Skip to content

Masker Homemade untuk Jerawat, Cara Sederhana Merawat Wajah di Rumah

Jerawat sering membuat seseorang tergoda mencoba berbagai bahan yang tersedia di dapur, terutama ketika ingin mencari perawatan sederhana dengan biaya terjangkau. Mulai dari lidah buaya, madu, oatmeal, hingga berbagai campuran buah kerap dijadikan masker homemade untuk jerawat karena dianggap lebih alami dibandingkan produk perawatan kulit kemasan.

Namun, kata “alami” tidak otomatis berarti suatu bahan efektif mengatasi jerawat atau aman untuk semua jenis kulit. Masker dapat membantu memberikan efek menenangkan, mengurangi rasa kering, atau menyerap minyak tergantung bahan yang digunakan, tetapi American Academy of Dermatology (AAD) menegaskan bahwa masker wajah tidak menggantikan pengobatan untuk kondisi kulit seperti jerawat. Karena itu, pemilihan bahan dan cara menggunakannya tetap perlu diperhatikan, dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Jumat (4/9).

Apakah Masker Homemade Bisa Menghilangkan Jerawat?

Masker homemade untuk jerawat lebih tepat dipandang sebagai perawatan tambahan daripada pengobatan utama. Jerawat dapat terbentuk ketika pori-pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati, kemudian dapat berkembang menjadi komedo, papul, pustul, hingga jerawat yang lebih dalam. Karena penyebabnya cukup kompleks, menempelkan satu bahan alami pada wajah belum tentu dapat mengatasi proses tersebut.

Beberapa bahan yang digunakan dalam masker memang memiliki karakter yang dapat membantu kulit terasa lebih nyaman. Aloe vera, misalnya, dapat membantu menenangkan kulit yang kemerahan pada sebagian orang, sementara clay seperti kaolin atau bentonite dapat membantu menyerap minyak. Colloidal oatmeal juga dikenal sebagai bahan yang dapat membantu menenangkan kulit yang mengalami iritasi. Meski demikian, efek tersebut tidak sama dengan membuktikan bahwa bahan-bahan tersebut dapat membersihkan jerawat sampai ke sumbernya.

Jika tujuan utamanya adalah mengendalikan jerawat aktif, bahan perawatan yang memiliki dukungan lebih kuat antara lain benzoyl peroxide, adapalene, salicylic acid, dan azelaic acid, tergantung jenis jerawat dan kondisi kulit. Produk tersebut juga tetap perlu digunakan sesuai petunjuk karena penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kulit kering atau teriritasi.

Baca Juga: Cara membuat masker dari lidah buaya dan timun, simpel dan aman

1. Masker Lidah Buaya Sederhana

Gel lidah buaya termasuk pilihan yang paling sederhana untuk seseorang yang ingin mencoba masker rumahan tanpa banyak bahan tambahan. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa aloe vera mempunyai sifat menenangkan dan dapat membantu meredakan kemerahan pada jerawat yang sedang teriritasi. Namun, lidah buaya tidak dapat diandalkan untuk mencegah munculnya jerawat baru sehingga fungsinya lebih sebagai pendamping perawatan.

Jika menggunakan lidah buaya segar, ambil hanya bagian gel bening dari dalam daun. Jangan langsung mengoleskan seluruh bagian daun atau getah kekuningannya pada wajah. Pilihan lainnya adalah menggunakan gel aloe vera yang memang diformulasikan untuk kulit dengan komposisi sederhana.

Bahan:

  • Gel lidah buaya secukupnya

Cara menggunakan:

  1. Bersihkan wajah menggunakan pembersih yang lembut.
  2. Oleskan gel tipis-tipis pada kulit.
  3. Hindari area mata, bibir, dan bagian kulit yang terluka.
  4. Untuk percobaan awal, diamkan sekitar 5–10 menit.
  5. Bilas perlahan menggunakan air.
  6. Keringkan dengan menepuk wajah menggunakan handuk bersih.
  7. Gunakan pelembap non-comedogenic jika kulit terasa kering.

Tidak perlu membuat lapisan masker sangat tebal. Jumlah yang lebih banyak tidak otomatis memberikan efek yang lebih baik. Jika setelah penggunaan muncul gatal, panas, ruam, atau kemerahan yang semakin jelas, hentikan pemakaian.

Baca Juga: Cara Membuat Masker Lidah Buaya untuk Bekas Jerawat dan Noda Hitam

2. Masker Colloidal Oatmeal dan Air

Kulit yang sedang berjerawat terkadang juga mengalami kekeringan dan sensasi tidak nyaman, terutama ketika sedang menggunakan produk dengan bahan aktif. Untuk kondisi seperti ini, masker yang fokus menenangkan kulit bisa lebih masuk akal daripada mencoba bahan yang bersifat sangat asam atau melakukan scrubbing.

AAD memasukkan colloidal oatmeal sebagai salah satu bahan masker yang dapat membantu menenangkan kulit yang teriritasi. Perlu dibedakan antara colloidal oatmeal dengan butiran oatmeal kasar. Untuk wajah yang sedang meradang, menggosok menggunakan butiran kasar justru tidak diperlukan karena gesekan dapat menambah iritasi.

Bahan:

  • Colloidal oatmeal secukupnya
  • Air bersih secukupnya

Cara menggunakan:

  1. Campurkan colloidal oatmeal dengan sedikit air hingga membentuk pasta lembut.
  2. Oleskan tipis pada wajah yang telah dibersihkan.
  3. Jangan memijat atau menggosok masker seperti scrub.
  4. Biarkan sebentar selama kulit masih terasa nyaman.
  5. Bilas menggunakan air suam-suam kuku.
  6. Lanjutkan dengan pelembap yang sesuai.

Masker ini bukan pengobatan untuk membuka pori-pori atau membunuh bakteri penyebab jerawat. Tujuannya lebih kepada membantu menjaga kenyamanan kulit ketika sedang terasa kering atau mudah teriritasi.

3. Masker Clay dan Air untuk Kulit Sangat Berminyak

Pemilik kulit berminyak mungkin lebih tertarik pada masker yang mampu mengurangi tampilan minyak berlebih. Kaolin atau bentonite merupakan dua jenis clay yang kerap ditemukan pada masker wajah. Menurut AAD, clay dapat membantu menyerap minyak pada kulit acne-prone sekaligus memberikan efek menenangkan pada sebagian pengguna.

Untuk membuat versi sederhana di rumah, tidak perlu menambahkan lemon, cuka, essential oil, atau berbagai bahan lain. Campuran clay dan air sudah cukup untuk melihat apakah kulit dapat mentoleransinya. Pendekatan sederhana juga membuat penyebab iritasi lebih mudah diketahui jika kulit memberikan reaksi.

Bahan:

  • Bubuk kaolin atau bentonite yang memang ditujukan untuk penggunaan kosmetik
  • Air bersih secukupnya

Cara menggunakan:

  1. Campurkan sedikit clay dan air sampai membentuk pasta.
  2. Aplikasikan tipis pada wajah, terutama area yang terasa sangat berminyak.
  3. Jangan menunggu sampai masker terlalu kering dan membuat kulit terasa tertarik kuat.
  4. Bilas secara perlahan.
  5. Gunakan pelembap ringan setelahnya.

Masker clay tidak harus digunakan pada seluruh wajah. Pada kulit kombinasi, masker dapat dipakai hanya pada area yang lebih berminyak seperti dahi, hidung, dan dagu. Pemakaian terlalu sering justru berpotensi membuat kulit semakin kering.

4. Masker Madu Sederhana

Madu merupakan salah satu bahan rumahan yang paling sering dikaitkan dengan perawatan jerawat karena memiliki sifat antibakteri. Namun, manfaat tersebut perlu ditempatkan secara proporsional. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa madu dapat membantu menenangkan kemerahan pada sebagian kulit, tetapi efek antibakterinya tidak berarti madu dapat mencapai pori dan mengatasi penyebab jerawat dari dalam.

Karena itu, masker madu sebaiknya digunakan sebagai perawatan tambahan untuk memberikan sensasi lembap atau menenangkan kulit, bukan diandalkan sebagai pengganti obat jerawat. Orang yang memiliki alergi terhadap madu atau produk lebah tentu sebaiknya tidak mencobanya.

Bahan:

  • Madu secukupnya

Cara menggunakan:

  1. Bersihkan wajah dan tangan terlebih dahulu.
  2. Oleskan madu sangat tipis pada area yang ingin dirawat.
  3. Hindari kulit yang sedang terluka atau mengalami iritasi berat.
  4. Biarkan beberapa menit sambil memperhatikan respons kulit.
  5. Bilas hingga tidak ada residu yang tertinggal.
  6. Lanjutkan rutinitas perawatan kulit seperti biasa.

Tidak perlu mencampurkan madu dengan lemon, bubuk kayu manis, essential oil, atau bahan lain hanya untuk membuat maskernya terasa lebih “aktif”. Formula yang sederhana justru mengurangi jumlah kemungkinan pemicu iritasi.

Aturan Aman Sebelum Membuat Masker untuk Kulit Berjerawat

Kulit berjerawat tidak selalu identik dengan kulit yang kuat terhadap berbagai bahan. Sebaliknya, kulit bisa menjadi lebih sensitif ketika sedang menggunakan obat jerawat, retinoid, exfoliating acid, atau produk lain yang menyebabkan kekeringan. Menambahkan masker dengan terlalu banyak bahan dalam kondisi seperti ini dapat membuat kulit terasa panas, perih, atau semakin kemerahan.

AAD menyarankan untuk mencoba produk atau masker baru pada area kecil terlebih dahulu. Masker juga sebaiknya langsung dibilas apabila muncul sensasi terbakar, menyengat, atau gatal. Menggunakan masker terlalu lama atau terlalu sering pun dapat mengganggu skin barrier dan justru memperburuk kondisi kulit.

Kebersihan juga perlu diperhatikan karena masker homemade tidak dibuat menggunakan sistem formulasi, pengawet, dan pengujian seperti kosmetik komersial. Buatlah campuran dalam jumlah kecil untuk sekali penggunaan, gunakan mangkuk dan sendok yang bersih, serta jangan mengambil bahan berulang kali menggunakan jari yang sudah menyentuh wajah.

Baca Juga: Cara Membuat Masker Lidah Buaya untuk Kulit Kering, Simpel dan Mudah Dipraktikkan di Rumah

Bahan yang Sebaiknya Dihindari saat Berjerawat

Salah satu kesalahan dalam membuat masker homemade untuk jerawat adalah menganggap sensasi panas, perih, atau kulit terasa sangat kesat sebagai tanda bahwa bahan sedang bekerja. Padahal, rasa terbakar dan menyengat dapat menjadi tanda iritasi dan masker sebaiknya segera dibersihkan.

Lemon dan jeruk nipis merupakan contoh bahan yang sebaiknya tidak langsung digunakan sebagai masker wajah. Bahan yang sangat asam seperti lemon, lime, dan cuka apel bisa mengiritasi kulit. Cuka apel juga belum terbukti mampu mengatasi bakteri penyebab jerawat dan keasamannya dapat mengganggu lapisan pelindung kulit.

Beberapa bahan lain yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Pasta gigi: bukan produk yang diformulasikan untuk mengatasi jerawat dan dapat mengiritasi kulit; AAD secara khusus tidak merekomendasikannya sebagai terapi jerawat.
  • Essential oil murni: minyak esensial dapat terlalu kuat jika diaplikasikan langsung dan berpotensi memicu iritasi atau alergi.
  • Scrub kasar: bahan dengan tekstur kasar tidak perlu digosokkan pada jerawat karena gesekan dapat memperparah iritasi.
  • Campuran terlalu banyak bahan: ketika masker berisi lima atau enam bahan sekaligus, akan lebih sulit mengetahui bahan mana yang menyebabkan reaksi.
  • Bahan yang sudah berubah kondisi: campuran rumahan yang berubah aroma, warna, atau tekstur sebaiknya dibuang dan tidak digunakan kembali.

Cara Menggunakan Masker Homemade agar Tidak Memperburuk Jerawat

Sebelum menggunakan masker, cuci wajah secara lembut. AAD menyarankan membersihkan wajah hingga dua kali sehari serta setelah banyak berkeringat. Penggunaan spons, waslap kasar, atau kebiasaan menggosok wajah tidak diperlukan karena dapat menyebabkan iritasi.

Setelah wajah bersih, gunakan masker dalam lapisan yang wajar. Hindari kebiasaan menunggu sampai masker benar-benar mengeras, kulit terasa sangat tertarik, atau timbul sensasi perih. Jika kulit mulai terbakar, gatal, atau menyengat, segera bilas meskipun waktu pemakaian yang direncanakan belum selesai.

Masker juga tidak harus digunakan setiap hari. Tidak terdapat satu frekuensi yang berlaku untuk semua jenis masker dan semua kondisi kulit. Memulai sekitar satu kali dalam seminggu dapat memudahkan pengamatan terhadap respons kulit, kemudian frekuensi dapat disesuaikan jika tidak muncul iritasi. Apabila pada hari yang sama sudah menggunakan exfoliating acid, retinoid, atau bahan aktif lain yang membuat kulit sensitif, menambahkan masker baru perlu dilakukan dengan lebih hati-hati.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah masker homemade bisa menghilangkan jerawat dalam semalam?

Tidak. Masker rumahan tidak dapat diandalkan untuk menghilangkan jerawat dalam semalam dan lebih tepat digunakan sebagai perawatan tambahan.

2. Masker alami apa yang paling aman untuk kulit berjerawat?

Tidak ada bahan yang dijamin cocok untuk semua orang. Aloe vera, colloidal oatmeal, atau clay dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan kulit, tetapi tetap lakukan tes pada area kecil terlebih dahulu.

3. Apakah boleh memakai masker homemade setiap hari?

Tidak perlu. Penggunaan terlalu sering justru berpotensi membuat kulit kering atau iritasi, terutama jika rutinitas skincare sudah mengandung bahan aktif.

4. Apakah lemon bagus untuk masker jerawat?

Sebaiknya tidak digunakan langsung pada wajah karena sifatnya sangat asam dan dapat memicu iritasi.

5. Apakah masker homemade bisa menghilangkan bekas jerawat?

Masker mungkin membantu menjaga kondisi kulit, tetapi tidak dapat diandalkan untuk menghilangkan semua jenis bekas jerawat, terutama bopeng atau jaringan parut yang mengubah tekstur kulit.