Skip to content

Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari Tanpa Kapur Barus, Fokus pada Penyebabnya

Bau apek yang menyeruak setiap kali pintu lemari dibuka bukan hanya membuat ruang penyimpanan terasa kurang nyaman, tetapi juga bisa ikut menempel pada pakaian yang sebenarnya sudah dicuci bersih. Kapur barus sering menjadi pilihan praktis untuk mengatasi masalah tersebut, tetapi aroma khasnya tidak selalu disukai dan pada dasarnya tidak menyelesaikan penyebab utama apabila lemari masih lembap atau sirkulasi udaranya buruk.

Kabar baiknya, ada beberapa cara menghilangkan bau apek di lemari tanpa kapur barus yang bisa dilakukan dengan langkah sederhana, mulai dari memperbaiki sirkulasi udara hingga menggunakan bahan penyerap bau dan kelembapan. Kuncinya bukan sekadar membuat lemari menjadi wangi, melainkan mencari faktor yang menyebabkan aroma pengap terus muncul. Berikut cara menghilangkan bau apek di lemari tanpa kapur barus, dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Sabtu (19/9).

Kenapa Lemari Bisa Bau Apek?

Lemari merupakan ruang tertutup yang sering hanya dibuka ketika pakaian akan diambil atau disimpan. Pertukaran udara yang terbatas membuat kelembapan lebih mudah tertahan di dalamnya, terutama jika kamar memang cenderung lembap, lemari diletakkan sangat dekat dengan tembok, atau ruangan jarang mendapatkan sirkulasi udara yang cukup.

Sumber kelembapan juga bisa berasal dari pakaian. Baju yang sebenarnya terlihat kering masih mungkin menyimpan sedikit kelembapan pada bagian kain yang tebal, jahitan, saku, pinggang celana, atau lapisan dalam. Hal serupa dapat terjadi ketika pakaian yang baru selesai disetrika langsung dilipat dan dimasukkan saat masih terasa hangat.

Lemari yang terlalu penuh juga membuat keadaan semakin mudah pengap karena udara sulit bergerak di antara tumpukan pakaian. Karena itulah, menambahkan aroma tertentu tanpa mengatasi kondisi lembap biasanya hanya membuat bau apek tertutup sementara dan kembali muncul setelah beberapa waktu.

Baca Juga: Kenapa Baju Masih Bau Apek setelah Dicuci dan Dijemur? Penyebabnya Bisa Karena Kebiasaan Sepele Ini

1. Buka Pintu Lemari agar Udara Pengap Keluar

Langkah paling sederhana dapat dimulai dengan membuka pintu lemari secara lebar selama beberapa waktu. Buka pula laci atau bagian penyimpanan lain yang biasanya selalu tertutup sehingga udara lama yang terperangkap dapat berganti dengan udara dari ruangan.

Jika kamar memiliki jendela, membuka jendela pada saat yang sama bisa membantu menciptakan pergerakan udara. Kipas angin juga dapat digunakan untuk membantu sirkulasi, terutama pada kamar yang posisinya tidak mendapatkan aliran udara alami dengan baik.

Cara ini memang tidak langsung menghilangkan sumber bau yang berat, tetapi cukup berguna sebagai langkah awal sebelum membersihkan bagian dalam lemari. Hindari langsung menambahkan pewangi ketika udara di dalam masih pengap karena aroma wangi yang bercampur dengan bau apek justru dapat terasa semakin tajam.

2. Cari Bagian yang Menjadi Sumber Bau

Sebelum menggunakan bahan penyerap bau, periksa terlebih dahulu dari mana aroma paling kuat berasal. Cobalah mencium bagian rak bawah, sudut belakang, laci, tumpukan pakaian yang jarang digunakan, serta area lemari yang paling dekat dengan dinding.

Periksa pula pakaian satu per satu pada bagian yang dicurigai. Jaket tebal, handuk, pakaian olahraga, kain yang jarang dipakai, atau baju yang sebelumnya pernah disimpan dalam kondisi kurang kering dapat menjadi sumber aroma yang kemudian menyebar ke seluruh ruang lemari.

Jika hanya satu atau dua pakaian yang berbau, keluarkan pakaian tersebut dan angin-anginkan atau cuci kembali sebelum disimpan. Cara ini lebih efektif dibandingkan mencoba menutupi seluruh lemari dengan pewangi sementara sumber baunya tetap berada di dalam.

3. Bersihkan Rak dan Sudut Lemari

Debu, kotoran, dan permukaan yang lembap dapat membuat aroma di dalam lemari semakin tidak segar. Keluarkan isi rak secara bertahap, kemudian bersihkan bagian dasar, sisi dalam pintu, sudut rak, pegangan, serta bagian belakang yang masih dapat dijangkau.

Gunakan kain bersih yang sedikit lembap untuk membersihkan debu dan noda ringan. Jika diperlukan, sedikit sabun lembut dapat digunakan, kemudian permukaan dilap kembali menggunakan kain bersih. Jangan menggunakan terlalu banyak air, terutama pada lemari berbahan kayu olahan yang mudah menyerap kelembapan.

Setelah dibersihkan, biarkan pintu lemari tetap terbuka hingga seluruh permukaannya benar-benar kering. Jangan terburu-buru menumpuk kembali pakaian pada rak yang masih terasa dingin atau lembap karena kondisi tersebut justru bisa membuat bau apek muncul kembali.

4. Letakkan Baking Soda dalam Wadah Terbuka

Baking soda bisa digunakan sebagai salah satu alternatif sederhana ketika ingin mengurangi aroma kurang sedap tanpa memakai kapur barus. Caranya bukan dengan menaburkan bubuk tersebut pada pakaian, melainkan menaruhnya di dalam wadah kecil yang terbuka.

Letakkan wadah pada sudut rak yang stabil dan tidak mudah tersenggol ketika mengambil pakaian. Penggunaan wadah juga mengurangi risiko baking soda tumpah dan menempel pada kain atau masuk ke sela-sela lemari yang sulit dibersihkan.

Periksa kondisinya secara berkala dan ganti ketika sudah digunakan cukup lama atau kemampuannya menyerap aroma terasa menurun. Baking soda sebaiknya tetap dianggap sebagai pendukung setelah penyebab kelembapan ditangani, bukan sebagai satu-satunya solusi untuk lemari yang terus-menerus basah atau berjamur.

5. Gunakan Arang Aktif sebagai Penyerap Bau

Pilihan lain untuk mengurangi bau apek adalah arang aktif yang memang dibuat sebagai produk penyerap bau. Banyak produk jenis ini tersedia dalam kantong kecil sehingga praktis ditempatkan pada rak, laci, maupun bagian lemari yang sulit dijangkau.

Keunggulan arang aktif adalah tidak perlu menghasilkan aroma kuat untuk membuat lemari terasa lebih nyaman. Karena itu, pilihan ini cocok bagi orang yang tidak menyukai kapur barus maupun pewangi lemari dengan parfum yang tajam.

Gunakan produk sesuai petunjuk pada kemasannya karena masa pakai dan cara perawatannya dapat berbeda. Jangan menggunakan arang biasa dari sisa pembakaran karena dapat menghasilkan debu hitam dan mengotori pakaian; pilih produk arang aktif yang memang dirancang untuk kebutuhan penyerap bau.

6. Tambahkan Penyerap Kelembapan

Apabila lemari sering terasa lembap, mengendalikan kadar air di dalam ruang penyimpanan jauh lebih penting daripada sekadar menambahkan pengharum. Moisture absorber khusus lemari dapat ditempatkan pada bagian yang aman untuk membantu mengurangi kelembapan berlebih.

Beberapa produk penyerap kelembapan mengumpulkan air di dalam wadah setelah digunakan. Karena itu, tempatkan pada permukaan yang stabil dan periksa secara berkala agar cairan tidak sampai penuh atau tumpah mengenai pakaian. Untuk ruang kecil seperti laci, produk penyerap kelembapan berukuran kecil atau silica gel yang sesuai penggunaannya bisa menjadi alternatif.

Jika wadah penyerap kelembapan sangat cepat terisi, jangan hanya terus mengganti produknya. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa kamar, dinding, atau area sekitar lemari memang cukup lembap sehingga sumber masalahnya perlu diperiksa lebih lanjut.

7. Jangan Menjejalkan Terlalu Banyak Pakaian

Lemari yang padat hingga hampir tidak memiliki celah membuat udara sulit bergerak di antara kain. Bagian pakaian yang berada di tengah atau paling belakang kemudian lebih mudah terasa pengap, terutama jika pintu lemari hampir selalu tertutup.

Rapikan isi lemari dan kurangi pakaian yang sudah jarang digunakan. Tidak harus membuat rak kosong, tetapi sisakan sedikit ruang agar pakaian tidak tertekan terlalu rapat. Jika menggunakan hanger, hindari menggantung terlalu banyak pakaian hingga semuanya saling berhimpitan.

Pengaturan tersebut juga mempermudah pemeriksaan ketika suatu saat muncul aroma tidak biasa. Sumber bau pada satu pakaian dapat ditemukan lebih cepat daripada ketika seluruh pakaian ditumpuk rapat tanpa ruang untuk memeriksa bagian belakang lemari.

8. Pastikan Pakaian Benar-Benar Kering Sebelum Disimpan

Salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah memasukkan pakaian ke lemari sebelum seluruh bagian kain benar-benar kering. Permukaan luar mungkin sudah tidak terasa basah, tetapi bagian jahitan, kerah, saku, pinggang, atau bahan berlapis sering membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering.

Hal yang sama perlu diperhatikan setelah menyetrika. Sebaiknya jangan langsung memasukkan pakaian yang masih panas ke dalam tumpukan tertutup. Biarkan suhunya turun terlebih dahulu sebelum dilipat dan disimpan agar panas dan kelembapan tidak terperangkap.

Pakaian yang telah digunakan sebentar juga sebaiknya tidak langsung dicampurkan dengan pakaian bersih jika sudah terkena keringat atau terasa lembap. Angin-anginkan terlebih dahulu atau cuci kembali jika diperlukan agar aroma dari satu pakaian tidak menyebar ke seluruh isi lemari.

9. Periksa Posisi Lemari terhadap Dinding

Bau apek yang terus kembali meski bagian dalam lemari sudah dibersihkan bisa berasal dari area yang tidak terlihat, terutama dinding di belakangnya. Lemari yang ditempelkan sangat rapat ke dinding lembap membuat udara sulit bergerak dan sisi belakang furnitur dapat terus berada dalam kondisi pengap.

Jika memungkinkan, periksa apakah ada perubahan warna, bercak, cat mengelupas, permukaan dinding yang terasa lembap, atau aroma apek yang lebih kuat pada celah di belakang lemari. Sedikit jarak antara furnitur dan tembok dapat membantu sirkulasi udara pada area tersebut.

Namun, jika terdapat rembesan dari dinding, atap, atau pipa, penanganannya tidak cukup dengan penyerap bau. Sumber air atau kelembapan tersebut perlu diperbaiki agar masalah tidak terus berulang dan berkembang menjadi kerusakan pada lemari maupun pakaian.

10. Gunakan Pewangi Hanya Setelah Lemari Kering

Pewangi tetap dapat digunakan meski tidak memakai kapur barus, tetapi waktunya perlu tepat. Sebaiknya tambahkan aroma setelah lemari dibersihkan, dikeringkan, dan sumber bau apek sudah ditangani sehingga pewangi berfungsi memberikan aroma tambahan, bukan menutupi masalah.

Pilihan aromanya dapat disesuaikan dengan selera, misalnya karakter linen, cotton, woody, atau floral lembut. Letakkan produk sesuai petunjuk agar cairan maupun bahan pewangi tidak menempel langsung pada kain dan meninggalkan noda.

Hindari pula menggunakan beberapa jenis pengharum sekaligus. Lemari kecil dengan sirkulasi terbatas dapat terasa terlalu menyengat jika dipenuhi berbagai produk beraroma, sementara masalah utama seperti kelembapan tetap tidak terselesaikan.

Kapan Lemari Perlu Dikosongkan dan Dibersihkan Menyeluruh?

Cara sederhana di atas cukup relevan untuk kondisi bau apek ringan hingga sedang. Namun, isi lemari sebaiknya dikeluarkan jika ditemukan bercak jamur, rak terasa basah, terdapat rembesan, sebagian besar pakaian sudah berbau, atau aroma tidak kunjung berkurang setelah lemari dibersihkan dan diangin-anginkan.

Pakaian yang terdampak perlu diperiksa secara terpisah dan dibersihkan sesuai petunjuk perawatan masing-masing kain. Jangan memasukkan pakaian yang sudah bersih kembali ke dalam lemari sebelum rak dan bagian dalamnya dipastikan kering.

Jika penyebabnya berasal dari dinding lembap atau kebocoran, fokuskan penanganan pada sumber kelembapan tersebut terlebih dahulu. Baking soda, arang aktif, penyerap kelembapan, maupun pewangi tidak akan memberikan hasil bertahan lama jika air terus masuk ke area sekitar lemari.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah baking soda bisa menggantikan kapur barus di lemari?

Baking soda dapat digunakan untuk membantu menyerap aroma kurang sedap. Letakkan dalam wadah terbuka dan jangan menaburkannya langsung pada pakaian.

2. Mana yang lebih baik untuk lemari, baking soda atau arang aktif?

Keduanya dapat digunakan sebagai penyerap bau. Pilihan dapat disesuaikan dengan ketersediaan dan kemudahan penempatannya di dalam lemari.

3. Kenapa bau apek kembali meski lemari sudah diberi pewangi?

Biasanya karena sumber seperti kelembapan, pakaian yang belum benar-benar kering, atau sirkulasi udara buruk belum teratasi. Pewangi hanya mengubah aroma, bukan menghilangkan penyebabnya.

4. Apakah lemari perlu dibuka setiap hari?

Tidak harus sepanjang hari, tetapi membukanya secara berkala dapat membantu pertukaran udara, terutama jika kamar dan lemari cenderung lembap.

5. Kapan seluruh pakaian harus dikeluarkan dari lemari?

Kosongkan lemari jika terdapat jamur, rembesan air, rak basah, bau sangat kuat, atau sebagian besar pakaian sudah ikut berbau.