Bau apek di lemari sering baru terasa ketika pintunya dibuka atau saat pakaian yang sudah lama tersimpan hendak digunakan. Meski sudah diberi pewangi, aroma pengap terkadang tetap kembali karena masalah sebenarnya bukan sekadar kurang wangi, melainkan kelembapan, sirkulasi udara yang minim, pakaian yang belum benar-benar kering, atau bagian dalam lemari yang menyimpan bau.
Tak harus langsung membeli produk khusus, beberapa bahan yang biasa tersedia di dapur dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi bau sekaligus membuat lemari terasa lebih segar. Namun, setiap bahan memiliki fungsi berbeda sehingga penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan penyebab bau. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Jumat (18/9), berikut cara menghilangkan bau apek di lemari dengan bahan dapur yang dapat dicoba di rumah.
Kenapa Lemari Bisa Mengeluarkan Bau Apek?
Bau apek biasanya muncul ketika udara lembap terlalu lama terperangkap di ruang tertutup. Lemari yang jarang dibuka, ditempatkan menempel pada dinding lembap, berada di kamar dengan ventilasi kurang baik, atau terlalu penuh dengan pakaian akan memiliki pertukaran udara yang lebih terbatas. Akibatnya, aroma pengap lebih mudah bertahan dan menempel pada kain.
Pakaian juga bisa menjadi sumber kelembapan tanpa terlihat benar-benar basah. Baju yang dilipat ketika bagian jahitan masih lembap, handuk yang belum kering sempurna, pakaian yang baru disetrika menggunakan uap, sampai pakaian yang telah dipakai sebentar lalu dimasukkan kembali dapat membuat bagian dalam lemari perlahan terasa pengap.
Karena itu, penggunaan bahan dapur sebaiknya dibarengi dengan pencarian sumber masalahnya. Bahan penyerap bau dapat membantu mengurangi aroma yang tertinggal, tetapi hasilnya tidak akan bertahan lama apabila lemari terus terkena rembesan air, pakaian lembap tetap disimpan, atau sudah terdapat jamur yang menyebar.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari tanpa Mengeluarkan Semua Pakaian
Keringkan dan Angin-Anginkan Lemari Terlebih Dahulu
Sebelum menaruh bahan apa pun, buka pintu lemari selebar mungkin selama beberapa waktu. Buka pula laci atau kompartemen tertutup agar udara yang selama ini terperangkap dapat keluar. Jika kamar memiliki jendela, buka jendela untuk membantu pertukaran udara atau nyalakan kipas agar area sekitar lemari lebih cepat terasa kering.
Periksa sudut rak, bagian paling bawah, sisi belakang, serta pakaian yang jarang digunakan. Jika ada bagian yang terasa lebih lembap atau mengeluarkan bau lebih kuat, keluarkan isi pada area tersebut terlebih dahulu. Tidak selalu perlu membongkar seluruh lemari jika sumber bau hanya berada pada satu rak atau beberapa pakaian.
Lap debu dan kotoran menggunakan kain yang sedikit lembap, kemudian lanjutkan dengan kain kering. Jangan langsung memasukkan kembali pakaian sebelum rak benar-benar kering karena kelembapan baru yang tertinggal justru dapat membuat bau apek datang kembali.
1. Letakkan Baking Soda untuk Membantu Menyerap Bau
Baking soda merupakan salah satu bahan dapur paling praktis yang dapat digunakan ketika lemari mulai berbau kurang sedap. Caranya cukup dengan menuangkan beberapa sendok baking soda ke dalam mangkuk atau wadah kecil terbuka, lalu meletakkannya di sudut lemari yang stabil dan tidak mudah tersenggol.
Tidak perlu menaburkan baking soda langsung ke pakaian atau seluruh permukaan rak. Selain membuat lemari lebih berantakan, bubuk halus dapat menempel pada kain. Menggunakan wadah terpisah jauh lebih praktis karena bahan dapat diganti tanpa harus membersihkan pakaian kembali.
Periksa kondisinya secara berkala dan ganti baking soda ketika aroma apek mulai terasa lagi atau bubuk sudah menggumpal akibat kelembapan. Jika lemari sangat lembap hingga baking soda cepat menggumpal, masalah utamanya kemungkinan bukan lagi sekadar bau sehingga kondisi ruangan dan sumber kelembapan perlu diperiksa.
2. Lap Bagian Dalam Lemari dengan Larutan Cuka Putih
Cuka putih dapat dimanfaatkan untuk membersihkan bagian dalam lemari yang terasa pengap atau menyimpan aroma kurang sedap. Campurkan cuka putih dengan air, kemudian basahi sedikit kain bersih menggunakan larutan tersebut. Kain cukup dalam kondisi lembap dan tidak perlu sampai menetes agar permukaan lemari tidak terlalu basah.
Usapkan pada rak, sisi pintu bagian dalam, dan area yang diduga menjadi sumber bau. Setelah itu, lap kembali menggunakan kain kering dan biarkan pintu lemari terbuka sampai seluruh permukaannya benar-benar kering. Aroma cuka yang sempat terasa biasanya akan berkurang ketika permukaan mengering dan mendapatkan sirkulasi udara.
Cara ini sebaiknya diuji terlebih dahulu pada bagian kecil yang tersembunyi, terutama apabila lemari menggunakan material atau lapisan finishing yang sensitif terhadap cairan. Lemari berbahan papan olahan juga tidak boleh dibasahi berlebihan karena material tersebut dapat menyerap air dan mengalami perubahan bentuk.
3. Manfaatkan Bubuk Kopi Kering sebagai Penyerap Aroma
Jika memiliki bubuk kopi kering di dapur, bahan ini dapat ditempatkan di dalam lemari untuk membantu mengurangi aroma pengap sekaligus memberikan aroma kopi yang ringan. Masukkan bubuk kopi kering ke wadah kecil terbuka dan letakkan pada rak yang tidak bersentuhan langsung dengan pakaian.
Pastikan kopi yang digunakan benar-benar kering. Ampas kopi bekas seduhan yang masih menyimpan air justru tidak cocok dimasukkan ke lemari karena dapat menambah kelembapan dan berpotensi menimbulkan masalah baru. Jika ingin memanfaatkan ampas kopi, keringkan terlebih dahulu secara menyeluruh sebelum digunakan.
Kopi lebih cocok digunakan setelah sumber utama bau sudah ditangani. Jangan mengandalkannya untuk menutupi aroma yang berasal dari rembesan air, jamur, atau pakaian basah. Pada kondisi tersebut, penyebab kelembapan tetap harus diatasi agar bau tidak kembali meski kopi telah diganti berkali-kali.
4. Gunakan Garam Kering pada Lemari yang Sedikit Lembap
Garam kasar yang biasa tersedia di dapur juga dapat dimanfaatkan sebagai pendamping untuk lemari yang cenderung terasa lembap. Masukkan garam ke mangkuk atau wadah lebar, kemudian letakkan di bagian bawah lemari yang datar sehingga tidak mudah tumpah ketika pakaian diambil.
Periksa garam setelah beberapa waktu. Apabila terlihat menggumpal atau menjadi lebih basah, segera ganti dengan yang baru. Wadah harus ditempatkan jauh dari pakaian karena garam yang telah menyerap kelembapan dapat meninggalkan cairan atau noda jika sampai bersentuhan dengan kain dan permukaan lemari.
Penggunaan garam lebih cocok untuk membantu kondisi lembap ringan di ruang kecil, bukan menggantikan penyerap kelembapan khusus atau dehumidifier. Jika garam sangat cepat basah, dinding di sekitar lemari terasa lembap, atau terdapat rembesan air, kondisi ruangan sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Ikan di Dalam Kulkas, Sumber Amisnya Bisa Tersembunyi di Bagian Ini
5. Kombinasikan Baking Soda dan Kopi dalam Wadah Terpisah
Jika bau apek cukup mengganggu, baking soda dan kopi dapat digunakan secara bersamaan, tetapi sebaiknya ditempatkan pada wadah yang berbeda. Baking soda digunakan untuk membantu menangani aroma yang terperangkap, sedangkan kopi memberikan aroma yang lebih nyaman setelah kondisi lemari mulai membaik.
Letakkan satu mangkuk kecil baking soda di rak bawah dan wadah kopi kering pada bagian lain yang memiliki ruang cukup. Jangan memenuhi lemari dengan terlalu banyak wadah karena tujuan utamanya tetap menjaga ruang agar udara dapat bergerak di antara tumpukan pakaian.
Penggunaan dua bahan sekaligus juga tidak berarti hasilnya akan lebih baik apabila lemari masih basah. Jika aroma tetap tajam meski lemari sudah diangin-anginkan dan diberi penyerap bau, periksa kembali pakaian, sudut belakang, dasar lemari, dan dinding di sekitarnya untuk mencari sumber kelembapan tersembunyi.
6. Pakai Kayu Manis atau Cengkih Kering untuk Memberi Aroma Segar
Setelah bau apek berkurang dan lemari sudah benar-benar kering, kayu manis atau cengkih kering dapat digunakan untuk memberikan aroma lembut. Masukkan beberapa batang kayu manis atau cengkih ke dalam kantong kain tipis atau wadah kecil sehingga bahan tidak berceceran di antara pakaian.
Cara ini lebih berfungsi sebagai pemberi aroma daripada mengatasi sumber bau apek. Karena itu, kayu manis atau cengkih sebaiknya digunakan sebagai tahap akhir setelah kelembapan dan sumber aroma kurang sedap sudah ditangani. Menambahkan aroma pada lemari yang masih lembap hanya akan mencampurkan dua bau yang berbeda.
Hindari menggunakan bahan dapur yang masih basah, termasuk kulit jeruk segar atau rempah yang baru dicuci, di dalam lemari tertutup. Bahan dengan kandungan air justru dapat meningkatkan kelembapan apabila dibiarkan terlalu lama.
Kesalahan yang Membuat Bau Apek Cepat Kembali
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah langsung memasukkan pewangi ketika lemari tercium apek. Wangi yang kuat memang dapat menutupi aroma untuk sementara, tetapi tidak mengatasi pakaian lembap, udara yang terperangkap, atau dinding yang mengalami rembesan. Dalam beberapa kasus, campuran pewangi dan aroma pengap justru terasa semakin menusuk.
Kesalahan lainnya adalah memasukkan pakaian yang terlihat kering tanpa memeriksa bagian yang lebih tebal. Pinggang celana, kerah, manset, saku, lapisan dalam, dan jahitan tebal biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering. Satu pakaian yang masih menyimpan kelembapan dapat membuat tumpukan lain ikut terasa pengap.
Lemari yang terlalu penuh juga membuat masalah semakin mudah muncul. Hindari menjejalkan pakaian sampai seluruh ruang tertutup rapat. Sedikit ruang di antara tumpukan dan pakaian yang digantung membantu udara bergerak serta membuat kondisi bagian dalam lebih mudah dipantau.
Cara Mencegah Bau Apek di Lemari Muncul Lagi
Setelah aroma hilang, langkah berikutnya adalah menjaga agar kondisi lembap tidak terbentuk kembali. Kebiasaan sederhana justru lebih menentukan dibandingkan terus-menerus mengganti pewangi atau bahan penyerap bau.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Pastikan pakaian benar-benar kering sebelum dilipat. Periksa bagian tebal dan lapisan dalam sebelum pakaian masuk ke lemari.
- Jangan langsung menyimpan pakaian yang baru disetrika. Biarkan suhunya turun terlebih dahulu, terutama jika menggunakan setrika uap.
- Buka pintu lemari secara berkala. Cara sederhana ini membantu mengganti udara pengap yang terperangkap.
- Jangan membuat lemari terlalu penuh. Sisakan ruang agar udara masih dapat bergerak di antara pakaian.
- Pisahkan pakaian yang sudah pernah dipakai. Keringat dan kelembapan dari pakaian tersebut dapat berpindah ke pakaian bersih.
- Periksa bagian belakang lemari. Pastikan tidak ada dinding lembap, cat mengelupas, atau rembesan air.
- Ganti bahan penyerap bau secara berkala. Baking soda, kopi, maupun garam yang sudah lembap tidak perlu dibiarkan terlalu lama.
- Jaga sirkulasi udara kamar. Lemari akan lebih sulit dijaga tetap kering apabila ruangan di sekitarnya terus lembap.
Kapan Bahan Dapur Saja Tidak Cukup?
Bahan dapur cocok untuk membantu menangani bau apek ringan yang disebabkan udara pengap atau sedikit kelembapan. Namun, metode ini tidak cukup jika bagian dalam lemari sudah ditumbuhi jamur, material lemari terasa basah, terdapat rembesan dari dinding, atau banyak pakaian sekaligus mulai berbau kuat.
Jika terlihat bercak jamur, keluarkan barang dari bagian yang terdampak agar kondisinya dapat diperiksa dengan lebih jelas. Pakaian yang terkena jamur atau memiliki bau sangat kuat perlu dibersihkan sesuai petunjuk perawatan masing-masing bahan sebelum kembali disimpan.
Periksa juga tembok di belakang lemari jika aroma terus muncul meskipun rak sudah dibersihkan. Kebocoran pipa, rembesan dari luar rumah, atau dinding yang terus lembap perlu ditangani terlebih dahulu. Selama sumber air masih ada, penyerap bau hanya akan memberikan hasil sementara.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah baking soda bisa menghilangkan bau apek di lemari?
Baking soda dapat membantu mengurangi aroma yang terperangkap. Letakkan di wadah terbuka dan jangan menaburkannya langsung pada pakaian.
2. Berapa lama baking soda bisa diletakkan di dalam lemari?
Periksa secara berkala dan ganti ketika mulai menggumpal, lembap, atau bau apek kembali terasa.
3. Apakah kopi bekas bisa digunakan untuk menghilangkan bau lemari?
Bisa digunakan hanya jika ampas sudah benar-benar kering. Ampas yang masih basah justru dapat menambah kelembapan di dalam lemari.
4. Kenapa lemari tetap bau meski sudah diberi pewangi?
Kemungkinan masih ada sumber kelembapan, pakaian yang belum kering, sirkulasi udara buruk, atau rembesan pada dinding yang belum ditangani.
5. Apakah pakaian harus dikeluarkan semua ketika lemari bau apek?
Tidak selalu untuk bau ringan. Namun, isi lemari sebaiknya dikeluarkan dari bagian terdampak jika ditemukan jamur, rembesan, atau kelembapan yang cukup berat.