang aman daripada meningkatkan konsentrasi pembersih atau menggosoknya semakin keras hingga material bantal rusak.
Pastikan Bantal Kering Sampai ke Bagian Dalam
Tahap pengeringan sering dianggap selesai begitu permukaan bantal terasa kering, padahal bagian tengahnya dapat masih menyimpan kelembapan. Kondisi tersebut perlu dihindari karena bantal yang belum kering sepenuhnya bisa menimbulkan bau tidak sedap dan terasa lembap ketika digunakan.
Jika bantal diperbolehkan masuk ke mesin pengering, gunakan pengaturan yang sesuai petunjuk perawatan. Jangan menaikkan suhu secara sembarangan hanya untuk mempercepat proses karena beberapa jenis isian sensitif terhadap temperatur tinggi.
Bantal yang dikeringkan secara alami dapat diletakkan di area yang memiliki sirkulasi udara baik. Balik posisinya secara berkala dan tekan beberapa bagian untuk memeriksa apakah masih terdapat titik yang terasa dingin atau lembap. Sarung sebaiknya baru dipasang setelah bantal benar-benar kering.
Kesalahan yang Membuat Bekas Keringat Lebih Sulit Dibersihkan
Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah membiarkan noda terlalu lama. Bekas keringat yang terus terkena keringat baru, minyak kulit, dan berbagai produk tubuh akan membentuk lapisan noda yang semakin sulit ditangani dibandingkan bercak yang baru muncul.
Kesalahan lainnya adalah menggunakan terlalu banyak deterjen. Alih-alih membuat bantal lebih bersih, residu sabun yang sulit dibilas dapat tertinggal di dalam isian. Bantal akhirnya terasa kurang nyaman dan membutuhkan proses pembilasan lebih panjang.
Beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari antara lain:
- Merendam bantal tanpa memeriksa jenis bahannya.
- Memasukkan memory foam ke mesin cuci tanpa memastikan petunjuk perawatannya.
- Menggosok kain penutup bantal dengan kasar.
- Menggunakan terlalu banyak deterjen atau pemutih.
- Mencampurkan beberapa produk pembersih.
- Langsung mengeringkan bantal dengan suhu tinggi tanpa memeriksa label.
- Memasang sarung ketika bagian dalam bantal masih lembap.
- Membiarkan noda keringat menumpuk selama berbulan-bulan sebelum dibersihkan.
Cara Mencegah Bekas Keringat Cepat Muncul Kembali
Cara paling praktis untuk mengurangi noda pada bantal adalah membuat lapisan penghalang antara tubuh dan permukaan bantal. Selain sarung bantal, pillow protector dapat digunakan untuk membantu menahan keringat dan minyak agar tidak langsung mencapai bagian utama bantal. Pelindung ini juga lebih mudah dilepas dan dicuci dibandingkan harus membersihkan seluruh bantal setiap kali muncul noda.
Sarung bantal perlu dicuci secara rutin, terlebih jika seseorang mudah berkeringat saat tidur atau memiliki kulit dan rambut yang cenderung berminyak. Jangan menunggu sarung terlihat kotor karena minyak dan kelembapan dapat sudah menempel meskipun perubahan warna belum terlihat jelas.
Kebiasaan lain juga berpengaruh. Hindari tidur ketika rambut masih sangat basah, biarkan produk perawatan wajah atau rambut meresap terlebih dahulu, dan sesekali angin-anginkan bantal. Langkah sederhana tersebut membantu mengurangi kelembapan yang terus-menerus menempel pada area tidur.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah bekas keringat di bantal bisa hilang sepenuhnya?
Bekas yang masih baru biasanya lebih mudah dibersihkan. Noda lama dapat memudar tetapi belum tentu kembali sepenuhnya seperti kondisi bantal baru.
2. Apakah baking soda bisa digunakan untuk bekas keringat di bantal?
Baking soda kerap digunakan untuk kebutuhan pembersihan dan mengurangi bau, tetapi penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan bahan serta petunjuk perawatan bantal.
3. Bolehkah bantal direndam semalaman agar noda keringat hilang?
Tidak semua bantal aman direndam. Periksa label terlebih dahulu karena memory foam dan beberapa jenis isian dapat rusak atau sangat sulit dikeringkan jika terlalu banyak menyerap air.
4. Mengapa bantal masih bau setelah bekas keringat dibersihkan?
Bau dapat bertahan jika residu belum sepenuhnya terangkat, deterjen masih tertinggal, atau bagian dalam bantal belum benar-benar kering.
5. Apakah bantal harus dibuang jika bekas keringat tidak bisa hilang?
Tidak selalu. Namun, bantal sebaiknya dipertimbangkan untuk diganti jika kondisinya sudah rusak, isian tidak lagi menopang dengan baik, berbau menetap, atau mengalami masalah kelembapan yang tidak dapat diatasi.