Keju bukan sekadar pelengkap pizza atau taburan pasta. Di berbagai negara, makanan berbahan dasar susu ini berkembang menjadi bagian dari identitas kuliner yang diwariskan selama puluhan bahkan ratusan tahun, dengan karakter berbeda berdasarkan jenis susu, proses pembuatan, lama pematangan, hingga tradisi daerah asalnya.
Dalam daftar keju terbaik dunia versi TasteAtlas yang diperbarui pada 26 Agustus 2026, Graviera Naxou dari Yunani berhasil menempati posisi pertama dengan skor 4,6. Namun, daftar lima besar ternyata tidak hanya didominasi oleh negara yang selama ini identik dengan keju, karena sejumlah nama dari kawasan lain juga berhasil mendapatkan penilaian tinggi. Berikut 5 keju terbaik di dunia dirangkum dari tasteatlas.com, Rabu (2/9).
Baca Juga: 5 Hidangan Berkuah Terenak di Dunia Menurut TasteAtlas, Tak Disangka Ada Makanan Indonesia
1. Graviera Naxou dari Yunani
Graviera Naxou merupakan keju khas Pulau Naxos yang berada di kawasan Cyclades, Yunani. Keju ini memiliki tekstur keras dengan warna kuning keemasan, bagian kulit yang relatif tipis, serta bagian dalam padat yang biasanya memperlihatkan lubang-lubang kecil. Karakter tersebut membuatnya cukup mudah dibedakan dari keju lunak atau keju segar yang teksturnya jauh lebih lembap.
Dari sisi rasa, Graviera Naxou dikenal memiliki karakter yang cenderung lembut, sedikit manis, dan tidak terlalu agresif, tetapi tetap menyisakan aroma serta rasa akhir yang khas. Keju ini juga memiliki status Protected Designation of Origin atau PDO, yang mengaitkan nama dan proses produksinya dengan daerah asal tertentu di Naxos.
Fleksibilitas menjadi salah satu daya tariknya. Graviera Naxou dapat dipotong dan disantap begitu saja sebagai keju meja, diparut sebagai tambahan pada sejumlah makanan, atau dimasak menjadi saganaki, hidangan Yunani berupa keju yang digoreng hingga permukaannya kecokelatan. Karakternya yang relatif bersahabat membuat jenis keju ini menarik bahkan bagi orang yang tidak terlalu menyukai keju dengan aroma sangat tajam.
2. Parmigiano Reggiano dari Italia
Nama Parmigiano Reggiano tentu lebih familier bagi pencinta pasta dan makanan Italia. Keju keras ini berasal dari wilayah tertentu di Italia utara dan memiliki sejarah produksi yang sudah berlangsung selama berabad-abad. Teksturnya padat sekaligus berbutir dan mudah pecah menjadi serpihan, karakter yang membuatnya cocok diparut maupun disantap dalam potongan kecil.
Parmigiano Reggiano dibuat menggunakan susu sapi mentah dan harus melalui proses pematangan cukup panjang. Produk yang memenuhi persyaratan dapat dipasarkan setelah berusia setidaknya 12 bulan, sementara proses pematangan yang lebih lama dapat menghasilkan perubahan aroma, tekstur, dan intensitas rasa. Keju ini juga memiliki perlindungan PDO sehingga produksinya terikat pada wilayah dan aturan tertentu.
Penggunaannya pun jauh lebih luas daripada sekadar taburan spaghetti. Parmigiano Reggiano dapat ditambahkan ke risotto, sup, salad, atau dinikmati langsung bersama buah dan kacang-kacangan. Semakin lama proses pematangannya, karakter rasa biasanya semakin kompleks sehingga pilihan usia keju dapat disesuaikan dengan jenis hidangan maupun selera orang yang menikmatinya.
3. Queijo de Azeitão dari Portugal
Portugal menyumbangkan dua nama dalam lima besar, salah satunya Queijo de Azeitão. Berbeda dengan Graviera Naxou dan Parmigiano Reggiano yang bertekstur keras, keju ini memiliki bagian dalam yang jauh lebih lembut dan creamy sehingga pengalaman saat menyantapnya pun berbeda.
Queijo de Azeitão berbentuk silinder pendek dengan kulit berwarna kuning, sementara bagian dalamnya mempunyai tekstur lembut, creamy, dan relatif mudah berubah bentuk ketika dipotong. Rasa keju ini dapat menghadirkan perpaduan sedikit tajam dan asin dengan aroma yang tetap terasa lembut, sehingga profil rasanya cukup kompleks meski ukuran kejunya tidak terlalu besar.
Teksturnya yang lembut membuat Queijo de Azeitão sering dinikmati dengan cara yang berbeda dibandingkan keju keras. Bagian atasnya dapat dibuka kemudian keju yang creamy di dalamnya disendok dan dioleskan pada roti. Buah atau makanan pendamping dengan rasa lebih segar juga dapat membantu menyeimbangkan rasa gurih dan karakter khas keju tersebut.
4. Mozzarella di Bufala Campana dari Italia
Mozzarella mungkin menjadi salah satu nama keju paling dikenal di Indonesia, tetapi Mozzarella di Bufala Campana memiliki karakter dan aturan produksi yang lebih spesifik. Keju ini merupakan produk tradisional Italia yang menggunakan susu kerbau dan memiliki status Denominazione di Origine Protetta atau DOP.
Produk yang menggunakan nama Mozzarella di Bufala Campana DOP dibuat menggunakan susu kerbau segar dan proses produksinya mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan untuk menjaga identitas produk tersebut. Konsorsium perlindungannya menyebut keju ini sebagai mozzarella DOP yang dibuat hanya dari susu kerbau, dengan tradisi pengolahan yang diwariskan antargenerasi.
Tekstur yang lembut dan kandungan cairan yang cukup tinggi membuat mozzarella jenis ini paling menarik ketika dinikmati dalam keadaan segar. Penggunaannya juga tidak harus selalu melalui proses pemanggangan seperti mozzarella pada pizza. Keju dapat dipadukan dengan tomat, daun basil, minyak zaitun, roti, atau bahan segar lainnya sehingga rasa susu dan teksturnya tetap menjadi bagian utama dari hidangan.
5. Queijo Serra da Estrela dari Portugal
Posisi kelima ditempati Queijo Serra da Estrela, keju tradisional Portugal yang berasal dari kawasan pegunungan Serra da Estrela. Jenis ini memperlihatkan sisi lain dari dunia keju karena teksturnya bisa sangat lembut dan creamy, terutama pada versi yang belum mengalami pematangan panjang.
Keju tersebut mempunyai status Protected Designation of Origin dan terdaftar sebagai produk Portugal yang dilindungi berdasarkan asal geografisnya. Tradisi pembuatannya berkaitan erat dengan daerah Serra da Estrela serta peternakan domba yang berkembang di wilayah tersebut.
Versi mudanya dapat memiliki konsistensi lembut hingga hampir seperti krim kental sehingga bagian tengah keju bisa disantap menggunakan sendok atau dioleskan pada roti. Sementara itu, pematangan yang lebih panjang akan mengubah struktur sekaligus memperkuat karakter rasanya. Perbedaan tersebut membuat satu jenis keju dapat memberikan pengalaman yang cukup berbeda bergantung pada usia dan cara penyajiannya.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah Parmigiano Reggiano sama dengan parmesan?
Parmigiano Reggiano merupakan nama keju yang memiliki aturan produksi dan perlindungan asal tertentu, sedangkan istilah parmesan dapat digunakan lebih luas di beberapa negara untuk keju bergaya serupa.
2. Apa perbedaan mozzarella biasa dengan Mozzarella di Bufala Campana?
Perbedaan utamanya terletak pada bahan baku dan ketentuan asal. Mozzarella di Bufala Campana DOP dibuat dari susu kerbau dan produksinya terikat pada aturan serta wilayah yang telah ditetapkan.
3. Apakah semua keju terbaik bertekstur keras?
Tidak. Daftar tersebut juga memuat keju bertekstur sangat lembut dan creamy seperti Queijo de Azeitão, Mozzarella di Bufala Campana, dan Queijo Serra da Estrela.