Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang kembali meningkat baru-baru ini membuat abu vulkanik menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak sebarannya. Selain mengganggu aktivitas dan kualitas udara, abu yang terbawa angin juga dapat menempel pada berbagai permukaan di luar ruangan, termasuk bodi dan kaca mobil yang diparkir di area terbuka.
Jika kendaraan terlihat tertutup lapisan abu, jangan buru-buru mengambil kain lalu mengelapnya seperti membersihkan debu biasa. Partikel abu vulkanik dapat bersifat kasar sehingga gesekan langsung berpotensi meninggalkan goresan halus pada cat maupun kaca. Karena itu, cara bersihkan mobil dari abu vulkanik perlu dilakukan dengan langkah yang lebih hati-hati agar kotoran terangkat tanpa menambah risiko kerusakan pada permukaan kendaraan. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, berikut cara yang dapat dilakukan, Minggu (6/9).
Cara Bersihkan Mobil dari Abu Vulkanik dengan Aman
Kunci membersihkan mobil setelah terkena abu vulkanik adalah membuang partikel sebanyak mungkin menggunakan air sebelum melakukan kontak langsung dengan permukaan kendaraan. Prosesnya sebaiknya tidak terburu-buru, terutama apabila lapisan abu cukup tebal.
Berikut langkah yang dapat dilakukan.
1. Jangan Menyapu atau Mengelap Abu dalam Kondisi Kering
Hindari membersihkan lapisan abu dengan kemoceng, spons kering, lap microfiber, sikat, atau tangan. Meskipun sebagian besar abu mungkin terangkat, partikel yang tersisa dapat ikut terseret di sepanjang permukaan cat.
Hal yang sama sebaiknya diterapkan pada kaca. Jangan langsung menggunakan wiper untuk membersihkan abu yang masih kering. Jika kaca depan harus dibersihkan, basahi permukaannya terlebih dahulu agar abu lebih mudah terangkat tanpa terlalu banyak gesekan.
2. Bilas Mobil dengan Air Secara Menyeluruh
Mulailah dengan membasahi seluruh permukaan mobil menggunakan air bersih. Arahkan air dari bagian atas kendaraan menuju bagian bawah sehingga abu dapat mengalir turun bersama air, bukan berpindah-pindah di atas bodi.
Luangkan waktu lebih banyak pada bagian yang memiliki banyak celah, seperti sekitar kaca, spion, sambungan panel, area pintu, grille, wiper, dan bagian belakang kendaraan. Partikel halus dapat masuk ke tempat sempit dan tetap tertinggal meski permukaan utama sudah terlihat bersih.
Jangan langsung menggosok noda atau abu yang belum terangkat. Bilas sekali lagi sampai jumlah partikel di permukaan berkurang sebanyak mungkin.
3. Gunakan Sampo Khusus Mobil
Setelah sebagian besar abu hilang melalui pembilasan, barulah permukaan kendaraan dapat dicuci menggunakan sampo mobil. Produk pembersih khusus kendaraan umumnya dirancang untuk mengangkat kotoran sekaligus memberikan pelumasan saat sarung tangan cuci atau kain bergerak di permukaan.
Hindari mengganti sampo mobil dengan deterjen rumah tangga hanya karena ingin mendapatkan daya bersih lebih kuat. Produk yang terlalu agresif tidak selalu cocok untuk lapisan pelindung, trim, karet, atau permukaan kendaraan lainnya.
Campurkan sampo dengan air sesuai kebutuhan, kemudian buat busa yang cukup sebelum mulai mencuci. Permukaan sebaiknya tetap dalam keadaan basah selama proses berlangsung.
4. Cuci dari Bagian Atas ke Bawah
Mulailah dari atap, kaca, kap mesin, dan panel bagian atas sebelum beralih ke pintu serta area bawah kendaraan. Bagian bawah biasanya memiliki kotoran lebih berat dari jalan sehingga sebaiknya dikerjakan terakhir.
Gunakan wash mitt atau kain microfiber yang bersih dan lembut. Gerakkan secara perlahan tanpa menekan terlalu keras. Apabila kain atau sarung tangan terlihat kotor, bilas terlebih dahulu sebelum digunakan kembali pada panel lain.
Cara ini mengurangi kemungkinan partikel yang sudah terangkat kembali digosokkan ke permukaan kendaraan. Jika memungkinkan, pisahkan alat yang digunakan untuk bodi bagian atas dengan alat untuk area bawah dan roda.
5. Bilas Kembali Sampai Tidak Ada Residu
Setelah seluruh bagian selesai dicuci, bilas kendaraan menggunakan air bersih. Pastikan tidak ada busa, sampo, atau sisa abu yang masih terselip di sela panel.
Perhatikan area sekitar handle pintu, spion, emblem, wiper, grille, lampu, tutup tangki, dan celah di sekitar bagasi. Air yang keluar dari bagian tersebut dapat membawa sisa abu sehingga terkadang diperlukan pembilasan tambahan.
Jangan terburu-buru melakukan pengeringan jika masih terlihat lapisan abu atau kotoran. Lebih aman mengulang proses pembilasan daripada memaksa mengangkat partikel yang tersisa menggunakan kain.
6. Keringkan dengan Kain Microfiber Bersih
Setelah benar-benar bersih, kendaraan dapat dikeringkan menggunakan kain microfiber yang lembut. Hindari menggunakan kain lama yang sudah kasar atau memiliki kotoran menempel karena dapat kembali menimbulkan gesekan pada cat.
Pengeringan dapat dilakukan perlahan dengan menempelkan kain untuk menyerap air atau mengusap secara ringan tanpa memberikan tekanan berlebihan. Gunakan lebih dari satu kain jika kain pertama sudah terlalu basah atau kotor.
Periksa kain selama proses pengeringan. Jika terdapat banyak residu berwarna seperti abu, kemungkinan masih ada bagian kendaraan yang perlu kembali dibilas sebelum pengeringan dilanjutkan.
Kenapa Abu Vulkanik Jangan Langsung Dilap dari Permukaan Mobil?
Salah satu kesalahan yang mudah dilakukan setelah mobil terkena abu vulkanik adalah membersihkannya menggunakan kemoceng, kain kering, tisu, atau lap microfiber. Cara tersebut memang terlihat praktis, terlebih jika lapisan abu hanya tampak tipis. Masalahnya, abu vulkanik bukan sekadar debu rumah yang sangat ringan dan mudah disapu dari permukaan.
Abu vulkanik terdiri dari partikel material yang sangat kecil dan dapat memiliki permukaan kasar. Ketika partikel tersebut terjebak di antara kain dan lapisan cat, gerakan mengusap dapat membuatnya bergesekan dengan permukaan kendaraan. Dampaknya mungkin tidak selalu langsung terlihat, tetapi goresan mikro dapat membuat cat kehilangan kilap atau terlihat memiliki swirl mark ketika terkena cahaya.
Risiko serupa juga berlaku pada kaca mobil. Mengaktifkan wiper ketika kaca depan masih dipenuhi abu kering sebaiknya dihindari karena karet wiper dapat menyeret partikel tersebut melewati permukaan kaca. Membersihkan abu dengan mengurangi kontak fisik sebanyak mungkin menjadi pilihan yang lebih aman.
Tunggu Kondisi Aman Sebelum Mulai Membersihkan Mobil
Membersihkan kendaraan sebaiknya dilakukan setelah kondisi di sekitar sudah memungkinkan. Jika abu masih terus turun dengan cukup deras, mencuci kendaraan terlalu cepat hanya membuat permukaannya kembali tertutup abu beberapa saat kemudian. Mobil juga sebaiknya tidak dibersihkan di area terbuka ketika udara masih membawa banyak partikel.
Jika tersedia, pindahkan kendaraan ke tempat beratap atau area yang lebih terlindung. Hindari mengemudikan kendaraan hanya untuk mencari tempat mencuci apabila jarak pandang atau kondisi jalan masih terdampak erupsi. Keselamatan pengemudi tetap lebih penting dibanding membuat kendaraan segera bersih.
Mobil yang sudah berada di tempat relatif aman dapat dibiarkan sejenak sebelum proses pembersihan dimulai. Jangan membuat pola atau tulisan menggunakan jari pada lapisan abu di bodi maupun kaca karena gerakan tersebut tetap menghasilkan gesekan langsung antara partikel dan permukaan kendaraan.
Hindari Mencuci Mobil di Bawah Terik Matahari
Memilih lokasi dan waktu pencucian juga dapat membantu proses membersihkan abu lebih nyaman. Sebisa mungkin hindari mencuci mobil ketika bodinya sedang sangat panas akibat terkena matahari langsung.
Air dan sampo dapat lebih cepat mengering pada panel yang panas sehingga meninggalkan bekas sebelum sempat dibilas. Kondisi tersebut membuat proses pencucian menjadi lebih sulit, terutama saat kendaraan membutuhkan pembilasan berulang untuk menghilangkan abu.
Tempat teduh dengan permukaan kendaraan yang relatif dingin lebih ideal. Mobil dapat dibilas dan dicuci per panel secara bertahap tanpa harus mengejar air yang terlalu cepat mengering.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Cara bersihkan mobil dari abu vulkanik tidak hanya berkaitan dengan langkah yang dilakukan, tetapi juga kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Beberapa tindakan sederhana justru berpotensi membuat partikel bergesekan dengan cat dan kaca.
Beberapa kesalahan yang sebaiknya tidak dilakukan antara lain:
- Mengelap abu menggunakan kain kering. Partikel dapat terseret di atas lapisan cat dan meningkatkan kemungkinan munculnya goresan halus.
- Menggunakan kemoceng. Walaupun terlihat dapat mengangkat debu dengan cepat, kontak langsung tetap dapat menggerakkan partikel kasar di permukaan.
- Menyalakan wiper saat kaca masih penuh abu. Abu dapat terjebak di antara karet wiper dan kaca kemudian terseret mengikuti gerakannya.
- Menggosok mobil dengan tekanan kuat. Tekanan tidak diperlukan untuk menghilangkan abu apabila permukaan sudah dibasahi dan dibilas dengan benar.
- Menggunakan spons atau kain yang kotor. Partikel yang tersimpan pada alat pencuci dapat kembali berpindah ke cat.
- Langsung mencuci dengan spons sebelum pembilasan. Tahap pembilasan awal diperlukan untuk menyingkirkan sebanyak mungkin material tanpa kontak.
- Mengabaikan celah kendaraan. Abu yang tertinggal di sela-sela dapat kembali keluar dan mengotori permukaan setelah mobil selesai dicuci.
Apakah Mobil Perlu Langsung Dicuci Setelah Terkena Abu Vulkanik?
Membersihkan abu sebaiknya tidak ditunda terlalu lama ketika kondisi sudah aman untuk melakukan pencucian. Namun, bukan berarti kendaraan harus langsung dicuci ketika hujan abu masih berlangsung atau situasi di luar belum memungkinkan.
Jika mobil berada di tempat aman dan terlindung, prioritaskan kondisi lingkungan terlebih dahulu. Menunggu sampai paparan abu berkurang dapat menghindari pencucian berulang sekaligus mengurangi paparan partikel terhadap orang yang membersihkan kendaraan.
Saat keadaan sudah membaik, lakukan pencucian secara menyeluruh daripada hanya membersihkan bagian yang terlihat paling kotor. Abu dapat tersembunyi di kaca, celah panel, wiper, grille, roda, hingga berbagai bagian kecil kendaraan.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah abu vulkanik bisa merusak cat mobil?
Partikel abu dapat bersifat abrasif sehingga gesekan saat membersihkannya berpotensi menimbulkan goresan halus pada permukaan cat. Karena itu, abu sebaiknya dibilas terlebih dahulu sebelum mobil dilap atau digosok.
2. Bolehkah membersihkan abu vulkanik dengan kemoceng?
Sebaiknya tidak. Kemoceng dapat menggeser partikel abu di sepanjang permukaan cat sehingga meningkatkan risiko munculnya goresan mikro.
3. Apakah wiper boleh langsung digunakan setelah hujan abu?
Jangan langsung menjalankan wiper ketika kaca masih tertutup abu kering. Bilas dan bersihkan kaca serta karet wiper terlebih dahulu sebelum menggunakannya kembali.
4. Apakah mobil yang terkena abu vulkanik harus dicuci dengan sampo?
Setelah abu dibilas sebanyak mungkin, sampo khusus mobil dapat digunakan untuk membantu membersihkan residu yang masih tertinggal. Hindari menggunakan bahan pembersih rumah tangga yang terlalu keras.
5. Apakah filter udara mobil perlu diperiksa setelah hujan abu?
Pemeriksaan layak dipertimbangkan, terutama apabila kendaraan digunakan di wilayah yang mengalami paparan abu cukup berat. Jika tidak memahami cara memeriksanya, mintalah bantuan bengkel.