Skip to content

10 Tanaman yang Bisa Tumbuh Hanya dari Daun, Tak Harus Punya Bibit untuk Memperbanyaknya

Ada sesuatu yang menarik dari cara tanaman memperbanyak diri. Pada beberapa jenis tanaman, satu helai daun yang biasanya dianggap hanya sebagai bagian pelengkap ternyata menyimpan kemampuan untuk menghasilkan akar, tunas, hingga akhirnya berkembang menjadi tanaman baru. Cara seperti ini juga membuat perbanyakan tanaman di rumah terasa lebih praktis karena tidak selalu membutuhkan biji atau potongan batang yang panjang.

Meski demikian, tidak semua tanaman dapat melakukan hal tersebut. Ada tanaman yang benar-benar dapat menghasilkan individu baru dari potongan daun, ada yang membutuhkan tangkai daun, dan ada pula yang hanya berhasil apabila daun dilepaskan secara utuh dari pangkalnya. Dihimpun Keeping Times dari berbagai sumber, Rabu (2/9), berikut tanaman yang bisa tumbuh hanya dari daun beserta cara sederhana untuk memperbanyaknya.

1. Lidah Mertua

Lidah mertua merupakan salah satu contoh tanaman yang bisa tumbuh hanya dari daun dan relatif mudah dicoba di rumah. Daunnya yang panjang dapat dipotong menjadi beberapa bagian, kemudian masing-masing potongan digunakan sebagai bahan perbanyakan. Bagian tersebut nantinya dapat menghasilkan akar baru sebelum tunas muncul dari bagian bawahnya.

Gunakan daun yang sehat dan sudah cukup dewasa, lalu potong menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang mudah ditanam. Perhatikan posisi atas dan bawah daun karena potongan sebaiknya tidak ditanam secara terbalik. Setelah dipotong, luka pada daun dapat dibiarkan mengering terlebih dahulu sebelum ditancapkan pada media yang mempunyai drainase baik.

Penyiraman tidak perlu dilakukan terlalu sering karena daun lidah mertua menyimpan cukup banyak air. Media yang terus basah justru dapat menyebabkan bagian bawah potongan menjadi lembek dan membusuk. Perlu diketahui pula bahwa beberapa kultivar lidah mertua beraneka warna dapat menghasilkan tanaman baru dengan pola warna yang berbeda dari tanaman induknya ketika diperbanyak melalui potongan daun.

Baca Juga: 10 Jenis Tanaman Hias yang Tahan Panas dan Mudah Dirawat, Solusi Halaman Cantik tanpa Ribet

2. Begonia Rex

Begonia rex memiliki daun dengan bentuk dan corak mencolok, tetapi keunikannya tidak berhenti pada penampilan. Tanaman ini dapat diperbanyak dari daun, bahkan potongan daun yang memiliki bagian tulang daun tertentu dapat membentuk tanaman baru apabila ditempatkan pada kondisi yang tepat.

Salah satu cara yang dapat digunakan adalah mengambil daun sehat, lalu membaginya menjadi beberapa potongan dengan memastikan setiap bagian mempunyai tulang daun. Potongan tersebut kemudian diletakkan atau ditancapkan sebagian pada media lembap yang ringan. Akar dan tunas baru dapat berkembang dari area di sekitar tulang daun atau bagian yang bersentuhan dengan media.

Begonia menyukai kelembapan selama proses perbanyakan, tetapi kelembapan tidak sama dengan kondisi becek. Media perlu tetap mempunyai sirkulasi udara karena air yang menggenang membuat jaringan daun mudah membusuk. Cahaya terang tidak langsung lebih aman dibandingkan meletakkan potongan daun langsung di bawah matahari yang terik.

3. African Violet

African violet atau violet Afrika termasuk tanaman berbunga yang terkenal mudah diperbanyak menggunakan daun. Satu daun sehat bersama tangkainya dapat menghasilkan sejumlah tanaman kecil di sekitar pangkal tangkai setelah akar terbentuk.

Pilih daun yang sudah berkembang dengan baik tetapi belum terlalu tua. Potong tangkainya dengan alat yang bersih, kemudian tanam bagian tangkai pada media yang ringan. Daunnya sendiri sebaiknya tidak dikubur terlalu dalam karena bagian yang terus bersentuhan dengan media sangat lembap berisiko mengalami pembusukan.

Prosesnya tidak selalu berlangsung cepat sehingga daun lama dapat terlihat seperti tidak mengalami perubahan selama beberapa waktu. Selama daunnya masih sehat dan tidak membusuk, akar dapat terus berkembang di bawah media sebelum tunas kecil mulai terlihat di permukaan. Ketika tanaman baru sudah cukup besar, masing-masing tunas nantinya dapat dipisahkan secara hati-hati.

4. Peperomia

Beberapa jenis peperomia mempunyai kemampuan menarik untuk diperbanyak melalui daun. Tanaman hias berukuran relatif kecil ini bahkan menjadi pilihan yang cukup praktis bagi orang yang ingin mencoba perbanyakan tanaman tanpa membutuhkan banyak tempat.

Metodenya dapat berbeda berdasarkan jenis peperomia. Ada yang dapat menggunakan daun beserta tangkainya, sedangkan jenis tertentu juga dapat diperbanyak dari potongan daun. Gunakan daun sehat tanpa bercak atau tanda pembusukan, kemudian tempatkan pada media yang ringan dan tidak terlalu padat.

Ukuran tanaman yang relatif kecil sering membuat orang memberikan air terlalu banyak karena khawatir media cepat kering. Padahal, kelembapan berlebihan merupakan salah satu penyebab utama daun membusuk sebelum membentuk tanaman baru. Media cukup dijaga sedikit lembap dengan pencahayaan terang tidak langsung.

5. ZZ Plant

ZZ plant atau tanaman dolar terkenal tahan terhadap berbagai kondisi di dalam ruangan. Selain mudah dirawat, tanaman dengan daun mengilap ini juga dapat diperbanyak dari daun individual, meskipun proses pembentukannya membutuhkan kesabaran.

Anak daun dapat dilepaskan secara hati-hati kemudian bagian pangkalnya ditanam pada media yang mempunyai drainase baik. Dari bagian tersebut secara perlahan akan terbentuk akar dan struktur penyimpanan di bawah permukaan sebelum akhirnya tunas baru muncul.

Proses perbanyakan ZZ plant dari daun cenderung lebih lambat dibandingkan beberapa sukulen. Karena pertumbuhannya tidak langsung terlihat, penyiraman berlebihan karena mengira tanaman kekurangan air justru dapat menjadi masalah. Selama daun masih terasa kokoh dan tidak menunjukkan pembusukan, sebaiknya beri waktu bagi tanaman untuk membentuk sistem akarnya.

Baca Juga: 10 Pohon Buah yang Cocok Ditanam di Halaman Rumah, Beri Kesan Teduh dan Sejuk

6. Echeveria

Jika pernah melihat sukulen menghasilkan tanaman kecil dari daun yang terlepas, besar kemungkinan tanaman tersebut berasal dari kelompok yang memiliki kemampuan perbanyakan daun seperti Echeveria. Daun sehat dapat menghasilkan akar sekaligus roset kecil yang perlahan berkembang menjadi tanaman baru.

Daun perlu dilepaskan secara utuh hingga bagian pangkalnya, bukan dipatahkan di bagian tengah. Setelah itu, daun biasanya tidak langsung ditanam dalam-dalam, melainkan dibiarkan terlebih dahulu hingga bekas lukanya mengering, kemudian diletakkan di atas media yang mempunyai drainase sangat baik.

Setelah beberapa waktu, akar halus dapat muncul dari pangkal daun dan disusul tanaman kecil. Daun induk secara perlahan akan mengeriput karena cadangan air dan nutrisinya digunakan untuk mendukung pertumbuhan tersebut. Hindari terlalu sering menyiram karena jaringan sukulen sangat mudah membusuk ketika terus berada dalam keadaan basah.

7. Jade Plant

Jade plant mempunyai daun tebal yang berfungsi menyimpan air, karakter yang membuat tanaman ini cukup tahan dalam kondisi kering. Daun yang sehat juga dapat digunakan sebagai bahan perbanyakan tanpa membutuhkan potongan batang.

Pilih daun yang matang dan lepaskan dari batang dengan hati-hati sehingga pangkalnya tetap utuh. Daun kemudian dapat dibiarkan selama beberapa waktu sampai bekas lukanya mengering sebelum diletakkan di atas media sukulen yang porous. Akar nantinya dapat muncul dari area pangkal tersebut.

Kesabaran menjadi bagian penting ketika memperbanyak jade plant dari daun karena perubahan pada tahap awal sering sangat kecil. Menyiram berlebihan untuk mempercepat pertumbuhan justru dapat memberikan hasil sebaliknya. Setelah akar dan tunas baru semakin berkembang, tanaman muda dapat mulai dirawat seperti jade plant biasa.

8. Kalanchoe

Beberapa jenis Kalanchoe mempunyai cara perbanyakan yang bahkan lebih mudah diamati. Tanaman tertentu mampu menghasilkan bakal tanaman kecil pada bagian tepi daunnya. Setelah cukup berkembang, tanaman kecil tersebut dapat terlepas dan tumbuh sendiri ketika mencapai media yang sesuai.

Jenis Kalanchoe lainnya juga dapat diperbanyak menggunakan daun yang dipisahkan dari tanaman induk. Daun sehat dapat dibiarkan mengering terlebih dahulu pada bekas lukanya, kemudian diletakkan pada media yang tidak mudah menahan air dalam jumlah berlebihan.

Kemampuan berkembang biak yang kuat membuat beberapa Kalanchoe justru perlu dikendalikan ketika ditanam di area terbuka. Tanaman kecil yang jatuh dapat berakar di sekitar tanaman induk dan menghasilkan banyak individu baru. Karena itu, tanaman ini menarik sebagai bahan belajar perbanyakan vegetatif, tetapi pertumbuhannya tetap perlu dipantau.

9. Gloxinia

Gloxinia memiliki bunga berwarna mencolok dan daun lembut yang cukup lebar. Tanaman ini dapat diperbanyak menggunakan daun, umumnya dengan mengambil daun sehat beserta tangkainya kemudian menanamnya pada media yang lembap tetapi tetap memiliki sirkulasi udara.

Daun yang dipilih sebaiknya tidak terlalu tua dan tidak mengalami kerusakan. Bagian tangkainya ditanam ke dalam media sementara helaian daun berada di atas permukaan. Dalam kondisi yang mendukung, akar dapat berkembang terlebih dahulu sebelum tanaman baru terbentuk di sekitar pangkalnya.

Daunnya relatif lebih lembut dibandingkan sukulen sehingga keseimbangan kelembapan perlu diperhatikan. Media yang terlalu kering dapat membuat daun cepat layu, tetapi media yang terus basah meningkatkan risiko pembusukan. Letakkan di lokasi terang yang tidak terkena matahari terik secara langsung selama proses pembentukan akar.

Baca Juga: 25 Tanaman Buah yang Bisa Ditanam di Pot Kecil, Cocok untuk Hunian Minimalis

10. Sedum

Sejumlah jenis Sedum juga dapat menghasilkan tanaman baru hanya dari daun. Kemampuan ini merupakan salah satu alasan banyak sukulen mudah diperbanyak ketika daun sehatnya terlepas saat dipindahkan atau dirawat.

Daun sebaiknya dilepaskan secara utuh dari tanaman induk dan dibiarkan hingga bagian bekas patahannya tidak lagi basah. Setelah itu, letakkan daun di atas media yang porous tanpa perlu menguburnya terlalu dalam. Akar halus dan tanaman kecil dapat berkembang dari bagian pangkal secara bertahap.

Seperti sukulen lainnya, kesalahan yang paling sering terjadi adalah memberikan terlalu banyak air. Daun sebenarnya telah membawa cadangan air yang cukup untuk mendukung tahap awal pertumbuhan. Media yang sedikit kering justru umumnya lebih aman daripada lingkungan yang terus-menerus basah.

Cara Memperbanyak Tanaman dari Daun agar Tidak Gagal

Meskipun teknik setiap tanaman dapat berbeda, prinsip dasarnya relatif serupa. Kondisi daun sejak awal sangat berpengaruh terhadap peluang keberhasilan karena daun itulah yang menjadi sumber utama pembentukan jaringan baru.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Pilih daun yang sehat. Hindari daun yang menguning, terserang hama, memiliki bercak penyakit, atau sudah terlalu tua.
  2. Gunakan alat bersih. Jika daun perlu dipotong, gunakan pisau atau gunting bersih agar luka tidak mudah terkontaminasi.
  3. Kenali kebutuhan tanaman. Sukulen biasanya perlu dikeringkan lukanya terlebih dahulu, sedangkan beberapa tanaman berdaun lembut membutuhkan media yang sedikit lembap sejak awal.
  4. Gunakan media berdrainase baik. Media tidak boleh terlalu padat sehingga udara dan air masih dapat bergerak dengan baik.
  5. Hindari penyiraman berlebihan. Potongan daun belum memiliki sistem akar sempurna sehingga air terlalu banyak justru meningkatkan risiko busuk.
  6. Berikan cahaya tidak langsung. Cahaya membantu proses pertumbuhan, tetapi sinar matahari terik dapat mengeringkan atau membakar daun yang sedang membentuk akar.
  7. Tunggu sampai akar dan tunas cukup kuat. Jangan terlalu cepat memindahkan tanaman karena akar muda masih mudah rusak.

Tidak semua daun akan berhasil meskipun berasal dari tanaman yang dapat diperbanyak menggunakan metode ini. Menyiapkan beberapa daun sekaligus dapat meningkatkan peluang memperoleh setidaknya satu tanaman baru yang berkembang dengan baik.

Pertanyaan dan Jawaban

  1. Apakah semua tanaman bisa tumbuh dari satu daun?

Tidak. Hanya tanaman tertentu yang memiliki kemampuan membentuk akar dan tunas baru dari daun atau bagian daunnya.

  1. Berapa lama daun mulai menghasilkan akar?

Waktunya berbeda-beda tergantung jenis tanaman dan kondisi lingkungan. Beberapa tanaman dapat menunjukkan akar lebih cepat, sedangkan tanaman seperti ZZ plant membutuhkan waktu jauh lebih lama.

  1. Apakah daun harus ditanam langsung ke tanah?

Tidak selalu. Daun sukulen tertentu cukup diletakkan di atas media, sedangkan tanaman seperti African violet biasanya menggunakan tangkai daun yang dimasukkan ke dalam media.

  1. Kenapa daun malah busuk setelah ditanam?

Penyebab yang umum adalah media terlalu basah, sirkulasi udara buruk, luka belum mengering, atau daun yang digunakan sejak awal kurang sehat.

  1. Apakah daun yang jatuh sendiri masih bisa ditanam?

Bisa jika daunnya masih sehat, utuh, dan berasal dari tanaman yang memang dapat diperbanyak melalui daun. Daun yang sudah membusuk atau rusak berat memiliki peluang keberhasilan lebih kecil.