Lapisan abu vulkanik yang menutupi halaman, atap, kendaraan, hingga masuk ke dalam rumah memang membuat banyak orang ingin segera mengambil sapu dan membersihkannya seperti debu biasa. Namun, tindakan tersebut justru perlu dihindari. Abu vulkanik memiliki partikel sangat halus yang mudah kembali beterbangan ketika disapu dalam kondisi kering, sehingga proses membersihkan rumah bisa membuat debu menyebar ke area yang sebelumnya sudah bersih.
Membersihkan abu vulkanik membutuhkan cara yang sedikit berbeda dibandingkan membersihkan debu rumah sehari-hari, mulai dari melindungi diri, mengurangi abu yang beterbangan, hingga menentukan bagian rumah yang harus dibersihkan lebih dahulu.
Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, berikut cara membersihkan abu vulkanik yang benar agar prosesnya lebih aman sekaligus tidak membuat kotoran semakin menyebar, Senin, (7/9).
Mengapa Abu Vulkanik Tidak Boleh Langsung Disapu?
Sekilas, abu vulkanik mungkin terlihat seperti debu atau abu pembakaran biasa. Padahal, material ini berasal dari pecahan sangat kecil batuan, mineral, dan material vulkanik yang keluar ketika gunung mengalami erupsi. Ukurannya yang halus membuat sebagian abu dapat dengan mudah terangkat kembali ke udara hanya karena terkena sapuan, tiupan angin, atau gerakan kaki.
Ketika lantai atau halaman yang tertutup abu langsung disapu dalam keadaan kering, sapu akan mengangkat partikel halus tersebut sehingga terbentuk kepulan debu. Akibatnya, sebagian abu bukannya terkumpul, tetapi justru berpindah ke udara, menempel pada pakaian, masuk ke ruangan lain, atau kembali mengotori permukaan yang sudah dibersihkan.
Selain mudah beterbangan, abu vulkanik juga bersifat abrasif. Artinya, butiran halus tersebut dapat menggores beberapa jenis permukaan apabila digosok terlalu keras dalam kondisi kering. Karena itu, prinsip utama saat membersihkan abu adalah mengurangi penyebaran debu dan mengangkat material secara perlahan, bukan sekadar menyapunya secepat mungkin.
Baca Juga: Cara Mencegah Abu Vulkanik Masuk ke Dalam Rumah, Celah Kecil Ini Sering Terlewat
Persiapkan Perlindungan Diri Sebelum Mulai Membersihkan
Sebelum memegang sapu, kain pel, atau sekop, perlindungan diri sebaiknya menjadi hal pertama yang dipersiapkan. Kegiatan bersih-bersih akan membuat seseorang berada sangat dekat dengan tumpukan abu, terutama ketika membersihkan halaman, teras, atap rendah, atau permukaan lain yang terpapar langsung.
Gunakan masker partikulat yang terpasang dengan baik pada wajah, seperti N95 atau masker sejenis yang dirancang menyaring partikel halus. Kacamata pelindung juga dapat digunakan untuk membantu mencegah abu masuk ke mata, terutama ketika bekerja di luar ruangan atau saat kondisi masih berangin.
Pakaian berlengan panjang, celana panjang, sarung tangan, dan alas kaki tertutup juga lebih nyaman digunakan selama proses pembersihan. Setelah selesai, sebaiknya ganti pakaian sebelum beraktivitas di dalam rumah agar abu yang menempel tidak terbawa ke sofa, tempat tidur, atau ruangan lain.
Cara Membersihkan Abu Vulkanik yang Benar
Membersihkan abu sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru. Jika abu masih terus turun atau angin masih membawa banyak material dari luar, pembersihan besar-besaran sebaiknya ditunda karena permukaan kemungkinan akan kembali tertutup.
Berikut langkah yang dapat dilakukan saat kondisi memungkinkan untuk mulai membersihkan.
1. Basahi Abu Secara Tipis, Jangan Sampai Terlalu Becek
Sebelum abu disapu atau dikumpulkan, semprotkan sedikit air untuk membuat permukaannya lembap. Tujuannya bukan mencuci seluruh abu, tetapi mengurangi kemungkinan partikel halus beterbangan ketika dipindahkan.
Gunakan semprotan air yang lembut dan hindari menyiram dengan tekanan tinggi. Aliran air yang terlalu kuat dapat membuat abu menyebar ke area lain, masuk ke celah bangunan, atau terbawa menuju saluran pembuangan.
Abu juga tidak perlu dibuat sampai sangat basah. Material vulkanik yang menyerap terlalu banyak air menjadi lebih berat dan lebih sulit dipindahkan, terutama jika berada di atap rumah.
2. Kumpulkan Abu Tebal Menggunakan Sekop
Jika lapisan abu cukup tebal di halaman, teras, atau permukaan keras lainnya, jangan langsung mengandalkan sapu. Gunakan sekop untuk mengambil lapisan bagian atas secara perlahan dan memindahkannya ke wadah atau kantong yang sesuai.
Cara ini membuat jumlah material yang harus disapu menjadi jauh lebih sedikit. Sekop juga membantu mencegah gerakan berulang yang dapat menimbulkan kepulan abu.
Setelah sebagian besar tumpukan terangkat, sisa lapisan tipis dapat dibersihkan secara perlahan menggunakan sapu setelah permukaan dilembapkan secukupnya.
3. Bersihkan dari Bagian Atas Menuju Bagian Bawah
Urutan pembersihan juga perlu diperhatikan. Jika rumah terkena abu cukup banyak, mulailah dari bagian yang lebih tinggi sebelum membersihkan lantai atau halaman di bawahnya.
Membersihkan teras atau lantai lebih dulu sementara kusen, jendela, kanopi, atau permukaan di atasnya masih tertutup abu hanya akan membuat pekerjaan berulang. Abu dari bagian atas dapat jatuh dan kembali mengotori area yang sudah selesai dibersihkan.
Prinsip yang sama dapat diterapkan di dalam rumah. Bersihkan bagian atas furnitur, rak, kusen, dan meja terlebih dahulu, kemudian lanjutkan ke lantai sebagai tahap terakhir.
4. Gunakan Kain Lembap untuk Permukaan di Dalam Rumah
Jika abu sudah masuk ke dalam rumah, hindari membersihkannya menggunakan kemoceng atau kain kering. Gerakan tersebut mudah membuat debu halus kembali terangkat ke udara dan berpindah ke bagian ruangan lainnya.
Gunakan kain yang sedikit lembap untuk membersihkan meja, rak, kusen jendela, permukaan lemari, dan furnitur. Bilas kain secara berkala agar abu yang sudah terangkat tidak terus digosokkan kembali ke permukaan.
Untuk lantai, abu yang tersisa dapat dibersihkan menggunakan pel lembap setelah kotoran yang lebih tebal berhasil diangkat. Ganti air pel jika sudah terlihat keruh agar abu tidak kembali tersebar ke seluruh lantai.
Baca Juga: Cara Bersihkan Mobil dari Abu Vulkanik, Bukan Sekadar Disiram Lalu Dilap
5. Gunakan Vacuum dengan Filter yang Memadai Jika Tersedia
Vacuum cleaner dapat membantu membersihkan partikel halus di dalam rumah, tetapi jenis alat yang digunakan perlu diperhatikan. Vacuum dengan sistem penyaringan partikel halus seperti filter HEPA lebih cocok untuk menangani debu yang sangat kecil.
Vacuum rumah tangga dengan penyaringan yang kurang baik berpotensi membuat sebagian partikel sangat halus kembali keluar bersama udara buangan. Abu dalam jumlah banyak juga dapat membebani filter dan komponen mesin.
Karena itu, jangan memaksakan vacuum cleaner untuk mengangkat tumpukan abu tebal. Singkirkan material dalam jumlah besar terlebih dahulu, kemudian gunakan vacuum untuk membersihkan sisa debu halus jika perangkat memang sesuai.
6. Jangan Mengalirkan Abu dalam Jumlah Banyak ke Saluran Air
Menyemprot seluruh halaman menggunakan selang mungkin terlihat seperti cara tercepat menghilangkan abu. Masalahnya, air hanya memindahkan material tersebut menuju tempat lain dan dapat membawa banyak endapan masuk ke selokan atau saluran pembuangan.
Abu yang bercampur air dapat berubah menjadi material yang lebih berat dan mengendap. Jika jumlahnya besar, endapan tersebut berpotensi menyulitkan aliran air pada saluran yang sempit.
Lebih baik kumpulkan sebanyak mungkin abu menggunakan sekop atau alat lain sebelum membersihkan sisa tipisnya menggunakan air. Abu yang sudah terkumpul dapat dimasukkan ke wadah atau kantong sesuai petunjuk pengelolaan sampah yang berlaku di daerah setempat.
Hati-hati Saat Membersihkan Atap
Atap menjadi salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian karena abu dapat menumpuk dalam area yang luas. Semakin tebal lapisannya, semakin besar pula beban tambahan yang harus ditahan struktur bangunan, terlebih apabila abu terkena hujan dan menjadi basah.
Meski demikian, jangan langsung naik ke atap tanpa mempertimbangkan kondisi bangunan. Permukaan yang tertutup campuran abu dan air dapat menjadi licin, sementara jarak pandang juga mungkin kurang baik jika udara masih dipenuhi debu. Jika atap tinggi, curam, atau sulit dijangkau, menggunakan bantuan orang yang memiliki perlengkapan dan pengalaman lebih aman daripada mengambil risiko jatuh.
Apabila kondisi aman dan abu dapat dijangkau tanpa membahayakan diri, material sebaiknya dipindahkan sedikit demi sedikit. Jangan membuat seluruh tumpukan abu menjadi sangat basah karena beratnya akan bertambah. Talang air juga perlu diperiksa karena endapan abu dapat berkumpul di dalamnya dan menghambat aliran ketika hujan turun.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Cara membersihkan yang kurang tepat bisa membuat abu justru semakin tersebar. Beberapa kebiasaan sederhana berikut sebaiknya dihindari:
- Menyapu abu dalam keadaan benar-benar kering. Gerakan sapu dapat membuat partikel halus kembali beterbangan.
- Menggunakan blower atau peniup udara. Alat tersebut hanya memindahkan abu dan dapat menciptakan kepulan debu yang lebih besar.
- Menyiram tumpukan abu dengan air dalam jumlah berlebihan. Abu basah menjadi lebih berat dan dapat mengendap di saluran air.
- Menggosok kaca atau permukaan mengilap dengan kain kering. Partikel abu dapat menimbulkan goresan.
- Membersihkan tanpa masker saat abu masih mudah beterbangan. Proses menyekop maupun menyapu dapat meningkatkan jumlah partikel di sekitar area kerja.
- Membiarkan anak-anak bermain di area yang masih penuh abu. Aktivitas berlari dapat membuat abu terangkat kembali.
- Menyalakan kipas saat ruangan sedang dibersihkan. Aliran udara dapat menyebarkan partikel ke sudut lain.
- Memaksakan diri naik ke atap yang licin atau sulit dijangkau. Risiko jatuh lebih penting dihindari daripada mencoba membersihkan seluruh rumah sekaligus.
Pertanyaan dan Jawaban
Apakah abu vulkanik boleh langsung disapu?
Sebaiknya tidak dalam kondisi benar-benar kering. Lembapkan abu secara tipis terlebih dahulu agar partikel halus tidak mudah beterbangan ketika dikumpulkan.
Apakah abu vulkanik harus disiram air?
Abu cukup dilembapkan, bukan disiram sampai basah kuyup. Penggunaan terlalu banyak air membuat abu semakin berat dan dapat membawa endapan menuju saluran pembuangan.
Apakah vacuum cleaner bisa digunakan untuk abu vulkanik?
Bisa untuk sisa partikel halus jika perangkat memiliki sistem penyaringan yang sesuai, seperti filter HEPA. Jangan menggunakan vacuum rumah tangga biasa untuk menyedot tumpukan abu dalam jumlah besar.
Bagaimana membersihkan abu vulkanik yang masuk ke rumah?
Bersihkan permukaan dari atas ke bawah menggunakan kain lembap, hindari kemoceng atau sapu kering, lalu pel lantai setelah debu pada furnitur dan permukaan lainnya selesai diangkat.
Apakah abu vulkanik di atap harus segera dibersihkan?
Penumpukan tebal sebaiknya ditangani ketika kondisi sudah aman, terutama sebelum abu menjadi semakin berat akibat terkena air. Namun, jangan naik ke atap jika permukaannya licin, curam, atau kondisi lingkungan masih berbahaya.