Film Deiva Thirumagal meninggalkan kesan yang cukup dalam bukan hanya karena kisahnya menyedihkan, tetapi juga karena hubungan Krishna dan putrinya, Nila, terasa begitu tulus di tengah anggapan orang lain bahwa kondisi intelektual sang ayah membuatnya tidak layak menjadi orang tua. Perjuangan mempertahankan anak, kasih sayang tanpa syarat, hingga momen-momen sederhana antara ayah dan anak membuat film Tamil yang rilis pada 2011 tersebut mudah melekat di ingatan.
Jika hubungan Krishna dan Nila menjadi bagian favoritmu, ternyata ada beberapa film lain yang mengangkat tema serupa, meskipun bentuk disabilitas dan konflik yang dialami setiap tokoh tidak selalu sama. Ada ayah dengan disabilitas intelektual yang harus menghadapi persoalan hak asuh, ada yang terpisah dari anak karena ketidakadilan, hingga kisah anak yang kemudian tumbuh menjadi orang yang merawat ayahnya sendiri. Berikut beberapa film yang dapat dipertimbangkan setelah menonton Deiva Thirumagal.
Baca Juga: Viral di TikTok, ini 8 fakta film Deiva Thirumagal yang menguras air mata
1. I Am Sam (2001)

I Am Sam menjadi film pertama yang layak ditonton jika mencari cerita yang paling dekat dengan Deiva Thirumagal, karena film ini mengikuti Sam Dawson, seorang ayah dengan disabilitas intelektual yang membesarkan putrinya, Lucy, seorang diri setelah ibu sang anak meninggalkan mereka. Ketika Lucy beranjak besar dan kemampuan intelektualnya mulai melampaui Sam, pihak berwenang mempertanyakan apakah Sam mempunyai kemampuan yang memadai untuk terus membesarkan putrinya.
Masalah tersebut membawa Sam ke dalam pertarungan hak asuh yang membuatnya harus membuktikan bahwa keterbatasan intelektual tidak otomatis menghilangkan kemampuannya untuk mencintai dan memperhatikan seorang anak. Kehadiran pengacara Rita Harrison kemudian memperluas cerita menjadi drama mengenai keluarga, standar masyarakat terhadap orang tua, dan arti kemampuan mengasuh yang sebenarnya, sehingga kemiripannya dengan perjuangan Krishna mempertahankan Nila dalam Deiva Thirumagal memang sangat terasa.
2. Miracle in Cell No. 7 (2013)

Jika mencari film ayah dan anak perempuan yang tingkat emosionalnya sama kuat atau bahkan terasa lebih tragis, Miracle in Cell No. 7 versi Korea Selatan menjadi salah satu pilihan paling tepat. Ceritanya mengikuti Yong-gu, seorang ayah dengan disabilitas perkembangan yang hidup sederhana bersama putri kecilnya, Ye-seung, dengan hubungan keduanya digambarkan hangat meski kemampuan intelektual Yong-gu membuatnya kerap dipandang berbeda oleh lingkungan sekitar.
Kehidupan mereka berubah drastis setelah Yong-gu dituduh melakukan kejahatan terhadap seorang anak yang sebenarnya meninggal akibat kecelakaan, sementara keterbatasannya membuat ia kesulitan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Yong-gu kemudian dipenjara dan terpisah dari Ye-seung, tetapi para narapidana yang mengenalnya perlahan berusaha mempertemukan ayah dan anak tersebut kembali, menciptakan banyak adegan mengharukan tentang seorang anak yang tetap mempercayai dan mencintai ayahnya ketika hampir semua orang lain telah menghakiminya.
3. Stand Up Story (2023)

Stand Up Story dari Hong Kong menawarkan hubungan ayah-anak dengan perspektif yang sedikit berbeda dibandingkan Deiva Thirumagal. Tokoh bernama Mancer sejak kecil menyadari bahwa ayahnya, Wah, berbeda dari orang dewasa lain karena mempunyai kemampuan memahami sesuatu yang lebih lambat dan mudah diperdaya, sebelum kemudian memahami bahwa sang ayah memiliki disabilitas intelektual. Setelah ibunya meninggalkan keluarga, Mancer justru tumbuh menjadi orang yang mempunyai tanggung jawab besar dalam merawat Wah.
Ketika dewasa, Mancer menemukan ketertarikan terhadap stand-up comedy dan menyadari bahwa berbagai kesulitan dalam hidupnya, termasuk pengalaman diejek serta perjuangannya merawat sang ayah, dapat diolah menjadi materi komedi. Karena itu, film ini tidak memiliki konflik hak asuh seperti Deiva Thirumagal, tetapi tetap menarik karena memperlihatkan bagaimana hubungan anak dan ayah dengan disabilitas intelektual berubah ketika sang anak semakin dewasa, sekaligus menunjukkan rasa malu, frustrasi, tanggung jawab, serta kasih sayang yang dapat hadir bersamaan dalam sebuah keluarga.
4. Vimanam (2023)

Film Telugu Vimanam cocok untuk penonton yang tidak membatasi rekomendasi hanya pada karakter ayah dengan disabilitas intelektual, karena tokoh utamanya, Veerayya, merupakan seorang ayah dengan keterbatasan fisik yang membesarkan putranya dalam kondisi ekonomi sederhana. Pusat kehidupan Veerayya adalah Raju, anak laki-lakinya yang sangat menyukai pesawat dan mempunyai keinginan besar untuk suatu hari dapat merasakan pengalaman terbang dengan kendaraan yang selama ini hanya bisa ia lihat dari kejauhan.
Cerita kemudian bergerak ke arah yang semakin emosional ketika keadaan kesehatan Raju membuat impian sederhana tersebut menjadi jauh lebih mendesak daripada sebelumnya, sementara Veerayya berusaha keras memenuhi keinginan anaknya meskipun dirinya sendiri hidup dengan berbagai keterbatasan. Dibandingkan Deiva Thirumagal, film ini memang tidak berkisah mengenai perebutan hak asuh, tetapi kasih sayang seorang ayah yang rela menghadapi berbagai kesulitan demi kebahagiaan anak menjadikannya pilihan yang tepat bagi pencinta drama keluarga yang menyentuh.
Baca Juga: 10 Film India tentang Anak yang Menginspirasi, Ada yang Dinominasikan untuk Oscar Awards
5. Going to School with Father on My Back (1998)
Film China Going to School with Father on My Back menghadirkan dinamika yang berlawanan dengan kisah Krishna dan Nila karena anak dalam film ini justru perlahan mengambil peran sebagai orang yang merawat ayahnya. Ceritanya mengikuti Shiwa, anak dari keluarga petani miskin yang harus menghadapi berbagai kesulitan setelah ibunya meninggal dan saudara perempuannya meninggalkan rumah, sementara kondisi ayahnya kemudian membuat Shiwa mempunyai tanggung jawab keluarga yang semakin besar.
Ketika sang ayah mengalami kecelakaan hingga lumpuh, Shiwa dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan pendidikan yang dapat mengubah masa depannya atau tetap berada di rumah untuk merawat orang tua yang membutuhkan dirinya. Judul film tersebut menggambarkan tekad Shiwa membawa ayahnya bersamanya agar pendidikan dan tanggung jawab keluarga dapat tetap berjalan, sehingga kekuatan utama ceritanya terdapat pada hubungan ayah-anak, pengorbanan, kemiskinan, dan perubahan peran ketika seorang anak mulai menjadi penopang bagi orang tuanya.
6. Destiny (2022)
Berbeda dari sebagian besar judul dalam daftar ini, Destiny merupakan film dokumenter yang membuat kisah ayah penyandang disabilitas dan anak terasa jauh lebih dekat dengan kehidupan nyata. Dokumenter arahan Yaser Talebi tersebut mengikuti Sahar, seorang gadis berusia 18 tahun yang tinggal bersama ayahnya, Rahim, di sebuah desa di Iran setelah ibunya meninggal, sementara Rahim memiliki disabilitas intelektual yang membuatnya membutuhkan bantuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sahar kemudian mengambil banyak tanggung jawab yang sebelumnya dijalankan ibunya, tetapi situasi menjadi rumit ketika ia mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan dan harus memikirkan masa depannya sendiri tanpa meninggalkan ayah yang bergantung kepadanya. Jika Deiva Thirumagal memperlihatkan ayah yang berjuang agar tetap bersama anaknya, Destiny memperlihatkan sisi sebaliknya, yakni anak perempuan yang sangat menyayangi ayahnya tetapi harus menghadapi pertanyaan berat mengenai sampai sejauh mana ia harus mengorbankan kehidupan pribadinya demi tanggung jawab keluarga.
7. My Name Is Khan (2010)

My Name Is Khan sebenarnya mempunyai cakupan cerita yang jauh lebih luas daripada hubungan ayah dan anak, tetapi tetap menarik dimasukkan karena Rizwan Khan digambarkan berada dalam spektrum autisme dan kemudian menjadi ayah tiri bagi Sameer. Rizwan bertemu Mandira, seorang ibu tunggal, ketika tinggal di Amerika Serikat, lalu keduanya menikah dan membentuk keluarga bersama Sameer, yang kemudian menggunakan nama keluarga Khan seperti ayah tirinya tersebut.
Hubungan keluarga mereka berubah drastis setelah serangan 11 September dan meningkatnya sentimen anti-Muslim, yang akhirnya berujung pada tragedi besar yang menimpa Sameer dan mengguncang pernikahan Rizwan dengan Mandira. Jadi, film ini bukan cerita seorang ayah penyandang disabilitas yang memperjuangkan hak asuh seperti Deiva Thirumagal, tetapi keterikatan Rizwan dengan Sameer tetap menjadi bagian penting yang mendorong perjalanan emosional sang tokoh utama dan membuat film tersebut relevan bagi penonton yang mencari kisah keluarga, penerimaan, serta sosok ayah neurodivergen.
Baca Juga: 9 Potret terbaru Tanay Chheda, Rizvan kecil di film My Name Is Khan
8. Dear John (2010)
Dear John juga menjadi rekomendasi yang kemiripannya lebih longgar karena cerita utama film sebenarnya berpusat pada hubungan romantis John Tyree dan Savannah Curtis, bukan hubungan ayah dengan anak kecil. Meski begitu, John memiliki hubungan yang rumit dengan ayahnya, seorang pria pendiam yang sangat tertarik pada koleksi koin dan mengalami kesulitan dalam komunikasi sosial, sementara Savannah menduga bahwa karakter sang ayah menunjukkan ciri autistik.
Ketika John semakin dewasa, penonton perlahan dapat melihat bahwa jarak emosional antara dirinya dan sang ayah bukan berarti tidak ada kasih sayang di antara mereka, melainkan keduanya mempunyai kesulitan untuk mengungkapkannya dengan cara yang mudah dipahami satu sama lain. Bagian tersebut menjadi salah satu sisi emosional Dear John yang cukup kuat, terutama bagi penonton yang tertarik pada hubungan antara anak dewasa dengan orang tua neurodivergen, meskipun dari segi premis keseluruhan film ini memang menjadi judul yang paling jauh dibandingkan Deiva Thirumagal.
Pertanyaan dan Jawaban
- Apakah ada film Indonesia tentang ayah penyandang disabilitas dan anaknya?
Ada beberapa film Indonesia bertema ayah-anak dan disabilitas, meskipun kombinasi keduanya dengan premis seperti Deiva Thirumagal masih relatif jarang.
- Apakah Miracle in Cell No. 7 Korea dan Indonesia memiliki cerita yang sama?
Keduanya menggunakan premis dasar yang sama, tetapi adaptasi Indonesia melakukan sejumlah penyesuaian karakter, latar, serta penyajian cerita.
- Film apa yang cocok ditonton bersama ayah untuk tema hubungan orang tua dan anak?
Pilihan dapat disesuaikan dengan usia penonton karena beberapa film keluarga mempunyai konflik hukum, kematian, kekerasan, atau tema emosional yang cukup berat.